THE HERO OF DESTRUCTION

THE HERO OF DESTRUCTION
Terbantai Atau Membantai


__ADS_3

Semua pahlawan itu seketika terpotong menjadi dua bagian.


Mayat dari semua pahlawan itu tergeletak, berceceran di tanah sambil terjadi hujan darah.


Uskup itu pun tertawa senang melihat hal itu.


Tiba-tiba mahkluk terbelah menjadi oleh sesuatu yang berwarna hitam melesat berbentuk tebasan.


Uskup itu pun terkejut akan hal itu.


Dari kejauhan terlihat seseorang berjalan sambil memegang senjata berupa pedang. dan orang itu adalah Darisa sang pemimpin kelompok Red.


Tebasan berwarna hitam yang melesat tadi itu berasal dari Darisa, yang menghunuskan pedangnya pada mahkluk itu.


Darisa berkata pada uskup itu.


"Apa kau sudah cukup bersenang-senangnya. "kata Darisa


Mayat dari semua pahlawan yang tadi terbunuh terbelah dua menjadi dua bagian itu menjadi hitam gelap lalu pecah dan menghilang seperti bayangan.


Darisa pun mengatakan sesuatu lagi pada uskup itu bahwa semua pahlawan yang selama ini ia lawan itu adalah jurus bayangan dari kekuatan.


"Semua pahlawan yang kau lihat, dan kau bunuh barusan. bukanlah pahlawan asli. melainkan hanya sebuah jurus dari kekuatan ku saja. Legion Shadow. "kata Darisa


Setelah Darisa menjelaskan apa yang terjadi pada uskup/pendeta itu, tiba-tiba kepala uskup/pendeta terpenggal.


"Shadow Slash Invisible. "


Darisa pun menaruh senjata pedangnya ke sebuah lubang dimensi yang ia ciptakan untuk menaruh apa pun dan berjalan meninggal tempat itu menuju dinding dimensi/tabir itu.


Sementara di sisi lain dinding demensi/tabir uskup yang lainnya juga telah dibunuh. terlihat Dariella juga membunuh salah satu dari uskup/pendeta Black Moon itu.


Yang tersisa hanya uskup/pendeta nomor kesatu.


Uskup/pendeta itu pun melaporkan situasi yang sedang terjadi diluar dinding dimensi/tabir pada ketua Black Moon atau Nikola.


"Halo. "kata uskup kesatu


"Ya ada apa. "balas Nikola


"Situasi diluar dinding, sangat buruk. kita harus cepat-cepat membunuhnya sekarang juga. "laporan uskup kesatu

__ADS_1


"Baiklah, kalau sudah begini situasinya. aku akan langsung saja membunuhnya. "kata Nikola


Nikola langsung masuk kedalam dinding dimensi/tabir itu ia mendarat didekat Jinx yang saat ini sedang bersama Alice di dalam sebuah dinding pelindung milik Alice.


Nikola melepaskan jubah dan bajunya bersiap untuk bertarung melawan Jinx tapi sebelum itu dirinya ingin melakukan sesuatu pada Jinx.


Nikola menyuruh pada semua anggota Black Moon untuk meningkatkan tekanan dari hukumannya.


Seketika semuanya menjadi rata dengan tanah.


Dinding pelindung milik Alice juga mulai retak karena tidak kuat untuk menhan tekanan yang sangat besar dari hukuman yang lebih kuat saat ini.


Sementara itu diluar dinding dimensi/tabir saat semua anggota Black Moon telah Terbantai habis oleh para pahlawan yang ada.


Dan kelompok yang sampai di depan dinding dimensi terlebih dulu adalah kelompok Red.


Saat mereka ingin menerobos masuk kedalam dinding dimensi/tabir, mereka semua dihalangi oleh pendeta yang tersisa yaitu pendeta kesatu.


Pendeta itu muncul tiba-tiba turun dari atas dinding dimensi/tabir itu, sambil membawa sebuah pedang yang sangat besar di punggungnya.


Pedang itu memiliki bentuk seperti salib, berwana perak mengkilat, dan memiliki aura yang sangat netral.


Pedang itu memiliki kemampuan yang sangat spesial namun tidak dapat diketahui atau pun dianalisis kemampuannya tersebut.


