
Pagi ini kota Khudan samgat ramai, bukan ramai karena perniagaan seperti biasanya melainkan ramai karena para prajurit Veagirs di Khudan sibuk dan berlalu lalang sambil membawa peralatan perang ke benteng. Sedangkan penduduk kota Khudan di perintahkan mengungsi di depan halaman istana.
Sementara itu di rumah Ariel, di berikan tambahan pasukan karena sekaramg putri Sylvia tinggal disana.
Selain itu, raja Yarlek meminta para lord dan duke nya untuk mengirimkan pasukan tambahan ke Khudan. Tetapi pagi ini raja Yarlek mendapat kabar bahwa seluruh wilayah-wilayah Veagirs sedang di gempur oleh pasukan Arcadia namun jumlahnya tak sebanyak yang sedang menuju Khudan dan para lord serta duke dapat mengatasi perlawanan pasukan Arcadia di wilayah yang mereka pimpin. Dan kabar baiknya kerajaan Calradia baru dengan senang hati membantu kerajaan Veagirs dan pasukan Calradia baru sudah mulai melakukan perjalanan dari Warchage menuju Khudan.
Setelah penculikan tuan putri kemarin malam dan adanya laporan tentang invasi Arcadia membuat para petinggi istana dan para jendral-jendral seluruh divisi terus berada diistana untuk menyusun strategi untuk memadamkan invasi Arcadia. Semuanya ikut rapat diistana kecuali Ariel karena dia mendapat misi penting untuk menjaga tuan putri sedangkan kepemimpinan pasukan divisinya untuk sementara diserahkan kepada jendral Kevin.
***
Siang ini Ariel, Elina dan Erina sedang berlatih di belakang rumah. Sudah hampir 1 jam Elina dan Erina berlatih pedang dengan Ariel.
" Kalian sudah lelah...? " Ariel menancapkan pedangnya ketanah.
" Kita baru saja mulai kak...! " Elina dan Erina mengacungkan pedang kearah Airel.
" Baiklah maju...!! " Airel kembali mencabut pedangnya dan menodongkan balik.
" TEBASAN BUNGA SAKURA....!!! " Elina dan Erina maju bersamaan sambil mengeluarkan jurusnya. Seketika sebuah cahaya merah muda keluar dari pedang mereka dan mereka langsung menebaskan kearah Airel.
Sriiiiiiing.....!! Bushhhhh...!!
Hanya dengan 1 tebasan, Airel dapat mematahkan jurus gadis kembar itu.
" Serangan yang bagus..! Sekarang bersiaaplah..! "
" Kami tidak akan kalaa... " Elina dan Erina mengacungkan pedangnya lagi, tetapi dalam 1 kedipan mata, Airel sudah berada di belakang mereka sambil mengarahkan pedangnya ke leher Erina dan mengarahkan belatinya kearah punggung Elina.
" Aku menang lagi...! " Ujar Airel.
" Hhhh kakak terlalu cepat..! Sedangkan tehnik berpedang kami berfokus pada kekuatan bukan kecepatan bagaimana mungkin kami menang...? " celetuk Erina yang menjatuhkan pedangnya dan mengangkat tanganya sebagai tanda menyerah.
" Jangan terlalu melebihkan kekuatan kalian..! Berfikir dulu sebelum menyerang dan yang terpenting gunakan insting kalian..! Kecepatan memang bisa mengalahkan orang yang mengandalkan kekuatan tetapi jika orang yang mengandalkan kekuatan dapat berfikir dulu sebelum menyerang dan instingnya terus diasah pasti bisa mengetahui kapan dan dimana orang yang mengandalkan kecepatan akan menyerang..! Ingat itu baik-baik..! " Airel memasukan pedang dan belatinya ke sarungnya yang ada di pinggang.
" Baik kak..! " jawab gadis kembar itu.
