Terpaksa Menikahi Pria Vegetatif

Terpaksa Menikahi Pria Vegetatif
bab 11


__ADS_3

#11_Balasan Setimpal


Raiden duduk di tepi ranjang dengan melamun. Ingatannya kembali pada pelajaran yang diberikan pada Evan. Pria itu belum puas setelah menghajar Evan hingga hampir saja nyawanya melayang. Tidak hanya itu, Raiden juga bisa mengingat dengan jelas wajah Yudith dan Laos saat anaknya terkapar.


Pelajaran yang didapatkan Evan pasti bisa membuatnya jera. Raiden berharap, Evan bisa belajar dari pengalaman dan tidak mengulang perbuatannya.


Di sisi lain, kegelisahan tengah menggeluti Yudith dan Laos. Apa yang mereka lakukan pada Raiden selama ini, pasti akan terbongkar. Yudith lebih mudah terpancing emosi setelah Evan melakukan tindakan bodoh di kamar Raiden.


Entah apa yang ada di pikiran Evan saat melakukannya pada Abigail. Namun, ada yang menjadi pertanyaan besar Yudith tentang hal ini. Raiden terbangun tepat di saat Evan ingin melecehkan istrinya, itu adalah hal paling mengejutkan seluruh orang yang ada di rumah mewah tersebut.


“Bagaimana bisa ini terjadi?” gumam Yudith berkali-kali.


“Tenangkan dirimu, kita perlu waspada sekarang. Jangan sampai pergerakan kita dicurigai oleh mereka.” Laos pun mengingatkan Yudith untuk tetap tenang.


Sayangnya, wanita itu tidak bisa melakukannya. Yudith masih gelisah dengan sikap Raiden yang terlihat jelas mengancam mereka.


Yudith juga teringat dengan perkataan Raiden beberapa saat lalu, ketika dirinya sedang menyadarkan Evan. Raiden seperti memberitahu sesuatu yang terasa mengancam.


“Sepertinya, Raiden tahu mengenai kecelakaan yang kita buat. Apa mungkin … dia akan membongkar semuanya?” Yudith merasa takut dengan perbuatannya sendiri.


“Itu tidak mungkin, dia tidak memiliki bukti kuat untuk melaporkan kita. Lagi pula, selama ini dia hanya terbaring tidak berdaya di sana, kapan dia akan mencari bukti? Pastinya, tidak aka nada bukti untuk melaporkan kita, Sayang. Jadi, kamu harus tenang!”

__ADS_1


Sekali lagi, Laos berusaha untuk membuat istrinya tetap tenang. Laos tidak ingin ada salah satu tindakannya terlalu gegabah.


Mereka terdiam di ruangan pribadi Laos, memikirkan banyak hal untuk bisa terlepas dari tuduhan. Merencanakan kembali apa yang bisa membuat Raiden memberikan hartanya pada mereka.


“Aku lelah, sebaiknya kita memikirkannya besok pagi.”


“Ini sudah pagi, Laos! Kita bahkan belum tidur karena anakmu itu!”


“Apa? Bukankah kamu yang ada di sini? Kenapa kamu tidak tahu saat dia ingin melakukannya?”


“Aku bahkan tidak tahu apa isi kepalanya saat itu, Laos! Aku rasa, istri Raiden yang menggoda Evan agar melakukannya. Ya, sepertinya Abigail sengaja,” ujar Yudith yang kini balik menyalahkan Abigail.


Yudith menyeringai mendengar ucapan suaminya.


Sedangkan di tempat lain, seseorang memijat kepalanya mendengar apa yang terjadi di rumahnya. Orang itu berkali-kali merutuki sikap ceroboh Evan yang tidak bisa ditahan. Sungguh kejadian malam ini berhasil menarik perhatiannya hingga perlu kembali ke sana saat ini juga.


“Antar aku kembali ke sana. Aku rasa ada seseorang yang perlu memperhitungkan semua ini!”


Pria itu berjalan di depan dua pengawalnya, masuk dalam mobil dan menuju bandara. Ya, Rafael berada di kota lain saat ini, mengurus bisnisnya dan mengawasi keadaan di rumah dari jauh. Namun, kepergiannya justru membuat keadaan kacau.


Apa yang ada di pikirannya, tidak sama dengan kenyataan yang terjadi di sana.

__ADS_1


“Katakan pada Raiden untuk menemuiku di ruang pribadi saat aku tiba pagi ini. Pastikan tidak ada yang melihat selain kamu dan CCTV.”


“Baik, Tuan.”


Perjalanan yang memakan waktu kurang lebih hampir empat jam itu, membuatnya semakin pusing karena tidak bisa beristirahat dengan baik selama pikirannya masih berada di rumah.


“Aku tidak mengerti, apa yang ada di kepalanya? Kenapa dia melakukan itu?” gerutunya selama berada di mobil.


“Tuan, Tuan Muda Raiden mengirim pesan.”


“Balas saja, aku sedang sibuk!”


***


Raiden memijat keningnya, merasakan ada yang berdenyut saat menatap wajah Yudith dan Laos di sana. Keduanya berdiri di depan Raiden, seperti pengemis yang ingin diberi kata kasihan.


“Raiden, mungkin saja Evan sedang mabuk dan tanpa sadar melakukannya.” Ucapan Yudith tidak bisa diterima oleh Raiden yang jelas-jelas melihat semua itu.


Raiden bahkan tidak mencium aroma alkohol yang menguar dari mulut Evan. Tentu saja pria itu tidak sedang dalam keadaan mabuk. Ya, Evan melakukannya dengan sadar.


Sementara Laos menjelaskan pada Raiden untuk tidak memperpanjang masalah ini, mata Yudith tertuju pada tempat tidur yang kini memperlihatkan wajah Abigail. Wajah itu terlihat begitu takut dan tubuhnya bergetar. Awalnya Yudith ingin marah padanya, tetapi setelah melihat keadaan Abigail saat ini, dia pun memutuskan untuk membiarkannya. Setelah ini, Abigail pasti memiliki trauma yang mendalam, pikir Yudith.

__ADS_1


__ADS_2