THE HERO OF DESTRUCTION

THE HERO OF DESTRUCTION
Bosan Dan Hampa


__ADS_3

Hari itu adalah pertandingan ke dua, ke tiga, dan ke empat di lakukan.


Pertandingan ke empat adalah pertandingan antar posisi Wicth.


Pertandingan ke empat di menangkan oleh kelompok Holy yang mewakili posisi Wicth, yang bernama Ayaka, dan sementara itu Ara dari kelompok demoniac kalah telak.


Walau pun Ara adalah seorang pahlawan yang menempati posisi Witch, namun sebenarnya Ara tidak pandai menggunakan sihir.


Hari itu adalah, hari yang sangat melelahkan bagi para para pahlawan yang bertugas untuk mengganti bentuk arena sesuai pertandingan antar posisi Wizard, Spy, Witch, Healer. tapi mereka tidak akan merubah bentuk arena lagi, karena minggu besok adalah pertandingan yang seru, yaitu antar posisi-posisi yang akan melakukan pertandingan dengan beradu kekuatan secara fisik.


Jinx pun pergi menemui Dariella untuk membicarakan sesuatu.


"Dariella. "kata Jinx


"Ada apa Jinx. "jawab Dariella


"Aku ingin pindah dari apartemen itu, aku ingin membeli sebuah rumah kecil yang nyaman untuk di tempati. apa kau mengetahui tempat tinggal yang bagus untuk ku. "kata Jinx


"Kenapa kau ingin pindah?. "tanya Dariella


"Aku hanya ingin pindah saja. Karena di sana terlalu ramai dan berisik. jadi itu membuatku tidak nyenyak untuk tidur. "jawa. Jinx


"Ya ada sih... tapi itu cukup jauh dari markas demoniac, dan juga berbagai tempat yang lainnya. "kata Dariella


"Itu tak masalah bagi ku, lagi pula tempat yang seperti itu, yang selama ini ku cari. "jawab Jinx


"Baiklah. "kata Dariella


Dariella pun memberitahu lokasi tempat itu pada Jinx.


"Kenapa dia lebih suka tempat yang sepi dan jauh ya. "batin Dariella sambil merasa heran


Setelah di beritahu lokasi dari tempat itu, Jinx pun pergi ke apartemennya untuk mengangkut/memindahkan barangnya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Keesokan harinya.


Jinx pun terbangun di pagi hari, kali ini dia tidak mengalami mimpi buruk atau mimpi mengerikan.


Tapi hari ini dia terbangun dengan rasa hampa/kosong.


Jinx pun membuka tirai jendela.


"Ini sudah pagi ya. hari ini aku tidak merasakan apa pun di hati mau pun pikiran ku, tapi ini lebih baik dari pada merasakan sesuatu. "batin Jinx


Jinx melakukan aktivitasnya seperti biasa pagi itu.


Tiba-tiba ada seseorang yang mengetuk pintu rumahnya.


Jinx pun membuka pintu.


Ternyata orang yang mengetuk pintunya adalah Siska.

__ADS_1


Jinx pun langsung menutup pintunya.


Tapi Siska menahannya dengan kaki.


"Hahaha. kali ini kau tidak bisa menutup pintu di depan wajah ku lagi Jinx. "kata Siska


Jinx pun mendorong pintu itu lebih keras sehingga membuat Siska merasa kakinya sakit.


Dan itu menyebabkan Siska otomatis melepaskan kakinya dari pintu itu. karena merasa sakit.


Jinx pun langsung mengunci pintunya dengan rapat agar Siska tidak bisa masuk ke rumahnya selangkah pun.


Jinx pun berpikir untuk membuat sebuah kopi.


Jinx pun pergi ke dapur untuk memasak air panas.


Siska pun diam-diam masuk lewat jendela.


Namun Jinx tidak menyadarinya.


Saat Jinx ingin mengambil kopinya dia melihat Siska sudah masuk ke dalam rumahnya.


Jinx pun membiarkannya saja lagi pula dia juga tidak terlalu memperdulikan hal itu.


Jinx menghampiri Siska dan menyuruhnya untuk duduk dan diam. karena dirinya sekarang sedang membuat kopi.


Jinx pun menawarkan kopi pada Siska.


