THE HERO OF DESTRUCTION

THE HERO OF DESTRUCTION
Pertandingan Ke Dua


__ADS_3

Waktu pun terus berlanjut, dan skor masing dari ke dua belah pihak seimbang.


Hermes pun berpikir agar dirinya bisa memenangkan pertandingan ini, adalah dengan cara meningkatkan aliran energi kekuatan sihirnya menjadi dua kali lipat.


"Skor ku seimbang, aku harus melakukan sesuatu agar aku lebih unggul, ya itu dia, aku akan mengkali lipatkan aliran energi kekuatan sihir ku, menjadi dua kali. "batin Hermes


"Sepertinya Hermes meningkatkan aliran energi sihirnya, menjadi dua kali lipat. "kata komentator


Kadoo pun semakin Khawatir karena waktu pertandingan tersisa sedikit.


Sisa waktu pertandingan hanya 04.33 menit


"Waktu pertandingan hanya tersisa sedikit, apakah ini akan menjadi kemenangan telak bagi Hermes, dan apa yang akan di lakukan Kadoo, agar dirinya dapat mengungguli Hermes di sisa waktu yang sedikit ini. "kata komentator


Waktu pun habis.


*Tet... *bunyi waktu pertandingan habis


"Oke waktu telah habis, dan penilaian akan di lakukan oleh Darisa. "kata komentator


"Halo, halo, halo semuanya kita bertemu lagi, setelah 30 menit pertandingan, dan kali ini aku akan menilai dan memilih pemenangnya. Oke aku tidak akan mengoceh terlalu lama, kita akan langsung saja, dan pemenangnya adalah Hermes dari kelompok demoniac, dirinya menang dengan skor 199 mantra. "kata Darisa


Pertarungan antar pahlawan posisi Wizard pun selesai dengan Hermes yang keluar sebagai pemenangnya.


*Whoo... *bunyi sorakan penonton.


Sementara itu Kadoo terlihat sedang ketakutan sambil berkeringat dingin. karena jika dirinya tidak memenangkan pertandingan itu maka dia akan terkena hukuman yang mengerikan/menakutkan.


"Bagaimana ini. "batin Kadoo


Kadoo pun pergi kembali menuju tempat kelompok Holy melewati jalan/lorong yang gelap sambil ketakutan.


Pada saat Kadoo sedang berjalan di lorong yang gelap ada perang yang memanggilnya, yaitu orang yang memberitahunya tetang hukuman itu padanya. dan orang itu adalah Sora dari kelompok Holy dai berada di posisi tertinggi yaitu All dan adalah orang yang akan melawan Jinx.


"Kadoo, kau di panggil oleh ketua, untuk pergi ke tempatnya. semoga kau selamat Kadoo. "kata Sora


Tiba-tiba Kadoo di tarik rantai dan setelah itu terdengar suara Kadoo berteriak kesakitan.


"Sungguh ironis dan juga menyedihkan. "kata Sora


Kadoo pun terlihat tergantung oleh rantai dan ada seorang wanita yang sedang duduk sambil tersenyum.


Pertandingan selanjutnya akan di mulai setelah jam istirahat selesai. dan selanjutnya adalah pertandingan antar posisi Spy.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Jinx pun ingin pergi mengitari/berkeliling di tempat-tempat arena.


Saat Jinx berjalan Darisa yang sedang bosan pun tidak sengaja melihat Jinx sedang melewati tempatnya.


Darisa pun tiba-tiba terbang ke hadapan Jinx.

__ADS_1


Jinx pun terkejut. dan Jinx juga langsung menanyakan sesuatu.


"Berhenti!. "kata Darisa


"Kalau tidak salah kau itu adalah orang yang membawakan acara ini, dan juga kau adalah pemimpin kelompok pahlawan Red kan. "kata Jinx


"Kau ternyata mengenal ku ya. "jawab Darisa


"Ya aku memang mengenal mu, tapi itu hanya sebatas informasi dangkal saja. "kata Jinx


"Itu tidak masalah bagi ku. "jawab Darisa


"Terserah, kalau begitu aku akan meneruskan jalan ku. "kata jinx


"Tunggu!... "kata Darisa


"Kenapa kau menghalangi jalan ku?. "tanya Jinx


"Karena aku punya alasannya. "jawab Darisa


"Alasan apa?. "tanya Jinx


"Alasannya adalah, untuk mengajak mu berbicara dengan ku sebentar. "jawab Darisa


"Hanya itu saja, baiklah aku akan berbicara dengan mu, untuk sebentar saja kan. tapi apa yang ingin kau bicarakan dengan ku. "kata Jinx


"Ada saja, kau ingin mendengarnya. "kara Darisa


"Ya. "jawab Jinx


"Kau ini memang orang yang dingin ya, kalau begitu tunggu sebentar, aku ingin menyiapkan tempatnya dulu. "kata Darisa


Darisa pun terdiam sebentar seperti sedang memikirkan sesuatu.


