The Last King Of CALRADIA

The Last King Of CALRADIA
#28#SELAMAT DATANG KEMBALI


__ADS_3

1 hari perjalanan telah di tempuh oleh Airel dan Sylvia setelah menginap di rumah tua. Sekarang mereka sudah sangat dekat dengan kota Khudan. Raut wajah bahagia terpampang jelas pada Sylvia karena dia berhasil membuktikan bahwa kekasihnya itu masih hidup dan dia sekarang kembali tidak dengan tangan kosong melainkan bersama kekasihnya yaitu Airel.


Airel sendiri setelah 1 hari yang lalu tak sengaja bertemu wanita misterius yang mirip ras elf terus memikirkan asal usul wanita itu. Dan di benaknya hanya ada pertanyaan apakah ada ras elf lain selain raja Namey dan ibunya yang selamat dari perang besar di negeri elf.


" Kota Khudan sudah dekat Airel. " Sylvia tersenyum bahagia dan tanganya menunjuk tepat ke benteng Khudan yang sudah nampak jelas dari kejauhan.


" Sepertinya kamu senang sekali!? " Airel mengelus kepala Sylvia dan matanya juga tertuju ke benteng Khudan dari kejauhan.


" Hum..! Aku bahagia karena bisa membuktikan ke ayah bahwa kamu belum mati! " Sylvia mengaggukan kepalanya.


" Baiklah kalau begitu, kita pacu kuda lebih cepat lagi! " Airel ikut bahagia saat melihat Sylvia, karena ini pertama kalinya dia melihat Sylvia sebahagia ini.


Tak di sangka saat mereka sudah dekat di depan pintu gerbang kota Khudan, mereka berdua langsung di sambut oleh raja Yarlek dan para bangsawan lainya dan tak lupa juga orang-orang terdekat Airel juga ikut menunggu mereka di depan gerbang.


Raut wajah bahagia terpampang pada orang-orang yang menunggu di depan gerbang, terutama Elina dan Erina. Gadis kembar ini sangat bahagia melihat kakak kesayangan mereka masih hidup.


" Kakaaaaaaaaak...!! " Erina melambaikan tanganya.


Airel membalas lambaian tangan Erina dengan senyum manis sambil turun dari kudanya.


Gadis kembar itu langsung berlari menuju kearah Airel dan langsung memeluknya dengan erat.


" Kakaaak..! Kakaaaak..!! " Erina tak sanggup menyembunyikan air mata kebahagiaanya.


" Erina, Elina! Maafkan kakak ya!?  Sudah membuat kalian khawatir. " Airel mengelus kepala Elina dan Erina.


" Aku fikir kakak benar-benar meninggalkan kami! Kalau kakak pergi kami tidak punya siapa-siapa lagi! Kakak sudah kami anggap orang tua kami sendiri! " Elina juga tak kuasa menahan air matanya karena selama ini dia menahan kesedihanya karena mengira Airel meninggal.


" Aku tidak akan mati semudah itu! Aku juga akan selalu melindungi kalian karena kalian juga sekarang bagian keluargaku yang paling berharga! Sekarang mari kita pulang dan makan bersama-sama lagi! " Airel mencoba menghibur gadis kembar itu.


" Ehm..! Baik kak! Kalau begitu kami pulang duluan! Kami akan masakin kakak makanan terenak! " gadis kembar itu melepaskan pelukanya dan langsung berlari menuju rumah untuk memasak.


Airel tersenyum melihat 2 gadis kecil itu dan tingkah lucunya saat berlari seperti orang sedang lomba lari.


" Aku bersyukur kau masih hidup jendral Airel! " raja Yarlek berjalan mendekati Airel. Dengan sigap, Airel langsung berlutut di hadapan raja Yarlek.


" Saya hanya beruntung yang mulia! Seharusnya saya juha ikut tewas bersama jendral Gabriel! Tetapi saya berhasil di selamatkan oleh penebang kayu yang kebetulan lewat! " Airel menundukan kepalanya dan dia teringat kembali kejadian saat jendral Gabriel melindunginya.


" Aku tak menyangka sama sekali rencana kita di ketahui oleh musuh! Aku juga tak bisa melakukan pembalasan karena jumlah pasukanku sekarang menipis! Aku turut berduka atas gugurnya pasukan cavalrymu! Tapi akan kukirim pasukan cavalry baru untuk kau latih! " raja Yarlek tersenyum dan melipat tanganya di belakang.


