The Last King Of CALRADIA

The Last King Of CALRADIA
#37#WANITA BEREKOR 9


__ADS_3

Embun pagi membasahi rerumputan dan juga pepohonan di sekitar perkemahan. Embun pagi juga membasahi Airel yang sedang tertidur lelap di rerumputan. Sedangkan yang lainya tidur di balik tenda yang sudah di siapkan sebelumnya.


Airel tak ikut masuk ke dalam tenda karena keinginanya sendiri yang ingin tidur di luar. Setelah meluapkan kesedihanya kepada Liya, Airel langsung tertidur lelap sampai pagi ini. Perlahan ia membuka matanya yang masih berat untuk di buka.


" Baru bangun ya? "


Liya yang membawa jaket berbulu datang menghampiri Airel.


" Li... Liya!? "


Airel yang terkejut langsung membalikan tubuhnya dari Liya dan wajahnya memerah. Ia teringat kejadian semalam saat menangis dan memeluk Liya.


" Kamu kenapa? Sampai membalikan badan begitu? "


" Ti...tidak! "


" Ini! Cepat ganti bajumu dengan ini! Nanti kamu sakit jika terus memakai baju yang basah karena embun itu, "


Liya memberikan jaket berbulu kepada Airel dari belakang.


" Kalau begitu aku menyiapkan makanan dulu! Setelah ini kita harus segera melanjutkan perjalanan. Aku harap kamu sudah tidak larut dengan kesedihanmu dan bisa menunjukan langkah selanjutnya kepada kami! "


Airel yang sedang memakai jaket pemberian Liya, tak menjawab apa-apa. Dan Liyapun langsung pergi meninggalkanya.


***


Sedangkan para pengikut Airel sudah keluar dari tenda dan menyalakan api unggun lagi untuk menghangatkan tubuh mereka. Sebagianya lagi ikut dengan Liya untuk berburu binatang di sekitar termasuk Elina, Erina, Ymira, dan Jeremus.


Selama 15 menit mereka berburu, merekapun akhirnya kembali dengan membawa 1 rusa dan juga beberapa sayuran yang ada di hutan terdekat. Sesampainya di basecamp sementara, merekapun pangsung menguliti rusa itu dan juga menyiapkan segala keperluan untuk memasak. Semua para pengikut Airel ikut membantu kecuali tuan mereka yaitu Airel. Biasanya Airel serin membantu saat memasak, tetapi kali ini ia hanya terdia memandangi matahari yang terbit.


1 jam sudah berlalu, dan sarapan pagi yang terdiri dari sayur-sayuran dan juga daging rusa panggang sudah siap di makan. Dengan lahap mereka menyantap sarapan pagi itu tapi kali ini tuan mereka tak ikut menyantap bersama.


" Kak Liya mengapa kak Airel tidak ikut makan bersama? "


" Biarkan dia sendiri dulu Elina. Oh ya, setelah kamu selesai makan tolong bawakan makanan ini kepada Airel! Ajak sekalian adikmu! Siapa tau kalian berdua bisa menghibur dia. "


" Baik kak! "


Setelah menghabiskan makananya, Elina dan Erina langsung pergi menuju tempat Airel untuk memberikan makanan.


" Kak Airel...? " sapa Erina.


Airel menengok dan tersenyum kecil kearah 2 gadus kembar itu.


" Elina? Erina? Ada apa? "


" Kami membawakan makanan buat kakak! "


" Oh... Taruh disitu saja nanti kumakan! Sekarang aku sedang tak nafsu makan. "


" Kak Airel tidak boleh begitu! Kakak dari semalam belum makan apa-apa! " Elina mengerutkan dahinya.


" Iya tapi sekarang aku sedang tidak nafsu. "


" Hhhhhhhhh....! Kami memang belum tau apa itu cinta! Tetapi kakak adalah seorang calon raja! Kakak tidak boleh larut dalam kesedihan hamya karena cinta! Ingat kak! Cinta rakyat Calradia kepada kakak lebih besar daripada cinta kakak kepada wanita itu! " bentak Erina.


" Aku... Aku tak tahu lagi apa bisa membangun Calradia, "


" Kakak! Kakak harus bisa! Kami semua menuntut kakak harus bisa membangun lagi kerajaan kakak! Kami rindu akan kedamaian! Dan hanya kakaklah yang bisa mewujudkanya! " Elina juga ikut membentak.


