
Musim panas telah tiba, dan musim kali ini diawali dengan perang besar antara kerajaan Calradia dan Khanate melawan kekaisaran Arcadia yang akan terjadi di lembah aslan. Suatu lembah yang tengahnya terdapat padang rumput sangat luas.
Sehari sebelumnya raja Namey dari kerajaan Calradia dan di bantu oleh raja Sanjar dari kerajaan Khanate telah tiba di lembah ini dengan 1.721.000 pasukannya, sedangkan kekaisaran Arcadia yang meliputi Swadia, Rodhok, dan Sultanate baru datang pagi ini membawa 2.115.000 pasukan.
" Hmmm sepertinya mereka sudah datang. " raja Namey melihat kearah selatan tepat dimana iringan pasukan Arcadia mulai memasuki lembah aslan.
" Kita siapkan sekarang? " raja Sanjar berjalan kedepan mendekati raja Namey.
" Ya! Kau tunggu saja disini dan atur strategi untuk pasukan Cavalry! Aku akan memimpin langsung pasukan utama! " raja Namey langsung naik keatas kudanya.
" KUMPULKAN PASUKAAAAAN! " teriak raja Namey sambil mengangkat pedangnya.
Dengan cepat seluruh pasukan dari Calradia dan Khanate langsung membentuk formasi dan mulai berjalan kedepan sesuai dengan perintah raja.
Sedangkan di pasukan Arcadia yang tampak kelelahan karena perjalanan panjang, mereka dipaksa untuk segera membentuk formasi dan langsung menuju kedepan untuk berhadapan dengan pasukan musuh.
Perang di hari pertama ini pihak Calradia menyiapkan 500.000 pasukan di garis depan dan sisanya di garis belakang. Sedangkan dari Arcadia juga tak jauh berbeda dengan Calradia, mereka menyiapkan 501.000 pasukan di garis depan dan sisanya di garis belakang. Namun ada perbedaan yang sangat mencolok yaitu pasukan Calradia di pimpin langsung oleh raja Namey sedangkan Arcadia hanya jendral dan beberapa lord yang memimpin setiap baris pasukan mereka.
Suara gemuruh seruan pasukan saling silih berganti dari kedua kubu. Ketegangan semakin bertambah saat lord Arcadia yang bernama lord Harigoth memenggal salah seorang mata-mata Calradia yang tertangkap di Suno 4 hari yang lalu.
Selama 3 jam belum ada genderang perang yang dibunyikan dari kedua kubu. Kedua kubu hanya saling menatap dan terus bersiaga hingga puncaknya tepat di tengah siang hari yang terik genderang dan terompet perang akhirnya di bunyikan. Seluruh pasukan garis depan dari kedua kubu langsung berbenturan. Teriakan kesakitan, teriakan semangat, teriakan ejekan terlontar dimana-mana.
Raja Namey dengan kekuatan penuh berada paling depan menerjang musuh-musuhnya. Dengan pedang besarnya, dia bisa dengan mudah membunuh prajurit-prajurit musuh.
Di kubu Arcadia, Artuk dan para duke nya yang tak ikut berperang hanya melihat dari belakang. Artuk melihat perang pertama ini Calradia lebih unggul tetapi Artuk tak tau siapa yang memimpin pasukan Calradia di garis depan itu.
" Siapa yang memimpin pasukan Calradia itu? " Artuk kesal saat melihat formasi berperang pasukanya kocar-kacir saat di hantam pasukan Calradia.
" Kabar dari lord Harigoth, bahwa yang memimpin pasukan musuh adalah raja Calradia sendiri yang mulia! " Jawab penasehat Artuk yang memakai topeng anjing.
" Sialan...!! Pengawal bawa kemari pedang dan kudaku! Penasehat siapkan pasukan Cavalry! Aku akan memimpin pasukan! " Artuk yang terkejut mengetahui bahwa raja Calradia memimpin pasukanya, membuat Artuk kesal dan marah. Dia langsung beranjak dari tendanya dan memimpin pasukan cavalrynya yang berjumlah 10.000 untuk menghadang raja Calradia.
