
Jinx pun melakukan apa yang ia sering lakukan jika dirinya sedang bosan yaitu berjalan-jalan entah kemana atau berlari sampai sangat jauh dan lelah.
Jinx mengganti bajunya dengan jaket hoodie hitam dan Jinx juga mengambil logam panjang hitamnya.
Jinx pun pergi meninggalkan Alice yang sedang mandi.
Terlihat hari itu akan segera berganti menjadi malam.
Jinx melihat semua orang yang berada di sekitar jalan yang dia lewati semua terlihat bahagia dengan keluarga, pasangan, dan kekasih mereka.
Jinx yang melihat itu merasa sangat iri di dalam hatinya tapi kemudian Jinx tidak memedulikan hal tersebut.
Lagipula Jinx berpikir selama ini dia sudah hidup lama hanya sendirian dan jika ada seseorang yang berada di dekatnya pasti akan menghilang kembali jadi karena itu jugalah Jinx memilih untuk hidup sendirian selamanya.
Terlihat kota semakin terang seiring waktu berjalan semakin malam.
Sementara Jinx terus menjauhi kota dan semakin gelap jalan yang ia lewati.
Tidak ada siapa pun di sana hanya ada dirinya sendiri di jalan yang ia lewati itu.
Karena Jinx merasa sedikit lelah Jinx pun duduk sejenak di pinggir jalan.
Jinx menggenggam logam panjangnya dan menatapnya.
Jinx pun meratapi nasibnya saat ini dan dia berpikir kapan ia terakhir kali meneteskan air mata.
Jinx mengetahui bahwa selama ini dia hidup belum pernah sedikit pun meneteskan air mata.
Walau pun Jinx telah melalui banyak kesedihan di hidupnya.
__ADS_1
Jinx pun memulai lagi jalannya.
Jinx pun kembali kerumahnya karena ia telah mengelilingi satu kota itu dalam waktu yang singkat sekitar 19 menit.
Jinx membuka pintunya dan melihat Siska berdiri di depan pintu dengan raut wajah kesal sambil menatap dirinya.
Jinx pun lantas bertanya pada Siska.
"Apa?. "tanya Jinx
"Jangan malah apa. kenapa kau kemarin bersama dengan Alice, beruduaan!?. "tanya balik Siska sambil berteriak
"Memangnya kenapa. "balas Jinx
"Bukan begitu masalahnya, ah.. sudahlah, Jinx kau sungguh orang yang tidak peka!. "kata Siska sambil teriak
"Apa maksudnya, dia bilang aku adalah orang yang tidak peka. tidak peka dalam hal apa ya?. "batin Jinx
Jinx pun berpikir di dalam hatinya.
"Dia orang yang sangat tak jelas, tiba-tiba nangis di depanku. "batin Jinx
Jinx menunduk dan menatap wajah Siska dari dekat.
Hal itu membuat Siska terkejut dan sedikit mundur tersentak kebelakang.
Jinx menyadari Siska sedang cemburu dan iri setelah menatap kedalam matanya Siska.
Jinx mengatakan bahwa Siska sedang cemburu.
__ADS_1
"Kau sedang cemburu. "kata Jinx
"Tidak, aku tidak sedang cemburu. "balas Siska
"Kau bohong. "kata Jinx
"Ah.. sudah kubilang, aku tidak cemburu. "balas Siska
"Kau berbohong lagi. "kata Jinx
Jinx memegang pundak Siska dan lalu menyingkirkannya dari depan pintu itu.
Setelah itu Jinx pun masuk dan berkata.
"Aku sudah tahu apa yang selama ini kau rasakan, kau memiliki cinta di hatimu, atau lebih tepatnya kau itu mencintaiku kan. "kara Jinx
"Dia sudah tahu. bahwa aku mencintainya, selama. "batin Siska
"a.. itu. "kata Siska
"Jika perkataanku benar, maka aku akan memberitahu sesuatu padamu. bahwa orang sepertiku tak layak dicintai, atau pun mencintai. jika kau sangat keras kepala, hidupmu akan menderita nantinya. aku tak ingin hal itu terjadi. "kata Jinx
Jinx pun lalu menanyakan pada Siska.
"Apakah kau takut akan kematian?. "tanya Jinx
"Ya, tentu saja aku takut akan kematian. "jawab Siska
"Maka jauhilah aku, sekarang juga. karena kematian selalu mengikuti ku. aku tak ingin melihat atau mendengar orang terdekatku mati. "kata Jinx dengan wajah yang serius
__ADS_1
(Terima kasih telah membaca dan silahkan berkomentar).