The Last King Of CALRADIA

The Last King Of CALRADIA
#18#PERTEMUAN 3 RAJA


__ADS_3

4 hari sudah kabar kematian Airel pada akhirnya tersebar keseluruh penjuru benua Calradia dan sampai juga ketelinga raja Sanjar khan yang merupakan raja dari kerajaan Khanate.


Saat mendengar kematian Airel serta rencana pertemua raja Calradia dam raja Swadia, pada akhirnya raja Sanjar mengirim surat kepada kedua raja tersebut agar mengizinkannya mengikuti pertemua raja di kota Praven. Surat dari raja Sanjar sangat di setujui oleh raja Calradia dan Swadia.


Ini menjadi kali pertama di benua Calradia, ada pertemuan 3 raja yang memiliki ambisi yang slaing bersebrangan.


Keesokan harinya di kota praven sangat di jaga ketat oleh 40.000 pasukan agar tak ada yang mengganggu pertemuan 3 raja tersebut.


Di hari itu juga, tepatnya siang hari raja Namey datang menggunakan kapalnya dan di kawan oleh 10 kapal perang. Kapal rombongan dari raja Namey berlabuh di pelabuhan Praven dan raja Namey langsung menuju ke istana.


Sedangkan raja Sanjar di kawal oleh 500 pasukan Cavalry khususnya juga sudah sampai di kota Praven setelah menghabiskan 3 hari perjalanan darat. Dan raja Sanjar juga langsung menuju ke istana.


Setelah tibanya raja Namey dan raja Sanjar ke dalam istana, dengan segera pintu istana di tutup rapat-rapat dan tidak boleh ada satu orangpun yang memasukin istana sampai pertemuan itu selesai.


                                 ***


Di istana telah ada 3 orang raja yang di segani yaitu raja Herlaus pemimpin kerajaan Swadia yang memiliki pasukan militer sebanyak 1.500.000 pasukan yang bersiaga di seluruh wilayah. Lalu ada raja Sanjar pemimpin kerajaan Khanate. Seorang raja yang sangat di segani dan di takuti karena memiliki 500.000 cavalry yang memiliki kemampuan khusus dan memiliki 700.000 pasukan yang tersebar di seluruh wilayahnya. Dan yang terakhir adalah raja Namey yang merupakan pemimpin kerajaan North atau sekarang kerajaan Calradia baru. Selain raja yang sangat kuat, raja Namey memiliki angkatan laut yang mengerikan serta memiliki 2.357.000 pasukan yang tersebar di wilayahnya.


3 raja yang sangat mengerikan dan jika perang meletus antara 3 kerajaan ini maka tak terhitubg lagi berapa jumlah korban yang akan gugur.


3 raja ini duduk di kursi khusus yang sangat empuk dan di tengah mereka terdapat meja panjang.


" Selamat datang untuk raja Calradia dan raja Khanate..! " sambut raja Swadia membuka pertemuan ini.


" Saya senang atas kedatangan 2 raja yang sangat tangguh di benua ini..! " sambungnya.


" Terimakasih atas sambutan dan kehangatan hati dari raja Swadia..! " jawab raja Calradia.


" Begitupun dengaku, dan terimakasih juga telah mengizinkanku bergabung di pertemuan ini..! " sahut raja Sanjar.


" Kita langsung ke intinya saja..! Silahkan raja Calradia bisa menjelaskan apa yang membuat anda menyatakan perang kepada saya..! " ujar raja Swadia.


" Baiklah..! Aku menyatakan perang terhadap Swadia, karena kelicikan kerajaan Swadia yang menyerang pasukan kecil Veagirs..! Informasi yang saya dapat pasukan Veagirs yang berjumlah 10.000 orang sedang berjalan menuju Reyvadin untuk membantu pasukan disana yang telah di invasi oleh kerajaan Swadia..!  Tetapi di perjalanan, pasukan yang berjumlah 10.000 itu di serang dengan licik di wilayah Veagirs...! Jumlah pasukan Swadia yang menyerang sekitar 125.000 orang..! Dan menurut saya ini merupakan sebuah kejahatan perang..! Karena dengan ketidak seimbangan peperangan itu, seharusnya pasukan Swadia tak perlu membunuh seluruh pasukan Veagirs dan cukup menjadikan mereka tawanan..! " ujar raja Calradia.


