THE HERO OF DESTRUCTION

THE HERO OF DESTRUCTION
Pembohong


__ADS_3

Alice pun langsung menyuruh kembali para prajuritnya untuk membunuh Jinx.


Sebelum mereka menyerang Jinx mereka semua pun tiba-tiba seketika hancur dan menjadi hujan darah.


Sekarang satu persatu semua orang yang berada di sana mulai hancur mau itu penduduk biasa atau pun yang lainnya.


Jinx menyambungkan kembali kepalanya.


Dan setelah itu berkata hancur.


"Hancur. "kata Jinx


Seketika semua tempat di kota itu hancur semua orang terlihat beterbangan/terpental keatas.


Mereka mulai hancur satu persatu.


Semua orang yang berada di kota itu sudah hancur dan hanya menyisakan hujan dan genangan darah dimana-mana.


Jinx berkata bahwa semua bangsawan itu egois, pembohong, penipu, terlalu sombong, dan sangat bejat.


Satu-satunya orang yang berada ditempat itu yang masih hidup adalah Alice yang sedang terbaring lemas di tanah yang hancur.


Jinx pun mendekatinya dan berkata dia juga sama seperti para bangsawan yang lainnya, dirinya terlalu sombong.


Jinx mengarahkan lengannya kearah Alice.


Dan seketika lengan kanan miliknya hancur.


Hal itu membuatnya terkejut dan dan berteriak kesakitan dan mulai menangis.


Jinx berkata kenapa dirinya tidak menghancurkan Alice karena dia mengampuninya sedikit karena sudah menemaninya selama dirinya dulu masih menjadi seorang budak.


Jinx pergi dari kota itu yang terlihat seperti lautan darah.


ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ


Setelah itu semua akhirnya mereka berdua pun bertemu kembali.


Alice pun mengatakan bahwa dirinya datang kesini untuk membunuh dan membalaskan dendamnya.


"Aku datang untuk membunuh mu Jinx, aku ingin membalas perbuatan dirimu saat itu. "kata Alice


Alice pun mengeluarkan senjata yang berbentuk sebuah sabit panjang berwarna merah.


Sabit itu memiliki seperti sebuah mantra di setiap sabitnya.


Alice juga mengaktifkan kekuatannya.


Kekuatan Alice tergolong kekuatan super tingkat dragon. kekuatannya adalah dapat memanipulasi darah dan mengendalikan darah.


Alice pun memotong tangannya dan mengeluarkan banyak darah.


Jinx yang melihat itu pun terkejut dan berpikir apa yang sedang di lakukannya.


Semua darah dari lenganya Alice yang terpotong itu seperti tersedot dan mengitari bilah sabitnya dengan berputar sangat cepat.


Alice pun tertawa dengan lebar sambil berlari kearah Jinx sambil membawa sabitnya yang terseret di tanah.


Jinx mulai memasang kuda-kuda siap untuk menyerang.

__ADS_1


Jinx mulai meningkatkan auranya yang gelap itu.


Alice pun menyerang Jinx dengan menggunakan jurus da ari kekuatannya.


"The Blood Sickle Slash Rorated Twice. "kata Alice


Jinx pun menghindari serangan dari Alice tersebut namun Jinx tidak dapat menghindari serangan kedua dari Alice.


Perut Jinx terluka cukup dalam.


Jinx pun menahan lukanya dengan tangannya untuk menghentikan pendarahan.


Tapi Jinx tiba-tiba merasa pusing dan badannya terasa berat, itu pun membuat Jinx terduduk.


Secara tak terduga hidung Jinx dan semua yang memiliki lubang di wajahnya mengeluarkan darah.


Jinx memuntahkan banyak darah.


Sekujur tubuhnya juga mulai mengeluarkan darah dari semua pori-pori tubuh.


Penglihatan Jinx tertipu oleh darah yang keluar dari matanya.


Alice pun mengatakan bahwa dirinya sudah melakukan jurus lainnya terhadap Jinx yaitu saat Jinx terkena tebasan dari sabit miliknya.