" Mohon maaf yang mulia, tetapi untuk sementara waktu saya ingin istirahat dulu! Luka pada tubuh saya tak memungkinkan saya untuk bertugas lagi di waktu yang dekat! "


" Ya! Aku kabulkan keinginanmu tetapi saat ada situasi yang mengancam kerajaan ini maka kau mau tak mau harus menerima tugas itu! Kalau begitu berdirilah dan nanti malam pergilah keistana! Kita akan adakan pesta disana. "


Airel langsung berdiri dan memberi hormat kepada raja Yarlek. Dan setelah itu, Airel juga mendapatkan simpati dari para bangsawan yang ikut menyambutnya.


" Sylvia kenapa kamu masih diatas kuda? " Airel menengok kearah Sylvia yang terdiam dan masih menaiki kuda.


" Ti..tidak apa-apa! " wajah Sylvia mulai pucat dan pandangan matanya mulai buram.


Bruuk...!


" Sylviaa...!! " teriak Airel.


Sylvia terjatuh dari kudanya dan dengan cepat Airel langsung menangkap tubuh Sylvia. Suasana yang awalnya bahagia berubah, semua terdiam dengan pandangan matanya tertuju kepada Sylvia yang sedang pingsan. Sedangkan raja Yarlek langsung berlari mendekati putrinya itu.


" Sylvia..! Sylviaaa....! " Airel sangat cemas dan khawatir melihat Sylvia tak sadarkan diri.

__ADS_1


Tubuh Sylvia tiba-tiba sangat dingin sekali seperti es. Melihat kondisi kekasihnya seperti itu, Airel membalikan telapak tangan kanan Sylvia. Airel sangat terkejut saat melihat sebuah cahaya terang dan dingin terpancar dari telapak tangan kanan Sylvia.


" A...apa ini? Kenapa cahaya ini begitu dingin? Apa ini penyebab Sylvia pingsan? Dan apakah ini yang di maksut kunci orion itu? " Ujar Airel dalam hati dan kali ini dia benar-benar sangat yakin bahwa Sylvia adalah sang kunci orion.


Raja Yarlek yang melihat Airel telah mengetahui cahaya di tangan Sylvia,dengan cepat raja Yarlek langsung menutup tangan Sylvia dengan tenganya.


" Sepertinya sudah waktunya! Dan tak seharusnya kau melihat ini Airel! " raja Yarlek melirik kearah Airel.


" Pengawal bawa putriku ke istana! Dan Airel aku harap kau tak menanyakan tentang cahaya di telapak tangan putriku! Jika kau bersikeras, aku tak segan-segan bertindak! " raja Yarlek mengancam Airel dan dari tatapanya seakan-akan dia membenci orang yang telah melihat cahaya di tangan Sylvia.


Airel hanya terdiam dan menundukan kepalanya. Dia mulai curiga bahwa raja Yarlek sebenarnya menyembunyikan sesuatu tetapi Airel tak mau langsung menyelidikinya tetapi lebih memilih menunggu hingga kedok raja rencana sendiri.


Suasana bahagia berubah seketika, penyambutan kepada Airel hancur setelah raja Yarlek mengancamnya. Airelpun pulang menuju rumahnya dan hanya diam saja saat ditanyai oleh Jeremus dan yang lain.


Sesampainya di rumah, Airel langsung di sambut oleh hidangan makanan yang sangat banyak sekali di ruang tamu. Selain itu, di ruang tamu Elina, Erina dan penghuni rumah lain yang tak ikut menyambut di depan benteng telah berbaris dan menyambut kedatangan Airel.


" Selamat datang kembali raja Calradia! " sambut orang-orang di rumah.


Airel yang awalnya terdiam, langsung tak bisa menyembunyikan kebahagiaanya. Sambutan kali ini benar-benar membuatnya senang hingga melupakan kejadian di depan gerbang tadi.


" Terimakasih semua! Maaf membuat kalian khawatir! Kalian pesta dulu saja nanti aku akan menyusul! Ada sesuatu yang harus ku diskusikan dulu dengan Jeremus! Kalian makanlah dan pesta dulu! " Airel mempersilahkan para penghuni rumah untuk makan dan berpesta.


Ya, pesta makanpun di mulai dengan kebahagiaan yang tak tertandingi lagi karena tuan mereka telah kembali hidup-hidup.


Sedangkan Airel mengajak Jeremus ke ruang kerja milik Airel. Raut wajah Airel kali ini berubah menjadi sangat serius.


" Jeremus sepertinya kau benar! Kita di jebak! Pasukan yang kabur saat invasi ke Sargoth ternyata menyerangku dan jendral Gabriel! "


Mendengar ucapan tuanya, Jeremus langsung terkejut dan berdiri dari kursi duduknya.


