
Namun Siska tetap mengajaknya dengan paksa.
"Ayolah Jinx hanya untuk semalam. "kata Siska
"Tidak, aku tidak mau. "jawab Jinx
"kalau begitu, akan memaksamu dengan menyeret mu saja. "kata Siska dengan nada kesal
Malam itu Jinx tidur bersama dengan Siska, dan hal itu membuatnya tidak tenang untuk tidur, karena setiap dia tidur bersama dengan seorang perempuan/wanita dia tidak bisa tidur dengan tenang.
"Ini sangat menyusahkan. "batin Jinx
Keesokan harinya Jinx pun di pulangkan ke rumahnya.
Saat Jinx sudah sampai di rumah dia pun memilih untuk tidur, karena sedari malam dirinya belum tidur.
Jinx pun bermimpi kembali kali ini dia bermimpi dirinya sedang duduk di sebuah kursi dan semua tempat gelap/berwarna hitam.
Dia mimpi ini Jinx seperti melihat seseorang mati dengan tertusuk banyak sesuatu seperti tombak.
Jinx pun tiba-tiba ikut tertusuk dari belakang dan ada seseorang yang badan tinggi, dan orang itu juga mengatakan sesuatu pada Jinx.
"Bunuh. Hahaha... "
Jinx pun seketika terbangun dari mimpinya.
Jinx merasakan hal itu seperti akan terjadi suatu hari nanti.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Seminggu pun telah berlalu setelah penyelenggaraan pertarungan antar pahlawan yang pertandingan ke dua, ke tiga, dan ke empat.
Dan hari ini hingga seterusnya adalah pertandingan yang akan di lakukan adalah pertandingan antar posisi-posisi kuat, yang akan melakukan beradu kekuatan secara fisik.
Setelah kemarin Holy dan demoniac bertanding untuk merebutkan jalan keluar dari babak seleksi, mereka berdua memiliki skor yang seimbang yaitu 2-2.
Jinx pun melakukan aktivitas biasanya setelah itu dia berganti pakainya dengan baju pahlawannya.
Jinx juga membawa pedang peninggalan milik Melissa bersamanya dan juga logam panjang yang biasa ia bawa kemana pun itu.
Jinx pun telah samapi di arena pertarungan antar pahlawan.
Jinx pergi menuju ruang tunggu.
"Hari ini adalah, hari pertandingan untuk para posisi kuat ya. ini cukup membuat ku bersemangat. karena sudah lama aku tidak pernah melawan seseorang. "batin Jinx
Sambil menunggu Jinx pun membaca koran yang ada di sana.
Saat dia melihat di salah satu bagian koran dia melihat seseorang yang mirip sekali seperti Meliissa.
"Orang ini sangat mirip dengan Melissa, tapi bedanya dia terlihat lebih besar, dan wajahnya jaganya juga seperti Melissa versi besar. "baton Jinx
Pertandingan pun di mulai.
Dan kali ini adalah pertandingan antar posisi Spearman.
Orang yang akan mewakili dari kelompok Demoniac dan holy adalah untuk merebutkan poin kemenangan , Lina dan Sara.
__ADS_1
"Halo semuanya!, kita bertemu kembali. Kali ini adalah pertandingan yang akan menunjukan keseruan dari sebuah pertarungan. "kata Darisa
Lina dan sara memasuki arena.
"Semuanya! mari kita mulai pertandingannya. siap... mulai!. "kata Darisa
*Tet... *bunyi tanda mulai peryandingan
Lina dan Sara pun langsung beradu keahlian dan menampun mereka masing-masing.
Mereka saling menangkis serangan satu sama lain dengan cepat.
Lina langsung mengeluarkan kekuatannya yaitu sebuah api berwarna ungu. dan api juga langsung menyelimuti ujung tombak yang tajam.
Sara pun tidak ingin ke tinggal untuk menunjukan kekuatannya. Sara mengeluarkan kekuatannya yaitu kekuatan angin.
Lina pun langsung menggunakan jurus dari kekuatannya dan dia juga mengcampukan dengan teknik bela diri.
"Teknik bela diri tombak ke tiga, Meteorid Spear. Flaming Dragon Fire. "kata Lina
Sara juga langsung menggunakan kekuatannya namun dia tidak memakai teknik bela diri. karena dia tidak bisa menggunakan teknik bela diri, dan juga jika seseorang yang mempunyai kekuatan menggunakan teknik bela diri, daya serangan dari kekuatan tersebut akan mengurang sebesar 20%.
