
Di tempat utama para Black Moon berada yaitu kuil keramat mereka. mereka semua sedang berkumpul di sana bersiap untuk melakukan penyerbuan, pembantaian, penyerangan, dan kekacauan di kota tempat Jinx berada.
Para uskup/pendeta Black Moon memimpin pasukan bagiannya masing-masing.
Mereka semua berteleportasi dengan menggunakan sihir.
Pada saat itu terlihat cahaya terang menjulang keatas dari kejauhan di kota yang Jinx tinggali.
Jinx juga melihat cahaya yang terang itu.
Dan setelah itu tiba-tiba kota itu ditutupi oleh dimensi/tabir dan domain yang sangat luas hingga menutupi semua bagian kota yang ada.
Jinx pun menyadari apa yang sedang terjadi bahwa saat ini, kota ini akan ditimpa oleh hukuman langit dari Black God.
Jinx pun berpikir dalam hatinya.
"Ini tidak mungkin, bukalah aku sudah membantai habis mereka, di kerajaan hybrid. dugaan ku berarti benar bahwa mereka masih ada. "batin Jinx
Para Black Moon mulai menyiapkan kutukannya untuk memulai hukuman langitnya.
Jinx pun memegang lengan Alice dan menariknya keluar dengan paksa.
Alice yang diperlakukan seperti itu pun langsung menanyakan apa yang sedang Jinx lakukan.
"Apa yang kau lakukan?, lepaskan. ini sakit tahu. kenapa kau tiba-tiba menarik lenganku. "tanya alice
"Tidak ada waktu untuk menjelaskannya sekarang. kau harus pergi sekarang juga, keluar dari kota ini. cepat!. "kata Jinx
Alice yang mendengar itu malah terdiam.
Terlihat semua orang yang berada di kota itu semuanya merasa kebingungan karena mereka tidak bisa keluar dari kota itu.
"Cepat lari dari sini!. "teriak Jinx pada Alice
Nikola dari kejauhan berkata dengan keras "Terlambat!. "
Hukuman pun telah di turunkan dan seketika semuanya tertekan kebawah.
Jinx juga ikut tertekan, bangunan mulai runtuh karena tertekan.
__ADS_1
Semakin lama tekenan yang ditimpakan, semamkin kuat dan berat.
Terlihat semua orang yang berada di dalam kota itu mulai kesakitan dan mulai mengeluarkan darah dari mulut, hidung, dan telinga mereka. karena terkena efek dari tekanan hukuman.
Jinx yang melihat Alice mulai terkena efek hukuman itu pun, melindungi Alice dari tekanan hukuman dengan tubuhnya.
Jinx pun berusaha beradaptasi dengan tekanan dari hukuman tersebut, tapi dirinya tidak bisa mengadaptasi hal tersebut karena tekanannya semakin lama semakin kuat dan berat.
Hal itu menyebabkan Jinx membutuhkan waktu yang sangat lama untuk mengadaptasinya, Jinx harus menadaptasi tekanan itu secara bertahap dirinya tak dapat mengadaptasi sesuatu secara sekaligus. ini dikarenakan kemampuan adaptasinya yang belum sempurna saat ini kemampuan adaptasinya masih bisa bilang adaptasi tingkat dasar.
Saat ini Jinx mulai kewalahan dan tubuhnya mulai remuk.
Semua orang di kota itu tubuhnya hancur sama seperti. tidak seperti Jinx yang mampu bertahan karena kemampuan adaptasinya.
Dari kejauhan Nikola yang melihat itu berkata sendiri.
"Dia memang sangat tangguh. "gumang Nikola
Jinx mengaktifkan mata emosinya.
Tapi setelah itu dia terkejut, seketika mata emosinya telah dilenyapkan.
Mata emosi yang dimiliki oleh Jinx sebenarnya adalah sekumpulan energi dan aura negatif yang dihasilkan oleh emosi berlebih. karena itu juga mengapa mata emosi Jinx bisa dimurnikan, karena berunsur negatif dan setelah ditimpa oleh unsur positif maka terjadilah pemurnian atau bisa disebut pecahan/ledakan energi yang saling bertabrakan.