"Kau telah terkena salah satu jurusnya yang bernama, Blood Control. dengan jurus ini aku dapat mengendalikan semua darah yang berada di tubuhmu, kau tak sempat menyadarinya, saat diriku menebas mu itu bukan hanya untuk melukai mu, melainkan juga untuk memasukan darahku kedalam tubuh mu, dan saat itu juga jurus aku pun telah mengendalikan semua darah mu untuk keluar dengan paksa, melewati semua celah yang ada di tubuhmu, termasuk bagian terbawah mu itu. "kata Alice sambil tersenyum


Alice pun tertawa keras.


Jinx terus mengeluarkan darahnya dan telah menjadi genangan darah.


Jinx terbaring lemas kerena kehabisan semua darahnya.


Alice pun mulai mendekat pada Jinx sambil tersenyum lebar menatap kearahnya.


Alice mengayunkan sabitnya kearah tubuh Jinx yang sudah terbaring lemas.


Saat sabitnya ingin mengenai Jinx.


Tiba-tiba Alice merasakan ketakutan seperti ada sosok hitam yang sedang meremukkan tubuhnya secara perlahan.


Alice pun menjauhi Jinx dengan mundur perlahan kebelakang.


Tiba-tiba hidung Alice juga ikut mengeluarkan darah.


Alice yang menyadari merasa terkejut.


Jinx yang melihat secara tak terduga tersenyum dan tertawa lebar dengan nada lemas.


Alice yang melihat me jadi kesal dan langsung mengayunkan kembali sabit.


Alice pun memotong Jinx menjadi bagian-bagian kecil.


Alice tiba-tiba merasakan ketakutan itu kembali dan seperti ada sosok hitam memotong-memotongnya dan membelahnya.


Alice Semakin terkejut saat melihat tubuh Jinx yang barusan tadi dia potong-potong hingga kecil menghilang.


Alice pun melihat kesekitarnya namun dirinya tidak menemukan Jinx.


Di bayangan Alice muncul banyak tangan yang berwarna hitam dan tangan-tangan itu mulai menariknya kedalam bayangan sendiri.

__ADS_1


Alice pun berusaha untuk melepaskan diri namun dirinya tidak bisa lepas dari tangan-tangan itu.


Masuk kedalam bayangannya.


Alice pun seketika terbangun di tempat yang berwarna hitam.


Dirinya pun kebingungan dengan apa yang sedang terjadi.


Tempat itu pun perlahan menjadi berwarna putih.


Di belakangnya ada Jinx yang sedang berdiri.


Alice merasa heran terhadap Jinx karena baru saja dia memotong kecil-kecil dirinya.


Seluruh tubuh Jinx mulai mengeluarkan aura hitam yang sangat banyak dan besar. auranya terlihat sangat membara.


Aura itu mulai terhadap kembali kedalam tubuh Jinx dan memadatkan dirinya sendiri.


Auranya itu menutupi sekujur tubuhnya.


Jinx seketika masuk kedalam mode Absolute Angry Mode.


Hal itu pun membuat Alice merasa semakin terkejut.


Alice pun berusaha mengendalikan darah Jinx namun darah Jinx kali ini sama sekali tidak dapat dikendalikannya.


Hal ini dikarenakan Jinx saat ini sudah beradaptasi dengan jurus pengendalian darah milik Alice tersebut.


Alice mengatakan bahwa Jinx benar-benar seperti monster.


Jinx pun tertawa.


"Hahaha... "tawa Jinx


Alice pun seketika mengayunkan sabit kearah Jinx dan menggunakan jurus yang lainnya kembali.


"Bloody Sickle Wheel. "kata Alice


Jinx pun terkena sabit dari Alice tersebut dan terduduk.


Alice pun memejamkan matanya.


Jinx yang bersaja terkena sabitnya tiba-tiba sudah berada di belakangnya.


Alice pun terkejut sekaligus merasa heran karena sabit yang barusaja ia lempar dan terancam ditubuh Jinx sedang berada di tangannya terpegang.


Alice pun melakukan jurus yang sama.


Jinx pun kembali terkena sabitnya dan terduduk lagi.


Alice mengedipkan kembali matanya.


Saat Alice membuka matanya.


Jinx sudah tidak ada di hadapannya.


Dan sekarang Jinx berada di sampingnya.


Sabitnya pun kembali mucul ditangannya terpegang seperti tadi.

__ADS_1


Alice pun melakukan hal yang sama lagi yaitu melakukan jurusnya ke Jinx.


(Terima kasih telah membaca dan silahkan berkomentar).


__ADS_2