The Last King Of CALRADIA

The Last King Of CALRADIA
#19#DEKLARASI KEKAISARAN ARCADIA


__ADS_3

3 hari setelah pertemuan 3 raja dari 3 kerajaan yang hebat, dan hasil dari pertemuan itu adalah deklarasi perang besar-besaran kerajaan Calradia baru kepada aliansi Sultanate.


Hasil pertemuan itu akhirnya terdengar ke telinga Artuk yabg sekarang merupakan raja dari Sultanate. Artuk yang awalnya senang mendapat kabar kematian sahabatnya, kini marah besar karena mendapatkan tantangan perang.


" Apa-apaan yang ku dengarkan ini...!! " bentak Artuk sambil menghentakan kakinya.


Sontak, seluruh orang yang berada di istana Shariz terdiam dan takut melihat kemarahan rajanya.


" Baru saja aku mendengar kabar gembira atas kematian sahabatku..!! Sekarang kau membawa berita yang merendahkan kerajaanku..!! " teriak Artuk.


Sriing...!! Craaaack..!


Artuk lansung mengambil pedangnya dan memenggal kepala prajurit pembawa pesan.


" Cuhh..! Buang mayat dan kepalanya..! Aku tak ingin dia di kubur di kota dan tanah ini..! " ujar Artuk sambil meludahi mayat prajurit tadi.


" Berani-beraninya kerajaan yang baru berganti nama itu menantangku..! Dia tidak tau siapa aku..! Jendral Athas..! Segera kumpulkan pasukan dari seluruh wilayah kerajaanku..! Kita berangkat ke lembah aslan 3 hari lagi..! Dan segera kirim surat kepada raja Rhodok dan raja Swadia untuk mengirim pasukan mereka ke lembah aslan..! " sambung Artuk sambil berjongkok menyentuh darah prajurit yang di penggalnya.


" Baik yang mulia..! " jawab jendral Athas.


" Tuan Artuk bukankah sebaiknya anda segera mendeklarasikan keinginan anda..? Aku baru mendapat surat dari raja Rhodok dan raja Swadia bahwa mereka setuju dengan keinginan anda asal anda masih memberikan 2 raja itu wilayah..! " ujar penasehat Artuk yang selalu menggunakan jubah hitam dan topeng berbentuk wajah anjing.


" Apa yang kau katakan itu benar penasehat..? " tanya Artuk.


" Yaaa..tuanku..! Anda bisa membaca 2 surat ini..! " jawab penasehat sambil memberikan 2 gulungan kertas kepada Artuk.


Artukpun membaca 2 kertas yang di berikan penasehatnya dan Artuk yang sebelumnya murung kini tersenyum saat membaca surat itu.


" Hahahahahahahaha...! Kerja bagus penasehat..! Baiklah besok aku akan mendeklarasikanya..! " kata Artuk dengan tertawa bahagia.


" Dan sebagai imbalanya, aku akan memberimu 10 wanita perawan..! Terserahmu mau kau apakan mereka...! " sambung Artuk.


" Terimakasih tuan..! Hamba akan menerima imbalan itu..! Tetapi tuan saya melihat pajak yang dikirim dari desa-desa di sebelah timur sangat kecil..! Penduduk disana bermalas-malasan dan bahkan berani melawan prajurit kita yang ingin menagih pajak..! " ujar penasehat.


" Segera kirim surat ke seluruh lord di wilayah Sultanate..! Beritahukan bahwa siapapun yang berani menentang perintahku maka akan di hukum mati..! Dan jika mereka mempunyai anak perempuan, maka anaknya wajib diberikan kepada lord yang menjaga wilayahnya..! " ujar Artuk.


" Baik yang mulia..! Hamba akan segera laksanakan..! Kalau begitu hamba pamit yang mulia..! " sahut penasehat.


***


Sylvia dan Ymira terus mencari dan mencari kebsradaan Airel. Sylvia masih yakin bahwa Airel masih hidup. Dari satu tempat ke tempat lain, mereka berdua tak henti-hentinya mencari tau hingga pada akhirnya perjalanan mereka sudah sangat jauh sekali dan malah lebih mendekat kearah kota Shariz.


" Tuan putri, sudah berhari-hari kita mencari dari satu tempat ke tempat lain tetapi hasilnya nihil..! Kita tidak menemukan informasi satupun..! " ujar Ymira.

__ADS_1


" Kau benar..! Tapi ntah kenapa aku masih yakin bahwa Airel masih hidup..! " jawab Sylvia memandangi langit.