"Jangan asal maju, bodoh!. mundur sekarang juga!. jangan melakukan sesuatu yang gegabah!. "teriak Darisa


Para pahlawan yang maju itu pun langsung berhenti berjalan.


Pendeta itu pun terlihat tertawa kecil dan sambil mengatakan sudah terlambat.


"Heh.. sudah terlambat. "kata pendeta


Tiba-tiba Darisa merasakan bahaya yang berasal dari pendeta itu dan Darisa pun langsung membuat dinding yang tebal dari bayangan.


"Shadow Wall!. "kata Darisa


Tapi Darisa tak menduga bahwa pendeta itu dapat menelan seluruh dindingnya hanya dengan satu kali hunusan pedangnya yang besar itu.


Hal itu bisa terjadi karena kemampuan spesial dari pedang itu yang dapat menetralkan sesuatu.


Pendeta itu langsung melesat sambil mengarahkan pedangnya kearah para pahlawan yang maju itu.

__ADS_1


Darisa pun langsung membuat dinding dari bayangan lagi.


Karena dinding itu hanya ada satu lapisan saja dinding bayangan itu langsung terbelah bersamaan dengan semua kepala para pahlawan yang maju.


Setelah itu, pendeta itu langsung bergerak cepat ketempat anggota kelompok Red yang lainnya.


Dan langsung menebas kepala mereka semua.


Semua anggota kelompok Red pun telah terbunuh dengan kepala yang terpisah dari tubuh mereka masing-masing.


Darisa yang melihat merasa marah dan tidak terima karena hal itu.


Darisa pun menyerang membabi buta dengan mengamuk, sambil hati yang dipenuhi oleh amarah terhadap pendeta itu.


Darisa menyerang dengan berbagai macam tipe serangan yang dapat ia lakukan dengan menggunakan kekuatannya. hal itu membuat tempat disekitarnya hancur.


Pendeta itu dapat menghindari semua serang yang membabi buta dari Darisa itu dan kadang-kadang menghunuskan pedangnya kearah Darisa, tapi Darisa juga menghidari setiap hunusan pedang dari pendeta itu.


Darisa pun mulai kelelahan karena terus-menerus menggunakan kekuatan yang berarti Darisa memakai dan mengalirkan energi kekuatannya dengan skala yang banyak.


Karena Darisa sudah mulai mendekati batasnya menggunakan kekuatan miliknya dia berpikir untuk menggunakan energi kekuatan tersisanya secara sekaligus.


"Aku sudah hampir mendekati batasku. sisa energi kekuatan ku juga hanya tersisa sedikit. kalau begitu tidak ada pilihan lain, selain menggunakan energi kekuatan ku yang tersisa dengan sekaligus. "batin Darisa


"Output 75%!. "


"Aku hanya sebentar saja ya. dengan keadaan tubuhku yang kelelahan seperti ini, akau tak dapat bertahan lama. sial. "batin Darisa


Darisa berencana jurus kekuatannya yang terkuat bernama nomor 5.


"Lepaskan nomor lima. "kata Darisa


Jurus ini adalah jurus yang memunculkan sosok perwujudan dari sebuah bayangan yang bermacam-macam bentuknya sesuai apa yang Darisa ingin di panggil yaitu nomor 1-10 dan kekuatan dari setiap perwujudan yang panggil akan ditentukan sesuai output yang dipakai oleh orang yang memanggilnya.


Perwujudan bayangan yang ke 5 memiliki bentuk tubuh yang humanoid kurus, panjang dan tinggi, perwujudan memiliki lengan yang lebih panjang dari pada semua bagian tubuhnya.


Lengan perwujudan yang ke 5 itu sangat keras dan kuat, lengan perwujudan ke 5 itu hanya berguna sebagai senjatanya dalam pertarungan jarak dekat saja dan berguna sebagai pelindung/perisainya.


Tapi perwujudan ke 5 mempunyai kelemahan yang sangat merugikan yaitu pergerakannya yang lambat, dan kecepatannya yang lambat.


Darisa pun langsung menggerakkannya untuk menyerang pendeta itu dengan energi kekuatannya yang tersisa saat ini.

__ADS_1


(Terima kasih telah membaca dan silahkan berkomentar).


__ADS_2