
Setelah Sora di banting ketanah dengan keras hingga terkubur.
Dia pun keluar dari dalam tanah itu.
Tiba-tiba muncul sebuah retakan kecil di pipinya.
Sora pun langsung menyadari apa yang sedang terjadi.
Sekarang keberadaan dirinya di dunia manusia mulai hancur karena ulah/dampak Jinx atau lebih tepatnya kekuatan kehancuran yang dimiliki oleh Jinx.
Sora pun berpikir dia tidak bisa lama-lama bertarung dengan Jinx. karena jika dirinya terus melanjutkan pertarungannya maka dirinya/keberadaannya akan hancur/di hancurkan oleh kekuatan Jinx.
Sora berpikir untuk pergi dari alam manusia menuju ke alam para dewa berada/berkumpul yaitu God Cosmic. karena dirinya sedang terancam.
Sebelum dirinya pergi dari alam manusia menuju alam para dewa, Sora pun berkata sesuatu pada Jinx walau Jinx saat ini sebenarnya tidak akan mendengarkan perkataan siapa pun. karena dirinya sekarang sedang di kuasai oleh amarahnya.
"Woi kau manusia, sepertinya aku mulai terkena efek dari kekuatan mu yang mengerikan itu. jadi aku harus pergi sekarang kalau tidak, aku akan hancur total karena dirimu. jadi aku harus pergi sekarang juga, ke temapatku berada. walau sebenarnya aku masih ingin bertarung dengan mu, samapi jumpa lagi Jinx, kita berdua pasti akan bertemu kembali, tapi selanjutnya aku yang akan menjemput mu dan mengudang mu. "kata Sora
Sora pun menghilang begitu saja.
Jinx pun pergi menuju arena sambil berjalan seperti orang yang sempoyongan.
Tiba-tiba Victor muncul di depannya Jinx.
Victor pun tertawa.
"Hahaha... "tawa Victor
Namun Jinx tidak memperdulikannya dia masih berjalan dan melewati Victor.
Victor yang melihat merasa kesal terhadap Jinx.
Dia pun lantas langsung memukul tubuh Jinx tanpa pikir panjang.
Saat pukulan Victor ingin mengenai tubuh Jinx.
Namun Victor seperti tak memukul siapa pun dia hanya memukul tanah yang keras hingga hancur.
Victor pun menoleh ke arah belakangnya dan dia melihat Jinx sudah ada di belakangnya.
Jinx pun langsung memukul balik Victor.l di bagian kepalanya.
Victor pun terbaring ke tanah dengan kuat hingga tanah itu hancur.
__ADS_1
Victor pun terkejut dengan pukulan yang di lakukan Jinx. karena pukulan Yang di lakukan oleh Jinx itu mirip atau lebih tepatnya sama seperti serangan yang baru saja ia lakukan terhadap Jinx tadi namun tidak kena.
Walau pun serangan yang di lakukan oleh Jinx itu mungkin terlihat sama namun itu berbeda jauh seperti apa yang di pikirkan oleh Victor.
Perbedaan dari pukulan yang Jinx lakukan adalah Aliran tekniknya yang Lurus tidak ada satu pun yang tidak lurus seperti Yang dilakukan oleh Victor, Massa, tekanan dari serangan Jinx lebih berat di bandingkan serangan Victor dan karena itu mengapa retakan yang di hasilkan dari serangan Jinx jauh lebih besar, Kecepatan serangannya juga lebih cepat dari pada Victor.
Jinx pun mengubah serangannya menjadi sebuah cengkeraman dan langsung mengcengkram kepala Victor.
Dan Jinx pun menghantamkan Victor berkali-kali ke tanah dengan kuat hingga mulai mengeluarkan darah dari hidungnya.
Setelah itu Jinx pun mengangkat Victor keatas dan Jinx menusukan tangannya ke dalam rahang Victor.
Jinx pun langsung mencabut rahang Victor dengan cepat.
Jinx terlihat seperti tertawa dengan senyum lebar yang terlihat mengerikan dan lebar. Jinx pun seperti menikmati hal tersebut.
