The Last King Of CALRADIA

The Last King Of CALRADIA
#40#MIMPI YUKI SANG KITSUNE


__ADS_3

Selama 3 hari menembus luas lautan yang memisahkan Calradia dan Azela, akhira kapal raja Arya sampai di pelabuhan kerajaan Kalingga.


Airel yang juga ikut bersama raja Arya, begitu kagum melihat pelabuhah dan rumah-rumah penduduk yang banyak terbuat dari kayu. Selain itu, cara berpakaian penduduk sekitar juga sangat berbeda jauh seperti orang-orang di benua Calradia. Seperti para laki-laki penduduk sekitar memakai penutup kepala yang aneh dan yang wanita juga memakai baju yang sangat tertutup dan lebih simpel dibandingkan penduduk di benua Calradia.


Setelah lama mengamati penduduk sekitar dan mencoba beradaptasi, Airelpun diajak raja Arya menuju ibukota yang letaknya tak jauh dari pelabuhan. Saat sampai di depan gerbang ibukota, Airel kembali terkagum akan keindahan benteng ibukota kerajaan Kalingga. Yang membuat Airel terkagum adalah benteng yang dimana biasanya terbuat dari batu dan tanah liat yang di pakai oleh kerajaan-kerajaan di Calradia berbeda dengan yang ada disini. Benteng ibukota Kalingga berwarna merah gelap.


" Kau belum pernah melihat benteng seperti ini kah? " raja Arya menengok kearah Airel.


" Ya, aku baru pertama kali melihatnya. Apa bahan pembuatan benteng itu? Apakah itu batu berwarna merah? " Tanya Airel yang begitu penasaran.


Raja Arya tertawa kecil lalu berkata, " Benteng itu terbuat dari tanah liat merah yang di cetak berbentuk kotak kecil dan di susun menjadi sebuah benteng ini. Dan bahan perekatnya juga merupakan tanah liat yang sama. "


" Sangat jauh berbeda dengan yang ada di Calradia. Memang benar rumor yang beredar bahwa kerajaanmu memiliki sumber daya alam yang melimpah, " ungkap Airel.


" Ini semua anugerah Tuhan dan juga bantuan dari para raja Calradia. Baiklah mari kita masuk, " ajak raja Arya.


Raja Arya, Airel, dan para pasukan pengawal memasukin ibukota. Airel begitu senang saat memasuki ibukota karena banyak hal yang baru pertama kali ia lihat.


Sesampainya di istana yang megah dan di jaga oleh ratusan prajurit, raja Arya mempersilahkan Airel untuk mengikuti jamuan makan di aula besar istana bersama keluarga raja dan juga para bangsawan kerajaan.


Mata Airel terus memandang sekitar istana karena bentuk istana, cara berpakaian, adat, serta corak kebudayaan yang sangat berbeda dan belum pernah ia lihat.


" Mengapa pandanganmu seperti itu Airel? Kau seperti bayi yang baru melihat dunia saja, " canda raja Arya yang di selingi gelak tawa oleh para bangsawan yang datang.


Airel tersipu malu dan kembali bertanya kepada raja Arya, " Mengapa para prajurit dan para bangsawanmu telanjang dada begitu? "


Saat raja Arya hendak menjawab, tiba-tiba seorang bangsawan langsung berdiri dari duduknya dan membentak Airel, " Jaga mulutmu wahai pendatang!! Kau tidak sopan sekali berbicara ke maharaja kami! "


" Sudah hentikan itu senopatiku, dan maaf aku belum memperkenalkan pendatang ini. Dia adalah Airel yang merupakan raja Calradia, " ungkap raja Arya.


Sontak semua yang hadir terkejut, bahkan istri raja Arya sendiri. Hal ini wajar dikarenakan sudah hampir 25 tahun raja Calradia maupun satu utusannya tak pernah lagi datang ke Kalingga.


Para bangsawan itu tiba-tiba langsung menunduk. Dan seorang Senopati yang tadi membentak Airel langsung meminta maaf, " Maafkan hamba tuanku. Hamba benar-benar tak mengetahui jika yang mulia adalah raja Calradia karena sudah lama sekali raja Calradia atau bahkan perwakilannya tak pernah datang kesini. "


" Seharusnya aku yang minta maaf, karena ayah dan kakekku tak pernah bisa datang kesini, " balas Airel.


" Sudah-sudah tidak ada yang perlu di ributkan lagi. Mari kita makan! Airel silahkan nikmati makanan khas kerajaan kami, aku yakin di Calradia tak pernah ada makanan seperti ini, "


Mendengar perkataan raja Arya, Airel dan para bangsawan juga langsung memakan hidangan yang tersaji. Airel begitu terkejut dan sangat menikmati karena baru pertama kali baginya memakan makanan yang kaya akan rempah-rempah.

__ADS_1


Setelah selesai makan dan berbincang-bincang dengan para bangsawan, raja Arya langsung menyuruh Airel untuk beristirahat karena hari juga mulai gelap.


***


Airel yang beristirahat di kamar tamu khusus bangsawan yang berada di lantai 2 istana tak bisa tidur. Matanya tak bisa terpejam dan terus memandangi langit-langit kamar.


Airel yang tetap tak bisa memejamkan matanya akhirnya merasa bosan dan berjalan menuju jendela kamar yang tepat mengarah ke pusat kota. Di malam hari pusat kota juga masih ramai dan tidak jauh beda dengan di Calradia, hanya saja di malam hari malah begitu banyak anak-anak yang bermain dan juga banyak sekali hiburan-hiburan malam. Saat dengan asik memandangi pusat kota, Airelpun teringat tentang Yuki dan iapun langsung mencoba memanggilnya.


