
Jinx terus mendorong Victor.
Jinx pun mulai terkena efek dari dampak serangan Victor yang terlalu berat. karena terlalu lama menahan serangan yang berat.
Lengan Jinx yang dia gunakan untuk menahan/beradu pukulan dengan Victor, tulang lengannya mulai mengalami kerusakan.
Victor pun menyadari hal tersebut.
Dia memanfaatkan hal itu dengan menambah tekanan serangannya.
Lengan tulang Jinx pun semakin banyak mengalami kerusakan dan juga lengannya perlahan mengeluarkan darah.
Victor pun berhasil membalikan keadaan.
Karena hal itu Victor pun tertawa.
"Hahaha... "tawa Victor
Lengan Jinx semakin tertekuk ke belakang dan tulangnya mulai hancur, rusak, patah-patah.
Jinx semakin terdorong.
Dan Jinx pun akhirnya tidak kuat lagi untuk menahan serangan dari Victor.
Victor langsung melepaskan pukulannya dari Jinx.
Dan pada saat Jinx sudah tidak melakukan perlindungan dengan menggunakan lengannya.
Victor pun langsung memukul Jinx dengan cepat dan kuat.
Jinx terbaring lemas.
Tubuh Jinx pun mengeluarkan banyak darah.
Jinx mengalami patah hampir di semua bagian tubuhnya.
Victor pun tertawa dan mengangtai-angtai Jinx karena dirinya menganggap Jinx hanya sebatas itu.
"Hahaha... Jinx.. ayo bangun, kita teruskan pertarungan, ini samapi salah satu dari kita mati. ayo bangun, di mana semua amarah dan kebencian mu tadi. apa hanya sebatas ini saja kau bisa bertarung. "kata Victor
"Bunuh, bunuh, hancurkan, hancurkan. "gumangan Jinx
"Hah.. kau berbicara sesuatu?. "kata Victor
Jinx pun bangun dengan satu tangannya yang telah hancur karena semua tulang di bagian lengan kanannya mengalami patah tulang total dan berjalan menuju Victor.
Victor memukul Jinx lagi hingga terpental kembali.
Namun Jinx bangkit kembali dan berjalan menuju Victor.
Victor pun merasa terkejut.
Victor memilih untuk memukul Jinx sekali lagi dengan kekuatan yang lebih kuat agar Jinx terpental lebih jauh dan terbentur dengan lebih keras.
Jinx pun tersentak dengan kuat hingga dinding arena hancur.
Dengan tubuh yang penuh luka Jinx masih bisa berdiri.
Jinx berjalan sambil megumangkan sesuatu.
__ADS_1
"Bunuh, bunuh, bunuh, bunuh. "gumangan Jinx
Itu pun membuat Victor mulai merasakan ketakutan dalam hatinya yang terdengar seperti jeritan.
"kenapa, kenapa kau tidak mati, seharusnya kau sudah mati. pergi dari ku jangan mendekat, jangan mendekat. "kata Victor dengan merasa ketakutan
Karena singkong ketakutannya terhadap Jinx yang mendekatinya Victor pun menyerang Jinx dengan kekuatan penuh.
Karena hal Jinx pun terdapat di tanah.
Namun tidak lama kemudian Jinx kembali bangun dan kembali berjalan ke arah Victor.
Tubuh Jinx pun mulai beradaptasi dengan semua pukulan dan setiap hantaman yang di lancarkan oleh Victor.
Hati Victor pun semakin terisi dan tertutupi oleh ketakutan terhadap Jinx.
Victor pun langsung memukul Jinx tanpa pikir panjang.
Tiba-tiba Lengan Victor terpotong.
Ternyata orang yang memotong lengan Victor adalah Jinx yang saat ini sedang memegang lengan Victor yang telah terpotong.
Jinx pun tertawa.
"Hahaha... "tawa Jinx
Victor pun terkejut tidak main dia pun bertanya-tanya dalam hatinya.
"semenjak kapan dia memotong lengan ku, semenjak kapan dia bergerak, dia sama sekali tak bergerak, dia hanya diam di sana. "batin Victor
Victor pun melihat ke arah lengannya yang telah terpotong.
Saat dirinya menoleh ke arah Jinx.
Jinx sudah tidak ada di sana.
Tiba-tiba Victor terbelah menjadi dua bagian dan mulai mengeluarkan darah yang deras/banyak.
