
Aura aneh yang berasal dari Jinx pun kembali menyusut ke tubuh Jinx.
Namun kali ini berbeda Aura itu tidak lenyap melainkan tetap ada dan bahkan menyelimuti seluruh tubuh Jinx dengan sempurna.
Semuanya pun kembali menjadi semula dan waktu juga sudah berjalan kembali.
Aura itu pun menjadi padat di sebagian wajah kirinya dan menyelimuti sebagian wajahnya yaitu bagian wajah kiri di matanya.
Aura itu ternyata membentuk mata emosi.
Semua orang dan Sora, Victor yang tadi terkejut dengan kehadiran aura milik Jinx, langsung menoleh ke arahnya.
Pada saat semua orang melihat ke arah Jinx mereka semua merasakan ketakutan dan rasa gelisah yang dalam pada hati mereka masing-masing.
Para penonton pun mulai panik dan mulai berhamburan ke sana kemari mencari jalan keluar.
Semua pemimpin, Sora dan juga Victor masih merasa terkejut dengan apa yang terjadi barusan.
Mereka pun menyadari apa yang sedang terjadi.
Jinx adalah sang pahlawan kehancuran dan sekarang kekuatannya telah bangkit dengan kebencian dan amarah.
Victor pun menganggap hal ini semakin menarik.
Victor pun lantas mendekati Jinx dan berkata pada Jinx.
"Tak ku duga, kekuatan mu akan bangkit secepat ini. "kata Victor
Victor pun berpikir untuk mengetes seberapa kuat Jinx dengan satu pukulan kuat.
Victor pun memukul Jinx.
Namun Jinx tiba-tiba langsung memegang kepala Victor dan langsung membantingnya ke lantai arena dengan kuat sampai kepalanya tertimbun.
Dan mengangkat kembali Victor dengan rantai yang di ikatkan di leher Victor.
"HANCURKAN. "kata Jinx
Jinx membanting kan kembali Victor ketanah dengan kuat.
Setelah itu Jinx pun berjalan perlahan seperti orang yang kakinya sedang kesakitan, dia menuju Sora dan sambil berkata hal yang berulang-ulang bunuh dewa, dewa bunuh.
Hal yang Jinx katakan berulang-ulang tersebut untuk pertama kalinya Sora dalam hidupnya merasakan rasa takut walau pun hanya sedikit di dalam hatinya.
Karena hal itu Sora pun lantas tertawa terbahak-bahak.
"Hahaha... "tawa Sora
"Ini pertama kalinya aku merasakan rasa takut. Jadi rasa takut itu nikmat ya. kau memang orang yang paling layak di jadikan sebagai lawan ku. "kata Sora
__ADS_1
Sora pun berpikir untuk mencoba sekali menyerang Jinx.
Sora pun menyerang Jinx dengan kekuatan sihirnya.
"Killing. "Kata Sora
Seketika Jinx tertusuk banyak tombak dari tanah hingga menjulang ke atas.
Saat ini Jinx sebenarnya belum benar-benar menguasai kehancuran yang ada di dalamnya dan dirinya juga masih memiliki kesadaran tapi dirinya sedang tenggelam dalam amarah dan kebencian di dalam hatinya.
Jinx pun berusaha menghancurkan semua tombak yang menancapkan di tubuhnya.
Sora pun merasa heran seharusnya saat ini Jinx sudah mati. karena manusia biasa sepertinya tidak mungkin bisa menahan luka yang dalam terlalu lama, apalagi hampir semua orangan fital Jinx sudah terkena tombak itu.
Jinx tetap berusaha menghancurkan semua tombak walau pun darahnya sedari tadi keluar sangat deras.
Jinx masih mempertahankan kesadarannya sambil menahan rasa sakitnya.
Jinx pun berteriak dengan kuat sambil mencabuti semua tombak.
"Ha!..... "
Darah Jinx pun semakin deras keluar seperti air yang mengalir dari pancuran.