" Kita istirahat dulu disini tuan putri..! Sepertinya kuda kita juga kelelahan dan mumpung disini rumputnya tinggi-tinggi, kita biarkan kuda kita makan dulu disini...! " ujar Ymira turun dari kudanya.


" Kau benar..! " jawab Sylvia yang juga turun dari kudanya.


Mereka berduapun menali kudanya di pohon samping mereka dan membiarkan kudanya memakan rumput. Sedangkan mereka berdua bersandar di pohon tersebut.


Tak lama kemudian, ada rombongan pedagang yang sepertinya sedang menuju kota lain untuk berdagang. Saat rombongan itu berjalan melewati Sylvia dan Ymira, salah satu pedagang yang berada di barisan belakang memberhentikan kereta kudanya dan berjalan mendekati mereka berdua sambil membawa 2 buah roti.


" Kalian 2 nona manis disitu, ini kuberikan 2 roti anggap saja sebagai sedekahku..! " ujar ramah pedagang tadi.


" Eh tuan..? Apakah anda yakin..? " tanya Sylvia.


" Ya ambilah nona..! Aku juga masih punya banyak roti di keretaku..! " jawab pedangan sambil tersenyum.


Sylvia dan Ymirapun mengambil roti tersebut dan langsung memakanya.


" Oh iya, ngomong-ngomong nona-nona ini mau kemana..? Saya melihat kalian berdua sangat kelelahan sekali..! " ujar pedangan itu.


" Kami mencari keberadaan seseorang tuan..! Sudah berhari-hari kami berkelana untuk mencarinya..! " jawab Sylvia.


" Memangnya siapa yang nona cari..? " tanya pedagang.


" Kalian dari kerajaan Veagirs ya..? Peperangan di utara Reyvadin memang sudah terdengar dimana-mana dan setau saya seluruh pasukan Veagirs gugur semua disana..! Tetapi temanku berkata lain saat dia berdagang menuju Reyvadin..! " ujar pedagang tadi.


" Berkata lain..? Apa maksut tuan..? " tanya Ymira.


" Ya..! Aku mengetahui peperangan utara Reyvadin dari surat yang dikirim temanku yang ada disana..! Dia mengatakan di utara Reyvadin terjadi perang dahsyat dan teman-temanya mengatakan tidak ada satupun pasukan Veagirs yang hidup di perang itu..! Tetapi karena temanku penasaran, dia mencoba melihat sendiri tempat peperangan yang telah usai itu dan dia melihat ada rombingan kayu yang membawa salah satu prajurit yang terluka parah..! " sambung pedagang tadi.


" Apa..?!? " kejut Sylvia dan langsung berdiri.


" Ya, temanku melihat sendiri..! Kalau tidak salah prajurit yang dia lihat itu memakai zirah putih seperti pasukan Cavalry kerajaan Veagirs..! " jawab pedagang itu.


" Tidak salah lagi..! " jawab Ymira.


" Tuan apakah anda tau kemana rombongan penebang kayu itu pergi..? " tanya Sylvia.


" Di surat itu, temanku mengatakan penebang kayu itu berjalan kearah selatan dan dari baju seragam yang digunakan rombongan penebang kayu itu, mereka adalah penebang kayu kota Shariz..! " jawab pedangang.


" Tapi kenapa penebang kayu Shariz bisa menebang kayu di tempatĀ  sejauh itu..? " tanya Ymira.


" Mereka memang di tugaskan mencari kayu yang dengan kualitas bagus nona, karena mereka akan di bayar mahal jika berhasik mendapatkan kayu yang bagus..! " jawab pedagang.

__ADS_1


" Dan beruntungnya kalian, 2 hari lagi penebang kayu itu akan menyetorkan hasil kayunya..! Kalian bisa menunggu mereka di gerbang Shariz..! " sambung pedagang itu.


" Ymira besok kita berangkat ke Shariz..! " jawab Sylvia.


" Kalau begitu aku berpi dulu..! Sampai jumpa nona-nona cantik semoga kalian menemukan orang yang kalian cari..! " ujar pedagang tadi sambil berjalan menuju kereta kudanya.


" Terimakasih atas makanan dan informasinya tuan..! Aku tidak akan melupakan jasamu ini..! " teriak Sylvia.


Pedagang tadi hanya tersenyum dan melanjutkan perjalananya.


" Tuan putri kenapa kita ke Shariznya besok..? Bukankah Shariz jaraknya sangat dekat dengan tempat kita sekarang..? " tanya Ymira.


" Aku ingin istirahat di sini dulu, lagian hari juga mulai petang..! Dan disini damai tidak ada bandit berkeliaran..! " jawab Sylvia sambil berbaring di rerumputan.


" Baiklah kalau begitu..! " ujar Ymira.


