
Malam yang begitu dingin di sebuah desa yang berada di utara kota Shariz. Desa yang cukup besar dan damai serta memiliki kekayaan di bidang pertanian yang melimpah.
Desa itu bernama desa Albatif. Desa netral yang tidak ikut dengan kerajaan manapun tetapi untuk terus bisa bertempat tinggal di situ, desa itu harus membayar 550koin emas setiap bulan kepada kerajaan Sultanate atau sekarang bernama kekaisaran Arcadia.
Seluruh penduduk desa Albatif menyanggupi pembayaran itu karena memang di desa ini panen dari gandum, buah-buahan, dan sayuran benar-benar sangat melimpah di tambah lagi dari penghasilan para kaum lelakinya yang menjadi penebang kayu kualitas tinggi. Dalam sebulan, penghasilan di desa ini bisa mencapai 5000 koin emas jadi bagi desa ini 550 koin emas tidak berarti bagi mereka.
Dan disinilah Airel terbaring lemas dengan balutan perban di hampir seluruh tubuhnya. Ya, Setelah perang usai kebetulan ada rombongan penebang kayu yang hendak pulang kembali ke desa ini dan tak sengaja mereka menemukan Airel yang terluka parah karena peperangan yang baru saja selesai. Para penebang kayu itu mengobati luka Airel dengan obat seadanya saat perjalanan munuju desa dan setelah sampai, Airel dirawat dan diobati oleh tabib-tabib profesional yang ada di desa ini.
Hari ini adalah hari dimana kekaisaran Arcadia di deklarasikan dan Artuk sebagai kaisar pertamanya. Seluruh penduduk desa Albatif terkejut mendengar hal itu tetapi mereka tak terlalu menghiraukanya karena mereka adalah penduduk netral dan jika kekaisaran ingin meminta pajak yang tinggi maka mereka juga siap membayarnya.
Hari mulai larut malam, dan di balai desa banyak sekali orang berkerumun. Mereka ingin melihat siapa sebenarnya yang di selamatkan para penebang kayu dari desa mereka. Karena saat datang ke desa, para penduduk tidak tau siapa yang di selamatkan oleh para penwbang kayu desa mereka karena itu saat tabib mengatakan kondisi pemuda yang di selamatkan itu mulai membaik dan akan segera siuman, maka banyak orang ingin melihatnya.
***
Di dalam balai desa, Airel yang masih terbaring lemah perlahan demi perlahan membuka matanya dan bertanya-tanya dimanakah dia berada.
" Ehhgh..! Di..dimana aku..? Apa ini surga..? " ujar Airel membuka matanya perlahan.
" Hahahaha.. Ini bukan Surga tuanku, tetapi ini adalah balai desa milik desa Albatif..! " jawab seorang kakek jenggot putih yang berdiri di sebelah tempat tidur Airel.
" Desa Albatif..? Bagaimana aku bisa berada disini..? " tanya Airel yang masih kebungungan.
" Kami menyelamatkan anda tuan..! Saat anda terluka sangat parah, anda memina tolong dengan lirih untuk menyelamatkan rekan anda kalau tidak salah dari perkataan tuan waktu itu, tuan meminta tolong untuk menyelamatkan Gabriel..! " jawab kakek tadi.
" Lalu dimana jendral Gabriel sekarang..? " tanya Airel.
" Maaf tuan! Saat itu kami tidak tau siapa orang yang anda maksut dan kami juga tak bisa mencarinya karena begitu banyak mayat yang bergelimpangan disana..! Jadi kami hanya bisa menolong anda dan membawa anda kemari..! Untung saja di perjalanan kami membawa beberapa obat! Jadi kami bisa menolong nyawa tuan..! " jawab kakek itu.
" Begitukah..! Akhhh..!! " jawab Airel sambil mencoba beranjak dari tempat berbaringnya.
" Jangan memaksakan diri tuan Airel..! Anda belum pulih sepenuhnya dan luka di perut anda benar-benar sangat parah, jadi membutuhkan waktu lama untuk pulih..! " ujar kakek tadi sambil memegang lengan Airel.
" Barusan kakek menyebut namaku..? Darimana kakek tau..? " tanya Airel yang kembali berbaring.