Mata emosi Jinx pun mulai menutupi lengannya, kekuatan kehancuran pun menghancurkan semua tombak itu.
Jinx merasakan dia sudah tidak bisa mempertahankan kesadarannya.
Jinx pun secara perlahan sambil tertatih-tatih.
"Aku akan membunuh mu, dewa sialan, dewa tak berguna. "kata Jinx
Setelah Sora mendengar omongan dari Jinx dia pun merasa kesal.
Secara tak terduga Sora sudah berada di samping Jinx.
"Jaga bicara mu, dasar sampah tak berguna. Enyah lah. "kata Sora
Sora pun memukul pinggang Jinx dengan kuat.
Jinx terpental sangat jauh dan terbentur sampai ke dinding arena.
Itu menyebabkan dinding arena hancur sampai membuat Jinx keluar dari arena.
Jinx pun terbaring lemas tak berdaya.
Jinx di hampiri oleh Sora dan dirinya di pukuli terus-terusan tanpa henti.
Saat itu Jinx melihat sosok Melissa di pikirannya sedang memegang lengannya.
__ADS_1
Namun tiba-tiba semua pemandangan yang indah itu berubah menjadi lautan darah yang di penuhi mayat manusia.
Sekarang semuanya di dalam pikiran Jinx dan hatinya sudah tertutupi oleh amarahnya dengan sempurna tidak ada celah sedikit pun.
Sora pun berpikir untuk berhenti memukuli Jinx. karena Sora sudah menganggap Jinx mungkin sudah mati.
Sora pun pergi berjalan dengan membelakangi Jinx.
Namun tiba-tiba ada seseorang yang memukul perut tanpa terlihat pukulannya, Sora pun Hingga terpental jauh dan terbentur dengan sangat kuat ke dinding pembatas yang berada di luar dinding arena.
Dinding pembatas berguna untuk menghalau musuh/penyusup masuk ke arena.
Orang yang tadi memukul Sora dengan sangat cepat adalah Jinx.
Jinx sekarang telah menciptakan suatu mode/siklus amarah (Absolute Angry Mode).
Seluruh tubuh Jinx terlihat tertutupi oleh aura gelap yang padat namun berkobar dan juga ditutupi banyak mata berwarana merah dan putih.
Sora pun merasa tertantang.
Sora pun langsung menyerang Jinx kembali dengan sihirnya.
"Delete. "kata Sora
Jinx pun seketika di timpa oleh suatu lempengan besar yang berwarna galaksi.
Pada awalnya Jinx tidak bisa apa-apa karena ditimpa lempengan itu.
Tapi semakin lama tubuh Jinx mulai beradaptasi dan mulai mempelajari semua hal tetang lempengan itu dengan cepat.
Jinx pun langsung menghancurkan lempengan itu dengan menekan lempengan itu menggunakan telapak lengannya.
Jinx pun menyerang balik Sora dengan melemparkan pecahan dari lempengan itu.
Sora pun tidak menghindari serang itu. karena lempengan itu berasal darinya mana mungkin kekuatannya mempan padanya dirinya sendiri.
Sora mengarahkan lengannya ke arah pecahan lempengan itu.
Seketika lempengan itu lenyap dengan perlahan.
Sora pun terkejut.
Jinx sudah berada di hadapannya dan Jinx pun langsung memukul wajah Sora hingga tergantung kuat ke tanah dan terkubur dalam.
Ternyata Jinx pada saat dia melemparkan pecahan lempengan tersebut dirinya juga ikut melompat mengikuti arah pecahan lempengan tersebut.
Dan kenapa Sora tidak bisa merasakan keberadaan Jinx itu karena aura yang di miliki Jinx pada saat ini berunsur 0 atau tidak ada. semuanya adalah murni negatif.
Karena Sora terbentur sangat kuat kebawah hingga terkubur oleh tanah.
__ADS_1
(Terima kasih telah membaca dan silahkan berkomentar).