
Domain Jinx dan domain milik Alice saling menghantam, bertubrukan satu sama lain.
Jinx pun menarik kembali domainnya dan mengubahnya menjadi domain yang hanya mengelilingi disekitarnya saja.
Jinx pun mulai maju ke arah Alice dengan cepat.
Jinx pun secara tak terduga sudah berada di belakang Alice.
Jinx pun menggunakan teknik yang baru saja ia dapat yaitu teknik ke enam.
Teknik ke enam dari teknik bela diri rantai bilah pedang bernama Key dan Confinement.
Teknik ke enam ini sedikit unik karena memiliki dua jenis gaya dan serangan.
Yang pertama Key/Kunci memiliki serangan yang akan mengeluarkan rantai besar dari dalam tanah di bawah target yang dituju oleh penggunanya, dan jika target sudah terkena teknik si target itu akan terkunci oleh rantai besar. dan gaya dari serangan ini adalah, rantai itu akan mengikuti target kemana mereka pergi atau berusaha kabur, meski si target masuk kedalam sebuah dimensi buatan sekali pun.
Yang ke dua Confinement/Kurungan memiliki serangan yang akan mengeluarkan banyak rantai dari atas si target dan membentuk sebuah kurungan yang tak memiliki celah/sangat rapat. dan gaya dari serangan ini adalah, rantai itu akan terus bertambah kuat semakin musuh mencoba melawan/menyerang rantai-rantai itu dan rantai itu akan memperluas jangkauan kurungannya jika si target kabur.
Jinx mengarahkan kedua lengannya dan menyatukannya ke depan menuju ke arah Alice.
Jinx sedang menggunakan gaya dan serangan tekniknya yang pertama Key.
Seketika di bawahnya Alice muncul empat rantai besar yang memiliki bilah pedang di ujungnya.
Alice pun menghindarinya.
Dia pun terus di kejar oleh semua rantai itu.
Alice berpikir untuk merobek dimensi dan keluar dari meninggalkan Jinx sendirian.
Alice pun mengarahakan tangannya dan mengumpulkan energi dari kekuatannya hingga membentuk cakaran yang menutupi/membungkus tangannya.
Tapi sebelum tangannya menyentuh dinding luar dimensi.
Dia dikejutkan oleh Jinx yang tiba-tiba berada di hadapannya dan langsung menghantamnya dengan kuat.
Jinx menggunakan teknik rantai bilah pedangnya yang ke dua yaitu Smash.
Jinx langsung menggunakan gaya dan serang teknik yang ke dua Confinement.
Dari atas Alice muncul rantai lagi namun kali ini rantai tersebut memiliki ukuran yang kecil dan memiliki jumlah yang lebih banyak.
Alice yang masih berada di tengah dimensi yang sedang mengapung di udaranya.
Love juga tidak menggerakkan tubuhnya karena terlalu lemas setelah terkena hantaman yang kuat dari Jinx.
Alice pun akhirnya tertimpa rantai dari dua arah yaitu arah belakangnya dan arah atasnya.
Alice langsung terkunci oleh rantai gaya dan serangan Key.
Pada saat itu dia sudah benar-benar tidak melakukan apa-apa lagi.
__ADS_1
Dirinya langsung terkurung oleh rantai-rantai yang membentuk sebuah kurungan.
Kurungan itu pun mengecil menjadi seukuran genggaman Jinx.
Saat Jiinx menggenggam kurungan yang di dalam ada Alice, yang sedang terkurung dan juga terkunci/terikat oleh rantai.
Amarah Jinx pun tiba-tiba mulai mengabilalih kesadarannya dan berusaha mengendalikan Jinx.
Amarah berniat untuk membunuh Alice dengan cara meremukkan kurungan tersebut hingga menjadi kecil.
Jinx sekuat tenaga untuk menahan kendalian amarahnya dan berusaha untuk tetap mempertahankan kesadaran atas dirinya.
Upayanya pun berhasil.
Jinx berpikir bahwa sekarang emosinya terutama amarah kadang-kadang lepas kendali atau berlebihan.
Jinx pun melepas mode wujudnya itu.
Perlahan aura gelap yang menutupi seluruh tubuhnya mulai menghilang begitu juga dengan mata emosinya.
Jinx melompat dan menerobos keluar dinding demensi luar dan dinding dimensi yang dibuat oleh Alice untuk menjebaknya dengan sekaligus.
Hal itu menyebabkan dimensi milik Alice hancur seketika. karena Alice tak berada dalam dimensinya.
