THE HERO OF DESTRUCTION

THE HERO OF DESTRUCTION
Perasaan Atau Cinta


__ADS_3

Jinx pun kembali ketempat Saka berada.


Saka menanyakan kemana Jinx pergi selama ini.


Jinx menjawabnya dengan berkata bahwa dirinya tidak pergi kemana-mana dia hanya pergi berkeliling saja.


Setelah beberapa jam menunggu akhirnya Dariella dan yang lainya keluar.


Dariella mengatakan bahwa Jinx dan Saka tidak jadi untuk tidak diluluskan. walau pun dalam misi pertama mereka, mereka berdua telah lalai menjalankan misi.


Dan yang mereka dua pun mendapatkan imbalan dan akses untuk menjalan tugas di luar misi atau jam kerja mereka.


Jinx dan yang lainnya menaiki perahu mereka kembali untuk pergi menuju markas mereka yaitu demoniac.


Saat di perahu Dariella pun menemui Jinx dan mengatakan terima kasih untuk yang kemarin malam.


"Aku sangat berterima kasih untuk yang kemarin malam itu. "kata Dariella sambil merasa malu-malu


"Tidak apa-apa, itu sama sekali bukan masalah. kau tak perlu berterima kasih padamu untuk hal itu. malahan aku sangat khawatir akan kondisimu saat itu. "balas Jinx


Jinx dan Dariella tidak tahu bhawa Saka sedari tadi telah melihat dan mendengar mereka berdua dan Saka pun berkata di dalam hatinya.


"Mungkinkah!. ada sesuatu yang terjadi diantara mereka berdua. ini sangat mengejutkan!. "batin Saka sambil merasa terkejut


Perahu itu pun telah sampai di markas demoniac.


Saat semuanya turun mereka semua terlihat sudah ada keluarga yang menunggu mereka pulang sedari tadi dan mengkhawatirkan keadaan mereka.


Jinx yang melihat itu merasa iri terhadap teman-temannya sementara itu tidak ada satu orang pun yang menunggu dirinya untuk pulang sama sekali.


Dariella yang melihat Jinx sendirian pun mendekatinya dan memegang pundaknya.


"Tidak apa anak baru kau bukan satu-satunya yang sendirian di sini, aku juga tau rasa iri yang kau rasakan itu seperti apa. saat melihat orang lain yang masih memiliki keluarga kita pasti akan merasa iri dengan mereka. "kata Dariella


"Tidak, aku tidak peduli tentang itu. karena walau pun iri, tapi aku lebih suka melihat orang lain bahagia dari pada diriku sendiri. "jawab Jinx sambil tersenyum


Semua orang pun telah pulang hanya Jinx dan Dariella yang belum pulang.


Tiba-tiba muncul banyak mobil berwarna hitam.


Salah satu mobil pun membukakan pintunya dan keluar seseorang perempuan, perempuan itu tidak lain dan tidak bukan adalah Siska.


Siska langsung mendekati Jinx, siska yang melihat Jinx sedang bersama dengan Dariella pun bertanya pada Jinx sambil merasa marah.


"Jinx apa yang kau lakukan, kau berdekatan dengan seorang wanita selain aku. apalagi dia pasti lebih tua darimu kan, Jinx. "kata Siska sambil merasa marah


"Memangnya kenapa. dia juga tidak lebih tua dari ku kok, bahkan dia lebih muda dariku. "balas Jinx


"Hah.. siapa yang kau panggil wanita yang lebih tua. "kata Dariella sambil merasa kesal


"Hei kau lepaskan tangan mu dari pundak Jinx, dasar nenek tua. "kata Siska


"Memang kenapa kalau aku tidak melepaskannya, kau mau bertengkar denganku wanita kecil. "kata Dariella


"Ayo siapa takut. "balas Siska

__ADS_1


Siska dan Dariella pun beradu tatapan dengan merasa kesal dan marah.


Jinx pun memisahkan mereka berdua dan berkata.


"Kalian berdua ini seperti anak kecil saja, jika kalian tidak berhenti aku akan pulang sendirian saja. "kata Jinx


"Jangan Jinx, baiklah kalau begitu aku berhenti bertengkar. tapi kau akan pulang bersamaku naik mobil ya. "kata Siska


"Tapi aku lebih suka berjalan kaki. "jawab Jinx


"Kau dengar itu wanita kecil dia lebih suka berjalan kaki. Kalau begitu ikut denganku saja anak baru, karena aku juga berjalan kaki dan tujuan kami sama. "kata Dariella


Siska dan Dariella pun bertengkar kembali dan kali ini mereka saling tarik menarik tangannya Jinx, sampai jinx pun tidak tau bagaimana lagi caranya untuk memisahkan mereka dya lagi.


