The Last King Of CALRADIA

The Last King Of CALRADIA
#41#AKADEMI PRAJURIT KALINGGA


__ADS_3

Sudah 3 hari Airel berada di kota Maja yang merupakan ibukota kerajaan Kalingga. Dan setelah persiapan segala kebutuhan yang akan di kirim ke bukit candrakirana sudah siap, raja Arya dan Airel langsung bergegas menuju pelabuhan ibukota.


Sebelum ke pelabuhan, raja Arya mengajak Airel untuk berkunjung di akademi prajurit kerajaan yang tempatnya tak jauh dari pelabuhan. Airelpun mengiyakan ajakan raja Arya.


***


Sesampainya di akademi tersebut, raja Arya langsung mengajak Airel berkeliling.


" Besar sekali akademi ini, " sanjung Airel.


" Terimakasih teman. Ini semua juga berkat para raja-raja Calradia yang telah membantu kami, " jawab raja Arya.


Airel hanya membalas dengan senyuman, dan ia pun kembali melihat-lihat prajurit yang sedang berlatih. Airel sangat keheranan karena para prajurit yang berlatih maupun yang berjaga di ibu kota tak memakai baju besi sebagai pelindung diri. Karena rasa penasaran itu, Airelpun menanyakan kepada raja Arya.


" Mengapa seluruh prajurit di kerajaan ini tak memakai baju besi? Atau setidaknya rompi rantai besi, " tanya Airel.


" Kami menyesuaikan cuaca disini. Dulu saat ayahku memimpin, hampir seluruh prajurit di beri baju besi dan saat invasi kerajaan tang kesini, pasukan kami sangat kualahan di hari pertama karena baju besi sangat lembab dan menghambat pergerakan para prajurit. Dan pada hari kedua saat para prajurit melepaskan baju besi mereka, kerajaan Kalingga mendapat kemenangan telak atas kerajaan Tang. "


" Tetapi bukankah akan begitu banyak jatuh korban jika para prajurit kerajaan bertelanjang dada begitu? " tanya Airel kembali.


" Para prajurit kerajaan Kalingga mengandalkan kecepatan dan kelincahan dalam bertarung. Oleh karena itu baju besi benar-benar menghambat pergerakan. Tetapi bukan berarti para prajuritku hanya akan bertelanjang begitu di setiap medan perang. Jika kami pergi ke benua Calradia maupun benua lainya, kami pasti akan menggunakan baju besi karena memang baju besi sangat di perlukan selain di benua Azela, "


" Begitukah? Ya aku mengerti. Oh ya, sebenarnya senjata macam apa yang di bawa para prajurit itu dan yang selalu kau bawa itu? " Airel melirik ke pedang pendek yang memiliki beberapa lekukan.

__ADS_1


Raja Arya langsung mengambil pedang yang di maksut Airel danenunjukanya pada Airel, " Pedang ini maksutmu? "


" Ya. Bentuknya sangat aneh sekali, " Airel menganggukkan kepalanya.


" Ini namanya keris, pedang ini hanya bisa kau temukan di kerajaan ini saja. Pedang ini memang kecil dan tipis, akan tetapi pedang seperti inilah yang selalu memenangkan kami dalam medan perang karena sangat cocok dengan gaya bertarung kami, "


" Apakah pedang keris yang kau pegang dan para prajurit pegang itu sama? "


" Tidak, keris bisa di tempa sesuai keinginan yang memakainya. Mau berapa lekukan dalam kerisnya. Selain itu, keris para prajurit kerajaan Kalingga bukanlah pemberian kerajaan melainkan para prajurit itu memesan keris yang mereka inginkan di pandai besi dan bahkan ada yang membuat sendiri. Bukankah bisa kau lihat saat di ibukota? Banyak sekali para pandai besi di dalam kota, "


" Ya aku melihat memang banyak sekali para pandai besi dan mereka juga membuat pedang semacam itu, "


" Itu adalah pesanan para prajurit dan para penduduk kota. Karena saking banyaknya pesanan, maka dari itu banyak sekali yang membuka jasa pandai besi di kota, "


Raja Arya tersenyum dan berkata, " Terimakasih kawan, suatu saat ku yakin kerajaanmu akan lebih hebat dari kerajaan ini. Kalau begitu mari segera pergi ke pelabuhan. "


***


Setelah sampai di pelabuhan, 30 kapal yang membawa bahan pangan dan bahan-bahan untuk pembangunan di bukit Candrakirana sudah di siapkan dan tinggal menunggu Airel saja.


" Sebenarnya aku ingin ikut denganmu kesana lagi kawan, akan tetapi aku sekarang sedang di sibukkan oleh pemberontakan di wilayah timur. Aku minta maaf hanya bisa mengantarmu sampai sini, " raja Arya mengulurkan tangan kanannya kepada Airel.


Airelpun langsung menjabat tangan raja Arya sembari tersenyum hangat dan berkata, " Tak apa kawan, mengantarkan ku sampai pelabuhan saja sudah membuatku senang. Terimakasih banyak atas bantuanmu, aku akan selalu mengingat ini. "

__ADS_1


" Apa yang kau bicarakan? Seharusnya aku yang berterimakasih atas bantuan kerajaan Calradia selama ini dan ini adalah wujud dari balas budiku sebagai raja Kalingga, "


" Kalau begitu sampai jumpa lagi di pertemuan berikutnya, "


" Saat kau berkunjung kesini lagi, pastikan kau sudah menyandang gelar raja Calradia, "


" Pasti! Aku akan datang memakai mahkota Calradia dan bertukar minum denganmu kawan, "


Airel melepaskan jabatan tanganya dan langsung naik ke kapal. Saat kapal berlayar, Airel melihat raja Arya tersenyum dan melambaikan tanganya.


" Rebutlah kembali apa yang telah mereka rebut darimu raja Calradiaaa...! " teriak raja Arya dari pelabuhan.


Airel yang mendengar teriakan itu mengambil pedangnya dan menunjukan keatas sebagai tanda bahwa Airel pasti akan merebut kekuasaanya.


***


Setelah beberapa hari berada di lautan, Airel bersama 30 kapal akhirnya berlabuh di pelabuhan kecil yang sudah di buat oleh para pekerja yang sedang membangun di bukit candrakirana.


Kedatangan Airel yang membawa banyak bahan-bahan bangunan dan bahan logistik sangat di sambut gembira. Para pekerja yang merupakan para pendukung kerajaan Calradia dan juga prajurit kerajaan Khanate bergotong-royong memindahkan barang-barang dari kapal menuju kaki bukit.


Sedangkan Airel yang mabuk laut di bawa ke tenda sementara dan di rawat oleh Liya.


TO BE CONTINUE...

__ADS_1


__ADS_2