
Setelah Yuki menghilang, Airel langsung kembali. Tetapi saat berjalan menuju tempat yang lainya, Airel melihat sebuah cahaya merah menyala di samping kanannya. Cahaya itu terhimpit oleh 2 pohon yang tumbang.
Karena penasaran, Airel langsung mendekati cahaya itu. Ia terkejut dann kebingungan saat mendapati cahaya merah itu adalah sebuah bunga yang berwarna merah dan memancarkan cahaya.
" Bunga apa ini? " gumam Airel dalam hati.
Karena rasa penasaran itu, Airelpun memetik bunganya dan berniat menanyakan ke Jeremus.
Saat sampai di tempat istirahat rombongan, Airel langsung mencari Jeremus.
" Jeremus! " teriak Airel dari kejauhan sambil menggenggam bunga merah itu. Ia langsung berjalan mendekati Jeremus.
Jeremus yang sedang duduk bersantai meminum teh hangat dan di temani Liya langsung menengok ke arah Airel.
" Ada apa tuanku? Apakah ada yang bisa saya bantu? " Jeremus beranjak dari duduknya dan menghampiri Airel.
" Lihat ini! " Airel membuka genggaman tangannya dan nampaklah sebuah bunga merah memancarkan cahaya yang merah juga.
Seketika Jeremus dan Liya terkejut memandang bunga itu. Seakan mereka tau bunga apa yang di pegang Airel.
" A–Airel darimana kamu mendapatkan bunga itu? " Tanya Liya dengan raut wajah khawatir.
" Aku menemukanya saat hendak kesini, " Airel memandangi bunga itu.
" Bunga itu..., Bunga itu kan..., " Liya gugup sekali saat hendak mengatakan sesuatu kepada Airel.
Airelpun kebingungan dengan perkataan Liya. Sedangkan Jeremus hanya diam membisu dengan matanya yang tertuju kearah bunga.
" Liya? Kamu kenapa? Kenapa kamu seperti ketakutan begitu? "
" Tu–tuanku! Apa tuan tak tau tentang bunga ini? " sahut Jeremus.
" Aku tak tau sama sekali dan bahkan ini kali pertama aku melihat bunga bersinar merah begini, "
" Tuan, itu adalah bunga higanbana! Bunga yang menandakan kematian! "
" Apa maksudmu? "
" Jika seseorang menemukan bunga higanbana, itu berarti kematiannya tak lama lagi. "
Airel terkejut tetapi dia tetap berfikir positif dan mengira bahwa yang di katakan Jeremus hanya sebuah mitos.
" Itu hanya mitos Jeremus, tak perlu kau memasang muka seperti itu, "
" Itu kenyataan Airel! Bukan hanya mitos! Ayahku dulu juga menemukan bunga itu dan 3 hari setelahnya, beliau meninggal, " ujar Liya.
Airel mendekati Liya, dan memegang kedua bahunya sambil menatap mata Liya.
" Cepat atau lambat, manusia pasti akan mati! Itu semua takdir! Tak ada yang perlu kamu takutkan dari bunga ini, "
" Tapi Aire— "
" Sudah tak apa! Aku akan menyimpan bunga ini di saku ku, dan untuk yang lain segera tidur karena besok pagi kita akan memulai perjalanan! "
__ADS_1
Mendengar perintah Airel, semua rombongan langsung beristirahat tak terkecuali Airel. Sedangkan Liya tak bisa tidur, dia terus memikirkan Airel dan takut Airel meninggal karena bunga higanbana adalah pertanda kematian.
***
Keesokan harinya, Airel dan yang lain langsung melanjutkan perjalanan menuju kota Ichamur. Dan tepat tengah hari mereka sampai di kota tersebut serta di sambut hangat oleh raja Sanjar.
Airel dan yang lain di persilahkan masuk ke istana, mereka langsung membersihkan diri dan berganti pakaian lalu memakan jamuan yang telah di siapkan di ruang makan sejak sebelum mereka sampai di kota.
" Bagaimana makanan yang kau santap tuan Airel? " raja Sanjar yang duduk di samping Airel membuka percakapan.
" Hmm, baru kali ini aku memakan daging panggang seharum dan seenak ini, "
" Makanan yang di hidangkan ini penuh rempah-rempah yang kami dapatkan dari kerajaan sebrang, "
" Kerajaan sebrang? Apa maksud paman dari benua Azteroth? "
" Tidak, rempah-rempah ini kami dapatkan dari salah satu kerajaan di benua Azela, "
" Begitukah? Tetapi, bukankah kerajaan-kerajaan di Calradia selalu bermusuhan dengan kerajaan di benua-benua sebrang? "
" Memang benar, tetapi kerajaan yang ku maksud ini sejak dahulu memiliki hubungan erat dengan kerajaan Calradia, "
" Hubungan erat? Apakah seperti aliansi atau pernikahan antara 2 penerus kerajaan? "
" Tidak. Dahulu kerajaan itu berdiri karena bantuan dari kerajaan Calradia dan karena itulah, kerajaan tersebut bersumpah akan selalu ada di belakang kerajaan Calradia, "
" Tetapi, saat kerajaan Calradia runtuh kenapa mereka tak ikut membantu? "
" Mengapa ayah melakukan hal itu? Padahal jika mereka membantu sudah pasti kerajaan Calradia tidak akan hancur, "
" Kau mungkin benar, tetapi saat itu kerajaan tersebut juga sedang berperang dengan kerajaan Tang dari benua Azteroth. Ayahmu mengetahui bahwa kerajaan tersebut sangat kualahan menghadapi musuhnya, apalagi saat itu mereka malah mengirim setengah pasukanya ke Calradia. "
" Jika ayah tak menyuruh mereka kembali, maka kerajaan mereka akan hancurkah? "
" Ya! "
" Apa nama kerajaan yang paman maksud? "
" Kerajaan Kalingga, "
" Nama yang asing sekali, "
" Begitulah, tetapi kerajaan Kalingga sangat cantik dan sangat kaya akan sumberdaya alam. Selain itu, raja nya juga seumuran denganmu dan saat aku kesana, dia selalu bertanya tentang kabar dirimu, "
" Siapa nama raja Kalingga? "
" Kau akan mengetahui sendiri nanti! Oh ya, Airel setelah ini datanglah ke ruanganku! Aku tau sekarang kau sedang terpuruk, "
" Baik paman! "
Lalu, setelah selesai menyantap makanan, Airel langsung pergi menuju ruangan kerja raja Sanjar. Setelah memasuki ruangan, ia melihat raja Sanjar sedang berdiri sambil mengamati peta benua Calradia yang terpampang besar di dinding sebelah kanan ruangan.
