The Last King Of CALRADIA

The Last King Of CALRADIA
#17#AIREL MASIH HIDUP


__ADS_3

Kemarin seisi istana bersedih atas meninggalnya 2 jendral yang sangat berbakat yaitu jendral Airel dan jendral Gabriel. Hujan deras kemarin seakan mengiringi kepergian mereka berdua.


Hari ini raja Veagirs memerintahkan 5000 pasukan untuk membawa pulang seluruh mayat pasukan Veagirs yang tewas di peperangan kemarin. Serta memerintahkan untuk mencari mayat jendral Airel yang belum di temukan karena banyaknya mayat yang bergelimpangan disana.


Seluruh penduduk kota Khudan berkabum atas gugurnya pahlawan yang di berangkatkan untuk mempertahankan kota Reyvadin. Di rumah Airel, seluruh penghuninya bersedih dan putus asa karena tuan mereka yang merupakan calon raja Calradia harus meninggal lebih cepat. Elina,Erina,Jeremus, dan Ymira yang merupakan orang terdekat Airel tak dapat menahan kesedihan mereka.


Terutama Elina dan Erina, mereka menganggap Airel adalah kakak sekaligus ayah bagi mereka. Mereka berdua seakan tak terima dengan keadaan ini, dimana orang-orang yang mereka sayangi selalu meninggalkan mereka dengan cepat.


Sedangkan di istana, Sylvia terus mengurung dirinya di kamar. Air matanya tak henti mengalir dan hatinya masih tak terima atas kepergian orang yang sangat dia sayangi. Sylvia hanya terus memeluk cincin pemberian Airel.


Saat hari beranjak sore, para pasukan yang di tugaskan membawa mayat prajurit yang gugur satu persatu mulai berdatangan ke kota. Bau amis darah dan juga sedikit bau busuk sidah mulai tercium dari para mayat. Tetapi seluruh penduduk Khudan tak peduli dengan itu dan tetap keluar rumah dan memberi penghormatan terakhir kepada seluruh prajurit yang gugur.


10.000 pasukan gugur meninggalkan anak dan istri mereka. Ya, begitu banyak tangisan para keluarga dari prajurit yang gugur itu.


Saat matahari mulai tenggelam, terdengar kabar ke seluruh telinga penghuni kerajaan dan juga penghuni rumah Airel bahwa mayat jendral Airel telah di temukan dan telah berada di depan istana, disamping mayat jendral Gabriel.


Seluruh penghuni istana langsung keluar. Begitu juga penghuni rumah Airel langsung menuju keistana.


Saat semua sudah berkumpul di depan istana termasuk keluarga dari jendral Gabriel, raja langsung menghampiri dua mayat yang ada di depanya yang sudah di tutup oleh kain putih.


Raja membuka kain penutup mayat pertama, dan benar saja disitu adalah mayat jendral Gabriel. Lalu saat raja ingin membuka penutup mayat yang kedua, salah seorang prajurit menganjurkan raja untuk tidak membukanya.


" Mohon maaf yang mulia, saya sarankan yang mulia tidak membuka penutup kain milik mayat jendral Airel..! " ujar salah satu prajurit.


" Memangnya kenapa..? Aku hanya ingin memastikan jika ini benar-benar mayat jendral Airel..! " jawab raja.


" Mohon maaf yang sebesar-besarnya yang mulia..! Sebenarnya mayat yang ini kami temukan tanpa kepala..! " jawab prajurit.


Sontak seluruh orang yang ada di depan istana langsung terkejut mendengar perkataan prajurit itu.


" Lalu bagaimana kau bisa tau kalau dia adalah jendral Airel..?! " tanya Jeremus.


" Kami memastikan dari baju zirah jendral Airel tuan..! " jawab prajurit.


" Tapi bukankah pasukan cavalry jendral Airel memiliki baju zirah yang sama semua dengan jendral Airel..? " tanya Jeremus kembali.

__ADS_1


" Memang benar tuan..! Tetapi kami juga memastikan dari tubuh mayat ini yang mirip dengan jendral Airel..! " jawab prajurit itu lagi.


Raja pun tak jadi membuka kain penutup mayat dari atas, tetapi membukanya dari bawah.


Lalu raja memanggil Jeremus untuk memastikan apakah benar ini tubuh Airel. Dan Jeremus dengan berat hati mengiyakan perkataan raja Yarlek. Hal ini membuat Elina, Erina, dan Ymira kembali menangis.


" Umumkan ke seluruh penduduk Khudan untuk menyalakan lentera penghormatan untuk para prajurit yang gugur dan beritahukan kepada seluruh pasukan yang ada di khudan untuk membantu penggalian kuburan masal..! " perintah raja Yarlek kepada prajurit yang membawa mayat tadi.


" Baik yang mulia..! " jawab prajurit tadi dan langsung pergi untuk menjalankan tugasnya.


" Ayah..!! " sahut Sylvia memakai baju zirah berjalan keluar istana menghampiri raja dan yang lain.


" putriku..? Kenapa kau memakai baju zirah dan membawa pedang..? "tanya raja.


" Aku ingin mencari Airel..! " jawab Sylvia dengan lantang.


" Putriku sadarlah..! Airel sudah berada di depanmu..! Tidak perlu kau mencari lagi..! " bentak raja.


