The Last King Of CALRADIA

The Last King Of CALRADIA
#45# BATU PENGENDALI


__ADS_3

Kicauan burung mulai menyeringai dimana-dimana sebagai tanda datangnya waktu pagi. Terlihat di arah timur padang pasir yang luas, matahari mulai muncul dengan cahaya jingganya.


Dengan baju yang berlumur darah orang yang ia bunuh serta tangan terikat, Liya yang di jaga 2 prajurit Arcadia memandang kearah luar jendela kereta kuda. Dalam hatinya, ia menyesal dan ia terus meminta maaf kepada Airel karena mungkin hari ini adalah hari terakhirnya di dunia.


Air matanya tak terbendung, ia terus membayangkan kesedihan Airel saat melihatnya gagal melindungi orang-orang dekatnya dan sekarang dia harus pergi sebelum bertemu dengannya. Menangis sambil menutup dan merenungi semua yang telah terjadi dan pasrah akan keadaan. Itulah yang bisa Liya lakukan sekarang.


" Buka gerbangnya! " teriak Artuk menyadarkan Liya dari renunganya dan ia tahu bahwa waktunya untuk hidup akan segera habis.


Sedangkan Artuk begitu senang dengan apa yang terjadi semalam seakan dia seperti pemburu yang berhasil menangkap beruang-beruang besar. Saat memasuki kota Shariz seluruh penduduk menghentikan kegiatan mereka dan langsung berlutut di pinggir jalan. Saat ada yang terlambat berlutut, salah satu prajurit Arcadia yang di dekat penduduk yang terlambat akan langsung memukulinya dan memaksanya untuk berlutut.


Dari jendela kereta kuda, Liya melihat tak sedikit penduduk yang di pukul bahkan di potong jarinya hanya karena terlambat berlutut.


***


Sesampainya di depan istana Shariz, Artuk langsung turun dari kudanya dan memerintahkan 2 prajuritnya membawa Liya ke dalam aula istana. Dan dengan kasar 2 prajurit yang bertugas menjaga Liya langsung menyeretnya ke aula.


" Penasehaaat!! Lihat apa yang kubawa! Aku dapat tangkapan besar! Hahahaha..., " teriak Artuk bahagia sambil berjalan menuju aula istana.


Dan di aula sendiri ternyata sudah banyak para bangsawan yang berkumpul dan penasehat serta Sylvia juga sudah berada disana.


Saat Liya yang di seret mulai masuk ke aula, seketika penasehat Artuk terkejut dan langsung bertanya, " Si-siapakah yang anda bawa itu tuanku? Bukankah dia elf? "


" Ya. Dia adalah elf dan merupakan bawahanya Airel, " jawab Artuk yang berjalan menuju singgasananya.


Sylvia yang melihat Liya hanya bisa diam dan sesekali saat Liya menatapnya, Sylvia langsung memalingkan wajahnya.


" Bagaimana tuan? Apakah Airel sudah anda bunuh? " tanya penasehat.


" Sayang sekali Airel tak ada di pasukan itu. Akan tetapi, rencana mu tak sepenuhnya gagal, karena pasukanku berhasil membunuh seluruh pasukan Airel dan bahkan orang-orang dekatnya dan juga aku membawakanmu seorang gadis elf cantik ini, " jawab Artuk yang duduk di singgasananya dengan matanya tertuju pada Liya.


Penasehat langsung melihat tajam ke Liya, nafas penasehat itu terengas-***** penuh nafsu dan ia langsung mendekat kearah Liya. Tanganya merapa lembut rambut Liya.


" Tuanku, apa boleh kumiliki ga-gadis ini? " ujar penasehat Artuk yang penuh nafsu sambil mengelus pipi Liya.


Liya hanya bisa terdiam dan ia ingin sekali membunuh penasehat itu karena berani menyentuhnya. Tetapi, yang Liya pikirkan sia-sia karena sekarang dia tak bisa apa-apa.


" Ya, aku persembahkan itu untu– " ujar Artuk akan tetapi terpotong oleh Sylvia.


" Tidak!! Aku tak setuju itu! " bentak Sylvia yang memotong perkataan Artuk.


" Ada apa istriku? Kenapa semarah itu? " tanya Artuk sambil memegang tangan Sylvia.


" Kita bisa memanfaatkan gadis itu untuk membunuh Airel, lalu mengapa kamu serahkan dia ke penasehatmu? Dia bisa jadi senjata berguna bagi kita, " jawab Sylvia.


" Ya. Istriku benar penasehat, gadis itu bisa menandingi kekuatanku dan pedang Orion ini. Dan sudah pasti dia juga sebanding dengan Airel. Dari kecepatan dan gaya bertarungnya hampir mirip dengan Airel. Kita bisa mencuci otaknya penasehat walaupun butuh waktu berbulan-bulan, " balas Artuk yang setuju dengan perkataan istrinya.


