THE HERO OF DESTRUCTION

THE HERO OF DESTRUCTION
Rasa Takut, Sedih, Dan Amarah


__ADS_3

Arisa dan Dekai pun memasuki arena.


Mereka berdua pun saling menatap satu sama dengan mata mereka yang tajam seperti mata seekor elang yang sedang berburu mangsa.


Sebelum memulai pertandingan mereka berdua pun bersalaman terlebih dahulu.


Setelah itu mereka berdua pun perlahan berjalan mundur.


Arisa mengeluarkan senjatanya yaitu panah yang terbentuk dari auranya, yang berwarna biru muda dan biru tua.


Dekai juga mengeluarkan senjata panahnya juga namun senjata panahnya bukanlah auranya melainkan panah asli.


Arisa langsung mengarahakan panahnya dan melewatkan anak panahnya juga pada Dekai.


Dekai juga melakukan hal sama yang dilakukan Arisa. tapi tujuannya adalah untuk menangkis serangan.


Anak panah mereka pun saling berintikan satu sama lain.


Hal itu menyebabkan anak panah mereka berdua hancur lebur, dan hancurnya anak panah membuat seisi Arena tertutupi pecahan dari anak panah dan asap.


Hal itu bisa terjadi karena Arisa telah menambahkan bom asap pada anak panahnya dan juga anak panah yang tadi dia luncurkan itu sudah di modifikasi. jadi saat anak panah itu hancur, anak panah itu akan memecah menjadi debu-debu kecil yang menutupi jarak pandang.


Dekai pun tetap waspada dan tetap mengarahkan panahnya pada posisi Arisa sebelum seisi arena tertutupi oleh asap dan serpihan anak panah yang hancur.


Dekai tidak menyadari bahwa Arisa sudah berada di belakangnya.


Tanpa pikir panjang Arisa pun langsung menembakan anak panahnya.


Dekai pun tiba-tiba menghindar dan langsung berbalik arah ke Arisa.


Arisa pun terkejut.


"Seharusnya anak panah ku tak terlihat oleh orang lain, tapi kenapa dia bisa menghindar, bukankah dia seharusnya tidak tahu di mana letak anak panah ku menuju. "batin Arisa sambil terkejut


Dekai langsung menembakan anak panah dengan kecepatan yang lebih tinggi dari sebelumnya.


Anak panah Dekai pun mengenai pipi Arisa dan melukainya. karena Arisa sempat menghindar sebelum anak panahnya Dekai mengarah pada kepalanya.


Arisa pun langsung menghilang kembali kedalam asap itu.


Arisa pun membuat strategi baru untuk mengalahkan Dekai.


Arisa berpikir dia akan menggunakan kekuatannya.


Yaitu kekuatan Mata Dewa.


Kekuatan mata dewa dapat melihat apa pun yang di inginkan pemilik dari kekuatan ini.


Arisa pun seketika dapat melihat menembus asap yang ia buat.


Namun Arisa terkejut dengan apa yang ia lihat.


Dia malah melihat sesuatu yang mengerikan berada di tempat ini, yaitu sebuah aura yang sangat gelap dan sangat besar yang hampir menutupi setengah dari arena.


Aura itu sebenarnya milik Jinx.


Aura itu seperti mengcekiknya, menusuknya, mencabiknya, memotongnya, meremukkannya hingga kecil.


Aura itu juga seperti tertawa padanya dan berkata sesuatu.


"HACURKAN. "

__ADS_1


Tiba-tiba Arisa merasa sakit kepala dan mata mulai mengeluarkan darah begitu juga hidungnya.


"Eh?. "kata Arisa sambil merasa takut


Arisa pun pada saat itu pingsan secara tiba-tiba.


Dekai pun masih waspada.


Tapi dia merasakan sedang tidak di awasi lagi.


Dia pun menemukan Arisa yang sedang pingsan dengan mata yang mengeluarkan darah dan juga hidungnya mengeluarkan darah.


Dekai yang melihat panik dia pun lantas bertanya pada Arisa.


"Apa yang terjadi?. jawab aku Arisa. "tanya Dekai


Arisa pun tidak menjawab apa pun. karena Arisa sedang pingsan.


Dekai pun membawa Arisa dengan menggendongnya pergi ke ruang perawatan. karena Dekai takut terjadi sesuatu pada Arisa.