" Tidak melupakan pangeran Calradia...! " jawab kakek itu dengan tersenyum.
__ADS_1
Airel terkejut mendengar kata-kata kakek itu dan dia mulai bertanya-tanya kembali darimana kakek itu tau identitasnya yang sebenarnya.
" Darimana kakek juga tau aku pangeran Calradia..? " tanya Airel.
" Tuan..! Pasukan khusus kerajaan Calradia di bawah kepemimpinan raja Mishtar pasti tau anda adalah anak dari raja Mishtar..! Karena ada tanda lahir bulan sabit hitam di lengan anda..! Dan seluruh raja Calradia juga memiliki tanda lahir yang sama seperti itu..! " jawab kakek tadi.
" Bagi orang awam tanda lahir yang ada pada anda mungkin hal yang wajar, tetapi bagi saya dan mantan pasukan khusus di Calradia yang dulu pasti paham betul arti dari tanda lahir bulan sabit itu..! " sambungnya.
" Jadi kakek adalah mantan pasukan khusus Calradia yang terkenal itu..? " tanya Airel sambil melihat tanda lahir di lenganya.
" Ya..! " jawab kakek dengan singkat.
" Lalu apakah cuma anda saja yang dulu pernah tinggal dan hidup di ibukota Calradia yang dulu..? " tanya Airel lagi.
" Seluruh penduduk desa Albatif disini adalah mantan pengikut raja Mishtar..! Dan kami terus menunggu kebangkitan Calradia lagi..! Saat kami tau kerajaan North berganti menjadi kerajaan Calradia, kami sangat gembira sekali dan ada beberapa anak muda dari desa ini yang langsung pergi ke Sargoth untuk melamar menjadi prajurit disana..! " jawab kakek.
" Dan saya lebih senang lagi saat melihat penerus raja Mishtar masih hidup dan tubuh menjadi ksatria yang hebat..! Saya sangat senang bisa menolong dan bertemu anda tuan..! Begitupun dengan penduduk desa ini..! Saya barusaja memberitahukan siapa yang saya tolong beberapa hari lalu dan saat para penduduk tau yang saya tolong adalah pangeran Calradia, sekarang mereka sedang membuat pesta besar-besaran utnuk menyambut anda tuan..! " sambungnya.
" Aku benar-benar sangat senang mendengar kabar dari kakek..! Aku bersyukur dan bahagia bahwa pengikut ayahku masih hidup sampai sekarang..! Baiklah kalau begitu nanti malam aku ingin menghadiri pesat di desa ini..! " jawab Airel dengan senyum gembira di wajahnya.
" Ta..tapi tuan anda masih sangat lemah..! Nanti malam saya akan membantu anda berjalan ke tempat pesta..! " ujar kakek yang khawatir akan kesehatan Airel.
" Baiklah kalau itu keinginan tuan..! Kalau begitu saya pamit dulu tuan..! Saya harus menyiapkan kayu-kayu saya untuk dibawa ke Shariz besok pagi..! " ujar kakek.
" Shariz..?? Kakek apa aku boleh ikut ke Shariz..? " tanya Airel.
" Tetapi tuan belum pulih dan di Shariz adalah markas dari musuh tuan bukan..? " sahut kakek.
" Kakek ternyata tau banyak tentangku dan musuhku..! Tetapi aku tetap ingin ke Shariz kek..! Aku ingin mengunjungi makam paman dam bibiku disana..! Kudengar paman dan bibiku di makamkan di kuburan masal tepat sebelum memasuki kota Shariz..! " jawab Airel.
" Baiklah kalau tuan bersi keras seperti itu..! Kita akan berangkat ke Shariz besok..! Kalau begitu saya pamit dulu tuan..! " ujar kakek sambil berjalan meninggalkan Airel.
Malam harinya di desa Albatif ada pesta besar-besaran menyambut pangeran Calradia yaitu Airel. Alih-alih istirahat, Airelpun memaksakan diri untuk pergi ke pesta yang kebetulan berada tepat di halaman balai desa.
Saat keluar dari balai desa dengan menahan rasa sakit dari bekas lukanya, Airel disambut dengan gembira oleh seluruh penduduk desa Albatif. Semua orang berteriak menyerukan kehadiran Airel.