" Baiklah tuanku. Tetapi anda tau kan apa yang saya minta? " ujar penasehat.


" Tenang saja, aku sejak awal sudah siapkan 3 wanita muda dan perawan untukmu, " jawab Artuk.


Plak..., Plaak...,


Penasehat menepuk kedua tanganya dan dari dalam istana keluar seorang prajurit membawa sebuah kotak hitam kecil seukuran telapak tangan orang dewasa. Prajurit itu berjalan menghampiri penasehat dan memberikan kotak itu padanya.


" Apa itu penasehat? " tanya Artuk.

__ADS_1


" Apakah anda tau spirit stone? " tanya balik penasehat.


" Airel pernah memberikan cincin yang berisi spirit stone batu pelindung, "ujar Sylvia.


" Batu pelindung? Saya telah sejak lama mencari itu, apakah yang mulia ratu masih memegangnya? " penasehat terkejut dan bertanya ke Sylvia.


" Cincin itu telah hilang dan aku lupa menjatuhkan cincin itu dimana, " jawab Sylvia.


" Spirit stone? Yang muncul dari jatuhnya meteor 1000 tahun sekali? " tanya Artuk.


" Ya tuanku, spirit stone ada 3 yaitu batu pelindung yang mempunyai kekuatan untuk melindungi, batu pengendali yang mempunyai kekuatan untuk mengendalikan seseorang, dan yang paling hebat adalah batu kelahiran yang bisa menghidupkan manusia yang telah mati, " jawab penasehat.


" Mustahil ada batu yang bisa menghidupkan orang mati, " balas Artuk yang tak percaya.


" Tapi itulah kenyataanya tuanku. Dahulu ada 3 batu kelahiran dan semua batu itu berada di kerajaan elf. 3 batu kelahiran itu pernah di pakai 2 kali untuk membangkitkan raja dan ratu elf terdahulu sedangkan 1 batu lagi hilang sampai sekarang. Setelah perang saudara di negeri elf, batu kelahiran terakhir itu sering berpindah-pindah tangan dan sampai sekarang tidak di ketahui dimana batu itu berada, " jawab penasehat lagi.


" Lalu yang kau bawa itu spirit stone apa? " tanya Sylvia.


Penasehat membuka kotak itu dan mengambil sebuah batu bulan putih berukuran sebesar kuku tangan orang dewasa. Penasehat berkata, " Ini adalah batu pengendali. Aku mendapatkannya dari seorang nelayan yang tak sengaja menemukan batu ini saat ia menjala ikan. Aku membeli batu ini ke nelayan itu dengan harga mahal dan ya, pada akhirnya batu ini terpakai. "


" Kita bisa mengendalikan gadis elf ini dengan batu itu kah? Lalu bagaimana cara kerja batu itu? " tanya Artuk.


" Sama seperti spirit stone lainya, batu ini membutuhkan darah untuk menghidupkan kekuatanya. Akan tetapi bedanya, saat darah orang yang ingin menggunakannya menetes ke batu pengendali, maka seluruh rasa kebencian orang itu akan tersalurkan ke batu ini dan saat di pasangkan ke orang yang ingin ia kendalikan maka seluruh kebencian penggunanya akan tersalurkan ke orang yang akan di kendalikan batu ini. Tuan paham maksud saya bukan? " ujar penasehat.


" Ya aku tau. Dan orang yang pantas meneteskan darahnya adalah istriku, " Artuk melirik Sylvia.


Tanpa pikir panjang Sylvi langsung maju menghampiri penasehat.


" Berikan padaku batunya, " ucap Sylvia di depan penasehat.


Sylvia langsung menancapkan jarum ke kelingking kanannya. Ia memejamkan mata dan membayangkan segala kebenciannya terhadap Airel dan perintahnya terhadap batu itu adalah membunuh Airel bagaimanapun caranya.


Lalu Sylvia mencabut jarumnya dan meneteskan darah di kelingkingnya ke batu pelindung. Saat darahnya menetes ke batu, seketika batu itu berwarna merah terang dan menyala-nyala.


" Lalu bagaimana cara memasangkannya? " tanya Sylvia ke penasehat.


" Anda tinggal tempelkan ke bagian tubuh yang anda suka pada gadis elf itu maka seketika batu itu akan bersatu dengan tubuhnya, " jawab penasehat.


" Pelayan lepaskan zirah gadis elf itu dan buka sedikit bajunya di bagian dada! " Sylvia memerintahkan pelayan-pelayan perempuanya.


4 pelayan perempuan yang khusus melayani Sylvia langsung maju dan mencopot baju zirah Liya serta sedikit membuka bajunya di bagian dada hingga terlihat belahan dada Liya.


