The Last Path

The Last Path
Kegiatan penduduk Phantasia


__ADS_3

Sepanjang perjalanan ke rumah bibi Hilni Dogma tak mengucapkan sepatah katapun sementara Freya, Pati dan Pita mengobrol dengan ceria seolah lupa akan ketakutan mereka saat mendengar nanyian tadi malam. Dogma sibuk dengan pikirannya sendiri. Ia masih belum mengerti apa maksud Siry mengatakan hal itu, dan Ia bingung apa yang harus dilakukan dalam keadaan ini.


“Bibi ini kami datang!” Seru Freya sambil mengetuk pintu rumah bibi Hilni.


Tak lama kemudian muncul bibi Hilni dari balik pintu sudah dengan keranjang di tangannya.


“Wah kalian tepat waktu, mari kita segera ke perkebunan.” Ajak bibi Hilni pada mereka berempat.


“Bibi, semalam kami mendegar suara nyanyian merdu,apakah itu berbahaya?” Tanya Freya pada bibi Hilni.


“Selama ini belum ada kejadian menyeramkan yang timbul akibat dari mendengar nyanyian itu. Yang berbahaya adalah keluar dimalam hari. Jadi jika kau mendengar suara nyayian itu tanpa keluar di malam hari, Bibi rasa itu bukan hal yang bahaya.” Jelas Bibi sambil mengingat-ingat kejadian yang pernah timbul dari lagu itu.


Beberapa tahun yang lalu pertama kali mendengar lagu itu, ada seseorang yang keluar untuk melihat siapakah gerangan yang memiliki suara merdu itu, namun Ia terbunuh oleh Nightwalker. Di malam berikutnya ketika suara nyanyian itu kembali terdengar, taka da seseorangpun yang keluar rumah dan esok paginya semua orang selamat.


Di depan rumah bibi Hilni terdapat jalan setapak menuju lereng lembah. Mereka menyusuri jalan menuruni lembah dengan hati-hati agar tak terperosok. Setelah berjalan beberapa saat, akhirnya mereka tiba di perkebunan yang terawat dengan baik. Di kebun ini terdapat berbagai macam sumber makanan. Pertama memasuki perkebunan mereka menemukan kebeberapa pohon kelapa yang mengelilingi seolah memagari perkebunan ini. Setelah itu terdapat tanaman berbagai macam pohon buah. Di sini mereka bertemu dengan beberapa pekerja yang sedang memanen buah. Bibi


Hilni memberitahu bagaimana cara mendapatkan buah dan memetik buah agar pohonnya tidak rusak. Setelah memetik beberapa buah, mereka melanjutkan perjalanan dan menemukan hamparan tanaman berbagai macam sayuran yang tumbuh dengan subur.


“Halo bibi Hilni.” Sapa salah satu warga yang sedang memetik sayuran. Bibi Hilni segera berjalan ke arah wanita tersebut.

__ADS_1


“Halo Leni, wah rupanya kalian mendapat sayur yang segar juga hari ini.” Kata bibi Hilni sambil melirik keranjang wanita tersebut, Leni hanya tersenyum menjawab bibi Hilni. Dogma, Freya, Pita dan Pati mengamati cara memetik sayuran dengan teliti. Mereka melihat berbagai macam sayuran dengan cara memetik yang berbeda.


“Perkenalkan ini Leni, Ia dan beberapa orang bertugas menjaga kebun sayuran.” Kata bibi Hilni sambil menunjuk Leni.


“Hallo, salam kenal, kami penduduk baru di desa ini jadi mohon bantuannya.” Kata Dogma mewakili Freaya, Pita dan Pati.


“Wah kau gadis yang sungguh manis, jika perlu sayuran jangan ragu, datanglah kemari.” Kata Lina sambil tersenyum ramah, selikas Dogma melirik Freya yang tersipu mendengar pujian ini.


“Baiklah Lina, kami harus melanjutkan perjalanan.” Bibi Hilni dan mereka berempat segera berpamitan pada Lina dan melanjutkan langkah.


“Nah ini adalah kebun dengan berbagai rempah dan tumbuhan yang dapat kalian gunakan untuk bumbu masakan. Selalu ada perkeja di sini kecuali malam hari, jadi kalian bisa bertanya cara memanen yang benar.” Bibi Hilni segera mengajak mereka ke perkebunan terakhir. Di perkebunan ini terhampar luas ladang gandum.


