
Setelah berjam-jam melakukan perjalanan dan terhambat oleh hadangan bandit, Airel dan yang lain akhirnya sampai di desa Albatif.
Sampai di desa, Airel langsung mengajak Sylvia berputar-putar dan mengenalkan ke penduduk desa. Penduduk desa sangat menyukai kedatangan Sylvia bahkan mereka membuat perayaan kecil-kecilan untuk menyambut Sylvia. Sedangkan Airel terus menemani Sylvia karena Sylvia sepertinya masih trauma saat hampir di perkosa Hazir. Saat di perjalanan, Sylvia hanya diam dan murung.
Hari mulai gelap dan Airel kembali ke balai desa dimana dia di istirahatkan dan dirawat disana. Sedangkan Sylvia untuk menghilangkan traumanya dia tidur di salah satu rumah wanita penduduk desa albatif yang tinggal seorang diri.
***
Di rumah kecil yang sangat rapi Sylvia duduk termenung sambil menghangatkan diri di depan tungku api yang ada dirumah wanita itu.
" Nona? Kenapa dari tadi anda diam saja? " Wanita yang mengizinkan Sylvia tidur di rumahnya datang mebghampiri Sylvia sambil membawa gelas berisi teh hangat.
Sylvia hanya diam dengan pandnagan kosong yang terus menatap api di tungku.
" Saya sudah dengar tentang kejadian tadi siang dari tuan Airel. " Wanita itu duduk di samping Sylvia.
" Memang wajar jika nona sampai ketakutan dan trauma! Karena bukan hanya nona saja yang begitu, hampir semua wanita jika mengalami kejadian seperti nona pasti akan seperti itu! Begitu juga denganku, aku juga pernah mengalami seper yang nona alami tadi! " ujar wanita itu.
Sylvia terkejut dan menengok kearah wanita itu dengan meneteskan air mata.
" A..aku takut kesucianku di renggut! " Sylvia menutup wajahnya dengan kedua tanganya.
" Aku juga pernah mengalami seperti yang nona alami! Tetapi nona harus kuat! Wanita memang selalu menjadi sasaran empuk kejahatan! Karena itu nona harus kuat dan harus bisa melawan apapun yang terjadi! Lebih baik mati daripada harus memberikan kehormatan kita! " Wanita itu memeluk Sylvia untuk menghilangkan trauma Sylvia.
" Aku tau nona pasti seorang ksatria! Nona pasti juga bisa bertarung! Nona bukanlah wanita lemah tetapi wanita yang kuat! Nona bisa melawan kejahatan yang ingin menghampiri nona! Jangan lupakan itu! " sambungnya.
" Ya! Aku tersadar sekarang! Aku bukan wanita lemah dan lagipula aku masih selamat! Terimakasih! Tapi kalau boleh tau siapa namamu? " Tanya Sylvia yang hatinya sudah mulai tenang dan sudah kembali seperti biasanya.
" Namaku Eliz! Nona sendiri siapa namanya? " tanya balik Eliz.
" Aku Sylvia! Oh iya tadi kamu mengatakan pernah mengalami hal yang sama? Apa kamu pernah mengalaminya juga? " tanya Sylvia.
" Ya..! Dulu saat aku masih menjadi prajurit wanita, aku hampir di perkosa oleh para bandit saat aku mendapatkan misi menghantarkan surat ke salah satu lord! Tetapi dengan kemampuanku aku berjuang mati-matian mempertahankan kehormatanku hingga akhirnya aku berhasil membunuh bandit-bandit itu! " jawab Eliz sambil meminum teh hangat.
Sylvia terkejut karena melihat penampilan Eliz yang seperti wanita lemah ternyata seorang mantan prajurit.
" Kalau boleh aku tau, dulu kamu dari kerajaan mana? " tanya Sylvia.
" Maaf Sylvia, aku sudah berjanji untuk tidak memberitahukan asalku! Yang jelas kerajaan itu sekarang masih tertidur! " jawab Eliz tersenyum kearah Sylvia.
" Lalu kenapa kamu tinggal disini sendirian? Dimana suami dan anakmu Eliz? " Sylvia bertanya lagi karena ingin tau kenapa Eliz tinggal sendirian di kota ini.