" Ini bukan kebetulan, tetapi sudah di rencanakan karena jendral Gabriel sendiri adalah pendukung berdirinya kembali kerajaan Calradia! Jadi selain merencanakan membunuhku, mereka juga merencanakan membunuh jendral Gabriel! "


" Ini mungkin hanya firasatku saja! Tetapi entah kenapa aku merasa orang yang menjebak kita adalah raja Yarlek! " Airel menghela nafas panjang.


" Saya juga merasakan hal yang sama tuanku! Jika kita terus begini, kita akan mati perlahan demi perlahan! Aku yakin mereka sudah merencanakan strategi pembunuhan lain untukmu tuan! "


" Ya! Sepertinya sudah waktunya kita menghimpun pasukan! Bulan depan aku akan pergi ke Sargoth untuk mulai membuat strategi baru dan mencari lokasi yang tepat untuk menjadi markas besar pasukanku! " Airel berdiri dari duduknya.


" Oh ya, Jeremus apa kau tau tentang kunci orion? "


" Ya! Saya tau tuanku! Memangnya ada apa? " Jeremus mengerutkan dahinya.


" Sang kunci orion lahir di masa kita sekarang! Dan setelah diskusi ini selesai, aku ingin kau mengirim surat ke paman Namey untuk mencari keberadaan pedang orion dan menyebar pasukanya ke seluruh daerah di benua Calradia! Kita tak boleh membiarkan pedang itu jatuh ke tangan yang salah! "


Jeremus terkejut mendengar bahwa kunci orion sudah ada. Dan dia membayangkan kehancuran yang luar biasa saat mendengar pedang orion.


" Ta..tapi tuanku! Siapa kunci orion itu? "


" Sylvia! Tidak salah lagi, Sylvia adalah kunci orion itu! Aku melihatnya sendiri! Kekuatan cahaya milik Sylvia muncul saat dia pingsan di gerbang tadi! Dan raja Yarlek mengancamku dan seolah-olah menutupi kejadian tadi! "


" Kita harus bisa mendapatkan pedang orion! Untuk menyelamatkan benua ini dari kehancuran sesungguhnya! Aku harap raja Yarlek tetap menolak ajakan aliansi dari Artuk! " Airel merepalkan tanganya dan di fikiranya hanya terbayang kejadian saat Sylvia pingsan.


" Ba..baik tuanku! Saya akan segera menulis dan mengirim surat kepada raja Namey! "


" Kalau begitu kita akhiri diskusi kali ini! Aku akan kembali ke ruang tamu dan maaf memberimu tugas mendadak seperti ini! Jika sudah selesai nanti pergilah ke ruang tamu untuk ikut berpesta! " Airel menepuk pundak Jeremus.


" Saya siap di berikan tugas apapun demi terwujudnya kembali kedamaian di Calradia ini dengan berdirinya kerajaan Calradia seperti dulu tuanku! " Jeremus tersenyum dan langsung mengambil kertas serta pena untuk mulai menulis surat.

__ADS_1


Sedangkan Airel langsung menuju ruang tamu dan ikut berpesta dengan yang lainya.


" Kakak lama sekaliiiii!! Ini untuk kakak! " Erina mendatangi Airel dan memberikan satu piring paha ayam panggang kepada Airel.


" Woaaaaaaah...! Kamu ternyata tau makanan kesukaan kakak! " Airel dengan cepat langsung mengambil potongan ayam.


" Hehehe... " Erina tersenyum dan merasa bahagia saat melihat kakaknya memakan ayam masakanya.


" MARI KITA BERPESTA UNTUK KEPULANGAN RAJA KITA! " teriak salah satu pengikut Airel.


Ya, pestapun dimulai dengan alunan musik dan tarian-tarian hiburan yang di sewa oleh para penghuni rumah serta makanan dan minuman yang sangat banyak di ruang tamu. Airel sangat menikmati pesta itu. Dia tertawa bahagia dan ikut bercanda dengan yang lainya. Sedangkan di kanan dan kiri Airel ada Elina dan Erina yang bertengkar dan berebut ingin memeluk Airel.


***


Di kota Dhirim yang awalnya damai-damai saja berubah menjadi mencekam setelah kaisar Artuk singgah ke kota itu. Artuk tak kembali ke Shariz setelah kekalahanya di perang aslan beberapa hari lalu.


Di kota Dhirim, banyak sekali lord dan jendral yang di hukum mati sendiri oleh Artuk karena ketidak becusan mereka dalam peperangan. Selain itu, arc duke Rodhok yang dulunya adalah raja Rodhok juga di hukum mati karena sifatnya yang pengecut dan lari saat perang belum usai. Dan tanpa meminta saran dari penasehat maupun lord lain, Artuk dengan cepat menunjuk salah satu jendral dan merupakan anak dari penasehatnya sendiri yaitu jendral Saviz.