Airelpun langsung memejamkan matanya dan memanggil Yuki, " Yuki, apakah kamu mendengarku? Jika kamu mendengarku, bisakah kamu segera menemui ku? "


Tak berselang lama tiba-tiba seorang wanita cantik berekor 9 itu muncul di samping Airel yang sedang melihat keluar jendela.


" Ada apa tuan memanggilku? " Tanya Yuki.


" Aku kesepian dan ingin mengajakmu berbicara, " jawab Airel yang menengok kearah Yuki.


" Hhhhhh kupikir ada sesuatu yang gawat terjadi pada tuan, "


" Maaf aku mengganggu waktumu, "


" Tak apa tuanku, lagipula aku sangat senang bisa bertemu tuan lagi, "


" Yuki menurutmu apakah aku bisa membangun kerajaanku lagi? Jujur saat melihat kekuatan kekaisaran Arcadia, Aku sangat khawatir, "


" Kamu benar. Tetapi karena mereka percaya padaku, malah membuatku sangat takut, "


" Apa yang tuan takutkan? "


" Aku takut mereka semua rela berkorban hanya demi melindungiku, walaupun ku tau itu semua adalah tugas mereka untuk menjaga rajanya akan tetapi mereka semua kuanggap sebagai keluargaku, aku tak sanggup untuk membiarkan mereka menjadi tumbal hanya demi tahtaku, "


Yuki hanya termenung karena yang dikatakan tuanya memang benar.


" Oh ya, setelah kamu pergi saat itu, aku menemukan sebuah bunga merah dengan kelopak ind— "


Belum selesai Airel melanjutkan perkataanya, Yuki tiba-tiba terkejut dan langsung menjatuhkan badanya. Ekornya yang ia sembunyikan langsung keluar semua dan melambai-lambai.


Airel yang melihat Yuki seperti itu, langsung berlutut dan bertanya, " Mengapa kamu terkejut seperti itu? "


Yuki tak kuasa membendung tangisanya dan langsung memeluk Airel.

__ADS_1


" Tuan, aku tak menyangka hal ini akan benar-benar terjadi, " ujar Yuki yang menangis di pelukan Airel.


" Apa yang kamu katakan? Dan kenapa kamu menangis? "


" Setelah aku meninggalkanmu saat itu, aku langsung tertidur di sarangku dan aku bermimpi tuan memakan sebuah bunga higanbana dan tiba-tiba tubuh tuan penuh dengan anak panah, "


" Itu hanya mimpi Yuki, "


" Tuan, mimpi para kitsune itu adalah kenyataan di masa depan dan karena itulah aku menangis. Aku juga ingin berfikir mimpi itu adalah bunga tidur akan tetapi inilah kenyataanya, "


Airel tersenyum kecil dan tak terkejut mendengar perkataan Yuki.


" Mengapa tuan malah tersenyum! " Bentak Yuki yang terus menangis.


" Yuki berdirilah, " Airel membantu Yuki berdiri.


" Jika tuan terbunuh di medan perang nanti, aku tak tau lagi harus apa tuanku. Sudah ratusan tahun aku mencarimu dan jika sampai tuan terbunuh maka keputusasaan berat akan datang padaku, "


" Jika memang mimpimu itu kenyataan, itu bukan salah siapa-siapa dan kamu juga tak perlu bersedih. Apapun yang akan terjadi di masa depan, aku siap menanggungnya walaupun nyawaku yang harus ku taruhkan. Aku tak ingin teman-temanku menjadi wadah untuk mencapai tahtaku akan tetapi, aku yang ingin menjadi wadah perdamaian bagi mereka. Jika memang aku harus bertarung hingga tubuhku hancur, tak apa bagiku asal perdamaian benar-benar terwujud, "


Yuki sedikit tenang mendengar perkataan tuanya, dan ia menghapus air matanya.


" Baiklah tuanku. Jika memang suatu saat mimpiku menjadi kenyataan, aku akan ikut bertarung bersamamu dan mati bersamamu, "


" Lalu bagaimana dengan keluargamu? Mereka pasti akan sangat sedih, "


" Makhluk kitsune hanya tersisa aku tuan, sudah 1200 tahun yang lalu kami di buru para manusia dan di bunuh demi mendapatkan permata kehidupan kami yang bisa membuat manusia berumur panjang. Dan kitsune sekarang hanya tersisa aku, "


" Apa kamu sadar? Jika kamu mati, kamu tak akan pernah melihat dunia ini lagi? "


" Kami berbeda dengan manusia tuan,  kami mempunyai takdir tetap. Dimana saat kami para kitsune mati maka kami akan bereinkarnasi sebagai manusia walaupun reinkarnasi itu akan terjadi 100 tahun bahkan 100.000 tahun setelah kematian kami. Akan tetapi para kitsune sangat merindukan reinkarnasi itu, "


" Begitukah? Baiklah, jika saat mimpi itu tiba, mari kita berjuang bersama-sama, " Airel memegang kedua tangan Yuki.


Tanpa menjawab, Yuki langsung memeluk Airel dan senyuman tampak terlihat di bibir manisnya.


" Kamu boleh kembali ke tempatmu Yuki, terimakasih sudah menemaniku, "


Yuki menganggukkan kepalanya dan berkata, " Terimakasih juga tuan, tuan sudah menenangkan hatiku. Kalau begitu sampai jumpa lagi. "

__ADS_1


Tubuh Yuki memudar perlahan dan langsung menghilang. Dan Airel langsung beranjak untuk tidur.


TO BE CONTINUE...


__ADS_2