" Suami dan anakku pergi ke Sargoth dan menetap disana! " jawab Eliz.
Sylvia terkejut mendengar jawaban Eliz. Dan dia mulai berfikir bahwa suami Eliz tak bertanggung jawab karena telah meninggalkan istri dan membawa kabur anaknya.
__ADS_1
" Apa suamimu pergi begitu saja meinggalkanmu dan membawa kabur anakmu? " tanya Sylvia lagi.
" Tidak! Aku memang bersi keras menetap disini! Karena aku yakin raja dari kerajaan kami akan datang ke desa ini maka dari itu aku menunggunya! "
" Apa nona sangat mencintai tuan Airel? " tanya balik Eliz.
" Ya! Entah kenapa aku selalu ingin bersamanya sampai kapanpun itu! " Sylvia menjawab dengan tegas dan dengan senyum bahagia.
" Beruntunglah nona! Suatu saat nanti tuan Airel akan menjadi orang penting di benua ini bahkan di dunia ini! " Eliz beranjak dari duduknya dan menuju ke kamar tidur.
" Apa makstumu? Apa Airel suatu saat akan menjadi raja? " Sylvia menoleh kebelakang.
" Cuma firasatku saja Sylvia! Kalau begitu istirahatlah! Kamu bisa tidur di sampingku! Maaf aku hanya punya satu ranjang! " Eliz merapikan ranjang tempat tidur dan mulai berbaring di ranjangnya.
" Tidak apa-apa! Setidaknya ada tempat untuk istirahat! " Sylvia melepas baju zirahnya dan mengganti bajunya dengan gaun tidur.
***
Di balai desa, Airel masih duduk termenung diluar sambil mengamati langit cerah yang penuh dengan gemerlap bintang.
" Sangat indah sekali bukan bintang di langit malam ini? " Ujar kakek menghampiri Airel yang sedang duduk di depan balai.
" Eh kakek? Ya begitulah! Bintang malam ini sangat indah sekali! " Airel menoleh kearah kakek dan kembali mengalihkan pandanganya kelangit.
" Kakek semenjak aku tersadar sampai sekarang, aku belum tau siapa namamu? " tanya Airel yang pandangan matanya masih menatap langit.
" Aku lupa memperkenalkan diri hahaha! Namaku Artimener! Orang-orang di desa ini biasa memanggilku kek Ner! " ujar kek Ner sambil tertawa.
" Baiklah kek Ner! "
" Apa kakek melihat rasi bintang yang berbentuk busur itu? " Airel menunjuk sebuah rasi bintang berbentuk busur.
" Itu biasa di sebit orion! " Kakek menyipitkan matanya dan melihat rasi bintang yang di tutnjuk Airel.
Mendengar kata kek Ner, Airel teringat kata-kata jendral Gabriel tentang kunci orion. Dan Airel langsung menanyakan itu kepada kek Ner.
" Kakek pernah dengar tentang kunci Orion? " Airel menoleh kearah kek Ner.
" Kunci orion adalah pedang Artemis! " Kek Ner yang masih memandnagi bintang, menjawab dengan cepat pertanyaan Airel.
Mendengar jawaban itu, Airel semakin bertanya-tanya apa hubunganya orion dan pedang Artemis bahkan Airel sendiri tak tau apa itu pedang Artemis.
" Kau tak taukah? Orion adalah sebuah pedang legendaris yang memiliki kekuatan mengerikan dan akan lebih mengerikan lagi jika pedang orion di sandingkan dengan pedang Artemis! " ujar kek Ner.