Airel langsung terdiam dan tak bisa menjawab lagi. Dan karena takcada jawaban lagi dari Airel, Elina dan Erina pun berencana memaksa Airel untuk makan.


" Hhhhhhh...! Kak Liya! Cepat kesini! "


Elina berteriak memanggil Liya yang sedang membersihkan pedangnya. Dan Liyapun langsung datang menghampiri Elina.


" Kenapa Elina? "


" Pegang ini! " Elina memberikan sepiring makanan yang berisi potongan daging rusa panggang dan sayur-sayuran.


" Erina! Pegang kakinya! Aku akan pegang kedua tanganya! Kak Liya paksa kak Airel buka mulut! "


Elina langsung memegang kedua tangan Airel sedangkan Erina menduduki kedua kaki Airel.


" A..., Aapa yang kalian lakukan!? "


" Diam!! Cepat kak Liya suapi dia! "


Liya tanpa berkata apapun langsung memaksa membuka mulut Airel dan memasukan makanan ke mulut Airel. Airel yang tak dapat berkutik akhirnya pasrah dan mau di suapi oleh Liya.


" Naaah..., Gitu dong dari tadi! Dengan begini kakak punya tenaga lagi..., " Elina melepaskan kedua tangan Airel.


" Tapi tidak begini juga caranya Elina! "


" Kalau tidak begitu, kakak pasti tidak akan makan! Lagian hanya karena putus cinta kakak kayak gitu, "


" Hhhhhh iyaa-iyaaa...! Lalu ini Erina kenapa masih duduk disitu?? "


" Eh iya! Maaf kak hehe..., " Erina yang tertawa kecil langsung berdiri.


" Oh ya Liya, sudah cukup menyuapiku! Aku bisa makan sendiri. "


" Jangan seperti ini lagi lain kali! Kamu adalah pemimpin kami! Kalau kamu seperti ini, kami tak tau lagi harus apa! " Liya memberikan memberikan piring berisi makanan kepada Airel.


" Maaf..., Aku pasti akan mengembalikan kerajaan ayahku! "


Setelah percakapan itu, Airel melahap makananya sambil sesekali bercanda dengan Elina, Erina, dan Liya yang duduk di sampingnya.


Sat sedang asik melahap makananya, Airel di kagetkan oleh suara Jeremus yang berteriak memanggilnya.


" Tuaaaan...! Tuaaaan...! " Jeremus berteriak dan berlari kearah Airel. Raut wajahnya begitu cemas dan bajunya basah terkena peluh keringatnya.


Melihat Jeremus yang seperti itu, Airel langsung beranjak dari duduknya dan matanya memandang kearah Jeremus.


" Ada apa Jeremus? Kenapa kau berlari seperti sedang di kejar hantu? "

__ADS_1


" Je–jendral Kevin bersama 200 pasukanya sedang mengarah kesini!! "


Kabar dari Jeremus membuat seluruh pengikut Airel kaget begitupun dengan Airel sendiri.


" Apa..!? Apa mereka sudah dekat? "


" Ya tuan! Mereka sudah sanhat dekat! "


" Cih!! Para kaum pria segera angkat pedang kalian...!! Dan yang wanita tolong beresi semua tenda dan perlengkapan kita! "


" Airel aku akan ikut denganmu! " Liya memegang tangan Airel.


" Liya kamu bantu mereka memberesi barang! Biar aku yang urus ini! " Airel memberikan piringnya kepada Liya dan langsung mengambil pedangnya.


***


Dari kejauhan sudah terlihat jendral Kevin beserta padukanya yang menunggangi kuda sedang mengarah ke arah Airel.


Airel dan beberapa pengikutnya sudah siap dengan pedang dan pandangan tajam mereka terus terarahkan ke pasukan jendral Kevin.


Jendral Kevin dan pasukanya berhenti tepat 100 meter dari tempat berdirinya Airel.


" Tuan apa kita langsung serang?? "


" Tidak! Kaljan tunggu saja disini! Biar aku kesana sendiri! "


Airel dengan santai berjalan menuju tempat jendral kevin berdiri di samping kudanya.


