
Sebuah panggilan masuk dari pihak rumah sakit mengejutkan Rafael. Pria tua itu hampir saja terkena serangan jantung saat tahu cucu kesayangannya mengalami kecelakaan.
Tidak menunggu lama, Rafael segera beranjak dari tempatnya menuju rumah sakit yang menghubunginya.
Dalam perjalanan, pria tua it uterus berdoa agar tidak terjadi hal buruk pada cucunya. Sebab, dalam berita dua orang pengawal pribadi tewas di tempat karena kecelakaan naas itu.
“Cepat cari tahu, apa yang sebenarnya terjadi,” ucap Rafael pada pengawalnya yang kini ada di bangku depan.
“Baik, Tuan.”
Mobil berhenti di depan pintu masuk rumah sakit, Rafael turun dengan tergesa-gesa. Langkahnya tertuju pada seorang wanita dengan pakaian perawat.
“Di mana pasien bernama Raiden Russel?” tanya Rafael.
“Ada di ICU, Tuan. Untuk kondisinya bisa Anda tanyakan pada dokter.”
“Terima kasih.”
Rafael kembali melangkah hingga bertemu seorang dokter di depan pintu masuk ruang ICU. Beberapa pertanyaan dilontarkan, tentang bagaimana keadaan terkini dan apa yang dialami Raiden.
“Tuan Raiden mengalami kecelakaan yang membuat kondisinya tidak sadar dan kritis. Kepala bagian belakangnya mengalami benturan keras hingga membuat gegar otak. Kami masih melakukan pemantauan untuk kondisinya. Untuk saat ini, pasien belum bisa ditemui.”
“Aku Kakeknya, hanya aku yang dimilikinya! Biarkan aku melihat cucuku!” Rafael memaksa hingga akhirnya diberikan izin dengan syarat mengenakan pakaian steril dari rumah sakit.
Setelah siap dengan pakaian sterilnya, Rafael masuk dan melihat keadaan Raiden. Ada banyak luka di sekujur tubuhnya, bahkan beberapa bagian tubuh mengenakan gips.
Rafael menghela napasnya, melihat tubuh itu tidak berdaya, sudah membuat setengah nyawanya hilang seketika. Pria tua itu menyesal karena tidak mencegah Raiden untuk berangkat bersama dua pengawalnya pagi ini.
Tidak ada suara lain di ruangan itu selain deteksi jantung. Kantung darah terus mengalirkan cairan merah itu ke tubuh Raiden.
Di luar ICU, Rafael melihat Yudith dan Laos tengah bersedih. Bahkan, Evan tampak hadir dan menunjukkan wajah pura-puranya untuk meyakinkan Rafael.
Pria tua itu ke luar dari ruang ICU, menemui mereka yang ada di sana. Yudith bersedih dan bertanya pada Rafael tentang keadaan Raiden saat ini.
“Bagaimana keadaannya? Katakan bahwa dia baik-baik saja.”
__ADS_1
“Entahlah, dokter berkata jika Raiden mengalami benturan yang keras hingga keadaannya kritis, sekarang … hanya bisa menunggu keajaiban,” jelas Rafael.
“Asataga! Siapa pelakunya? Apa orang itu sudah ditangkap?” Yudith kembali bertanya seakan ingin orang tersebut mendapatkan hukuman.
“Seseorang mengatakan bahwa kecelakaan ini murni karena kesalahan supir. Mereka mengatakan bahwa orang yang mengemudikan mobil dalam keadaan mengantuk dan lengah saat ada kendaraan lain di depannya. Aku masih menyelidikinya.”
“Sampai kapan dia akan tertidur seperti itu?”
“Tidak ada yang tahu, begitu juga dengan dokter. Saat ini, Raiden bergantung pada alat-alat yang terpasang ditubuhnya. Itu saja, sekarang kalian bisa pergi, aku akan menjaga cucuku di sini.”
“Aku akan berada di sini. Aku ingin—“
“Tidak perlu, pergi saja, Yudith! Kembali ke rumah.”
Mendengar perintah dari Rafael membuat Yudith sedikit kesal. Namun, bagaimanapun dia tidak bisa menolaknya dan kembali bersama suami juga Evan—anaknya.
Setelah beberapa hari, Rafael baru saja tiba di rumah sakit setelah pertemuan pentingnya dengan klien. Rafael duduk dan tidak sengaja melihat pergerakan dari tubuh Raiden.
