THE HERO OF DESTRUCTION

THE HERO OF DESTRUCTION
Trauma Yang Mendalam Dalam Hidup


__ADS_3

Saat Jinx sudah sampai di pemukiman di melihat seorang anak perempuan yang tangan kirinya terhimpit reruntuhan bangunan.


Walau pun anak kecil itu meminta bantuan tetapi tidak ada yang menolongnya sama sekali, karena dia adalah orang yang paling dibenci oleh para warga.


Anak itu terlahir tanpa ayah ia lahir diluar pernikahan. dia dianggap sebagai anak haram yang tidak suci apalagi setelah ayahnya menikahi ibunya, ayahnya langsung pergi meninggalkan ibunya dan anaknya.


Ibunya depresi berat karena di tinggal suaminya. dan ibunya selama berhari tidak melakukan apa pun hanya ditempat tidur saja.


Dan kadang-kadang ibu memarahi dia.


Dan pada suatu hari ibunya mati lemas. dikarenakan tidak pernah makan apa pun sama sekali.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Saat Jinx melihat anak kecil itu dia terus teringat kejadian saat-saat terakhir Melissa mati di depan matanya. dan Jinx pun hanya bisa terdiam bertekuk lutut melihat itu.


Saat monster itu ingin menyerang anak kecil itu, Saka tiba-tiba datang dan langsung menyelamatkan anak kecil itu dengan cepat sebelum monster itu menyerang.


Saka pun menaruh anak kecil itu ketempat yang aman dan menghampiri Jinx.


Saka menegur Jinx dan menanyakan apa yang sedang terjadi.


Tapi Jinx masih tetap terdiam di sana sambil menatap kepada monster itu.


Jinx mulai mendengar bisikan lagi.


*Balaskan dendam*


Amarah Jinx tiba-tiba membara dan mata kirinya di tutupi aura hitam yang mempunyai tiga mata.


Mata itu disebut sebagai mata emosi atau mata kematian.


Saka yang melihat Jinx memiliki mata emosi pun terkejut.


Seketika Jinx melompat dari sana dan langsung ke depan monster itu.


monster itu melihat Jinx dan ingin menghantam Jinx dengan pukulannya.


Jinx menghindar keatas dan melompat ke lengan monster itu.


Jinx langsung mengunakan teknik rantai bilah pedang tanpa disebut. dan lengan monster itu ditarik dengan kuat oleh Jinx.


Jinx pun membanting monster dengan kuat itu sambil berteriak keras.


Monster itu langsung menghempaskan Jinx ketanah dengan kuat.


Karena hantaran itu tiga tulang rusuk Jinx patah, dan Jinx juga langsung tak berdaya.


Monster itu pun bangun dan ingin menyemburkan energi panas dari dalam tubuhnya kearah Jinx.


Saka pun ingin menolong Jinx, tapi dia terkena hantaman keras dari buntut monster itu.


Saka yang menahan serang Itu dengan kedua tangannya pun menyebabkan kedua tangannya patah tulang.

__ADS_1


Saat monster itu menyerang dengan energi panasnya.


Jinx pun bangun dan berusaha mengerakkan tangan kanannya ke atas untuk menahan serangan energi panas itu.


Setelah serangan energi panas itu selesai, Jinx masih berdiri tegak namun dia mengalami luka yang sangat parah pada lengan kanannya tersebut, sampai hanya tersisa tulangannya saja.


Pada saat itu Jinx merasakan aliran energi di dalam tubuhnya mengalir dengan kuat dan cepat, dan Jinx juga merasa tubuhnya tidak merasakan sakit sama sekali.


Jinx pun memanfaatkannya untuk mengambil logam panjangnya dan mengubahnya menjadi pedang untuk menyerang balik.


Jinx langsung memotong ke 2 lengan monster tersebut, monster itu berteriak keras kesakitan dan ingin menyerang balik Jinx dengan energi panas.


Sebelum monster itu menyerang Jinx langsung melompat dan menusuk leher monster itu sampai tembus ke tengkoraknya.


Jinx pun menarik pedangnya keatas dan langsung menariknya kebawah lagi.


Namun monster itu masih dapat bergerak dan ingin menyerang dengan tenaga penuhnya yang tersisa.


Jinx terkejut karena monster itu seharusnya sudah mati karena ia telah memotong-memotong kepalanya.


Jinx pun menyadari monster itu tidak mati karena sedang di kendalikan oleh seseorang dari jarak jauh.


