Terpaksa Menikahi Pria Vegetatif

Terpaksa Menikahi Pria Vegetatif
bab 24


__ADS_3

Pagi-pagi sekali, Clarisa sudah bersiap dengan dandanan rapi dan hendak bertandang ke perusahaan milik Raiden. Apa lagi tujuan gadis itu datang menghampiri suami Abigail jika bukan untuk merayu suami dari saudara tirinya itu.


"Clarisa, kamu mau ke mana?" tanya Marisa pada sang putri yang sudah bersiap dengan pakaian rapi.


"Pergi mencari pria tampan!" cetus Clarisa dengan penuh percaya diri.


"Pria tampan? Kamu ada kencan hari ini?" tanya Marisa penasaran.


Clarisa mengulas senyum pada sang ibu. "Mama tenang saja! Masalah perusahaan, Mama tidak perlu cemas. Akan kupastikan keluarga kita mendapatkan menantu pria kaya!" ujar Clarisa dengan congkaknya.


Dengan mengenakan riasan tebal dan pakaian yang mencolok, gadis itu berusaha menciptakan kesan pertama yang baik pada pria yang akan ia goda. Ya, target utama gadis itu hari ini adalah Raiden.


"Permisi, bisa bertemu dengan Tuan Raiden?" ujar Clarisa begitu ia tiba di gedung perusahaan yang dikelola oleh Raiden.


"Apa Nona sudah membuat janji?"


Tentunya tak sembarang orang dapat berjumpa dengan pria seperti Raiden. Namun, dengan membawa-bawa nama Abigail, Clarisa bisa dengan mudahnya berjumpa dengan Raiden.


"Bilang pada Tuan Raiden, aku saudara dari Abigail," ujar Clarisa.

__ADS_1


Pegawai resepsionis itu langsung menyampaikan tamu yang datang pada asisten Raiden yang tengah menemani sang bos bekerja. "Ada tamu yang ingin bertemu, Tuan."


"Siapa?" tanya Raiden dengan wajah datar.


"Seseorang yang mengaku sebagai saudara dari Nyonya Abigail."


Raiden terdiam sejenak dan pikirannya mulai tertuju pada satu orang. Sang istri hanya memiliki satu saudara tiri dari istri baru Dirham. Siapa lagi orang yang akan datang kalau bukan Clarisa.


"Untuk apa dia datang kemari?" tanya Raiden.


Clarisa yang masih menunggu di Raiden di bawah, harus menyiapkan alasan masuk akal agar Raiden mau bertemu dengannya. "Katakan pada Tuan Raiden, aku ingin membahas tentang pekerjaan. Aku ingin melamar pekerjaan di sini," ujar Clarisa.


Raiden mempertimbangkan sejenak sebelum memutuskan untuk menjumpai Clarisa. Pria itu tahu betul Clarisa tidak memiliki hubungan yang baik dengan istrinya, Abigail. Sekalipun Raiden menolak untuk bertemu dengan Clarisa, hal itu tidak akan menjadi masalah.


"Kita lanjutkan nanti saja. Aku harus mengurus tamu," cetus Raiden menghentikan sejenak aktivitasnya dan menjumpai Clarisa.


Tak lama kemudian, pintu ruangan Raiden pun terbuka dan Clarisa masuk ke dalam. "Selamat pagi, Tuan Raiden. Aku tidak mengganggu, kan?" sapa Clarisa pada suami dari saudara tirinya.


Jelas kedatangan Clarisa cukup mengganggu, tapi Raiden tetap berusaha menunjukkan sikap baik pada keluarga istrinya itu. "Ada yang bisa aku bantu?" tanya Raiden.

__ADS_1


"Aku memang membutuhkan bantuanmu. Kamu akan membantuku, kan?"


"Bantuan apa?"


Clarisa menyodorkan berkas yang sudah ia siapkan. Dengan alasan melamar kerja, Clarisa mencoba mencari celah untuk mendekati Raiden dan membangun interaksi lebih sering dengan suami Abigail itu.


"Aku butuh pekerjaan. Pasti ada posisi bagus yang cocok untukku, kan? Kamu sendiri juga tahu kalau aku bukan gadis sembarangan," cetus Clarisa dengan sombongnya. "Papaku mempunyai perusahaan besar, tapi aku tidak ingin berkarir di perusahaan Papa. Aku ingin belajar mandiri."


Clarisa terus saja mengoceh, meskipun Raiden tidak menanyakan apa pun. Gadis itu benar-benar tak sadar jika Raiden terlihat muak melihat sikap congkak Clarisa yang terus menyombongkan diri di depan Raiden.


"Kalau aku bisa memilih, aku bisa bekerja di mana saja yang aku mau. Aku juga bisa mendapatkan posisi bagus di perusahaan papaku. Tapi untuk saat ini, aku ingin mencoba belajar darimu. Kita sudah menjadi keluarga, kan? Kamu akan memberiku kesempatan, kan?" tanya Clarisa dengan cerewetnya pada Raiden.


Clarisa benar-benar berharap ia mendapatkan posisi bagus di mana dia bisa berdekatan dengan Raiden setiap saat. 'Raiden pasti akan memberiku posisi sekretaris, kan? Posisi asisten juga cukup bagus! Aku bisa menghabiskan waktu bersama dengan Raiden sepanjang hari,' batin Clarisa penuh harap.


Sayangnya keputusan Raiden benar-benar jauh berbeda dari pikiran Clarisa. Mana mungkin Raiden akan memberikan posisi seperti sekretaris pada Clarisa?


"Kamu benar-benar ingin bekerja di sini?" tanya Raiden.


"Kenapa? Apa tidak ada posisi yang cocok untukku?" tanya Clarisa balik.

__ADS_1


Raiden bangkit dari bangkunya dan menghubungi bagian personalia untuk mengurus Clarisa. Hanya untuk posisi staff biasa saja, Raiden tidak perlu terlibat langsung dalam posisi perekrutan.


"Silakan kamu bawa berkas ini ke bagian personalia! Katakan kalau aku yang memintamu ke sana. Kalau kamu mau, kamu bisa bekerja di bagian Finance. Bagaimana?" tawar Raiden pada Clarisa.


__ADS_2