Sylvia mendekat Liya yang berdiri di depannya dan berkata, " Maafkan aku Liya. "


" Sylvia mengapa kau berubah seperti ini, mengapa kau bisa tertipu oleh tipuan kecil itu. Bukankah kau mencintai Airel lalu mengapa kau sekarang ingin membunuhnya dengan bukti lemah bahwa Airel pembunuh ayahmu, " ucap Liya lirih ke Sylvia.


" Aku tak peduli dengan itu, yang kuinginkan sekarang adalah menguasai dan menaklukan dunia di bawah kekuatanku dan Artuk, " Sylvia lalu menempelkan batu pengendali di bagian atas dada Liya.


" Ahhh..., " Liya sedikit kesakitan saat batu itu hendak di masukan ke tubuhnya.


Saat menempel pada kulit Liya, seketika batu itu bercahaya merah terang. Seluruh kebencian Sylvia pada batu itu sedikit demi sedikit memasuki pikiran dan hati Liya. Di telinga dan pikiran Liya hanya terdengar bisikan " Bunuh Airel " yang berulang-ulang.


Setelah 1 menit, batu itu akhirnya menyatu dengan Liya. Liya yang sudah menyatu dengan batu itu terdiam, pupil matanya berubah merah darah dan di hati serta pikirannya sudah menjadi wadah kebencian Sylvia pada Airel. Dan tujuan yang ada di hati Liya adalah membunuh Airel.


" Lalu bagaimana cara kita membunuh Airel dengan gadis ini? " tanya Artuk yang melihat Liya terdiam dan tak bergerak sedikitpun.

__ADS_1


" Kenapa tidak kita biarkan dia langsung pergi ke tempat Airel? " ucap Sylvia.


" Tidak perlu yang mulia ratu, saya ada rencana bagus. Daripada kita perintahkan gadis ini untuk menuju tempat Airel, mengapa tidak kita biarkan Airel datang kesini? Dengan meninggalnya para orang-orang dekatnya serta hilangnya gadis ini, sudah pasti ia akan datang kesini, " ucap penasehat.


" Ya. Kau benar penasehat! Aku sangat setuju dengan rencanamu ini, mungkin 3 hari lagi dia akan kesini dan mencari gadis ini, " balas Artuk.


" Baiklah kalau begitu, aku juga setuju rencanamu penasehat dan gadis ini, biarkan aku yang merawat sampai Airel datang, " ucap Sylvia.


" Baiklah istriku, kuserahkan dia padamu, " jawab Artuk.


" Kalau begitu aku pergi dulu, untuk membersihkan gadis ini dan mengganti bajunya dan akan ku berikan peralatan bertarung yang bagus untuknya. Prajurit lepaskan ikatan di tangan gadis itu! " setelah ikatannya di lepas, Sylvia langsung menggandeng Liya yang sudah sepenuhnya di kendalikan batu ke kamar mandi untuk di bersihkan badanya.


" Penasehat, saat Airel datang kesini bukankah sangat sempit jika mereka berdua bertarung di kota? " tanya Artuk.


" Shariz memiliki arena bertarung kan tuanku? Bukankah arena itu sangat luas dan penduduk bisa melihat pertarungan mereka. Jika Airel berhasil terbunuh, kita bisa memanfaatkan gadis itu menjadi ujung tombak kita, " jawab penasehat.


" Aku baru ingat kalau kita punya arena, baiklah kau memang sangat bisa diandalkan penasehat. Tak tau lagi aku harus berterima kasih bagaimana lagi setelah jasa-jasamu untuk membantuku mewujudkan impianku ini, " ujar Artuk.


" Tenang saja tuanku, aku akan selalu di sampingmu. Oh ya satu lagi tuan, batu pengendali itu bisa menyerap segala kekuatan dan menjadikanya kekuatan pada orang yang di kendalikan batu itu, " balas Penasehat.


" Dengan ini, akhirnya aku bisa menguasai segalanya tanpa adanya satu penghalang yang berarti! MARI KITA RAYAKAN KEMENANGAN KITA INI! " teriak Artuk yang di sambut sorak bahagia para bangsawan yang hadir.


***


Setelah Sylvia dan pelayan-pelayannya memandikan Liya dan mendandaninya seperti seorang putri kerajaan, Liya langsung mengajak Liya ke kamar.


Sylvia mendandani, menyuapi, dan mengajak bicara Liya walaupun Liya hanya bisa diam bagaikan patung dan hanya menuruti apa perintah Sylvia saja. Seperti saat dia menyuapinya, Sylvia harus memerintahkan Liya buka mulut.


Malam pun tiba dan Sylvia menidurkan Liya di dekatnya, ia memandangi Liya dengan penuh rasa sayang.


