
"Ah ini sangat merepotkan. "batin Dariella
Dariella pun menyuruh semua orang untuk masuk ke mobil, untuk berangkat menuju pulau.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Jinx pun bertanya kepada Alis.
"Alis kau adalah seorang Analisis, apa kau tahu ini pulau apa. "tanya Jinx
"Oh, ini adalah pulau fulkanik atau fulkanik island, di sini kebanyakan monster jenis dan tingkat yang umum, tapi juga ada monster yang kuat dan dia berada di tingkat dragon. "jawab Alis
Jinx dan semua temannya pun sudah sampai pada tujuan titik yang telah di tentukan.
Dariella menyuruh semua anggotanya untuk menyiapkan tenda dan api unggun, karena hari sudah mulai malam.
Dariella pun membagi orang-orang yang akan masuk tenda, yaitu 1 tenda 2 orang.
Hanya Jinx saja yang tidak di pasangkan oleh Dariella.
Artinya Jinx tidur bersama dengan Dariella.
Saka pun memperingati pada Jinx bahwa hari ini akan hujan petir dan jika ada hujan petir, saat nanti Jinx tidur bersama Dariella, Dariella akan ketakutan dan biasanya di akan memeluk orang yang ada di sampingnya dengan erat.
Jinx yang mendengar itu, membayangkan hal itu dengan rasa sakit dan tulangnya akan remuk.
Hari pun telah berganti malam mereka semua bersenang-senang di depan api unggun, namun Jinx tidak ikut bersenang-senang bersama mereka, dirinya malah pergi kehutan.
Dan dia menemukan bukit dipinggir jurang, bukit sangat cocok untuknya duduk sendirian sambil merenungi nasibnya.
Sebelum Jinx sampai di sana Ara tidak sengaja melihat Jinx pergi kehutan yang lebat lalu Ara pun diam-diam mengikuti Jinx dari belakang.
Jinx duduk dipinggir bukit itu.
Jinx pun menyadari bahwa dia sedang dikuti oleh Ara dan Jinx pun menyuruh Ara keluar.
"Kau tak perlu malu dan takut padaku, aku tak akan melakukan apa pun. aku hanya orang yang tidak memiliki tujuan hidup di dunia ini. "kata Jinx
Ara yang mendengar itu pun sedikit tidak gugup lagi lalu ia keluar dan memangil nama Jinx dengan gugup.
"Ji.. Ji. Jinx. "kata Ara sambil gugup
Ara pun mendekati Jinx dan duduk di samping Jinx.
Jinx pun bertanya pada Ara.
"Ara apakah kau memiliki tujuan untuk hidup. "tanya Jinx
"Y. ya. aku punya. aku hanya ingin, me. me. mempunyai orang yang mencintaiku, apa adanya. dengan sepenuh hatinya. "jawab Ara
Jinx yang mendengar itu tersenyum pada Ara dan sedikit tertawa.
__ADS_1
Ara yang melihat Jinx tersenyum pun merasa senang dalam hatinya dan Ara mulai memiliki sedikit rasa cinta pada Jinx di hatinya.
"Kau memiliki tujuan hidup ya, walau pun kau orang yang pemalu. tidak sepertiku, aku tidak memiliki tujuan hidup yang pasti. "kata Jinx
"Ka. ka. kau tidak seperti itu, Kau pasti memiliki tujuan hidup yang kau inginkan selama ini. "jawab Ara
"Tujuan hidup selama ini. "batin Jinx
"Ya, mungkin itu benar. "
Jinx pun mengingat kembali Melissa orang pertama yang pernah menjadi temannya sekaligus cinta pertamanya.
"Ya aku memang memilikinya, tapi telah sirna. itu telah lama hilang. "kata Jinx
Jinx tidak sadar bahwa Ara telah tertidur sedari tadi.
Ara menyenderkan kepalanya kepada Jinx.
Setelah itu Jinx pun mengendong Ara sampai ketempat tendanya Ara dan menyelimutinya.
Ara yang tertidur pun memegang lengan Jinx dan berkata karena mengigau.
"Jangan tinggalkan aku sendirian. "kata Ara
Jinx pun melepaskan lengannya Ara yang memegangnya lalu berkata.
"Hal itu tidak bisa. "kata Jinx
Saat semua orang telah tidur Jinx masih bangun dan malam itu sedang terjadi hujan petir.
Jinx pun berkata pada kapten yaitu Dariella.