"Air Spear. "kata Lina
Kekuatan mereka berdua pun saling beradu satu sama lain.
Sara pun meningkatkan output dari kekuatannya menjadi 100%.
Itu pun membuat Lina terdorong dari posisinya berada.
Tangan Lina sudah tidak kuat lagi untuk menahan serangan dari kekuatan dari Sara.
"Hell Spear. "kata Lina
Tombak Lina seketika berubah menjadi berbentuk trisula yang di selimuti api ungu.
Jurus angin dari kekuatan Sara pun seketika terpecah berai.
Itu menjadi kesempatan bagi Lina untuk mengakhirinya pertandingan itu.
Lina pun langsung mengayunkan Tombaknya tepat pada sisi leher Sara.
Sara pun terkejut dengan hal itu.
Itu pun menjadi kenangan telak bagi Lina. yang artinya dia sudah resmi untuk di katakan sebagai pemenang dari pertandingan tersebut.
"Wow! ini mengejutkan sekali. Lina berhasil melakukan sekakmat pada Sara dengan satu ayunan. yang berarti Lina bisa di katakan sebagai pemenang dari pertandingan ini... "kata Darisa
"Yey. aku menang. yey, yey. "sorakan dari Lina
Lina dan Sara pun kembali ketempat kelompoknya masing-masing berada.
Sekarang waktu istirahat hanya 30 menit saja. karena hari ini adalah, hari penyisihan kelompok yang akan menjadi pemenang dan maju ke babak grand opening.
Sementara itu Jinx sedang berjalan-jalan sambil menunggu gilirannya.
Saat dia berada di lorong gelap.
__ADS_1
Dia merasakan ada semacam sesuatu hal yang mengancamnya dari belakang sedang mendekat.
Jinx langsung melihat kebelakang nya.
Namun dirinya tidak melihat siapa pun di belakangnya.
Tiba-tiba ada seseorang yang membisikan sesuatu padanya.
"Aku menemukan mu, kehancuran. "bisik ???
Jinx pun terkejut.
Jinx langsung melihat ke semua arah tapi dirinya tidak melihat orang yang membiarkannya tadi itu.
Jinx pun lantas berteriak.
"Siapa kau!, di mana kau, keluarlah jika kau berani!. "kata Jinx sambil berteriak
Namun tidak ada yang menjawab perkataannya tadi.
Jinx pun berpikir mungkin orang tadi sudah pergi.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
30 menit pun telah berlalu.
Pertandingan selanjutnya pun di mulai.
pertandingan kali ini adalah pertandingan antar posisi Assassin.
Sekarang giliran Maru untuk bertanding, melawan perwakilan dari kelompok Holy yaitu orang yang bernama Kabara.
"Halo semuanya!, mari kita mulai pertandingan selanjutnya. "kata Darisa
*Wooo... *sorakan para penonton
Maru dan Kabar pun masuk ke arena dan saling menghadap.
"Mari mulai pertandingannya, siap... mulai!... "kata Darisa
Saat sudah dimulai Kabar langsung memegang pedangnya dan juga langsung menghunuskan pedangnya.
Namun tiba-tiba Kabara mundur saat ingin maju.
Tiba-tiba muncul sebuah goresan pedang di pipinya Kabara dan goresan itu juga mengeluarkan darah yang cukup banyak.
Kabara pun menyadari bahwa sebenarnya Maru, tidaklah sedang diam melainkan dia membiarkan musuh mendekatinya dan langsung menyerang dengan kecepatan yang tak terlihat.
Kabara pun melihat ke lantai yang ia lewati tadi. dia pun bekas tebasan pedang yang cukup dalam.
"Hm... ketahuan ya. baiklah kalau begitu aku akan maju saja sekarang. "kata Maru
Maru pun langsung melesat dan tiba-tiba sudah ada di belakang Kabara.
"Seharusnya kau tak boleh menutup mata mu saat di serang, perasa saja kau tak melihat ku. "kata Maru
"Eh?... "kata Kabara
__ADS_1
Kabara pun tiba-tiba pingsan. karena saat tadi Maru melesat dia sambil mengincar saraf dan trik lemah Kabara.
(Terima kasih telah membaca dan silahkan berkomentar).