“Semua perkebunan ini adalah milik Kerajaan, dan orang-orang yang kalian temui tadi adalah para pekerja. Mereka bertugas mengurus pekebunan agar semua tumbuh dengan baik, dan mereka dibayar oleh kerajaan. Hasil panennya dijual di pasar setiap hari, uang hasil panennya digunakan untuk membayar mereka juga untuk kemajuan pembangunan kerajaan. Kerajaan ini memiliki mata uang tersendiri. Nah karena kalian baru, kalian diijinkan untuk mengambil bahan makanan dari perkebunan ini selama satu mingu. Untuk selanjutnya kalian harus memiliki uang untuk membeli segala sesuatu di pasar. Atau kalian bisa memakan ikan dari sungai.”


“Tapi jika kalian ingin memakan bahan olahan, seperti roti kalian harus membelinya. Kalian bisa melakukan pekerjaan ringan untuk memperoleh uang.” Mendengar hal ini mereka berempat bersorak kegirangan.


“Tapi Bi, pekerjaan ringan apa yang bisa kami lakukan?” Tanya Freya.


“Kalian bisa bekerja di perkebunan ini atau membantu di pasar, lihatlah sekeliling nanti kalian pasti akan menemukan sesuatu untuk menghasilkan uang. Oh ya, ikan di sungai bebas kalian ambil. Kalian bisa memasaknya atau menjualnya. Aku yakin pria disampingmu tak akan mebiarkan kalian kelaparan.” Jawab bibi Hilni sambil mengerlingkan mata pada Freya, Freya menoleh pada Dogma sambil tersenyum penuh harap.

__ADS_1


“Nah, sekarang kalian bisa mulai memetik buah atau yang lainnya untuk dimakan. Bibi akan ke sungai menemui seseorang.”


Setelah berkata demikian, bibi Hilni segera berlalu dan menghilang di balik pohon kelapa. Dogma menenteng keranjang pemberian bibi Hilni untuk diisi dengan sayur dan buah yang mereka butuhkan. Mereka segera menemui penjanga perkebunan.


“Selamat sore Paman, kami ingin mengambil beberapa buah dan sayuran.” Kata Dogma pada sorang pria yang sedang memetik buah apel.


“Mari Paman ajari cara memotong buah apel dengan benar. Oh ya kalian hanya boleh mengambil masing-masing jenis baik itu buah, sayur atau yang lainnya sebanyak tiga buah untuk masing-masing. Jadi misalnya kalian ingin mengambil apel, karena kalian berdua makan kalian hanya boleh mengambil enam buah apel perhari, berlaku juga untuk buah dan sayur lainnya.” kata paman itu.


“Tapi Paman, kami berempat.” Protes Dogma.


“Halo Paman, kami juga perlu makan. Apakah boleh mengambil kami mengambil bagian kami juga?” Pati terbang mendekati paman bertopi merah itu.


“Wow kalian bisa bicara, maaf telah melupakan kalian. Ini pertama kalinya Paman melihat burung jenis kalian yang dapat berbicara. Baiklah jika kalian mau buah kalian juga bisa mengambilnya dengan jatah yang sama dengan manusia. Jika kalian ingin makan biji gandum, kalian bisa mengambil sebanyak satu kaleng takaran untuk satu rumah satu hari.” Kata Paman tersebut sambil tersenyum ramah. Mereka berkenalan secara singkat.


Setelah diberitahu caranya memanen buah dan sayuran secara singkat, merekapun mulai mengambil bahan makanan yang mereka butuhkan.


“Sebaiknya kalian keluar lewat ladang gandum, tak jauh dari sana kalian bisa menemukan sungai dan kalian bisa menagkap ikan di sana.” Saran paman Dori.


“Terima kasih atas bantuannya Paman, besok kami kembali lagi.” Kata mereka berempat dengan riang.

__ADS_1


“Wah sungai ini benar-benar jernih, kita bisa melihat ikan benerang seperti sungai di samping rumah nenek Hito.” Seru Pati bahagia.


__ADS_2