"Kalian ini sangat merepotkan, sudahlah aku sekarang hanya ingin pulang sendirian saja. "kata Jinx


"Tunggu Jinx jangan!. "teriak Dariella dan Siska


Jinx juga menyuruh Siska dan Dariella untuk tidak bertengkar lagi, jika satu kali lagi mereka bertengkar dirinya tidak akan pulang dengan siapa pun untuk selamanya.


"Makanya jangan bertengkar. aku ini sedang pusing sekarang. "kata Jinx


Jinx berkata pada Siska untuk menyuruh semua pengawalnya untuk pulang ke rumahnya bersama Siska, dan lain kali jika ingin menjemputnya jangan bawa siapa pun bersamanya.


Siska pun menyuruh semua pengawalnya untuk pulang ke rumah.


Siska memberhentikan Jinx untuk pergi dan berkata pada Jinx.


"Kumohon Jinx, aku ingin pulang bersama mu, walau aku harus berjalan. "kata Siska


"Tidak kita ini satu jalur dan satu tujuan kau tahu, karena aku sekarang adalah seorang pahlawan, dan aku berada di posisi hybrid. aku juga mendapatkan tempat apartemen di samping mu. "kata Siska


Dariella merasakan bahwa dirinya merasa iri di hatinya saat melihat Siska di dekat Jinx apalagi memegang tangannya.


Dariella secara tidak tahu dia sebenarnya sedang merasa cemburu saat melihat Siska sedang di dekat Jinx. yang artinya dia mempunyai perasaan/rasa cinta terhadap Jinx.


Jinx pun bertanya pada Dariella.


"Apakah kau ingin ikut, karena kita semua pergi ketempat yang sama. "kata Jinx


Saat Jinx mengatakan itu Dariella merasa malu-malu dan dia menjawabnya dengan berkata iya sambil tersenyum dan Dariella juga langsung memegang tsangan Jinx.


Siska dan Dariella pun bertengkar kembali.


Jinx berkata pada mereka.


"Sudah kubilang jika kalian bertengkar lagi, aku akan pulang sendiri untuk selamanya. "kata Jinx


Seketika Siska dan Dariella pun terdiam agar Jinx tidak melakukan apa yang dia katakan.


Mereka semua telah sampai di apartemen para pahlawan.


Jinx menyuruh Siska dan Dariella untuk melepaskan tangannya, dan menyuruh pergi ke kamarnya masing-masing.


Saat Jinx membuka pintunya dia tidak melihat Ara di sana. Jinx memanfaat hal itu untuk mandi.

__ADS_1


Saat Jinx sedang mandi.


Ara masuk ruang itu dan menuju ke kamar mandi.


Jinx yang mendengar suara bukaan pintu dan ada suara seorang menuju kearahnya. Jinx pun menjadi panik.


Jinx juga tahu bahwa yang sedang masuk itu adalah Ara.


Saat Ara sudah sampai di kamar mandi dan ingin membukanya.


Jinx pun langsung mengatakan bahwa di kamar mandi ada seseorang yang sedang memakai.


Ara pun yang mendengar itu, tidak jadi ingin membuka kamar mandi itu.


Jinx pun memeriksa apakah Ara masih ada di luar atau sudah tidak ada.


Jinx pun melihat bahwa Ara sudah tidak ada di sana.


Jinx keluar dari kamar mandi untuk mengambil handuk.


Jinx tidak menyadari sebenarnya Ara ada di pojok kan tempat kamar mandi.


Ara yang melihat itu ketakutan.


Jinx merasakan ada seseorang di pojok kan dirinya menoleh ke ke arah Ara.


Jinx pun terkejut ternyata Ara masih ada di sana.


Saat Jinx menoleh padanya, Ara langsung berteriak kencang.


Jinx langsung menenangkan Ara.


Tapi cara itu tidak berhasil.


Jinx memilih menutup mulutnya Ara agar dirinya diam.


"Diamlah Ara, ini aku Jinx. "kata Jinx


Ara pun terdiam.


Jinx menanyakan pada Ara kenapa dirinya berteriak.


Ara menjawabnya sambil gugup dengan berkata dirinya berteriak karena takut


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Malam pun telah tiba.


Jinx menunggu Dariella datang di atas atap apartemen itu.


Dariella pun datang ke sana.


Jinx mengatakan bahwa Dariella sedikit terlambat dirinya sudah menunggunya sangat lama, dan tidak bisanya dirinya terlambat.


(Terima kasih telah membaca dan silahkan berkomentar).

__ADS_1


__ADS_2