Di akhir-akhir hidupnya dia melihat Jinx berjalan menuju arahnya dan tertawa di depannya.
"Hahaha... "tawa Jinx
Hati Victor pun di penuhi dengan ketakutan terhadap Jinx dan takut akan kematian.
Jinx pun menghancurkan kepala Victor dan seketika Victor pun mati.
Jinx pun tertawa lagi seperti seseorang yang senang.
"Hahaha... "tawa Jinx
Tiba-tiba lengan Jinx bergerak sendiri dan mulai memukuli dirinya sendiri.
Jinx pun berkata sesuatu pada dirinya sendiri.
"Kembalikan tubuhku, pergilah kau. "kata Jinx
Secara perlahan aura gelap yang menutupinya mulai menghilang.
Saat ini sebenarnya Jinx sedang berusaha mengambil kembali atas kesadaran dan kendali tubuhnya.
__ADS_1
Jinx pun berhasil menguasai tubuhnya.
Jinx pun memuntahkan darah.
"Uhuk. uhk. eak. aku muntah darah, ah ini tak bagus. "kata Jinx
Jinx pun tidak bisa bergerak. karena badannya sudah mengalami banyak luka dan patah tulang.
Jinx berusaha menggerakkan tubuhnya dengan perlahan.
Tubuh Jinx mulai beradaptasi dengan hal itu.
Jinx pun bisa berjalan.
Jinx terkejut dengan ini. karena seharusnya dia tidak bisa berjalan apalagi berdiri walau pun dirinya memiliki kemampuan adaptasi.
Dia pun menyadari bahwa kemampuan adaptasinya telah berubah karena kali ini terasa berbeda.
Kemampuan adaptasinya kali ini semakin kuat dan semakin cepat.
Jinx berpikir tap mungkin juga akan menimbulkan efek samping yang lebih besar dari sebelumnya.
Yaitu biasanya setelah dirinya menggunakan kemampuan adaptasinya energi tubuhnya akan terkuras sepanjang dia menggunakan kemampuannya itu. tapi saat ini energi tubuhnya tidak terkuras sedikit pun.
Jinx mulai mencari jawaban dari pertanyaan yang ada dipikirannya.
Namun Jinx dapat menemukan jawab dari pertanyaan tersebut.
Sebenarnya alasan mengapa energi tubuh Jinx tidak terkuras sedikit pun adalah karena. sekarang kekuatan sejatinya yaitu kehancuran yang tertidur di dalam dirinya telah bangkit namun Jinx belum dapat menggunakan kekuatannya atau pun merasakannya.
Jinx melihat teman-temannya dan para pemimpin kelompok pahlawan yang sedang pingsan di hadapannya.
Jinx pun mendatangi satu-persatu semuanya dan mengecek karena Jinx takut terjadi sesuatu pada mereka.
Setelah selesai mengecek setiap orang yang ada di sana.
Jinx pun duduk di leruntuhan sambil melihat matahari yang mulai terbenam.
Jinx melihat seseorang yang menghampiri tubuh Victor yang telah tiada.
Dan orang itu pun seperti memberikan salam terakhir atau seperti upacara pemakaman.
Saat orang itu ingin pergi Jinx pun menghentikan orang tersebut dan mengatakan sesuatu padanya.
"Hei kau yang disana tunggu sebentar. "kata Jinx
Orang itu pun berhenti dan berbalik ke arah Jinx.
Jinx pun mengenal orang itu.
Ternyata orang itu adalah pelayannya Victor yang bernama Rosa.
"Kalau tidak salah, kau itu adalah pelayannya Victor kan?. "tanya Jinx
"Ya kau benar. aku adalah pelayan pribadi dan pelayan setia tuan Victor. salam kenal nama ku adalah Rosa Drive. "jawab Rosa
"Kalau kau memang pelayan semuanya, kenapa kau tidak membalaskan atas perlakuan ku padanya, hingga membunuhnya?. "tanya Jinx
"Tidak, aku tidak akan melakukan pembalasan padamu. lagi pula tuan ku tidak memberi perintah padaku untuk membunuh mu. dia mengatakan padaku untuk menjadi orang yang baik, yang tidak pernah menodai tangan ku darah orang lain. aku tahu dia sebenarnya bukanlah orang yang jahat, dia adalah orang yang paling baik di mataku. "jawab Rosa
__ADS_1
(Terima kasih telah membaca dan silahkan berkomentar).