" Duke Harlaus! Segera perintahkan lord Harigoth untuk membenahi formasi! " Ujar Artuk yang langsung menaiki kudanya dan terjun ke medan perang.
***
Raja Sanjar yang memperhatikan peperangan dari belakang dan mengatur strategi baru tiba-tiba di datangi oleh salah seorang prajurit dengan luka panah di bahunya.
" Tuan! Kaisar Artuk membawa pasukan cavalry dan ikut terjun ke medan perang! " prajurit itu berlutut sambil memegangi bahunya yang terluka.
__ADS_1
" Pergilah ke pasukan medis! Terimakasih untuk informasinya! " mendengar kabar itu, raja Sanjar bergegas menuju kudanya dan langsung memerintahkan pasukan cavalry khususnya yang berjumlah 7.000 untuk ikut terjun ke medan perang, sedangkan untuk pengaturan strategi sekarang beralih ke duke Mirtas yang merupakan duke dari kerajaan Khanate.
Dengan sangat khawatir akan keselamatan raja Namey, raja Sanjar beserta pasukan cavalrynya terjun ke medan perang dan menghampiri raja Namey.
" Sanjar! Apa yang kau lakukan disini! Lalu siapa yang mengatur strategi? " raja Namey berteriak saat melihat raja Sanjar dan cavalrynya menerobos musuh dan mendekati raja Namey.
" Kau tenang saja untuk masalah strategi sudah ku berikan kepada duke Mirtas! Dia adalah ahlo strategi hebat! Dan aku kesini untuk membantumu! Aku mendapat kabar Artuk sedang menuju kesini! " raja Sanjar menebaskan pedangnya ke musuh-musuh dengan sangat cepat.
" Baiklah kalau begitu! Sanjar pergilah ke sayap kiri pasukan! Disebelah sana formasi kita hancur! "
Dengan cepat raja Sanjar menyebar pasukan cavalrynya keseluruh medan perang sedangkan raja sanjar sendiri langsung pergi ke sayap kiri pasukan Calradia sesuai perintah raja Namey.
Dan benar saja di sayap kiri pasukan Calradia sangat kualahan melawan musuh karena musuh secara langsung di pimpin lord Harigoth di sebelah kiri.
" Lama tak bertemu Harigoth...! " teriak raja Sanjar saat melihat lord Harigoth sedang sibuk bertarung.
" Sanjar sialan! Kemari kau kali ini akan kujadikan kepalamu sebagai hiasan kastilku! " lord Harigoth menoleh kearah raja Sanjar.
Raja Sanjar dan lord Harigoth dahulu adalah teman satu kelas di akademi militer kerajaan Calradia dan saat kehancuran Calradia, lord Harigoth memilih menjadi pemberontak dan akhirnya di berikan tanah oleh raja Harlaus atau sekarang duke Harlaus. Sedangkan raja Sanjar yang lebih dulu menjadi lord akhirnya mendirikan kerajaan Khanate dan menjadi salah satu raja terkuat di Calradia saat ini. Mereka berdua sudah 15 kali bertarung dengan 8 kemenangan diraih raja sanjar dan 7 kemenangan di raih lord Harigoth. Tetapi dari pertarungan itu, mereka berdua gagal untuk saling membunuh.
" Majulah Harigoth! " raja Sanjar turun dari kudanya dan mulai bersiap untuk menyerang.
Lord Harigoth tanpa basa basi langsung menyerang raja Sanjar.
Triiiiingggggg....!
Raja Sanjar dengan mudah menahan serangan itu hingga menghasilkan dengingan yang memekakan telinga.
" Lemah! Sama seperti dulu! " ejek raja Sanjar.
" STORM LIGHTNING SWORD! "
Raja Sanjar membalas serangan lord Harigoth.
Sringgg..! Craaaak..! Craaaa..!
Serangan cepat raja Sanjar tak dapat di patahkan oleh lord Harigoth dan beberapa sayatan pedang menyobek dada lord Harigoth.