" Baiklah latihan hari ini sampai sini dulu..! Kalian sudah siap untuk bertempur..! Dan 2 hari lagi kalian akan aku ikutkan ke divisi ksatria wanita dibawah komando Ymira..! Kalian akan perang di garis depan jadi persiapkan diri kalian..! Jangan takut dan bunuhlah orang yang ingin menghancurkan kota ini..! " Airel tersenyum dan mengelus kepada 2 gadis kembar itu.
" Waaaaah...!!! Akhirnyaaa kita bisa gabung dengan pasukan bibi Ymira..! " raut wajah Elina dan Erina terlihat sangat senang.
" Kalian mandi sana dan ambil baju zirah kalian di pandai besi..! Aku sudah lama memesankan untuk kalian dan mungkin hari ini sudah jadi. " ujar Airel.
" Waaaaah...! Terimakasih kakaaak.. Hihi... " Elina dan Erina memeluk Airel dengan bahagia.
Setelah memeluk Airel, gadis kembar itu langsung menuju rumah untuk mandi dan berniat pergi ke pandai besi untuk mengambil baju zirah yang Airel pesankan. Sedangkan Airel duduk santai di belakang rumah sambil meminum air putih.
Tak lama berselang Sylvia yang memakai gaun putih dan tanpa memakai alas kaki datang menghampiri Airel.
" Sudah selesaikah..? " Sylvia berjalan mendekati Airel.
" Baru saja selesai... " jawab Airel tanpa menengok kearah Sylvia.
" Apa tak masalah kamu membiarkan mereka ikut berperang? Apalagi masuk pasukannya Ymira yang jelas-jelas menjadi pasukan terdepan. " Sylvia duduk di samping Airel.
" Itu untuk pengalaman mereka! Lagipula selama mereka masuk di akademi, kemampuan berpedang dan ketangakasan mereka setara dengan para pasukan ksatria wanita... Jadi mungkin ini saatnya bagi mereka untuk menunjukan bakatnya. "
" Bagaimana kalau mereka terbunuh..? Ingat Airel umur mereka baru 15 tahun..! Fisik mereka belum setara dengan para ksatria wanita..! "
" Hmh... Kamu salah..! Fisik mereka lebih kuat dari para ksatria wanita. "
" Bagaimana kamu tau...? "
" Dari awal aku bertemu mereka, mereka sudah membulatkan tekad untuk menjadi ksatria dan karena tekad mereka itulah membuat mereka memiliki kemampuan dan fisik diatas rata-rata..! " Airel tersenyum sambil memandangi pangit yang cerah.
" Kamu tadi melihatkan jurus gabungan mereka..? " Airel menengok ke Sylvia.
" Ya..! Jurus itu sangat lemah sekali bahkan kamu bisa mematahkanya dengan serangan biasa. "
" Salah..! Aku tidak mematahkanya dengan tebasan biasa tapi aku mengeluarkan aura kegelapanku di pedang yang kupakai untuk mematahkan serangan mereka. Jika aku hanya menggunakan tebasan biasa, mungkin pedang yang kupakai sudah patah dan mungkin aku terbelah menjadi dua...! "
" Jangan melebih-lebihkan..! " Sylvia tak percaya dengan perkataan Airel karena menurut dia, kana mungkin Airel bisa di kalahkan dengan jurus semacam itu.
Sriing...
Airel mengambil pedangnya lagi.
" Coba lihat pedangnya..! " Airel menaruh pedangnya tepat di depan Sylvia.
__ADS_1
Sylvia sangat terkejut saat melihat pedang yang di gunakan Airel teriris sangat dalam di bagian bilah depan dan hampir patah.
" Kamu lihat sendirikan..! Jika aku tak menambahkan aura kegelapanku, pedang itu dan aku sudah hancur..! "
Sylvia hanya mengangguk-ngangguk dan tak percaya dengan apa yang Airel tunjukan.
" Lalu bagaimana denganmu..? Apa kamu benar-benar bisa menyegel orion..? " tanya Airel lagi.
" Sejujurnya aku tidak tau cara menyegel pedang itu walaupun aku seorang kunci orion. " Sylvia menundukan kepalanya.
Airel tersenyum dan ikut menundukan kepalanya.
