
Jinx pun mengganti gaya larinya menjadi seperti sekor hewan buas.
Jinx melompat ke setiap tiang-tiang batu yang ada agar pergerakannya bertambah cepat.
Monster perusak pun sudah sampai lebih dulu dari pada Jinx di perkotaan.
Monster perusak pun keluar dari dalam tanah yang berada tepat di bawah pusat kota itu.
Hal itu membuat lubang besar di kota itu.
Semua orang yang melihat monster itu panik dan ketakutan.
Semua orang berlari menjauh dari sana dan ada yang sebagian terdiam membatu karena singkong ketakutannya.
Pada saat itu terdengar banyak teriak dari semua orang yang berada di kota itu.
Suara teriakan itu sampai terdengar oleh Jinx yang jaraknya cukup jauh dari kota itu.
Jinx yang mendengar suara teriakan itu tidak tinggal diam dan langsung menambah kecepatannya.
Cabang timur organisasi GAS yang melihat dan mendeteksi adanya monster yang memiliki tingkat ancaman sangat tinggi pun tidak tinggal diam saja mereka langsung memberitahu setiap anggota atau pun kelompok cabangnya.
Semua pahlawan yang ada di dekat sana pergi menuju lokasi monster perusak itu berada.
Jinx pun menggunakan teknik ke sembilan kembali namun kali ini dirinya menggunakannya dengan gaya pedang yang memanjang dan membesar.
Jinx memanjangkan pedangnya hingga 1,5 kilo meter (KM) dan membesarkan ukuran pedangnya hingga 100 meter (M).
Alasan mengapa Jinx memanjangkan pedangnya hingga sekitar satu kilo meter adalah, karena itu adalah jaraknya dengan monster perusak yang berada di kota saat ini.
Jinx pun seketika berhenti dan langsung mengayunkan pedangnya dari jarak 1,3 kilo meter (KM) dari monster itu.
Monster perusak itu merasakan adanya tanda bahaya yang akan mendekatinya dari atas.
Dia melirik kearah atas.
Dia pun terkejut dengan apa yang ia lihat bahwa ada pedang raksasa yang sangat besar dan panjang.
Monster perusak pun berusaha kabur dari pedang itu.
Jinx pun langsung menggunakan teknik ke tujuh yaitu Brackets and Locks.
Jinx menggunakan gaya yang ke dua dari teknik ketujuh.
Seketika di bawah monster perusak itu muncul banyak rantai dan semua rantai itu langsung mengikat dan menguncinya agar tidak dapat bergerak.
Monster perusak itu pun berpikir bahwa dirinya sekarang tak dapat melarikan diri lagi.
Monster perusak itu pun tak sengaja melihat ada seorang anak kecil yang sedang terdiam ketakutan di dekatnya.
__ADS_1
Anak itu semakin ketakutan saat di lihat oleh monster perusak.
Monster perusak pun berniat licik yaitu untuk menyandra seseorang untuk menghentikan pedang raksasa miliki Jinx itu berhenti dan tidak jadi menebasnya.
Monster perusak itu pun mengambil dan menggenggam anak kecil kemudian mengarahkan anak kecil itu tepat kehadapan pedang itu.
Jinx yang melihat ada seorang anak kecil yang akan terkena pedangnya pun seketika menghentikan ayunan pedangnya agar tak menebas anak kecil itu.
Walau pun Jinx dalam mode amarahnya ini dirinya tidak akan melukai seseorang yang tak bersalah apalagi seseorang yang lemah dan tak berdaya seperti anak kecil itu.
Monster perusak itu sudah menduga bahwa Jinx pasti akan menghentikan ayunan pedangnya agar tak mengenai anak kecil itu.
Tapi Jinx tiba-tiba mengayunkan lagi pedangnya hingga membelah monster itu menjadi dua bagian.
Secara tak terduga pedang Jinx tidak ikut menebas anak kecil itu.
Monster perusak tak menduga bahwa Jinx dapat melakukan hal seperti ini.
Jinx langsung mengambil anak kecil itu dari cengkeraman monster itu dan menaruhnya di tempat yang aman.