Jinx pun membawa Alice kerumahnya yang sekarang berada dalam kurungan berbentuk kubus kecil.
Sementara Alice di dalam kurungan.
Alice pun akhirnya menyerah dengan keadaannya sekarang.
Dia pun memilih untuk tidur karena Alice berpikir mungkin dirinya besok sudah tiada di bunuh oleh Jinx.
Alice pun tertidur di dalam kurungan tersebut.
Saat tertidur dia pun bermimpi tetang dirinya pada masih menjadi seorang budak bersama Jinx. sedang bermain di belakang sebuah kargo.
Alice merasa bingung dan bertanya-tanya dalam hatinya.
"Apa semua ini?. kenapa anak kecil mirip sepertiku, dan anak kecil itu juga adalah Jinx, yang saat ini sedang mengurungku?. "batin Alice
Tiba-tiba ada seseorang yang muncul dari belakang Alice sambil berjalan ketempatnya.
Orang itu menjelaskan bahwa apa yang dia lihat sekarang bukanlah sebuah mimpi semata melainkan ini adalah ingatannya yang dia lupakan oleh nya dan dia memperkenalkan dirinya.
"Apa yang kau lihat ini, sekarang bukanlah sebuah mimpi semata. melainkan, ini adalah sebuah ingatanmu yang semenjak lama, telah kau lupakan. "
Alice pun terkejut atas kehadiran seseorang yang tak dia kenal apalagi berada di dalam mimpinya.
Alice pun lantas langsung menendang orang itu.
Orang itu tiba-tiba menghilang seperti angin dan sekarang dia berada di atas kargo sambil terduduk.
__ADS_1
Alice pun menanyakan kepada orang siapa dia dan apa niatnya/tujuannya.
"Siapa kau?, apa tujuanmu ketempat mimpiku ini?. "tanya Alice
"Aku adalah, sang pengatur mimpi. aku dewi mimpi Dream. aku datang kesini hanya ingin memberitahumu, bahwa apa yang kau lihat sekarang bukanlah sebuah mimpi, melainkan sebuah ingatan yang aku lupakan selama ini. "jawab Dream
Tiba-tiba terdengar seperti ada bunyi dentuman keras dari luar kurungan hingga terdengar sampai dalam mimpinya Alice.
Dream pun mengatakan sesuatu pada Alice.
"Oh.. ini adalah saatnya kau bangun, tapi ingatlah satu hal ada seseorang yang penting, yang kau lupakan selama ini. dan dia juga sedikit membencimu dan juga tidak. "kata Deram
"Siapa?. "tanya Alice
"Cari sendiri aja jawabannya malesin, nggak seru nanti ceritanya, nanti juga kau akan menemukan orang itu. "jawab Dream
Dream menghilang seperti tertembus oleh angin.
Alice pun terbangun di dalam rumah Jinx dengan terikat kedua lengan dan kakinya.
Alice pun melepaskan ikatannya.
Alice pun terduduk di kasur Jinx.
Jinx pun masuk kekamarnya dan menanyakan sesuatu pada Alice.
"Apa kau baik-baik saja?. aku telah memeperbani semua lukamu, dan juga mengobati semua luka di setiap tubuhmu. "tanya Jinx
Tiba-tiba Alice menendang Jinx dua kali.
Jinx pun menghindari serangan pertama dan menangkis serangan kedua.
Jinx mengatakan bahwa Alice adalah yang tak pantas untuk di perlakukan baik oleh siapa pun.
"Kau adalah orang yang tak pantas untuk di perlakukan baik oleh siapa pun, apalagi menolongmu. "kata Jinx
Alice pun menjawab perkataan Jinx tadi.
"Jelas aku marah, kau baru saja melihat dan membuka tubuh seorang wanita tanpa permisi. "kata Alice
"Tapi aku tak melakukan yang aneh-aneh padamu. "kata Jinx dengan wajah yang terlihat tak peduli
"Walau pun begitu, aku masih tetap marah terhadapmu. kau juga adalah musuhku tahu. "kata Alice
"Tapi kau sudah kalah dariku, jadi aku adalah pemenangnya. ada peraturan siapa pun yang menjadi seorang pemenang, maka yang kalah, harus menuruti perkataan dari sipemenang. "kata Jinx
"Cih. dia tahu peraturan itu. ya. ya aku mengaku kalah. "kata Alice
Tiba-tiba di depan pintu kamar Jinx ada Siska yang sedang berada disana dan sedang membawa makanan.
(Terima kasih telah membaca dan silahkan berkomentar).
__ADS_1