" Bisa kakek ceritakan? Aku baru pertama kali ini mendengar pedang seperti itu! "
__ADS_1
" 1000 tahun yang lalu di benua ini belum berdiri satupun kerajaan dan hanya ada suku-suku yang tersebar diseluruh benua ini! Setiap hari selalu terjadi pertumpahan darah karena perang antar suku! Hingga suatu ketika ada 2 suku yang menjadi musuh bebuyutan tetapi anak dari kedua kepala suku tersebut saling jatuh cinta! Mereka bernama Steve dari suku Albard dan Emira dari suku Uz. "
" Setiap hari mereka bertemu secara diam-diam di perbatasan wilayah suku mereka hingga satu bulan kemudian mereka berdua melakukan hubungan terlarang yang membuat Emira hamil! Ayah Emira yang merupakan kepala suku Uz berhasil mengintrogasi putrinya dan putrinya mengaku yang menghamilinya adalah putra dari kepala suku Albard! Saat itu kepala suku Uz sangat marah besar dan langsung menyiapkan pasukan untuk menyerang Albard! Tetapi ada hal mengejutkan dari Albard, kepala suku Albard malah menyerahkan putranya kepada Uz untuk di hukum mati tapi dengan syarat Uz juga menghukum mati putrinya karena mereka berdua telah menodai kesucian 2 suku tersebut! "
" Kepala suku Uz menyetujui syarat itu dan 2 suku tersebut berkumpul di perbatasan untuk menyaksikan hukuman mati 2 keturunan dari 2 kepala desa itu! Saat hendak di hukum mati, Steve berhasil membawa kabur Emira tetapi mereka ketahuan oleh para prajurit suku Uz hingga akhirnya nereka berdua dikejar oleh pasukan suku Uz dan Albard! Saat mereka berdua sudah lelah untuk berlari, Steve melihat rasi bintang orion bersinar sangat terang dan tiba-tiba ada sebuah kliatan cahaya dari rasi bintang itu, dan kilatan cahaya itu membentur bumi hingga membuat suara ledakan yang dahsyat! "
" Steve yang penasaran tentang ledakan itu, akhirnya berlari menuju tempat ledakan itu dengan menggendong Emira di belakangnya.. Saat sampai di lokasi, Steve melihat tanah dengan cekungan yang sangat besar dan di tengah dsri cekungan itu ada 2 buah cahaya berwarna merah dan putih! Steve yang sudja mendengar teriakan orang-orang yang mengejarnya segera terjung menghampiri cahaya itu dan saat sampai disana ternyata ada 2 pedang yang di bilahnya bertuliskan orion dan artemis! Pedang orion di pakai oleh Steve dan artemis di pakai oleh Emira! Saat mereka terkepung oleh pasukan dari ayah-ayah mereka, Steve dan Emira secara tak sadar mengarahkan pedang mereka ke pasukan yang ada diatas dan sebuah kekuatan dahsyat keluar dari 2 pedang itu hingga membunuh seluruh orang yang mengejar mereka! Steve yang menyadari kekuatan mengerikan dari pedang itu pada akhirnya membuang pedang orion ke sungai tetapi untuk pedang artemis tetapi di simpan agar 2 pedang ini tak menyatu lagi! Dan akhirnya mereka berdua hidup dengan damai dan memiliki banyak keturunan yang salah satu keturunan mereka adalah raja Mishtar I pendiri kerajaan Calradia! " kek Ner yang masih memandang langit mengakhiri ceritanya.
" Memang seberapa mengerikanya pedang orion? " tanya Airel.
" Jika tanpa pedang artemis, pedang orion bisa menghancurkan satu kota hanya dengan menodongkanya! Tetapi jika di sandingkan pedang artemis, bukan hanya satu kota atau kerajaan tetapi satu benua bisa hancur dengan kekuatan oenuh pedang orion! 2 pedang itu menurut mitos tak sengaja di jatuhkan oleh raksasa bernama orion saat mengikuti tuanya yaitu dewi Artemis! Tapi aku tak tau apa itu benar atau tidak karena cuma mitos! " jawab kek Ner.
" Siapa orang yang menemukan kembali pedang orion itu dan siapa yang terakhir memakainya? " tanya Airel lagi.
" Yang menemukan pedang itu adalah raja Indra II yang merupakan raja ke-5 kerajaan Calradia dan yang terakhir memakai adalah ayahmu! Dulu dia memakainya sekali dalam peperangan tapi karena efek dahsyat dari pedang itu yang bisa membunuh semua musuhnya, ayahmu tak lagi memakai pedang itu karena takut melukai bahkan membunuh pasukan dan rakyatnya jadi pedang itu pada akhirnya di segel di istana Suno. " jawab kek Ner.