Monster perusak itu berkata dalam hatinya.
"Apakah aku akan mati disini, sekarang juga. tapi aku masih belum melakukan apa pun, aku baru terlahir ke dunia ini. "
Sesaat sebelum mati monster perusak itu benar-benar mati.
Monster perusak itu berniat untuk meredakan dirinya sendiri dan menciptakan sebuah ledakan energi yang sangat besar hingga mampu untuk menghancurkan satu kota besar seperti ini.
Monster perusak itu berkata pada Jinx sambil berteriak.
"Jika aku mati disini, maka kalian juga akan mati disini juga, termasuk juga kau sang pahlawan kehancuran!. "
Jinx yang berada di dalam mode ini sama sekali tak memedulikan apa pun yang terjadi yang terpenting baginya adalah hanya untuk terus membunuh dan membunuh segalanya.
Tapi tiba-tiba Jinx terdengar seperti kesakitan.
Hal itu karena sekarang kesadaran Jinx sudah berusaha mengambil kendali atas tubuhnya.
Kesadaran Jinx mulai mengambil kembali kendali tubuhnya.
Jinx pun berhasil mengambil kembali kendali tubuhnya dan langsung menggunakan gaya pertama dari teknik ke tujuh sebelum monster perusak meletakan dirinya sendiri.
Muncul banyak rantai besar yang berada di atas monster perusak dan langsung menutupi monster perusak dengan rantai-rantai besar yang membuatnya terkurung dalam kurungan yang berbentuk kotak.
Jinx pun mengecilkan ukuran kurungan ikut hingga sekecil genggaman tangannya.
Jinx langsung mengambil kurungan itu dan mengubahnya ke atas langit sebelum meledak.
Karena walau pun Jinx telah mengecilkan ukuran kurungan itu yang berarti monster perusak juga ikut mengecil, tapi daya ledak dari ledakan energi yang di hasilkan oleh monster perusak tidak akan ikut mengecil.
__ADS_1
Dan Jinx pun menambahkan lapisan kurungan itu dari jauh agar dapat mengurangi daya ledaknya.
Kurungan itu meledak di langit.
Ledakan yang dihasilkan masih sangat besar walau pun Jinx sudah melapisi kurungan itu.
Akibat dari ledakan barusan menyebabkan separuh kota itu hancur dan mengalami pemadaman listrik.
Tapi tidak ada korban jiwa dari ledakan itu karena sebelumnya para warga yang menepati kota itu telah mengungsi terlebih dahulu.
Mode amarah Jinx mulai lepas dari tubuhnya karena kesadarannya telah kembali.
Tubuh Jinx seketika menjadi lemas.
Setiap luka-luka yang Jinx alami semuanya mengeluarkan darah yang cukup banyak.
Jinx pun berjalan tertatih-tatih menjauh dari kota itu.
Jinx seketika tumbang di padang pasir.
Karena pada saat itu sedang terjadi badai pasir tubuh Jinx mulai tertutupi oleh pasir-pasir.
Para pahlawan dari cabang timur pun telah sampai di lokasi monster perusak berada.
Namun mereka tak melihat monster apa pun di sana.
Mereka pun kebingungan akan hal itu.
Mereka semua sempat merasakan adanya aura dan energi yang sangat kuat
Tapi hal itu perlahan menghilang dan lenyap.
Aura dan energi yang mereka rasakan sebenarnya adalah milik Jinx tapi karena Jinx tumbang di padang pasir aura dan energi mulai menghilang.
Mereka juga menyelidiki sekitar terutama bekas ayunan yang Jinx lakukan. karena bekas ayunan pedang tersebut masih minggalkan jejak energi.
Tapi mereka semua mengira bahwa mungkin saja itu adalah bekas serangan dari monster.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Jinx pun terbangun di tempat Zalbaoth.
Zalbaoth pun langsung menyapa Jinx baru saja terbangun.
Jinx pun melihat semua lukanya telah sembuh tanpa meninggalkan bekas luka.
Jinx pun bertanya pada Zalbaoth.
(Terima kasih telah membaca dan silahkan berkomentar).
__ADS_1