"Kau pasti masih bangunkan, jika kau tidak mengunakan selimut kau bisa kedinginan tau. "kata Jinx
"Berisik!, diam kau. "jawab Dariella sambil ketakutan
"Kau ini tidak bisa di beritahu ya. "kata Jinx
Jinx pun menyelimuti Dariella dengan selimutnya itu dan Jinx juga memeluk balik Dariella karena dia teringat cara untuk menenangkan seorang wanita adalah dengan memeluknya kembali.
Dariella yang merasa hangat dengan pelukan Jinx, pun menatap Jinx dengan perasaan senang.
"Tiba-tiba memeluk wanita itu tidak boleh kau tahu. tapi karena aku merasa sedikit hangat, aku memaafkan mu Anak baru. "kata Dariella sambil malu-malu
"Terserah kau saja, aku juga tidak peduli. "jawab Jinx
Saat itu juga tiba-tiba ada petir yang keras menyambar.
Dariella yang mendengar itu langsung ketakutan dan berteriak kencang di depan telinga Jinx.
Jinx yang merasa sakit di telinganya dan Jinx pun menyuruh Dariella untuk diam.
__ADS_1
"Diamlah kau ini sudah malam, aku ingin tidur. "kata Jinx
Pada malam itu Jinx tidak bisa tidur sama sekali dan saat Jinx ingin tidur.
Hari pun telah pagi dan Dariella pun menyuruh Jinx untuk bangun karena sudah pagi.
"Hei kau bangun dasar pemalas. "kata Dariella
Jinx meminta sebentar lagi untuk tidur tapi Dariella yang mendengar itu menjadi marah dan memukul perut Jinx dengan kuat samapi membuat Jinx muntah.
Jinx pun keluar untuk mempersiapkan perlengkapannya, dengan berjalan lemas dan masih mengantuk.
Dariella menyuruh untuk masuk kedalam mobil.
Saka yang duduk di samping Jinx pun menanyakan "Apakah kau bisa tidur Jinx. "
Jinx menjawabnya "Aku tidak bisa tidur. "
Mereka semua disuruh untuk turun dan diharuskan membuat satu tim masing-masing yang berisi 2 saja.
Kali ini Jinx satu bersama Saka.
Jinx mengajak Saka ketempat para penduduk untuk bertanya sesuatu tetang para monster yang ada disini.
Jinx mendapatkan cukup informasi tetang para monster yang ada di pulau itu, dan dia juga mendapat informasi tetang monster legenda yang dikatakan tinggal di dalam gunung berapi di tengah pulau, monster tersebut akan keluar suatu hari nanti dan akan menghancurkan semuanya.
Jinx dan Saka pun beristirahat sebentar dan mereka juga sedari tadi tidak menemukan monster satu pun.
Tiba-tiba semuanya berhenti bergerak dan hanya Jinx yang tidak berhenti bergerak.
Dan di langit muncul banyak mata. di langit juga muncul sebuah diagram sihir berbentuk segitiga yang sangat besar, diagram itu mengalirkan sihir ke gunung berapi.
Setelah itu semua mata yang ada di langit tertutup dan diagram segitiga itu mulai menghilang.
Semuanya pun telah bergerak kembali. gunung berapi itu meletus dan tempat itu bergetar dengan kuat sekali.
Semua orang mulai takut, karena mereka tahu monster legenda itu akan keluar dari dalam sana.
Monster itu benar-benar keluar dari dalam gunung berapi tersebut. dan saat monster itu berjalan tanah di sekitar menjadi kering dan terbakar.
Jinx yang melihat membangun Saka tapi Saka tidak kunjung bangun, Jinx pun terpaksa menggendongnya untuk menjauh dari tempat itu.
Jinx berikan pesan pada Dariella untuk meminta bantuan karena monster ini sangat besar.
Namun karena pulau itu sangat besar pesan yang Jinx kirim tidak tersampaikan.
Jinx terus mencoba untuk membangunkan Saka, sambil berlari dari tempat itu untuk pergi ketempat aman.
Jinx tidak menyadari bahwa monster itu menuju ke permukiman para warga.
Jinx yang mendengar suara teriakan yang sangat keras sampai terdengar jauh. langsung menengok kebelakang.
__ADS_1
Jinx pun menaruh Saka di tanah, Jinx berlari pergi ke sana untuk menolong para warga.
(Terima kasih telah membaca dan silahkan berkomentar).