__ADS_1
" Selamat datang pangeran Calradia..! Hidup pangeran Calradia..! " teriakan seluruh penduduk.
Airel tersenyum bahagia melihat kegembiraan para pendusuk desa itu.
" Tuan Airel silahkan duduk di tempat duduk yang sudah saya sediakan di lantai 2 balai desa..! Anda bisa menikmati makanan disana dan memandang pesta dari atas tuan..! Kami juga akan menemani tuan..! " ujar salah seorang penduduk.
" Tidak tuan..! Aku ingin duduk disamping kalian semua..! Bercanda ria bersama..! Bukan berada diatas sana seolah olah menjadi raja..! " jawab Airel menepuk pundak penduduk tadi.
" Tetapi tuan..! Anda adalah raja kami..! Anda tidak pantas berada di bawah bersama kami yang rakyat jelata..! " jawab penduduk itu.
" Jalanku masih panjang untuk menjadi raja..! Walaupun aku menjadi raja aku tetap akan duduk sejajar dengan kalian..! Ketahuilah, leluhurku tak pernah membedakan rakyatnya..! Dan aku juga sama seperti itu..! Drajat kita sama..! Aku juga lebih suka duduk bersama dengan yang lain daripada sendirian diatas..! " jawab Airel dengan tersenyum.
" Baiklah kalau tuan maunya begitu..! Kalau begitu mari saya antar untuk bergabung dengan yang lainya..! " ujarnya sambil menuntun Airel ke tempat penduduk lain berpesta.
Mengetahui Airel yang ikut pesta dengan mereka di bawah dan bukan di lantai 2 balai desa, seluruh penduduk semakin gembira. Banyak yang bercerita dan bercanda dengan Airel. Ada yang menceritakan masa lalu saat Calradia masih ada dan ada juga yang menceritakan tentnag masa kecil Airel yang dulu terkenal jahil dan periang.
Airelpun juga terlihat bahagia dan tertawa bersama penduduk. Bahkan Airel juga membagikan makanan yang di suguhkan kepadanya kepada anak-anak kecil yang sedang bermain-main di pesta.
" Tuan ini sudah larut malam apa tak sebaiknya anda istirahat...? " tanya kakek yang merawat Airel.
" Tidak kakek..! Aku ingin ikut bersenang-senang sampai pesta selesai..! Sudah lama sekali aku tak berpesta seperti ini bersama rakyat Calradia..! " jawab Airel.
Kakek itupun menangis mendengar kata-kata Airel.
" Kakek..? Kenapa kau menangis..? " tanya Airel.
" Aku teringat saat ayah dan ibu tuan terbunuh saat menyelamatkan kami..! Mereka berdua meninggal dengan tersenyum dan saling berpegangan tangan..! " jawab kakek.
" Apa itu membuatmu sedih kembali..? " tanya Airel lagi.
" Yang membuat saya sangat sedih adalah saya dan para penduduk yang selamat tak bisa membalas jasa ayah dan ibu tuan..! Ibu dan ayah tuan telah melindungi kami tetapi kami tak bisa melindungi anda yang merupakan anaknya..! Anda pasti mengalami banyak penderitaan dan kesedihan..! Maafkan kami tuan karena kami tak bisa melindungi anda..! " jawab kakek itu yang masih menangis.
" Apa yang kau katakan kek..? Bukankah kau telah menyelamatkan nyawaku...? Aku sudah sangat berterimakasih kek..! Ayah dan ibuku melindungi kalian karena itu memang sudah tugas mereka..! Seorang raja dan ratu harus melindungi rakyatnya..! " jawab Airel sambil mengelus-elus pundak kakek.
" Sekarang kakek tak perlu sedih lagi..! Kakek telah berjasa karena menyelamatkan nyawaku..! Dan sekarang giliranku untuk melindungi dan menyelamatkan kakek serta seluruh penduduk Calradia..! Aku berjanji akan membangun kerajaan terhebat dan terdamai melebihi pendahuluku..! " sambungnya dengan tegas.
__ADS_1
Kakek itu hanya tersenyum dan mengusap air matanya.
TO BE CONTINUE....