Tiba-tiba tempatnya bergetar.


"Aktifasi sihir, sihir kegelapan, Dark Room. "kata Darisa


Tiba-tiba tempat yang berada di sekitarnya pun menjadi gelap.


"Ini sangat gelap, aku tidak bisa melihat apa pun. "kata Jinx


Tiba-tiba tempat itu menjadi putih. dan darisa yang sedang duduk di bangku.


Jinx pun bertanya apa ini.


Darisa pun menjawabnya bahwa ini adalah sihir kegelapan dan ini adalah salah satu jurus dari sihir tersebut.


Darisa juga menjelaskan jurus dari sihir kegelapan ini dapat membuat sebuah dimensi buatan.


Darisa pun menyuruh Jinx untuk duduk, namun Jinx menolaknya dia lebih memilih untuk berdiri.

__ADS_1


Darisa langsung ingin membicarakan hal yang ingin dia bicarakan dengan Jinx.


"Baiklah kalau kau tidak ingin duduk, aku akan membicarakan hal yang aku bicarakan pada mu. Jinx. "kata Darisa


"Cepat katakan. "kata Jinx


"Oke baiklah, kau sepertinya tidak suka menunggu ya. aku akan menanyakan sesuatu pada mu. "kata Darisa


"Tanyakan apa. "kata Jinx


"Apakah, kau itu adalah sang pahlawan kehancuran?. "tanya Darisa


Jinx pun bingung apa yang sedang di tanyakan oleh Darisa.


"Aku bukan sang pahlawan yang kau maksud, dan aku juga sama sekali tidak tahu apa-apa tetang itu. "jawab Jinx


"Apakah itu benar. aku bisa membaca pikiran orang lain hanya dengan melihat matanya, dan itu jugalah yang menyebabkan ku dipilih menjadi Spy dari pada Witch. "kata Darisa


Darisa pun mulai menatap mata Jinx.


Darisa pum perlahan masuk dan mulai melihat isi pikiran Jinx.


Darisa hanya melihat kekosongan dalam pikiran Jinx dan itu sangat gelap.


Namun saat Darisa melihat ke seluruh pikiran Jinx, dia melihat seorang anak kecil yang sedang menangis sambil meringkuk dan sedang berada di pojokan yang gelap.


Darisa pun menghampiri anak kecil itu dan juga berpikir kenapa Jinx memikirkan anak kecil ini.


Dan saat mendekati anak itu Darisa pun melihat semacam sebuah ingatan yang sangat mengerikan yaitu ingatan Jinx dari sama lalu sampai sekarang dan juga kejadian saat Melissa mati di hadapan Jinx.


Darisa pun tiba-tiba terlempar dari dalam pikiran Jinx.


"Apa tadi itu, itu sangat menakutkan, aku tak mengira orang sepertinya, memiliki kehidupan yang berat dan kejam seperti itu. itu pasti yang menyebabkan kenapa pikiran kosong, dia sepertinya mencoba untuk melupakan segalanya, rapi dia tidak bisa melakukannya. kenapa ada orang yang seperti ini. "kbatin Darisa


"Apa kau telah selesai. aku tidak berbohong kan. "kata Jinx


"Ya kau memang tidak berbohong, tapi aku terkejut kau bisa hidup selama ini dengan beban yang berat. "jawab Darisa


"Beban berat apa?. "tanya Jinx


"Tidak, kau sepertinya tidak harus tahu Jinx. "jawab Darisa


"Tapi kenapa dia memiliki aura yang gelap, mungkin itu juga karena emosi dan pikirannya. tapi tetap aku masih penasaran. ini sangat membuat ku penasaran dan juga sangat kesal. "batin Darisa


"kau kenapa?. "tanya Jinx


"Aku tidak apa-apa. "jawab Darisa


Jinx tidak mengetahui bahwa dirinya ada adalah sang pahlawan kehancuran itu sendiri.


(terima kasih telah membaca dan silahkan berkomentar).

__ADS_1


__ADS_2