" Sudah kuduga...! "
" Lagipula darimana kamu tau pedang orion bisa disegel oleh kunci orion? " Sylvia mengerutkan dahinya.
" Sebelumnya aku membaca-baca buku tentang pedang itu saat kembali ke kota ini, dan disitu tertulis jika pedang artemis dan kunci orion tak menghendaki untuk memberikan kekuatanya pada pedang orion maka pedang artemis dan kunci orion bisa menyegel pedang itu dengan kekuatan cahaya suci. "
Sylvia tersenyum manis dan memainkan jarinya.
" Kamu tau banyak rupanya..! Baiklah jika memang bisa menggunakan kekuatan cahaya suci, aku akan mencobanya karena aku sebenarnya sudah menguasai itu sejak lama. "
" Tetapi tanpa pedang artemis jurus itu tak akan sanggup melawan pedang orion. Memangnya kamu sudah mempunyai pedang artemis itu..? "
" Kamu akan tau sendiri saat pertempuran tiba. Yasudah ayo masuk! Aku memasakkan makanan enak buat kamu! " Sylvia berdiri dan menarik tangan Airel.
" Iyakah...? Untuk pertama kalinya aku memakan masakanmu berarti...! "
Mereka berduapun langsung masuk ke dalam rumah untuk makan masakan yang sudah dibuat oleh Sylvia.
***
Saat hari mulai petang, iringan pasukan Calradia baru mulai memasuki kota Khudan. Sebanyak 5000 pasukan bantuan dari Calradia sudah berada di kota dan sisanya sebanyak 500.000 pasukan masih dalam perjalanan dan dipimpin langsung oleh raja Namey.
Kedatangan pasukan bantuan ini membuat pasukan Veagirs senang dan sedikit merasa lebih tenang karena mereka masih memiliki harapan untuk bisa bertahan bahkan menang melawan pasukan Arcadia. 5.000 pasukan Calradia yang baru sampai ini, dipimpin oleh Liya atau Ina. Seorang elf yang merupakan teman masa kecil Airel.
Liya sendiri setelah tiba di Khudan langsung menuju istana dan menghadap raja Yarlek.
Sesampainya di istana, Liya langsung masuk ke istana dan berlutut di hadapan raja Yarlek yang sedang duduk di singgasananya.
" Yang mulia raja Yarlek..! Saya Liya pemimpin pasukan cepat dari Calradia memberitahukan bahwa pasukan saya sebanyak 5.000 pasukan telah tiba di kota ini dan siap membantu dan mempertahankan kota ini..! "
" Tidak yang mulia...! Sebanyak 500.000 pasukan yang dipimpin raja Namey sedang dalam perjalanan menuju kota ini..! "
Mendengar kata-kata Liya, membuat raja Yarlek dan para petinggi istana tersenyum lega dan mereka semua optimis bisa memukul mundur Arcadia.
" Kalau begitu jendral Liya silahkan kau istirahat dulu..! Kau bebas memilih kamar diistana ini..! Aku tau kau pasti lelah dalam perjalanan menuju kota kami. "
" Terimakasih atas perhatian yang mulia...! Tetapi saya memohon izin untuk bertemu jendral Airel karena ada hal yang ingin saya bicarakan. "
" Baiklah...! Pengawalku akan mengantarkanmu ke rumah Airel..! "
" Kalau begitu saya pamit yang mulia..! "
Liya lalu pergi keluar istana ditemani 1 pengawal raja untuk mengantarkanya menuju rumah Airel. Dan sesampainya di rumah Airel, Liya langsung mengetuk pintu.
Took..took..took..
" Iya sebentar...! " teriak seseorang dari dalam rumah.
Tak berselang lama, pintupun dibuka dan ternyata yang membuka pintu tersebut adalah Airel sendiri.
" Airelll...! " Liya tak menyangka jika yang membuka pintu adalah Airel.
" Liyaaaaa...!! "
Airel terkejut sekali saat melihat Liya di depan pintu rumahnya.
" Kog kamu kesini...? Memangnya ada apa..? " tanya Airel dengan gugup.