Hal ini membuat beberapa lord tak senang karena jendral Saviz sangat kejam dan tak tau cara mengatur wilayah. Tetapi para lord juga tak mampu untuk menolak karena jika menolak sudah pasti nyawa mereka melayang. Sedangkan arc duke Swadia yaitu duke Harlaus malah menyetujui jendral Saviz menjadi arc duke Rodhok.


" Apa ada yang tak senang dengan penunjukan Saviz sebagai arc duke Rodhok yang baru!!? Jika tak senang kemarilah dan lawan aku! Jika kalian menang akan kuberi tahta arc duke Rodhok kepada kalian! Jika kalian kalah kalian beserta keluarga kalian harus kupenggal disini! " teriak Artuk sambil menodongkan pedangnya kearah para lord.


" Majulah!! Majulah jika kalian ingin tahta Rodhok!! Pengecut kalian semua!! Pantas perang kita kalah karena sifat pengecut kalian sebagai pemimpin!! " bentakan Artuk membuat seisi istana Dhirim terdiam. Para lord badanya bergetar ketakutan dan berkeringat dingin, takut di eksekusi seperti lord-lord yang telah kehilangan kepalanya di depan mereka.


Saat keadaan hening, tiba-tiba ada satu lord yang maju kedepan dan dengan badan gemetar lord itu ingin menyampaikan sesuatu kepada Artuk.


Craaaaaak.....!!


Tanpa ampun, sebelum lord itu berbicara Artuk langsung memenggal kepalanya dan memegang kepala lord itu yang sudah terpisah dari badanya.


" Siapa lagi yang mau seperti dia!! Maju! " Artuk mengangkat kepala lord yang baru saja dia bunuh.


Artuk lalu melemparkan kepala lord itu ke prajurit penjaganya yang tepat ada di sampinya.


" Buat tiang panjang di tengah kota dan tancapkan kepala ini disana! Dan bawa mayat-mayat jendral dan lord yang sudah ku penggal ini ke tengah kota juga! "


" Kita memang kalah dalam perang ini tuan tapi kita belum kalah dan tak akan kalah untuk menguasai benua ini! " penasehat Artuk berjalan dari belakang sambil membawa sebuat kotak panjang.


" Apa yang kau bawa itu penasehatku? " Artuk menengok kebelakang dan membuang pedangnya.


" Anda buka saja sendiri tuanku! " penasehat itu mengangkat kotak yang ia bawa dan Artuk perlahan membuka kotak itu.


" I...ini kan..!? " mata Artuk tak terberkedip seketika menatap benda yang ada di dalam kotak itu.


" Ya tuanku...! Inilah pedang orion! " ujar penasehat.


Artuk langsung mengambil pedang yang memancarkan aura merah dan hawa panas itu.


" Inikah pedang orion yang legendaris itu? Akhirnya setelah lama pencarian, kau menemukan pedang ini penasehatku! Aku akan memberimu imbalan dan wanita perawan lagi untuk kau buat eksperimen. " Artuk membolak balik pedang itu dan terus memandanginya. Dia seakan tak percaya bisa memegang pedang orion legendaris itu.


" Anda tinggal mencari kunci orion tuanku! Dengan begitu, anda bisa dengan mudah menaklukan benua ini bahkan dunia. " penasehat Artuk tersenyum jahat.


" Khukhukhu...Hahahahahahahahahahaha....! Beruntungnya aku! Aku sudah tau siapa kunci orion ini! Hahahaha... Si raja Yarlek bodoh itu tak sengaja mengatakan bahwa putrinya adalah kunci orion saat aku berkunjung ke Khudan.. Hahahahahaha.. " Artuk tertawa bahagia sambil menatap pedang orion itu. Dan yang membuat bahagia lagi, tujuanya untuk menguasai benua Calradia sebentar lagi terwujud.


" Aku tau si raja Yarlek tak akan memberikan putrinya begitu saja, kalau begitu. Penasehatku segera kirim surat ke pasukan assasinku di Shariz dan perintahkan mereka untuk menculik putri Veagirs hidup-hidup..! " Artuk membalikkan badanya kearah penasehat.


" Dengan ini, aku bisa menguasai dunia..! Aku bisa menjadi raja hebat seperti yang aku inginkan...! Dan kali ini aku bisa membunuhmu Airel..!! Hahahahahahaha....! " Artuk mengangkat pedang orion dan seketika hawa panas menyebar keseluruh penjuru istana. Dan dengan di dapatkanya pedang ini, Artuk bisa dengan mudah mengalahkan sahabatnya sendiri yaitu Airel.

__ADS_1


TO BE CONTINUE...


__ADS_2