" Lalu apa pedang itu nasih disana sekarang? " Airel mulai berambisi untuk mendapatkan pedang itu.
" Sayangnya pedang itu sudah tak ada lagi di Suno dan sekarang entah siapa yang mencuri pedang itu! " Jawaban kek Ner membuat ambisi Airel musnah seketika.
" Lalu bagaimana dengan pedang artemis? " tanya Airel kembali yang merubah ambisinya dari mendapatkan pedang orion ke pedang artemis.
" Pedang artemis adalah pedang yang sangat istimewa, bilahnya bukan seperti pedang-pedang pada umumnya! Tetapi bilahnya seperti kaca transparan yang sangat tipis tetapi bisa memotong baja! Sepertinya memang tidak mungkin tapi knyataanya memang seperti itulah pedang artemis! Dan bukan sembarang orang bisa memegang pedang artemis, hanya perempuan suci dan memiliki hati yang tuluslah yang bisa memakai pedang itu! Bahkan pedang itu tau sendiri mana pemiliknya yang sebenarnya! Duku ada cerita bahwa pemilik pedang Artemis hanya ada 1 setiap 100 tahun sekali dan pemilik pedang artemis dinamakan kunci orion! Jika orang biasa memegang pedang artemis, maka pedang itu hanya seperti pedang biasa yang hanya bisa membelah buah saja tetapi berbeda jika yang memegangnya adalah pemilik aslinya! Pedang itu akan memancarkan cahaya putih yang sangat terang dan memiliki hawa dingin yang bisa membekukan sekitar pedang itu! Kekuatan pedang artemis hampir sama dengan setengah kekuatan pedang orion! Dan pedang itu juga tak di ketahui keberadaanya dari dulu. "
Ambisi Airel kali ini benar-benar musnah, dia mengira bisa mendapatkan dari 2 pedang itu tapi ternyata sama saja tak bisa. Tetapi Airel mulai curiga krpada Sylvia karena jendral Gabriel pernah bercerita tentnag masa lalu Sylvia dan hubunganya dengan kunci orion.
" Kakek, jika kunci orion lahir di masa ini apa yang akan terjadi? " tanya Airel.
" Jika pemegang pedang orion orang yang baik maka benua ini akan menjadi kerajaan makmur yang damai tetapi jika pemegang pedang orion orang yang jahat maka benua inicdiambanh kehancuranya! Bukan hanya benua ini tapi dunia ini! Pedang artemis adalah sumber tenaga penuh dari pedang orion! Pedang artemis tak berbahaya yang berbahaya adalah pedang orion! " jawab kek Ner dengan tatapan serius.
" Apakah tak ada yang mampu mengalahkan pedang orion? " Airel mengangkat kepalanya lagi kearah langit.
" Ada! Kalau tidak salah juga berbentuk pedang tetapi aku tak tau nama pedang itu dan seperti apa pedang yang bisa mengalahkan orion! Dan mungkin keberadaan pedang itu juga hanya mitos belaka! " ujar kek Ner.
" Ini sudah larut malam, segeralah beristirahat tuan aku tau kau sangat lelah karena menggunakan semua tenagamu tadi! Aku pergi dulu! " kek Ner pergi meninggalkan Airel.
Airel terus memikirkan 2 pedang legendaris itu dan sangat takut jika Sylvia benar-benar merupakan kunci orion.
" Jika Sylvia kunci orion, maka aku harus segera mendapatkan pedang orion itu agar tak jatuh ke tangan yang salah! " ujar Airel dalam hati.
Airel langsung masuk ke dalam balai desan dan istirahat karena dia sudah menghabiskan banyak tenaga untuk melawan Hazir.
Pedang orion memang pedang yang sangat mengerikan. Tak ada seorangpun yang sanggup menandingi pengguna pedang orion yang kekuatanya bisa meluluhlantakan satu kerajaan dalam hitungan detik. Tetapi ada sebuah pedang terkutuk yang anat mengerikan bahkan lebih mengerikan dari pedang orion dan pedang itu bisa menghancurkan orion menjadi abu. Nama pedang itu adalah pedang KUSANAGI sang pedang terkutuk dari dewa matahari.
TO BE CONTINUE...
__ADS_1