" Mudah sekali... Sekarang kau sangat lemah ternyata..! " raja Sanjar menodongkan pedangnya ke lord Harigoth.
__ADS_1
" Belum berakhir!! Kau fikir dengan jurus itu bisa membunuhku!? Maka terimalah jurusku ini! "
" LIGHTNING DARK STORM! "
Pedang lord Harigoth di selimuti aliran listrik hitam yang menyala-nyala. Dan dengan cepat langsung menyerang raja Sanjar.
Whuuuuss..! Tring..tring...tring.! Buaaa..!
Tak di sangka gerakan kilat dari lord Harigoth bisa di baca dengan mudah oleh raja Sanjar dan dengan mudah raja Sanjar menendang lord Harigoth hingga membuatnya terpental jauh.
" Membosankan! Kau lebih lemah dari yang dulu Harigoth! Semangatku sudah hilang untuk melawanmu! "
Raja Sanjar berjalan perlahan mendekati lord Harigoth yang sudah tak berdaya.
" Hhhhh..hhhh..! Si..sialan kau Sanjaaar..! " lord Harigoth memegangi luka di dadanya dan nafasnya sudah terengah-engah seakan-akan tenaganya sudah habis.
" Kau belum terlalu tua, tapi lihatkah dirimu sekarang yang lebih dari orang tua..! " raja Sanjar menempelkan ujung pedangnya ke leher lord Harigoth.
Raja Sanjar bertanya-tanya apa yang membuat teman dan rivalnya selemah ini, bahkan jurusnya yang dahulu hampir membunuh raja Sanjar sekarang sangat lemah dan bisa di tangkis dengan serangan biasa. Saat memperhatikan terus temannya itu, raja Sanjar menyadari bahwa kebiasaan lord Harigoth yang seorang pemabuk beratlah yang membuat dia seperti ini.
" Sepertinya sifat mabuk-mabukanmu masih berlanjut rupanya! Aku fikir saat menjadi lord kau sudah berubah ternyata lebih parah! Lihat sekarang kau selemah serangga yang siap untuk dimangsa..! "
" Selamat tinggal kawan lamaku! Kufikir bisa melawanmu dengan kekuatan penuh tapi aku sangat kecewa kau tumbang hanya dengan serangan biasa! "
" Tu..tung..guuu..!! " lord Harigoth mencoba memohon ampun.
Craaaaaaak..!
Dengan cepat raja Sanjar langsung memenggal kepala lord Harigoth.
" Seorang ksatria tak boleh meminta ampun kepada musuhnya walaupun diambang kematian! Semoga kau tetap ingat kata-kata itu di alam baka sana! " raja Sanjar kembali menaiki kudanya dan mempimpin pasukan sayap kiri untuk memukul mundur musuh.
Peperangan terus berlanjut sampai sore hari. Satu persatu lord dan jendral kekaisaran Arcadia tumbang. Begitu juga dengan pasukan mereka yang kalah stamina dari pasukan Calradia. Artuk sendiri tak dapat menemukan raja Namey karena saking luasnya peperangan ini dan juga dia gagal mengatur ulang formasi pasukanya.
Saat matahari mulai terbenam, kedua kubu menarik pasukanya. Di perang hari pertama ini, pasukan Calradia menang telak atas Arcadia. Artuk sangat marah besar dan setelah perang selesai, dia langsung memenggal 3 lord dan 4 jendralnya yang tak pecus memimpin pasukan. Sedangkan di kubu Calradia, mereka merayakan kemenangan ini dengan pesta yang sangat besar.
Korban tewas dari perang hari ini berjumlah 378.752 jiwa dimana sebanyak 98.410 korban dari pasukan Calradia dan 220.342 korban dari pasukan Arcadia. Sebuah kerugian besar dari pasukan Aecadia hanya di karenakan stamina mereka yang belum pulih sepenuhnya saat menuju lembah aslan.
TO BE CONTINUE...
__ADS_1