
1 tahun telah berlalu dan akhirnya bukti candrakirana berubah menjadi sebuah kota kecil yang indah. Bukit yang berundak itu, setiap undakanya berisi rumah-rumah dan di puncak bukit di bangun sebuah kastil yang indah. Selain itu, di belakang bukit yang terdapat lahan luas dan dekat dengan laut di buat danau buatan yang bisa menampung 10 kapal besar serta di bangun juga pelabuhan di danau yang mengarah langsung ke laut timur itu.
Selain itu, lahan luas yang berada di selatan bukit di manfaatkan untuk bercocok tanam seperti gandum, sayur-sayuran, dan buah buahan. Sedangkan bagian barat yang terdapat Padang rumput luas di biarkan kosong. Airel mengatakan bahwa wilayah barat bisa untuk bermain anak-anak dan bisa menjadi tempat bersantai para penduduk jika kelelahan karena dari Padang rumput itu, bisa melihat pemandangan indah bukit candrakirana.
***
4 bulan yang lalu, Kekaisaran Arcadia mulai mengirim 400.000 pasukan menuju benua Azteroth untuk membantu kerajaan Tang meruntuhkan kerajaan Ryukyu yang merupakan musuh bebuyutan kerajaan Tang sejak 100 tahun yang lalu. Peperangan untuk mengikis dan meruntuhkan wilayah kerajaan Ryukyu ternyata sangat sulit hingga membuat Arcadia mengirim 200.000 pasukan tambahan.
Banyak para raja-raja yang memprediksikan bahwa kerajaan Ryukyu hanya akan bertahan 1 bulan dari invasi Arcadia dan Tang. Tetapi, dugaan mereka salah. Kerajaan Ryukyu ternyata lebih kuat dari dugaan para raja-raja, bahkan selama 4 bulan dan hampir 30 peperangan yang terjadi di wilayah Ryukyu, 23 peperangan berhasil di menangkan Ryukyu.
Melihat Ryukyu yang masih bisa bertahan membuat Artuk marah besar hingga memenggal kepala salah satu ahli strategi kerajaanya, karena waktunya terbuang hanya untuk menginvasi Ryukyu. Artuk juga sempat merencanakan menarik mundur pasukan untuk langsung menyerang kerajaan Khanate dan Calradia baru.
Namun, penasehat Artuk mengatakan bahwa yang di rencanakan Artuk sama saja sebagai percobaan bunuh diri. Karena jumlah seluruh pasukan kekaisaran Arcadia masih belum sebanding dengan 2 kerajaan itu. Karena itu penasehat Artuk menyuruh Artuk agar membantu kerajaan Tang, jika kerajaan Tang berhasil menaklukkan Ryuku, maka kerajaan tersebut akan langsung membantu Arcadia dengan mengirim pasukan yang sangat besar.
***
Airel terdiam memandangi lautan biru diatas batu besar di pinggir pantai. Lalu lalang kapal pencari ikan dan kapal barang juga ia saksikan di lautan itu.
Setelah bukit itu berubah menjadi kota kecil, Airel begitu di sibukkan dengan pekerjaannya sebagai pemimpin kota kecil di bukit Candrakirana. Dan karena itulah pagi ini ia memutuskan bersantai sejenak untuk menjernihkan pikiranya.
" Aku mencarimu kemana-mana, ternyata kamu ada disini, " suara lembut terdengar dari belakang Airel.
Airel langsung menengok, dan ternyata Liya sudah berdiri tepat di belakangnya sambil membawa beberapa kertas.
" Liya? Ada apa kamu kesini? "
" Aku baru saja mendapat surat dari raja Sanjar dan raja Namey, "
" Apa isi surat itu? "
Liya menghampiri Airel dan duduk di sampingnya. Lalu ia menjawab, " Raja Sanjar dan raja Namey telah siap melakukan invasi ke wilayah Swadia dan Arcadia. "
" Berapa jumlah pasukan yang telah di siapkan? "
" Dari kerajaan Khanate telah di siapkan 1.7 juta pasukan, sedangkan kerajaan Calradia baru 1.5 juta pasukan dan 10.000 armada laut siap di berangkatkan. "
__ADS_1
" Aku masih bingung apa harus sekarang kita melakukan invasi ini? Yang ku takutkan akan banyak korban yang berjatuhan dari kubu kita dan mereka para prajurit yang siap berperang bukanlah boneka, jika mereka mati bagaimana dengan keluarganya? Aku sempat berfikir, apa lebih baik aku menyerahkan diri ke Artuk dan membuat perjanjian perdamaian agar tak ada lagi pertumpahan darah, "
Plaaaaak...!
Liya menampar Airel dengan keras hingga membuat pipi kanan Airel memerah.
" Argh..., " Airel yang kesakitan mengusap pipinya.
" Jangan jadi orang bodoh! Memang benar yang kamu katakan jika kamu kesana memang tidak akan ada pertumpahan dan perdamaian akan tercapai. Tapi bagaimana jika kamu sampai sana malah di hukum mati? Mereka pasti akan melanggar perjanjian yang kamu inginkan!! Sadarlah Airel!! Seluruh penduduk Calradia berharap kepadamu! Mereka rela menjadi tentara hanya untuk membantumu membawa perdamaian di benua ini! " Air mata Liya mulai membasahi pipinya.