***


KEESOKAN HARINYA~


Hari ini kota Shariz sesak di penuhi orang-orang yang ingin menyaksikan pengumuman dari istana. Semua orang penasaran karena pihak istana tak memberitahukan alasan mengapa seluruh penduduk Shariz di perintahkan keluar pagi ini.


Tak berselang lama, Artuk berdiri di lantai 2 istananya. Semua orang menengok keatas menyaksikan raja mereka yang hari ini tersenyum gembira.


" PERHATIAAAN SEMUAAA...! RAJA ARTUK TELAH HADIR..!! "teriak prajurit istana.


" SALAM UNTUK SELURUH RAKYATKU DI KERAJAAN INI TERUTAMA DI KOTA SHARIZ..! HARI INI ADALAH HARI GEMBIRA DAN HARI BERSEJARAH BAGI KITA..! HARI INI KERAJAAN RHODOK DAN KERAJAAN SWADIA RESMI BERGABUNG DENGAN KITA DAN DI HARI INI JUGA UMUR DARI KERAJAAN SULTANATE AKAN BERAKHIR..!! " ujar Artuk yang di dengar seluruh penduduk.


Mendengar kata-kata rajanya, seluruh penduduk keheranan apa yang raja mereka maksut.


" HARI INI SUDAH TIDAK ADA LAGI KERAJAAN SULTANATE...! TETAPI HARI INI TEMPAT INI..! WILAYAH INI DAN SELURUH WILAYAH KERAJAAN SUKTANATE, SWADIA, DAN RODHOK AKAN DINAMAKAN ARCADIA..! DAN DENGAN INI AKU UMUMKAN BERDIRINYA KEKAISARAN ARCADIAA...! DENGAN PEMBAGIAN 3 WILAYAHNYA..! YAITU ARCADIA YANG AKAN AKU PIMPIN, WILAYAH SWADIA YANG AKAN DI PIMPIN ARC DUKE HERLAUS YANG DAN WILAYAH RHODOK YANG AKAN DI PIMPIN ARC DUKE RICHARD...!!! DAN DENGAN INI AKU ARTUK MENYATAKAN DIRI AKAN MENJADI KAISAR ARCADIA DENGAN JULUKAN KAISAR LEON..!! SIAPAPUN PENDUDUK CALRADIA YANG MENENTANG KEKAISARAN INI AKAN DIHUKUM MATI..! DAN SIAPAPUN YANG BERANI MENANTANG PARA UTUSAN PEMERINTAHAN INI MAKA AKAN DI HUKUM MATI DAN SELURUH HARTA KEKAYAANYA DI BERIKAN KEPADA KEKAISARAN..! DAN UMUMKAN KE SELURUH PENJURU ARCADIA BAHWA SETIAP BULAN HARUS MENBAYAR PAJAK MINIMAL 10 KOIN EMAS..! JIKA TIDAK MAMPU MEMBAYAR MAKA WAJIB MENYERAHKAN ANAK MEREKA LAKI-LAKI MAUPUN PEREMPUAN KE ISTANA SHARIZ..! " sambung pidato Artuk.


Seluruh penduduk yang mendengar pidato itu hanya terdiam. Awalnya mereka senang mendengar kabar berdirinya kekaisaran baru, tetapi seketika raut wajah mereka menjadi sedih dan takut karena mendengar tarif pajak yang diumukan pemimpin mereka. Bagi keluarga para prajurit mungkin tidak masalah karena mereka di gaji 50 koin emas tetapi bagi keluarga petani dan pedagang ini benar-benar mencekik mereka.


Tak lama kemudian terdengar suara teriakan dari para prajurit atas berdirinya kekaisaran baru.


" HIDUP ARCADIA..!! HIDUP KAISAR AGUNG LEON..!!! HIDUP ARCADIA..! HIDUP KAISAR AGUNG LEON..! " teriak seluruh prajurit di Shariz.


" JIKA PENDUDUK TIDAK BERSORAK DAN MEMUJI KAISAR..! MAKA KAMI ANGGAP ITU SEBAGAI PEMBERONTAKAN DAN AKAN LANGSUNG KAMI HUKUM MATI DI TEMPAT...!!! " teriak penasehat bertopeng anjing yang berada di belakang Artuk.


Seketika pula seluruh penduduk bersorak dan memuji-muji kaisar mereka yang baru.


" HIDUP ARCADIA..! HIDUP KAISAR AGUNG LEON..! HIDUP ARCADIA..!! HIDUP KAISAR AGUNG LEON..!! " sorak seluruh penduduk Shariz.

__ADS_1


TO BE CONTINUE...


__ADS_2