"Ya! aku sangat mau. "jawab Siska


"Jawabnya terlalu semangat sekali. "kata Jinx


Jinx pun duduk dan memberikan kopi pada Siska.


"Kau harus menghabiskan kopi itu. "kata Jinx


"ee... baiklah. "jawab Siska


Jinx menanyakan pada Siska mengapa dia bisa tahu tempat tinggal barunya.


"Kenapa kau bisa sampai di sini, dan juga bagaimana kau tahu tempat tinggal baru ku?. "tanya Jinx


"Ya.. itu karena aku menyuruh salah satu pelayan ku untuk mencari tahu semua tetang mu, dan kebetulan dia mengetahui kau telah pindah ke tempat yang jauh ini. "jawab Siska


"Kau seperti seorang penguntit, yang ingin tahu segalanya tetang seseorang. "kata Jinx


"Hehe... "kata Siska sambil merasa murung


"Untung aku tidak melaporkan mu ke polisi. "kata Jinx


Siska menanyakan pada Jinx mengapa dia selalu menutup pintu saat ada dirinya yang bertamu ke rumahnya.


"Jinx, kenapa kau selalu menutup pintu saat ada aku yang ingin bertamu ke rumah mu?. itu membuat ku kesal tahu. "tanya Siska

__ADS_1


"Jawabnya karena kau itu berisik dan menganggu. tapi bukan hanya kau yang ku perlakukan seperti itu, lebih tepatnya semua orang yang bertamu ke rumah ku, aku memperlakukan mereka seperti mu. "jawab Jinx


Siska pun sedang memikirkan tentang hal yang ia katakan yaitu tujuannya datang ke tempat tinggalnya Jinx.


Jinx menanyakan tujuan utamanya/sebenarnya dia datang ke sini.


"Kenapa kau kesini pasti kau ke sini bukan hanya untuk duduk dan mengobrol di rumah ku kan. "kata Jinx


"Oh ya itu. tadi aku melupakan apa tujuan ku ke sini, tujuan ku adalah untuk mengajak mu jalan-jalan ke tempat yang jauh dan udah. ayo kita pergi Jinx. "kata Siska


"Boleh saja kau menahan ku pergi jalan-jalan ke tempat yang jauh. tapi rumah ku tidak yang menjaga. "kata Jinx


"Tenang saja tetang rumah mu ini, biar pelayan-pelayan dan asisten ku yang mengurusnya. "jawab Siska


"Baiklah. tapi jangan ada barang-barang ku yang kenapa-napa. "kata Jinx


"Sudah ku bilang tenang saja tetang rumah ini kan. "jawab Siska


Siska pun menelepon pelayan-pelayannya untuk menjaga dan mengurus rumahnya Jinx untuk sementara waktu atau selama Jinx dan Siska pergi untuk jalan-jalan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sementara itu di tempatnya Avor Victor.


"Woi... kau, kapan aku akan keluar dari sini, katakanlah. "kata Victor


"Sekitar seminggu lagi tuan ku. "jawab Pelayan Victor


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Jinx dan Siska pergi ke berbagai tempat.


Jinx pun mengingat jalan-jalan bersama dengan Siska cukup menyenangkan.


Walau pun sepanjang perjalanan ke tempat yang memiliki banyak pengunjung Siska menarik perhatian orang-orang di sana.


"Jinx, ke sini, sini, ayo sini. "kata Siska sambil berteriak


"Ya kau tak perlu berteriak. "kata Jinx


Siska dan Jinx pun berfoto bersama.


"Kenapa kita harus berfoto?. "tanya Jinx


"Ya, berfoto itu sangat penting untuk dapat melihat dan mengingat hari ini. dan pada saat ini juga. "jawab Siska


"Itu bukan jawaban yang ku bayangkan, tapi itu juga bukan seperti sebuah jawaban. "kata Jinx


"Ya.. aku tak memikirkan jawaban dengan benar. "jawab Siska


Jinx dan Siska jalan-jalan bersama sampai hari gelap dan Siska pun menyarankan untuk menginap di sebuah penginapan, tapi Jinx langsung menolak hal itu.


(Terima kasih telah membaca dan silahkan berkomentar).

__ADS_1


__ADS_2