Asap pun mulai menghilang.


Saat semua asap telah hilang tidak ada Dekai dan Arisa di sana.


Semua orang pun terkejut dan bertanya-tanya apa yang terjadi?. apa terjadi sesuatu?. kemana mereka pergi?.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Arisa pun bermimpi tetang lautan darah dan banyak tempat terbakar.


Banyak orang yang tergantung oleh rantai.


Ada seseorang yang berdiri di tengah-tengah itu semua dan berlumuran darah di seluruh tubuhnya.


"Siapa orang itu, kenapa orang itu berlumuran darah. "batin Arisa sambil merasa takut dan heran


Orang itu pun membalikan badannya pada Arisa dan mengarahkan lengannya pada Arisa.


Dan tiba-tiba badan Arisa seketika hancur.


Arisa pun terkejut tidak main.


Arisa pun bertanya pada dirinya sendiri.


"Apa aku akan mati?. "batin Arisa


Arisa pun terbangun dari mimpinya sambil keringat dingin dan ketakutan.


Dan di sana juga ada Dekai yang sedang menunggu Arisa untuk bangun. karena takut terjadi apa-apa pada Arisa.


"Arisa apa kau tidak apa-apa?. "tanya Dekai


"Ya, aku baik-baik saja. hanya bermimpi buruk yang cukup mengerikan. "jawab Arisa


"Oh.. syukurlah kalau kau baik-baik saja. "kata Dekai


Arisa masih merinding ketakutan karena mimpinya tadi.


Dekai pun memenangkannya dengan memeluknya.


Jinx yang sedang berjalan-jalan tidak sengaja melewati tempat ruangan perawatan, yang sedang di pakai oleh Arisa.

__ADS_1


Jinx pun masuk dengan mengetuk pintu dan memberi salam untuk masuk.


*Tok-tok... *


"Siapa?... "tanya Dekai


"Aku Jinx. "jawab Jinx


"Siapa Jinx?. "gumangan Dekai


"Arisa apa kau mengenal seseorang yang bernama Jinx?. "tanya Dekai


"Ya aku mengenalnya, dia adalah salah satu anggota kelompok demoniac, dan dia adalah teman ku walau dia itu bersifat dingin pada siapa pun. "jawab Arisa


"Kau boleh masuk. "kata Dekai


"Ya. "kata Jinx


Jinx pun masuk ke dalam tempat ruangan perawatan yang di dalamnya ada Arisa dan Dekai.


Arisa pun menanyakan kenapa Jinx datang ke mari.


"Oh ya, Jinx kenapa kau datang ke mari?. "tanya Arisa


"Kemari hanya karena bosan, dan aku tak sengaja melihat kau berada di ruang ini lewat jendela. jadi sekalian saja aku menjenguk mu karena aku sedang bosan. "jawab Jinx


"Jadi kau ke sini hanya karena bosan ya. "kata Arisa


"Ya. "kata Jinx


Jinx pun duduk di kursi yang ada di sana.


"Aku sedari tadi ingin menanyakan sesuatu padamu. "kata Jinx


"Apa itu. "kata Arisa


"Siapa orang ini sebenarnya, yang sedari tadi berdiri di samping mu?. "tanya Jinx


"Eh... "kata Arisa dan Dekai sambil terkejut


"kenapa?. "tanya Jinx


"Tidak apa-apa. tapi kenapa kau tidak mengenal dia sama sekali. "kata Arisa


"Ya, aku pun tidak tahu, dan juga tidak mau tahu. "jawab Jinx


"Dia ini orang yang terkenal, dia adalah Dekai sang pemanah bermata elang. dan dia itu adalah kakak perempuan ku. "kata Arisa


"Kakak perempuan?. tapi mengapa wajahnya terlihat mirip seperti laki-laki, dan namanya juga seperti laki-laki. "kata Jinx


"Ya itu sulit di jelaskan. "kata Arisa


Setelah itu Jinx pun pergi dari sana.


Dekai pun ingin mengatakan sesuatu pada Arisa.


"Arisa. "kata Dekai


"Ya ada apa kak. "kata Arisa


"Aku hanya ingin mengatakan sesuatu tetang perbandingannya. aku ingin kau yang menjadi pemenangnya. "kata Dekai

__ADS_1


(Terima kasih telah membaca dan silahkan berkomentar).


__ADS_2