Jinx kali ini tidak bisa menghindari lagi ataupun menahannya.


Tiba-tiba Jinx mendengar ada orang yang berbisik padanya "Gunakanlah, atau semuanya akan berakhir. "


Jinx langsung mengerti apa yang dimaksud dari bisikan tersebut, dan Jinx pun mengalirkan semua energi kekuatan ke lengan kirinya.


Namun Jinx juga tahu itu sangat beresiko yang dapat menyebabkan luka parah pada tubuhnya, tapi Jinx tidak memiliki pilihan lain.


Logam panjangnya pun Jinx ubah menjadi rantai dan mengikatkannya pada monster itu dengan kuat.


Monster itu pun menyerang Jinx, dan Jinx juga mengalirkan energi kekuatannya lewat rantainya.


Jinx dan monster itu saling beradu kekuatan dengan tenaga mereka masing.


Jinx berteriak karena dia sedang kesakitan.


Jinx berpikir untuk mengunakan teknik rantai bilah pedang untuk membuat luka yang dalam sekali lagi, tapi jika Jinx melakukannya itu dapat membalutnya kekurangan tenaga dalam.


Monster itu kehabisan tenaganya duluan sebelum Jinx.


Jinx memanfaatkan situasi itu dan langsung mengalirkan semua energinya ke monster itu.


Seketika monster itu bagian yang diikat dengan rantainya Jinx hancur lebur dan monster itu pun telah mati.


Setelah monster itu mati Jinx pun terduduk di mayat monster itu sambil berlumuran darah dan sedang hujan darah dari monster itu.


Seketika semuanya menjadi abu-abu dan muncul banyak mata dan mulut yang sangat besar.


Mulut tersebut menghisap monster itu kedalamnya.


Jinx yang melihat itu terkaget.

__ADS_1


Jinx juga menyadari bahwa hanya dia saja yang bisa melihat hal itu karena semua orang yang di sana seakan berhenti bergerak.


Mulut itupun tertutup dan menghilang.


Pesan yang di kirim oleh Jinx sudah sampai di tangan Dariella. Dariella pun menyuruh semua pahlawan ketempat Jinx.


Sementara itu di tempat Jinx para warga membotaki Jinx karena dia berhasil mengalahkan monster tersebut walau pun sedang terluka parah.


Para warga menawarkan ingin membantu Jinx dan Saka dengan merawat luka-luka mereka.


Tapi Jinx menolak tawaran itu dan lebih memilih menggendong saka ke perkemahan mereka.


Saat Dariella dan semua anggota yang lainnya telah datang tapi mereka tidak melihat Jinx dan Saka.


Dariella pun menanyakan pada salah satu warga yang di sana. apakah tadi ada dua orang pemuda yang satunya berambut hitam dan yang satunya lagi berambut putih dan merah.


Warga itu pun menjawab Dariella dengan mengatakan. bahwa kedua pemuda tersebut sudah pergi entah kenapa.


Dariella yang mendengar itu menjadi marah karena dia sedang merasa di kerjai oleh Jinx.


Saat Jinx sedang di hutan dan sudah pertengahan jalan menuju ketempat perkemahan.


Pada saat itu pun turun hujan dan Jinx lebih memilih untuk berteduh. karena dia juga merasa sudah tidak kuat lagi untuk berjalan.


Jinx pun memilih berteduh di bawah pohon besar tang ada di dekat sana.


Jinx menaruh saka dan dia langsung terduduk lemas.


Jinx pun tertidur.


Kali ini Jinx bermimpi yang berbeda.


Dia melihat ada sosok besar membara yang berbicara sesuatu padanya.


*Semua orang yang dekat mu akan mati, mati, mati.*


Tiba-tiba Jinx di kelilingi oleh banyak sosok hitam dan terikat rantai yang tajam dan di tarik sampai langit.


Sosok besar itu berkata lagi pada Jinx dan sambil menarik rantai Jinx.


*Terimalah takdir mu Jinx.*


Pada saat itu banyak yang menertawakan Jinx dan berkata hal-hal buruk.


Jinx pun berteriak.


*Diam lah...*


Dan suara tertawan itu pun berhenti.


Seketika tempat itu menjadi lautan yang luas tanpa ujung dan Tiba-tiba Jinx tenggelam kedalam air itu.


(Terima kasih telah membaca dan silahkan berkomentar).

__ADS_1


__ADS_2