" Kau sangat cantik, menawan, baik dan juga kau sangat kuat sampai bisa mengimbangi suamiku, " ujar Sylvia.


" Aku tau apa yang ku lakukan ini salah, aku tau yang membunuh ayahku bukanlah Airel. Aku hanya bersandiwara saja di depan rakyatku dan pasukanku seolah-olah Airel lah pelaku pembunuhnya. Jika kau sadar, mungkin kau bertanya-tanya alasanku melakukan ini bukan? Akan ku ceritakan asal usul diriku dan keluargaku, "


" Sebenarnya keluargaku adalah keluarga bangsawan dari kerajaan Tahlar, akan tetapi ayahku serta keluarganya dan para pengikutnya di usir ke benua ini karena ayahku di fitnah bahwa ia merencanakan kudeta pada raja. Dan akhirnya kami mendirikan desa di pesisir Timur benua ini. Dan setelah desa berdiri, ada rumor bahwa keluarga ayahku terbunuh oleh pasukan Calradia. sebenarnya rumor itu adalah berita bohong yang di sebar ayahku untuk mengelabuhi raja Tahlar, "


" Dan orang yang sebenarnya membunuh ayah dan ibuku adalah raja Yarlek yaitu ayah tiriku sendiri! Dia adalah kembaran ayahku dan karena rasa irinya, ia dan pengikutnya membunuh ayahku dan ibuku bahkan memperkosa ibuku juga, "


" Sebenarnya aku juga merencanakan membunuh ayah tiriku itu. Akan tetapi, aku terus bersabar dan menunggu waktu yang tepat serta rencana yang bagus untuk membunuhnya, aku tau dia sangat menyayangiku seperti anaknya sendiri karena dia sudah tak bisa punya keturunan. Tetapi aku tau dia hanya memanfaatkan kekuatanku saja demi kepentingannya. Dan pada akhirnya aku bertemu dengan Airel, aku sebenarnya berpura-pura mencintai dia dengan tujuan memanfaatkan kekuatanya untuk menggulingkan ayahku. Namun pada akhirnya cinta palsu itu berubah menjadi cinta sesungguhnya. Dan saat aku tahu Airel adalah pangeran Calradia, rasa benci ku langsung timbul karena aku membenci seluruh keturunan raja Calradia karena dulu ayahnya Airel telah membunuh seluruh pengikut ayahku, tak terkecuali 4 kakakku. Saat itu beruntung ayahku berhasil melarikan diri bersamaku dan ibuku serta bersama saudara kembarnya itu dan pengikutnya, "


" Ketika ayahku mengetahui 4 anaknya terbunuh oleh raja Calradia, saat itulah ayahku bertekad membalas dendam dan bergabung dengan pasukan pemberontak Calradia. Akan tetapi, malah mereka di bunuh oleh pamanku dan pada akhirnya pamanku yang menjadi raja, "


" Mungkin kau bertanya-tanya apa alasan raja Calradia membunuh penduduk desa kami, itu di karenakan ada fitnah yang mengatakan bahwa desa kami ingin melakukan pemberontakan dan membunuh para prajurit yang di kirim di desa kami. Kami penduduk desa tak tau tentang kejadian itu tetapi raja Calradia tak mendengarkan penjelasan kami dan membunuh para penduduk desa karena di mata raja Calradia, penduduk desaku adalah para penjahat dan sifatnya sama seperti para bandit hutan, "


" Karena alasan itulah aku mulai berniat menguasai dunia ini dengan kekuatanku. Aku ingin membuat kerajaan dimana tak ada orang yang bernasib sama sepertiku dan membalas dendam pada Airel, "


" Sebenarnya aku tak menyangka saat sedang merencanakan pembunuhan kepada ayah tiriku itu, tiba-tiba Artuk telah membunuhnya lebih dulu dan saat itu juga aku terkesan karena Artuk mengetahui rencanaku dan aku langsung pura-pura memercayai kata-kata Artuk bahwa Airel yang membunuh ayahku, "


" Tangisan saat bertemu maupun berpisah dengan Airel adalah sandiwara semata. Walaupun aku mencintai dia, tetapi aku juga membencinya, dan rasa benciku lebih besar dari pada rasa cintaku padanya, " Sylvia meneteskan air matanya saat bercerita.


" Sekarang kau sudah tau diriku yang sebenarnya, dan beberapa hari lagi rencana kami akan terwujud. Tugasmu hanya satu yaitu membunuh Airel. Sekarang tidurlah, aku tau kau pasti lelah sekali melawan pasukan suamiku yang sangat banyak, " ucap Sylvia.


" Me-m-bu-nuh Ai-rel, " Liya menutup matanya dan menyahut perkataan Sylvia.


TO BE CONTINUE...

__ADS_1


__ADS_2