" Aku disuruh tinggal dirumahmu oleh raja Namey..! "
" Haaaaa.....!! Memangnya ada hal apa sampai kamu menginap disini..? "
" Hhhhhh kamu lupa kah...? Kerajaan Veagirs meminta tolong kepada raja Namey..! Dan karena aku dan pasukanku yang dekat dengan perbatasan makanya aku sampai kesini lebih awal sedangkan raja Namey mungkin besok baru sampai. "
Airel baru teringat kalau kerajaan Veagirs meminta tolong kepada kerajaan Calradia baru. Dan Airel sangat kebingungan karena di rumahnya ada Sylvia dan sekarang malah Liya datang untuk menginap dan jika Liya bercerita tentang jati diri Airel yang sebenarnya maka selesai sudah perjalanan Airel.
__ADS_1
Airel terdiam sejenak sembari memikirkan cara agar Liya tak bertemu Sylvia dan akhirnya Airel memutuskan untuk mengajak Liya keluar. Bukan hanya untuk menjauhkam dari Sylvia tetapi Airel memiliki beberapa pertanyaan kepada Liya.
" Ayo ikut aku sebentar...! Ada yang ingin aku tanyakan juga. " Airel menarik tangan Liya dan mengajaknya keluar.
" Eh... Kemana...?? "
" Kita cari makan...! "
Airel mengajak Liya ke kedai makan yang ada di pinggir kota dan jaraknya lumayan jauh dari rumahnya. Sesampainya di kedai, Airel dan Liya langsung duduk di bangku yang sudah disiapkan.
" Pelayan pesan teh hangat 2 dan roti daging..! " teriak Airel pada pelayan di kedai.
" Apa yang mau kamu tanyakan..? " Liya memegang pipi kirinya dan menghadap kearah Airel.
" Liya, aku benar-benar belum ingat sepenuhnya tentangmu..! Bisakah kamu ceritakan tentang dirimu dan pertemuan kita serta kedekatan ibuku dengan orangtuamu..! " ujar Airel.
" Hmmh.... Baiklah-baiklah..! Dulu saat elf diambang kehancuran karena perang saudara, ibuku,ayahku,ibumu dan raja Namey berhasil meloloskan diri ke benua Calradia ini...! Mereka berempat bertahan hidup selama 3 bulan di dalam hutan dan mereka makan binatang apa saja yang mereka temui...! Suatu ketika ibumu tak sengaja keluar dari hutan karena tersesat dan bertemu dengan ayahmu, darisanalah ayahmu yang merupakan pangeran menolong mereka...! Ayahmu membawa mereka ke Suno dan memberikan mereka rumah serta pekerjaan dan 1 bulan setelahnya ayah dan ibumu menikah dan sehari setelahnya ayah dan ibuku juga menikah..! " jawab Liya.
" Seperti dongeng tidur saja...! Baiklah lanjutkan..! "
" Ibumu dan ibuku adalah sahabat..! Mereka berdua hamil di hari yang sama dan melahirkan di hari yang sama juga hanya saja kamu lahir lebih dulu dari aku..! Saat kelahiranku nyawa ibuku tak dapat di tolong dan itu membuat ibumu sedih sedangkan saat itu aku yang baru lahir belum diberi nama karena dalam tradisi elf, saat lahir bayi elf maka ibunyalah yang wajib memberi nama...! Dan karena elf wanita yang tersisa hanya ibumu, dan untuk mengenang terus sahabatnya yang meninggal akhirnya ibumu memberiku nama yang sama dengan nama ibuku yaitu Ina..! Dan saat itu sejak kita bayi sampai umur 6 tahun kita selalu bermain bersama setiap hari..! Dan semuanya berubah saat kerajaan Calradia hancur..! Aku dibawa lari oleh ayahku ke hutan untuk menyembunyikan identitas kami sebagai elf dan setelah itu aku tak pernah bertemu denganmu lagi dan saat aku keluar hutan aku sudah mendengar bahwa kerajaan Calradia sudah hancur...! Tetapi aku bersyukur kamu selamat..! " Liya tersenyum manis.