" Mohon maaf raja Calradia..! Tetapi saya berani bersumpah bahwa saya tak mengirim pasukan ke wilayah Veagirs untuk menyergap pasukan mereka..! Memang benar saya menginvasi Reyvadin, tetapi saya tidak tau sama sekali dan tidak berencana menyergap pasukan mereka..! Dan apa yang membuat seorang raja besar seperti anda membantu kerajaan Veagirs..? Padahal anda bukan aliansi mereka..! " jawab raja Swadia.


" Karena itu merupakan perjanjian antara kerajaanku dengan Veagirs saat aku membatalkan invasi ke Rivachage..! " jawab raja Calradia.

__ADS_1


" Sepertinya penyergapan itu sudah terencana tuan-tuan..! Dan dari perkataan raja Swadia, saya percaya bahwa raja Swadia benar-benar tidak tau apa-apa..! Tetapi jika ini penghianatan, sepertinya tidak mungkin karena kerajaan Veagirs sekarang sangat lemah bahkan pasukannya hanya berjumlah 100.000 orang saja..! Sepertinya ada orang lain yang telah menyiapkan serangan itu..! " sahut raja Khanate.


" Dan sepertinya ini ada kaitanya dengan kerajaan Sultanate..! " sambungnya.


" Kenapa anda malah menuduh kerajaan Sultanate...? " tanya raja Swadia.


" Aku tau Sultanate adalah aliansi anda, tetapi sudah jelaskan saat raja Artuk bekuasa, dia berambisi untuk menguasai benua Calradia..! Dan aku dengan salah satu jendral yang terbunuh di penyergapan itu adalah teman masa kecil raja Artuk..! " jawab raja Khanate.


" Bukankah lucu perkataanmu itu raja Khanate..! Jika salah satu jendral itu adalah teman masa kecilnya raja Artuk, bukankah konyol jika raja Artuk menyerang teman masa kecilnya sendiri..! " sahut raja Swadia.


" konyol...? Bukankah membunuh ayah kandungnya itu lebih konyol..? " sahut raja Calradia.


" Ya aku setuju dengan perkataan raja Calradia..! " ujar raja Khanate.


" Ya sepertinya memang pelakuknya memiliki hubungan dengan kerajaan Sultanate..! Tidak salah lagi..! Jadi aku ingin mengajak para raja yang disini membuat tim khusus untuk memata-matai rencana dari kerajaan Sultanate..! " sahut raja Calradia.


" Apa kau akan menyuruhku untuk keluar dari aliansi Suktanate..?? " tanya raja Swadia.


" Ya..! Aku ingin anda bergabung denganku..! " jawab raja Calradia.


" Aku berhak mendirikan kerajaan Calradia kembali karena ratu Calradia terakhir adalah adikku..! " jawab raja Calradia.


Raja Swadia terkejut mendengar perkataan dari raja Calradia.


" Ya..! Memang benar perkataan dari raja Calradia bahwa dia adalah kakak dari ratu Calradia dulu..! Dan teman masa kecil Artuk itu... " belum selesai raja Khanate berkata, raja Calradia langsung memotong kata-katanya.


" Sanjar...! " bentak raja Calradia menengok kearah raja Khanate.


Raja Khanate langsung menghentikan ucapanya.


" Maaf aku terbawa suasana..! " jawab raja Khanate.


" Apa yang kalian sembunyikan sebenarnya..! " sahut raja Swadia.


" Aku tau bahwa pangeran Calradia masih hidup..! Dan pasti kalian mengetahui siapa dia..! " sambungnya.


" Ya..! Aku msngetahui siapa dia..! Dan pemberontak sepertimu yang merebut dan menghancurkan Calradia yang damai tak perlu mengetahuinya...! " ujar raja Calradia.