"Hehehe... "tawa Jinx
Mulut Victor pun seketika di penuhi darah yang mengalir.
Setelah Jinx mencabut rahang Victor dari mulutnya, Jinx pun langsung memukulnya hingga terbentur ke dinding pembatas.
Jinx melompat dengan cepat ke arah Victor.
"Hahaha... bunuh, bunuh, bunuh. Hahaha... "kata Jinx
Victor pun mementahkan Jinx.
Dia pun mengaktifkan kekuatannya dan menggunakan kekuatannya yaitu Red Booster.
Victor pun menggunakan kekuatannya pada dirinya sendiri yaitu pada tahannya yang patah.
Kekuatan Red Booster bukan hanya dapat digunakan untuk melawan/menyerang musuh tapi juga dapat memperbaiki bagian tubuh yang tidak ada. namun bentuknya tidak seperti daging melainkan seperti kekuatan yang di padatkan menjadi sebuah banda.
Victor pun bertambah merasa kesal pada Jinx.
"Aku akan membunuh mu, kali ini aku tidak akan main-main lagi peda mu. sang pahlawan kehancuran. "kata Victor dengan nada kesal
Victor pun menunjukan wujud sebenarnya dari kekuatannya.
Wujud adalah sebuah mode dari kekuatan yang sudah berada di tingkat tinggi layaknya seperti Jinx yang sekarang berada di mode Kemarahan absolut.
Victor pun seketika di selimuti kekuatannya dan dirinya pun berubah menjadi raksasa yang bertanduk empat dan berwarna merah yang memiliki garis-garis hitam.
__ADS_1
Victor pun mengatakan sesuatu pada Jinx.
"Hahaha... kau akan ku bunuh, kau akan ku bunuh, aku akan membalas mu sekarang juga. "kata Victor
Pertarungan ini pun berubah menjadi seperti sebuah pertarungan antar dua monster yang kuat.
Jinx pun langsung melompat ke kepala Victor.
Victor pun memanfaatkan hal itu dan langsung mendorong Jinx ke dinding arena hingga menghancurkan dan menembus masuk arena.
Saat itu sisi arena sudah sepi/tidak ada dari para penonton yang ada hanya para pahlawan dan para pemimpin kelompok pahlawan saja yang sedang terkapar/terbaring lemas, sehabis melawan Victor. karena Para penonton telah di keluar lewat pintu darurat yang ada di sana.
Victor pun berkata sesuatu.
"Bagus sekali, para pengganggu di sini semua sudah pergi, sekarang kita bebas bertarung bersama mu sang pahlawan. "kata Victor
Dariella yang masih setengah sadar melihat Jinx yang berdiri di depannya yang sekarang di dalam mode amarah pun merasa terkejut dan bertanya-tanya.
"Siapa orang itu, kain itu yang berada di lehernya, bukankah itu milik Jinx. apakah dia adalah Jinx tapi itu tak mungkin, karena aura terasa sangat kuat dan berbeda jauh. ada monster. "batin Dariella
Setelah itu Dariella pun tertidur.
Jinx pun melancarkan serangan Victor juga pun melancarkan serangan pada Jinx.
Pukulan neraka saling beradu/bergesekan satu sama lain.
Hal itu menyebabkan tanah di sekitarnya mulai hancur dan mulai berantakan.
Victor pun mengatakan sesuatu.
"Kita lihat siapa yang akan menang disini juga Jinx, aku pasti akan mengalahkan mu dan juga membunuh mu di sini. "kata Victor
Tempat semakin hancur.
Victor tak menyadari sebenarnya selama dia bertarung/beradu kekutan serangan pukulan dengan Jinx.
Tubuh Jinx mulai beradaptasi dengan kekuatan Victor dan mulai mempelajari semua hal tetang Red Booster yang di miliki oleh Victor.
Victor pun mulai merasakan perbedaan dari waktu ke waktu bahwa serangan Jinx semakin kuat dan semakin kuat.
Victor pun terdorong mundur dengan perlahan dan lengannya juga mulai terdorong ke belakang.
(Terima kasih telah membaca dan silahkan berkomentar).
__ADS_1