" Paman? " sapa Airel yang berjalan mendekati raja Sanjar.
__ADS_1
" Apa kau tau ini apa? " raja Sanjar menunjuk peta besar yang ia lihat sebelumnya.
" Peta benua Calradia, " Airel ikut memandangi peta itu.
" Mata-mataku mengatakan bahwa Arcadia dalam waktu dekat akan memulai invasi besarnya untuk menguasai Calradia, dan kau pasti sudah tau kan kemana tujuan mereka menginvasi? "
" Ya, wilayah paman Namey dan juga paman Sanjar, "
" Sekarang wilayah kerajaan milik Namei dan milikku sudah mulai terkikis sedikit demi sedikit, kami tak bisa menahan invasi yang lebih besar lagi, " raja Sanjar menunjukan wilayah-wilayah kekuasaanya dan wilayah kekuasaan kerajaan raja Namey.
" Aku tau itu paman, tapi..., " Airel menundukan kepalanya.
" Aku tau kau merencanakan merebut Veagirs dengan menikahi putrinya, tetapi sekarang sepertinya rencanamu itu malah menjadi bumerang, "
Airel diam terpaku tak membalas perkataan raja Sanjar.
" Airel, aku dan Namey hanya bisa menahan invasi itu selama 2 tahun saja, dari segi pasukan kita sudah kalah telak karena Arcadia sekarang beraliansi dengan kerajaan Tang dari benua Azteroth, "
" Apa!? " Airel mengangkat kepalanya dan menatap tajam pamanya.
" Kerajaan Tang meminta bantuan Arcadia untuk menaklukan keshogunan Ryukyu dengan imbalan kerajaan Tang akan memberikan apapun yang Arcadia butuhkan, entah itu pasukan atau sumber daya lainya, "
" Aku tak pernah tau bahwa Arcadia sudah sejauh ini, "
" Itu karena kau terlalu naif dengan cintamu, Hari ini Arcadia mulai mengirim 1juta pasukanya menuju kerajaan Tang dan Minggu depan sepertinya keshogunan Ryukyu akan runtuh, "
" Bukankah Ryukyu adalah kerajaan besar dan pasukanya yang memiliki senjata-senjata modern, selain itu bukankah Ryukyu juga beraliansi dengan kerajaan Silla yang juga merupakan kerajaan besar di benua itu? "
" Silla dan kerajaan-kerajaan kecil di Azteroth telah jatuh ke tangan raja Cao yang merupakan pemimpin kerajaan Tang dan jika Ryukyu jatuh, ini akan menjadi rintangan besar bagi kita, "
" Maafkan aku paman, ini semua salahku! " Airel menundukan kepalanya lagi.
" Sudah terlambat untuk minta maaf Airel, yang bisa kau lakukan adalah segera membangkitkan kerajaan Calradia lagi! Aku, Namey dan seluruh penduduk benua ini mengharapkan itu padamu, "
" Aku tau itu! Tapi dalam 2 tahun apakah aku bisa membangkitkan kerajaan ku? "
" Di ujung timur benua ini ada sebuah bukit bernama Candrakirana, bukit itu memiliki 4 undakan dimana setiap undakanya sangat luas dan rata, selain itu puncak bukitnya juga rata, kau bisa membangun kastil disana, "
" Apa paman yang paman inginkan dengan bukit itu? "
" Aku ingin kau membangun pusat pemerintahan kerajaan Calradia disana! Aku akan memberimu setengah pasukan Khanate untuk membantumu membangun benteng disana dan untuk membantumu mempertahankannya, sekarang saatnya kau berhenti berkelana dan mencari cinta! Mulailah membangkitkan kembali kerajaan ayahmu, "
" Aku mengerti maksud paman, tetapi bagaimana caraku menjalankan perekonomian disana dan juga uangku tak cukup untuk menggaji pasukan yang paman berikan, "
" Kau tak perlu khawatir, aku akan membantumu! Besok bersiaplah karena kita akan berangkat kesana! Aku dan Namey akan melindungimu, selain itu aku sudah mengirim surat kepada raja Kalingga untuk membantu juga, "
" Baik paman aku akan memberitahukan ini kepada yang lainya! Kalau begitu aku pamit dulu, "
" Ingatlah Airel, kau berhutang kepada kami semua untuk kembali membangkitkan kerajaan Calradia! "
" Ya! Aku pasti akan membangkitkannya! Terimakasih paman, kau telah memberiku jalan baru untuk menggapai tujuanku. "
TO BE CONTINUE...
__ADS_1