Jinx telah kehilangan emosinya, yang selama ini membantunya dalam menghadapi setiap musuhnya. dan saat ini hanya tersisa mode amarahnya saja yang ia dapat gunakan.
Jinx mencoba mengaktifkan mode amarahnya, tapi Jinx tak dapat mengaktifkan atau pun menggunakannya. karena seperti ada sesuatu yang menghalanginya.
Tubuh Jinx sudah tidak kuat untuk menahan tekanan dari hukuman itu.
Jinx pun seketika tumbang.
Sebelum hal itu terjadi Jinx melepaskan segel penahan kekuatan yang ia pasangkan pada Alice agar dia tak dapat kabur kemana-mana dan juga Jinx mengatakan pada Alice untuk kabur.
"Kabur.. lah.., larilah, dari sini. "kata Jinx dengan nada lemas
Alice langsung menggunakan kekuatannya dan menciptakan seperti semacam kubah untuk melindungi dirinya dengan Jinx.
Alice berkata sambil berteriak pada Jinx yang sudah terkapar lemas tak berdaya di tanah.
__ADS_1
"Bagaimana aku bisa meninggalkan mu sendiri di sini!, dasar bodoh!. "teriak Alice
"Bukan.. kah, aku ini bukan apa-apa, di hidup mu. "kata Jinx dengan nada lemas
"Aku juga tidak tahu mengapa aku melakukan hal ini, bisa saja aku meninggalkan mu mati di sini, sendirian. tapi mengapa aku merasa harus menolong mu. dan akhirnya aku menyadari, bahwa kau adalah orang yang paling penting di hidupku. kau adalah teman pertamaku, aku telah mengingatnya sekarang. "balas Alice
Organisasi GAS pun mulai bergerak mengatasi hal ini mereka menyuruh para pahlawan dari cabang sana untuk datang mengatasinya. hal ini termasuk para pahlawan dari kelompok demoniac akan datang ke sana.
Para pahlawan GAS pun mulai berdatangan untuk menghentikan hal tersebut.
Para anggota dari black Moon yang menyadari hal tersebut tidak tinggal diam mereka mulai menyerang dari jarak jauh dengan semacam sihir.
Tapi hal itu tak dapat melukai para pahlawan. karena ada salah satu pahlawan yang dapat menciptakan sebuah pelindung di sekitar tubuh seseorang dan orang itu berada jauh dibelakang pahlawan lainnya.
Dia adalah pahlawan kategori support/pendukung, pahalwan itu bernama Tina, dia berada di posisi Healer.
Semua pahlawan semakin dekat dan mulai menyerang balik.
Tai salah satu uskup/pendeta maju kedepan mengahandang mereka.
Dan uskup/pendeta itu seperti sedang merapatkan sebuah mantra.
Setelah itu muncul mahkluk humanoid besar memiliki enam tangan, berkulit biru dan tak memiliki kepala hanya ada sebuah pelat besi yang menancap di atas lehernya.
Pelat besi itu berguna untuk mengendalikan mahluk itu. karena mahkluk telah mati, mahkluk itu bernama Six Blue dia adalah sejenis mahkluk Mystic dari alam bawah. mahkluk memiliki tingkat kekuatan setara dengan setengah kekuatan titan atau lebih tepatnya Demon-Angel.
Mahkluk itu mengepalkan keenam lengannya lalu mengarahkan pukulan yang sangat kuat dengan keenam lengannya, pukulan itu menciptakan seperti sebuah gelombang besar.
Gelombang dari pukulan mahkluk itu dapat menghancurkan pelindung jenis apa pun.
Semua pahlawan yang terkena hantaman gelombang besar itu langsung terhempas jauh berceceran kemana-mana.
Mahkluk itu mengalirkan kekuatannya ke seluruh keenam lengannya.
Lalu seperti membuat seperti semacam senjata dari aliran kekuatan itu, ada enam senjata yang dipegang oleh mahkluk itu yang pertama adalah pedang, yang kedua cambuk, ketiga tombak, keempat sabit, kelima cakaran, dan keenam pisau.
Mahkluk itu pun menghunuskan pedangnya ke semua pahlawan yang berterbengan sehabis terkena gelombang darinya.
(Terima kasih telah membaca dan silahkan berkomentar).
__ADS_1