__ADS_1


" Raja Swadia..! Aku kesini ingin bertemu denganmu dan menyelesaikan permasalahan atas penyergapan yang terjadi di utara Reyvadin..! Tetapi kau sepertinya lebih memilih bersikap bodoh dan tetap memihak kerajaan Sultanate yang merupakan dalang dibalik penyergapan itu..! " sambungnya.


" Jika aku keluar dari aliansi itu, maka kerajaan Sultanate dan kerajaan Rodhok dipastikan akan menginvasi seluruh wilayah Swadia dan Swadia akan runtuh..! " jawab raja Swadia.


" Hanya jumlah pasukanmu saja yang tangguh tapi ternyata kau sepengecut itu..! Jika memang mereka menyerangmu, aku akan mengirim pasukanku untuk membantumu...! Begitupun dengan raja Calradia, dia pasti juga akan membantumu..! " sahur raja Khanate dengan santai.


" Aku tetap tidak akan meninggalkan Aliansi ini..! Aku tak peduli tentnag penyergapan yang terjadi itu..! " jawab raja Swadia yang egois.


" Baiklah kita akhiri saja peetemuan yang sia-sia ini..! Raja Swadia, aku menyatakan perang terhadap kerajaanmu dan juga aliansi Sultanate..! Aku menantangmu beserta aliansimu berperang di lembah aslan..! Perbatasan kerajaan Swadia dan Veagirs..! Di musim panas 2 minggu lagi kutunggu kau beserta aliansimu disana..!! " ujar raja Calradia dan langsung keluar dari istana dan di susul oleh raja Khanate.


" Namey ada yang ingin kuberitahukan kepadamu..! " ujar raja Khanate sambil menyusul raja Calradia.


" Apa yang ingin kau katakan Sanjar..? " jawab raja Calradia.


" jika Calradia benar-benar kembali, dan jika aku bergabubg denganmu, apakah kau akan memberiku tempat..? " tanya raja Khanate.


" Jika itu terjadi, aku tetap akan menempatkanmu di Tulga Sanjar..! Bukankah dari dulu kau egois karena ingin melindungi tempat kelahiranmu itu..? Karena itu, aku akan tetap menempatkanmu disana jika kau ingin bergabung denganku..! " jawab raja Calradia menengok kearah raja Khanate.


" Jika memang seperti itu, aku akan bergabung denganmu tetapi akan kuserahkan tahtaku saat benua ini kembali seperti dulu..! " jawab raja Khanate.


" Apa kau serius...!? " tanya raja Calradia.


" Ya..! Dan tuan Airel belum meninggal Namey..! Salah satu pasukanku melihat dia terluka parah dan dibawa oleh seorang penebang kayu kearah selatan...! " ujar raja Khanate.


" Apa...!!! Apa kau yakin dengan itu..!! " kejut raja Calradia.


" Aku dari dulu selalu memata-matai tuan Airel untuk melihat perkembanganya..! Dan aku mendapat informasi bawa putri Veagirs juga mencari keberadaan tuan Airel..! " jawab raja Khanate.


" Syukuflah jika memang begitu aku bersyukur..! Tetapi tekadku untuk berperang dengan aliansi Sultanate tak bisa kubatalkan..! " ujar raja Calradia.


" Apa kau tak akan mencari tuan Airel..? " tanya raja Khanate.


" Aku tak bisa terlalu jauh ikut campur di kehidupanya..! Jika memang dia masih hidup, aku benar-benar bersyukur dan aku hanya bisa berdoa semoga putri Veagirs bisa menemukanya..! Baiklah aku pergi dulu Sanjar..! Apa kau juga akan ikut dalam peperangan di musim panas nanti..? " tanya raja Calradia.


" Ya..! Akan ku pertaruhkan nyawaku demi Calradia yang baru Namey..! Dan demi raja Airel..! " jawab raja Khanate.


TO BE CONTINUE...

__ADS_1


__ADS_2