" Ada apa kau capek-capek datang kesini jendral Kevin? Apakah ada barang yang terbawa oleh kami?? "


" Ya! Ada barang dari kerajaan kami yang terbawa kalian! "


" Apa itu?? Mungkin aku bisa mengambilnya untukmu, "


" Tak perlu jendral Airel! Seharusnya kau tau apa tujuan kami kesini! "


" Heh... Sudah kubilang berapa kali kalau aku tidak membunuh raja Yarlek! "


" Sekarang jawab pertanyaanku jendral Airel! "


" Apa itu!? "


" Apa benar kau adalah keturunan terakhir dari raja Calradia? "


" Ya! Aku adalah keturunan terakhir raja Calradia! "


" Lalu apalagi yang harus kau bantah? Sudsh jelas bukan? Belati yang menancap di tubuh raja itu adalah belati milikmu! "


" Aku berani bersumpah! Kerajaan Calradia tidak pernah membuat belati seperti itu! Jika kau kesini untuk membunuhku, maka aku akan melawanmu! Karena aku tidak bersalah dan tidak pernah melakukan pembunuhan keapda raja Yarlek! "


" Kedatanganku kesini bukan untuk itu! "


" Lalu apa!? "


" Ratu kami memerintahkan agar kau menyerahkan diri! Ratu tak akan menjatuhimu hukuman mati tapi hanya akan memenjarakanmu! Selain itu, para pengikutmu akan di jamin keamanannya jika kau mau menuruti perintah ratu! "


" Ratu memerintahkanku untuk membawa kepalamu di hadapanya! "


Sriiiiing...!!! Craaaaaaaak...!


5 prajurit di belakang jendral Kevin seketika kehilangan kepalanya karena tebasan Airel. Dan Airel sendiri sudah ada di belakang jendral Kevin.


" Aku tak segan-segan jika membunuh, walaupun yang kubunuh adalah mantan prajuritku! Dan apa kau yakin bisa membawa kepalaku? "


Tubuh jendral Kevin bergetar. Keringat dingin mulai membasahi wajahnya.


Sriiing...!


Airel menempelkan bilah pedangnya ke leher jendral kevin.


" Aku tau kau kuat jendral Kevin! Tapi seharusnya kau sadar perbedaan kekuatan kita. Kau butuh 1000 pasukan untuk membunuhku! Atau kau bisa membawa raja Artukmu untuk berduel denganku! "


Jendral Kevin tak bisa berkata apa-apa. Dia hanya diam membisu karena takut jika ia salah berkata maka Airel akan menebas lehernya.


" Sekarang bawa pasukanmu kembali! Dan sekali lagi, aku bukanlah pelaku pembunuhan raja Yarlek! Aku siap melawan ribuan pasukan kerajaanmu karena aku tak bersalah! Beritahu itu ke raja dan ratumu! "


Airel memasukan pedangnya ke sarung pedang di pinggangnya dan langsung berjalan kembali kearah para pengikutnya.


" Jendral Airel! Hari ini kau lolos! Tapi cepat atau lambat kau pasti akan hancur karena raja dan ratu kami akan melakukan invasi besar-besaran untuk menghancurkan 2 kerajaan yang mendukungmu! "


" Kita lihat saja siapa yang akan hancur! Sampaikan itu kepada raja dan ratumu! " jawab Airel tanpa menengok dan terus berjalan menuju pengikutnya.


Jendral Kevin sendiri juga langsung menarik pasukanya untuk kembali ke kota Khudan.


" Tuan kau baik-baik saja? " Jeremus dan yang lain menghampiri Airel.


" Ya! Aku baik-baik saja, "


" Apa yang di sampaikan oleh jendral Kevin tuan? "


" Dia mengatakan bahwa Arcadia dan Veagirs akan mulai melakukan invasi besar-besaran! Kita harus segera menuju Ichamur! Apa semua barang sudah di masukan ke kereta kuda? "


" Ya tuan! "


" Baiklah mari kita berangkat! Perjalanan ke Ichamur hanya butuh sehari saja, "


Airel dan rombongapun mulai berangkat menuju kota Ichamur yang merupakan salah satu kota besar di kerajaan Khanate. Diperjalanan menuju Ichamur hampir tak ada rintangan yang berarti dan hanya rintangan kecil seperti bandit-bandit yang sudah 2 kali mencoba menyerang, tetapi Airel dengan cepat membereskan para bandit itu.


" Tuan hari mulai gelap, apa tak sebaiknya kita istirahat dan memulai perjalanan lagi besok pagi...? " ucap Jeremus yang satu kereta dengan Airel.


" Kau benar! lagipula sangat berbahaya jika kita meneruskan perjalanan malam hari, karena pasti akan banyak bandit yang menghadang, "


Saat sampai di sebuah hutan yang dekat dengan sungai, Airelpun memerintahkan rombonganya untuk membangun tenda dan menyalakan api unggun dan setelah memersilakan para rombongan untuk membersihkan diri di sungai.