“Raiden, kamu sudah sadar?”
“Syukurlah, kamu sudah kembali.”
“Ka-kek?” panggil Raiden sembari menarik napas dalam-dalam.
“Tenanglah! Aku akan memanggil dokter—“
Tangan Raiden mencegah Rafael untuk memanggil dokter. Raiden menggelengkan kepalanya dan menceritakan sebuah kenyataan.
“Kecelakaan itu adalah permainan mereka. Ada yang menyabotase mobilku, Kakek. Aku yakin ini semua ulah Tante Yudith, hanya saja aku belum memiliki bukti yang kuat.”
“Aku tahu.”
Rafael tampak berpikir sejenak, lalu merencanakan sesuatu dengan cucunya itu.
Seorang dokter di panggil untuk mendengarkan rencana besar Rafael dan Raiden. Dokter itu dibayar untuk melakukan pengakuan terhadap keadaan Raiden yang mengalami kondisi vegetatif. Raiden berpura-pura sampai bisa membuktikan bahwa Yudith lah pelakunya.
__ADS_1
Mengerti dengan perintah Rafael, mereka memulai sandiwara itu keesokan harinya.
Saat ini, Rafael dan Raiden membicarakan tentang apa saja yang bisa membuat mereka mengaku dan menunjukkan keaslian sifat jahat Yudith dan Laos.
“Sepertinya mereka mengincar hartaku, Kakek. Apa yang seharusnya kita lakukan saat aku berpura-pura?”
“Begini, aku akan mengatur semuanya agar Yudith dan Laos merasa terancam dengan posisi mereka. Aku akan membuat seolah-olah kamu menyerahkan semua hartamu pada orang lain jika tiada.”
“Baiklah, aku setuju. Tetapi, apa itu akan memancing mereka?”
“Ada hal lain yang ingin kulakukan juga. Akan kuberitahu padamu nanti.”
Rafael dan Raiden tersenyum bersama setelah membuat rencana besar itu. Mereka tampak siap untuk melakukan aksi tersebut.
Benar saja, keesokan harinya Yudith berwajah pucat mendengar apa yang terjadi pada Raiden. Rafael sungguh pandai bermain drama di antara mereka.
“Raiden mengalami kondisi vegetatif, semua karena benturan di otaknya yang terlalu keras hingga kesadarannya pun ikut menurun. Dokter menjelaskan padaku, tubuh Raiden tidak akan bisa digerakkan, dan hanya kesadarannya saja yang bisa digunakan. Sebelum mengalami keadaan ini, dia sempat berbicara tentang warisan.”
“Apa? Apa yang dikatakannya? Apa dia akan memberikan hartanya untuk Evan? Atau—“
“Tidak, Yudith. Raiden menagtakan akan memberikan hartanya pada panti asuhan saat dia meninggal.”
“A-apa? Ba-bagaimana bisa?”
“Jika ingin harta itu, kalian perlu tandatangan Raiden dalam keadaan sadar di depan pengacara. Atau …” Rafael menjeda ucapannya hingga membuat Yudith kesal. “… dia menikahi seorang wanita dan harta itu bisa menjadi miliknya lalu, seperti yang kalian tahu. Harta itu akan aman dalam keluarga ini di tangan istri Raiden.”
“Istri? Bagaimana dengan Dona?” ucap Yudith.
“Tidak, aku tidak ingin wanita itu menjadi menantu di rumah ini! Carikan wanita lain atau … kalian bisa saja mendatangi seseorang yang memiliki hutang pada keluarga ini untuk menikahkan anaknya dengan Raiden. Aku membutuhkan seseorang yang bisa merawat dan menjaga Raiden dalam keadaan ini. Kalian bisa mencarikannya bukan?”
“Tentu saja, kami akan membantu Raiden untuk bisa memiliki istri yang patuh dan merawatnya dengan baik.”
Yudith tersenyum lalu memutuskan untuk menyuruh Laos mendatangi seseorang yang memiliki hutang ratusan dollar pada FX Group.
“Datangi dia, aku ingin melihat apa ada salah satu dari mereka yang memberikan anaknya sebagai penebus.”
__ADS_1
Setelah menjelaskan pada Yudith dan Laos, Rafael kembali menemui Raiden dan menceritakan bahwa rencana mereka sedang berjalan. Dalam beberapa hari lagi, Raiden akan kembali ke rumah dan diawasi dua puluh empat jam oleh CCTV dan Raize untuk keamanan.