" Maafkan ak- "
Liya langsung memeluk Airel dan berkata, " Aku mohon kembalikan kebahagiaan di benua ini, aku dan seluruh prajurit rela mengorbankan darah kami demi kamu mewujudkan perdamaian lagi! Kamu adalah raja Calradia! Jadilah seperti para pendahulumu. "
Yang hanya bisa di katakan Airel hanyalah maaf karena yang dia pikirkan benar-benar sebuah kesalahan. Airel juga memeluk erat Liya dan berusaha menenangkannya.
Saat Liya sudah mulai tenang, ia melepaskan pelukannya dan mengusap air matanya. Dan tak selang berapa lama datang seorang prajurit berlari menghampiri Airel sambil membawa sepucuk surat.
" Tuaaan Aireeel...! " Teriak prajurit itu.
" Ada apa? " Tanya Airel.
" Tuan kami baru mendapatkan surat dari kepala desa Albatif, dan kepala desa Albatif meminta tolong kepada tuan agar membawa seluruh penduduk desa Albatif menuju tempat tuan dikarenakan penganiayaan dan penindasan para prajurit Arcadia di desa itu, "
Airel yang mendengarnya langsung geram dan merebut paksa surat yang dibawa prajuritnya.
" Prajurit katakan pada Jeremus untuk menyiapkan 2000 pasukan untuk menjemput penduduk Albatif! "
" Baik tuan! " Prajurit itu langsung berlari lagi menuju tempat Jeremus sesuai perintah Airel.
" Liya tolong balas surat raja Sanjar dan raja Namey bahwa mereka di perintahkan memulai invasi sekarang! Selain itu tulis juga agar raja Namey mengirim 100 kapal pengangkut menuju pelabuhan Candrakirana, "
" 100 kapal? Untuk apa? "
" Entah kenapa sepertinya sesuatu yang buruk akan terjadi, karena itu 100 kapal pengangkut di perlukan untuk mengungsikan penduduk menuju kerajaan Kalingga, "
__ADS_1
" Baiklah kalau begitu aku kembali ke istana, "
Liya langsung berlari menuju istana. Sedangkan Airel kembali melanjutkan kegiatannya tadi sembari memikirkan rencana kedepanya untuk membangun kerajaan.
***
Angin yang sepoi-sepoi dan deburan ombak membangunkan Airel dari tidurnya, Airel tak sadar bahwa ia ketiduran sampai petang dan tak ada yang membangunkanya. Saat setelah terbangun ia langsung berlari menuju istana untuk mengecek persiapan pasukan untuk misi penyelamatan penduduk Albatif.
Saat sampai diatas istana, Airel memandang kebawah dan melihat pasukan yang ia perintahkan telah berbaris dan menunggu perintah Airel. Selain itu di barisan pasukan terlihat Elina, Erina, Ymira, Liya, dan Jeremus. Melihat orang-orang terdekatnya berkumpul disana, Airel langsung turun menghampiri mereka karena kebingungan mengapa mereka semua ikut di misi ini.
" Kenapa kalian semua memakai zirah? Apa kalian juga akan ikut misi ini? "
" Ya tuanku, saya ikut dengan misi ini karena paman saya ada didesa Albatif jadi saya takut terjadi apa-apa dengan paman saya, " jawab Jeremus yang membungkukkan badan.
" Aku sebenarnya hanya ingin memerintahkan Ymira dan Liya memimpin pasukan, tetapi jika keinginanmu begitu mau bagaimana lagi. Selain itu, Elina? Erina? Mengapa kalian juga ikut? "
" Saya yang mengajak mereka tuanku, karena saya ingin melihat hasil latihan mereka berdua, " jawab Ymira.
Elina dan Erina tersenyum manis kepada Airel.
" Airel, misi ini tidak terlalu berbahaya karena ku yakin seluruh pasukan Arcadia di wilayah manapun akan tertuju pada invasi kerajaan Khanate dan Calradia baru. Selain itu kita tahu sendiri bahwa pasukan utama Arcadia sedang berada di Azteroth, " ujar Liya.
" Baiklah aku izinkan kalian pergi. Untuk seluruh pasukan ku ingat kalian menuju Albatif hanya untuk menyelamatkan penduduk desa setalah itu kembali! Berjanjilah padaku agar kembali tanpa ada yg gugur satupun! Perjalanan menuju desa Albatif sangat jauh dan memerlukan waktu sekitar 1 Minggu. Lewatlah di perbatasan Khanate dan Swadia karena akan menyingkat waktu kalian, "
" Maaf tuanku, tetapi bukanya perbatasan yang tuan maksut harus melewati markas bandit hutan? Bukankah akan sangat berbahaya? " sanggah Jeremus.
" Kalian tenang saja, bandit hutan di wilayah itu sekarang telah bergabung dengan raja Sanjar. Karena itu perjalanan kalian akan aman, selain itu aku juga akan mengirim surat kepada raja Sanjar untuk menyiapkan perbekalan kalian di kota Tulga serta akan mengawal kalian sampai keluar dari wilayah Khanate, "
" Baiklah tuan, kalau begitu kami berangkat dulu. Kami berjanji akan kembali tanpa ada yang gugur! "
" Baiklah, pergilah dan selamatkan para penduduk desa Albatif! " perintah Airel.
Para pasukanpun langsung berbondong-bondong berangkat sesuai jalur yang di tentukan Airel.
TO BE CONTINUE...
__ADS_1