***

__ADS_1


Malam ini sangat gelap karena langit yang sedang mendung. Tempat Airel dan yang lain istirahat hanya mengandalkan cahaya api unggun kecil .


" Airel semuanya sudah selesai mandi, tinggal kamu saja yang belum. " Liya yang mengurai-urai rambutnya dengan handuk, berjalan mendekati Airel yang sedang termenung memperatikan api unggun.


" Eh..., Liy– " Airel terkejut dan menengok kearah Liya. matanya tak bisa berpaling saat  melihat Liya sedang mengurai rambutnya yang basah. 


Dalam hati, Airel begitu terkejut dan tak menyangka bahwa Liya sangat cantik saat mengurai rambut seperti itu.


" Ke...kenapa kamu melihatku seperti itu!? " Liya tersipu malu.


" Eh, tidak! Aku mandi dulu kalau begitu, " 


Airel langsung beranjak dari duduknya dan pergi menuju sungai. Saat disungai, Airel masih terbayang dengan kecantikan Liya. 


Liya memang cantik tetapi entah mengapa Airel begitu terpesona kecantikan Liya saat ia mengurai rambutnya. Ketika Airel melamun, tiba-tiba terdegar suara bisikan kecil di telinganya.


" Akhirnya ku menemukanmu..., "


Airel langsung terkejut saat suara lirih itu terdengar di telinganya. Ia langung menengok ke segala arah dan hasilanya tak ada satupun orang.


" Aku sudah lama mencarimu tuan Calradia, "


Suara berbisik itu kembali terdengar dan membuat Airel sedikit takut. Tapi karena penasaran, Airel memutuskan untuk mencari tau sumber suara itu.


" Siapa kau...! Tunjukan dirimu jangan berbisik seperti itu! " teriak Airel sembari menengok kekiri dan kekanan.


" Hmhmhm..., "


Dan terdengar lagi suara bisikan itu, kali ini seperti suara wanita sedang tertawa kecil.


" Siapa kau sebenarnya!? Cepat tunjukan dirimu! " Airel membentak dengan keras.


Setelah bentakan Airel, tiba-tiba muncul puluhan kunang-kunang bercahaya putih yang bergerombol. Kunang-kunang itu beterbangan di depan Airel. Dan secara perlahan, cahaya putih brrsinar terang tepat di gerombolan kunang-kunang itu. Airel penyipitkan matanya karena saking silaunya cahaya putih itu.


" Akhirnya aku menemukanmu! Raja Calradia..., " suara seorang wanita bergema di cahaya itu.


" Siapa kau? Dan bagaimana kau tau tentangku? " tanya Airel yang menyipitkan matanya, mencoba melihat kearah cahaya itu.


Perlahan cahaya itu memudar dan terlihat sesosok wanita cantik memakai gaun putih bersih dengan rambut putih berdiri tepat di depan Airel. Selain itu, wanita itu memiliki 9 ekor dengan bulu berwarna putih bersih.


Airel sangat terkejut karena baru pertama kali ini ia melihat wanita secantik itu dan memiliki 9 ekor.


" Aku sudah tau tentangmu sejak dulu, " wanita itu tersenyum manis kearah Airel.


" Si–siapa kau sebenarnya?? " mata Airel tak berkedip melihat wanita berekor itu.


" Panggil saja aku Yuki! Aku sudah mencarimu sejak 700 tahun ini dan takdir akhirnya mempertemukan kita! "


" Apa maksudmu?? " Airel masih tak paham apa yang di maksud oleh Yuki.


" Baiklah akan kuceritakan secara lengkap! "


" Dahulu ada sebuah kekaisaran besar di benua Azteroth, nama kekaisaran itu adalah Tokugawa. Dulu saat kekuatanku melemah karena kalah bertarung melawan raja Tokugawa, para prajurit Tokugawa mencoba membunuhku dan akupun berlari dan terus berlari mencari temapt berlindung. Hingga saat diujung keputusasaanku untuk menyelamatkan diri, seorang laki-laki yang tampan dan gagah berani menyelamatkanku dan membawaku ke istananya. "


" Apa laki-laki yang kau maksud itu..., " Airel mencoba menebak.