Sylvia langsung menuju mayat yang diduga Airel tersebut dan langsung membuang penutup kainnya hingga seluruh badan mayat tanpa kepala itu terlihat.


" SILVYAAA..!!! " bentak raja yang sudah tak bisa menahan emosi.


Sylvia tak menghiraukan bentakan ayahnya, dan langsung mengenggam lengan mayat tersebut. Entah apa yang dilakukan Sylvia, dia hanya mengenggam lengan mayat itu dan melihat-lihat lenganya.


" Apa yang kau lakukan..! " bentak Jeremus.


" Ini bukan mayat Airel..! " bentak balik Sylvia.


" Darimana kakak tau itu bukan mayat kak Airel..! " sahut Erina berjalan mendekati Sylvia.


" Airel memiliki tanda lahir berbentuk bulan sabit hitam di balik lenganya..! Apa kalian tidak pernah melihat tanda itu..! " jawab Sylvia menengok kearah Erina dan yang lain.


" A..apa..? Kami sama sekali tidak mengetahui kalau tuan Airel memiliki tanda lahir..! " jawan Ymira.


" Hhh.. Yang benar saja..! Kalian lebih lama bersamanya daripada aku tetapi kalian tidak tau tanda lahir sejelas itu di lenganya..! " jawab Sylvia.

__ADS_1


" Ayah izinkan aku mencari Airel sendiri karena hanya aku sepertinya yang tau bentuk fisik Airel..! Aku hanya terus berharap Airel masih hidup walaupun kemungkinanya kecil tetapi aku akan mencarinya..! Dan kalau saat aku menemukanya benar-benar sudah tak bernyawa, saat itu juga aku akan memutuskan semua ikatanku denganya walaupun memang menyedihkan dan menyakitkan..! " sambungnya.


" Hhhhh... Baiklah kalau kau memang bersikeras seperti itu..! Aku akan memerintahkan 100 prajurit untuk mengawalmu..! " jawab raja mengusap dahinya.


" Tidak perlu ayah..! Aku akan mencari Airel bersama dengan Ymira saja..! Tidak perlu pengawalan..! Lagian tempat pertempuran itu tidak jauh dari Reyvadin dan sekarang banyak prajurit Veagirs yang berjaga disana..! " sahut Sylvia.


" Baiklah kalau itu maumu..! Ymira tolong limdungi putriku di perjalanan nanti..! " ujar raja sambil menengok kearah Ymira.


" Ba..baik yang mulia..! " jawab Ymira menundukan kepalanya.


" Ymira cepat pakai baju zirahmu..! Aku akan menyiapkan kuda..! " sahut Sylvia lagi.


" Baik tuan putri..! " jawab Ymira dan langsung pergi menuju rumah untuk mengambil baju zirah.


Sedangkan Sylvia langsung berjalan menuju kandang kuda untuk mengambil kuda.


Di istana, mayat yang diduga Airel itu di bawa ke tempat ribuan mayat yang lain yang siap untuk di kuburkan. Sedangkan untuk mayat jendral Gabriel dibawa kedalam istana untuk di mandikan dan di kubur bersama para pahlawan Veagirs yang kuburanya berada tepat di samping istana.


Dan raja Yarlek juga berencana membangun monumen kepahlawanan diatas kuburan masal para pasukan yang gugur untuk mengenang keberanian para prajuritnya.


Berbeda dengan malam-malam yang lain, malam ini di kota Khudan penuh dengan cahaya obor dan juga lentera sebagai penghormatan terakhir. Dan di malam itu juga Sylvia dan Ymira berangkat mencari keberadaan Airel.


***


Sedangkan itu, keesokan harinya di Sargoth yang merupakan ibukota kerajaan Calradia yang baru juga merasakan kesedihan yang sama setelah mendapatkan surat dari Jeremus yang mengatakan bahwa Airel telah gugur dalam peperangan.


Raja Namey langsung terpukul saat mendengar kabar tersebut. Seluruh rakyat Calradia yang baru di perintahkan untuk menyalakan lentera untuk berkabum atas meninggalnya calon raja Calradia yang sebenarnya.


Saat raja Namey mendapat kabar bawha yang menyerang pasukan Airel adalah pasukan Swadia, tanpa pikir panjang raja Namey menyatakan perang terhadap Swadia dan langsung mengirin 2000 kapal dan 450.000 pasukan untuk menginvasi kota Praven.


Pernyataan perang dari Calradia baru ini menbuat posisi Swadia menjadi tersudut karena mulai beraninya kerajaan yang memiliki pasukan militer terbanyak di dunia itu untuk berperang diluar wilayahnya dan wilayah Veagirs.


Calradia baru menyatakan perang terhadap Swadia atas dasar kecurangan dan kelicikan pasukan Swadia yang menyerang pasukan kecil Veagirs di wilayah kerajaan Veagirs. Tetapi anehnya, raja Herlaus yang merupakan raja Swadia tak tau menau tentang apa yang di sampaikan raja Namey. Hal ini membuat kebingungan di Sargoth dan menahan keberangkatan pasukan untuk menginvasi Praven. Dan penasehat raja Namey menyarankan untuk melakukan pertemuan dengan raja Herlaus di Praven.


TO BE CONTINUE...

__ADS_1


__ADS_2