" Jadi kita adalah teman sedari kecil..? " tanya Airel.
" Ya begitulah...! "
" Dan yang kuburan yang kamu lihat di tengah hutan itu adalah kuburan ayah dan ibuku..! "
" Mengapa ibumu di kuburkan di tengah hutan...? "
" Ayahku bercerita sudah tradisi elf jika saat meninggal harus di kuburkan disuatu tempat yang hanya keluarganya saja yang tau..! "
" Begitukah...! Aku mulai ingat sekarang..! Walaupun samar-samar aku ingat saat bermain bersamamu dan aku selalu mengelus-ngelus rambut abu-abumu yang wangi itu. "
Airel mulai teringat dengan masa kecilnya saat bermain bersama Liya.
Liya tersenyum manis dan menyentuh tangan Airel.
" Dan apa sekarang kamu masih menyukai wangi itu..? "
Airel tak membalas pegangan tangan Liya, dan hanya tersenyum kecil.
" Ya..! Aku sangat menyukai wangi rambutmu itu..! "
" Terimakasih jika memang kamu masih bisa mengingatku Airel..! Sebenarnya aku mendatangimu bukan karena perintah dari raja tetapi memang keinginanku sendiri untuk ingin terus bersamamu. "
" Liya.. "
" Ya...? "
" Apa kamu menyukaiku...? "
Liya terkejut mendengar pertanyaan Airel, karena baru saja Liya ingim mengungkapkan perasaanya tapi malah sudah ditanyakan dahulu.
" Hmh...! Ya...! Sejak kita masih kecil aku sangat menyukai dan mencintaimu..! Saat aku di tengah hutan, aku selalu mencoba mencari kabar tentangmu setiap hari tetapi hasilnya nihil...! Saat aku memikirkanmu rasanya sakit sekali karena aku tak bisa bertemu denganmu! Tetapi aku bersyukur rasa sakit itu terobati saat bertemu denganmu..! "
" Liya...! A..aku minta maaf karena aku... "
" Ya...! Aku tau...! Aku sudah terlambat mengungkapkanya..! Sekarang dihatimu sudah ada putri Veagirs bukan...? Tetapi perasaanku ini kepadamu tak mungkin bisa ku hapus...! " mata Liya berkaca-kaca dan dia menahan rasa sedihnya dalam-dalam.
" Maaf....! Jika saja kamu datang lebih dulu mungkin akan berbeda cerita..! "
" Tak apa Airel...! Aku tau kenapa kamu mengajakku kesini karena kamu takut aku menceritakan dirimu yang sebenarnya kepada tuan putri bukan...? "
Airel hanya membalas dengan senyuman.
" Tenang saja, aku sudah tau apa rencanamu dan aku kesini bukan hanya untuk membantu kota ini melawan Arcadia tetapi membantumu juga untuk merebut kembali tahtamu...! "
" Terimakasih Liya..! "
" Hmh...! Aku akan melakukan apapun untukmu dan Calradia..! Baiklah makanan kita sudah mau diantarkan sepertinya..! "
Airel sangat bimbang dengan apa yang terjadi sekarang. Saat hatinya sepenuhnya dia berikan kepada Sylvia tiba-tiba muncul seorang dari masa lalunya yang ingin mendapatkan ruang dihatinya.
Setelah makanan sampai, Airel dan Liyapun mulai memakanya sambil berbincang-bincang tentang hubungan Airel dengan Sylvia.
Airel sudah lega karena Liya tau apa rencananya dan akan menyembunyikanya dari Sylvia tetapi hati Airel sangat bimbang karena perasaan cinta dari Liya.
__ADS_1
Setelah mereka selesai makan, merekapun pulang ke rumah Airel dan Airel memperkenalkan Liya ke penghuni rumah termasuk Sylvia. Liya disambut dengan baik oleh semuanya bahkan langsung akrab dengan Sylvia dan yang lebih mengejutkan Liya dan Sylvia tidur satu ranjang setelahnya.
TO BE CONTINUE...