" Ya, namanya adalah Mishtar dan dia adalah raja dari kerajaan Calradia! Dia mengobati lukaku dan merawatku hingga aku pulih. Dan saat itu aku tak tau bagaimana caraku membalas budi kepadanya, saat aku berencana memberikan kekuatanku tapi dia sudah kuat dan lebih kuat dariku. Jadi menurutku dia sudah tak butuh kekuatan. Lalu aku memberanikan diri untuk menanyakan kepadanya, apa yang ia inginkan dariku, "


" Lalu apa jawabannya? "


" Dia mengatakan kepadaku, bahwa untuk saat ini dia tak membutuhkan apa-apa dariku. Tapi dia hanya ingin aku bersumpah setia kepadanya dan kepada kerajaan Calradia. Selama puluhan tahun aku selalu ikut denganya tetapi dalam wujud tak terlihat. Hingga saat ajalnya hampir tiba, dia memberiku tugas! "


" Tugas...?? "


" Ya! Dia berkata jika saat ajalnya tiba,  dia memberiku tugas untuk mencari orang sepertinya dan memiliki aura yang sama denganya yaitu kegelapan dan orang itu masih merupakan keturunanya! Selama ratusan tahun aku mencari, aku mengawasi raja-raja Calradia dari generasi ke generasi tetapi tak ada yang memiliki aura yang sama denganya. Dan saat keruntuhan Calradia, aku sudah putus asa untuk mencari. Tetapi, saat aku sedang melewati sungai ini akupun merasakan aura yang sama denganya dan ternyata itu dirimu! "


" Aku masih belum tau apa yang kau ceritakan, tetapi aku percaya terhadap ceritamu! Karena ayahku dulu pernah mengatakan bahwa raja Mishtar I pernah bertemu makhluk berekor 9. Awalnya aku tak percaya, tetapi setelah melihatmu akupun akhirnya percaya dengan yang di katakan ayahku! "


" Begitukah?? " Yuki tersenyum.


" Lalu? Sekarang apa yang akan kau lakukan? Bukankah dengan ini tugasmu sudah selesai? "


" Tidak! Tuan Mishtar mengatakan, jika aku sudah berhasil menemukanya maka aku harus memberikan kekuatanku kepadanya dan ikut berjuang bersamanya! Dengan kata lain, aku akan membantumu dan memberikanmu kekuatan! "


" Kekuata— " belum selesai Airel berkata, Yuki tiba-tiba lansung menciumnya.


" Apa yang kau lakukan!! "setelah ciuman, Airel menjauhkan diri dari Yuki.


" Hanya dengan ciuman saja caraku memberikan kekuatan kepadamu! Bukankah kamu sudah merasakanya? Kekuatan mengalir di tubuhmu? "


" Ya! Aku merasakan sebuah kekuatan besar mengalir di tubuhku, "


" Aku tau auramu sama seperti pendahulumu, tetapi kekuatanmu tak sebesar seperti dia! Dan aku harus meminta maaf padamu! "


" Maaf untuk apa? "


" Aku melanggar janji untuk ikut berjuang bersamamu! Aku tak bisa membantumu untuk itu, karena aku harus bertapa lagi untuk mengembalikan kekuatanku yang sudah kuberikan padamu, "


" Baiklah kalau memang begitu! Aku yakin raja Mishtar I tidak akan marah padamu! Tapi jika aku mengalami kesulitan, apakah kau bisa membantuku? "


" Ya! Aku pasti membantumu! Kamu hanya perlu memejamkan mata dan panggil namaku dalam hatimu, maka aku akan segera muncul di hadapanmu! "


" Terimakasih! Kedatanganmu ini benar-benar membuatku lega karena peperangan demi peperangan harus aku hadapi setelah ini! "


" Aku senang bisa bertemu dengan orang yang sama dengan tuan Mishtar lagi! Sampai jumpa lagi tuan, " Yuki melipat tanganya kebelakang dan tersenyum manis di hadapan Airel.


" Panggil saja aku Airel! "


" Baik! Sampai jumpa tuan Airel! "


Yuki membungkus dirinya dengan ekor-ekornya dan seketika ia lenyap dari hadapan Airel.


Sedangkan Airel sendiri begitu lega dan ia merasa punya kekuatan tambahan untuk peperangan yang akan datang. Selain itu, Airel juga terpesona dengan kecantikan Yuki.


Airelpun meneruskan niatnya untuk mandi. Setelah ia selesai mandi dan hendak bergabung dengan yang lain lagi, Airel melihat sebuah bunga dengan kelopak indah berwarna merah menyala. Diapun memetik bunga itu.

__ADS_1


TO BE CONTINUE...


__ADS_2