The Last Vampir Hunter

The Last Vampir Hunter
Guru Vampir Hunter


__ADS_3

Setelah menceritakan kisah tentang sejarah perjanjian antara pemburu Vampir dan Vampir. Jacob dan Evan yakin bahwa pembunuhan yang terjadi adalah karena Vampir.


"Jadi menurutmu, pembunuhan itu memang karena Vampir?" tanya Jacob.


"Setelah mendengar cerita tentang sejarah Vampir dan pemburu Vampir ini. Aku yakin bahwa para korban memang dibunuh oleh Vampir," terang Nazira.


"Lalu, apa yang harus kita lakukan, Jacob?" Evan memandang Jacob yang ternyata juga bingung.


Mereka bingung, karena sudah 100 tahun berlalu dan tidak ada lagi dari keturunan pemburu Vampir yang tahu bagaimana cara membunuh Vampir.


"Kenapa? Ada masalah?" Nazira penasaran dengan kediaman Jacob dan kakeknya.


"Sebenarnya para keturun pemburu Vampir--bisa di katakan, entah kemana dan aku yakin kami yang tersisa tidak tahu lagi yang tahu cara berburu Vampir," jawab Evan.


"Aku ingat saat aku masih sepuluh tahun, kakekku memintaku untuk belajar cara berburu Vampir. Namun, ayahku mengatajan tidak usah belajar karena telah berlalu selama 50 tahun dan Vampir bisa dikatakan tidak pernah muncul lagi. Membuat orang tua kami tidak pernah mengajarkan kami cara berburu Vampir," terang Jacob.


"Lalu bagaimana kalian tetap tahu bahwa kalian adalah keturunan pemburu Vampir?" Nazira heran, jika mereka telah melupakannya bagaimana mereka tahu bahwa mereka adalah pemburu Vampir.


"Nazira, ini semua karena pembunuhan kasus pertama dan Jacob, dia ingat dengan perkataan kakeknya--,"


"Aku mencari catatan peninggalan kakekku, bisa dikatakan itu adalah diarynya," sela Jacob memotong perkataan Evan.


"Di sana tertulis beberapa nama keluarga pemburu Vampir dan aku mengenal beberapa nama tersebut. Salah satunya Evan." Jacob mengambil tas yang dia letakan di sofa Evan. Dia kemudian memperlihatkannya kepada Nazira dan Evan.


"Aku akan mengajarkan kalian cara berburu Vampir," usul Nazira.


Evan dan Jacob saling berpandangan, mereka kembali curiga dengan Nazira.


"Bagaimana kau tahu cara berburu Vampir?" tanya Evan.


"Itu karena--." Nazira mencoba mencari alasan yang tepat agar identitasnya tidak ketahuan.


"Karena apa?" Jacob memandang Nazira curiga.


Nazira ingat tentang buku catatan yang dia miliki saat belajar menjadi Vampir hunter.


"Sebenarnya saya sekitar beberapa tahun yang lalu, menemukan sebuah buku tentang Vampir dan bermimpi bahwa mereka ada. Sejak itu saya mempelajari cara berburu Vampir dari buku tersebut," bohong Nazira.

__ADS_1


"Di mana buku itu sekarang?" Jacob penasaran.


"Buku itu hilang, tapi tenanglah aku telah mencatat hal-hal yang penting,"


"Jadi apa rencana kita?" tanya Evan.


"Pertama kita harus mengumpulkan para keturunan keluarga pemburu Vampir ini," tunjuk Nazira kepada buku Jacob yang sedang dipegangnya.


"Dia benar," sahut Jacob.


"Beberapa nama yang kalian kenal ajaklah mereka dan kita akan membuat senjata yang bisa membunuh para Vampir," terang Nazira.


"Besok kita bisa mulai untuk mendatangi mereka." Jacob antusias dengan kegiatan ini.


"Sebaiknya kita membagi nama-nama itu. Akupun hanya mengenal beberapa nama. Sisanya, aku rasa sudah tidak tinggal di sini lagi," jelas Evan.


Mereka berdiskusi tentang rencana tersebut. Evan mencatat nama-nama yang akan dia kunjungi, begitupun dengan Jacob.


***


Keesokan harinya Jacob dan Evan mulai mengumpulkan para keturunan pemburu Vampir untuk dilatih. Sayang sekali hanya lima orang yang bersedia. Sedangkan yang lainnya tidak percaya karena mereka pikir Vampir itu tidak ada dan itu hanya legenda.


Mereka menjadikan perkebunan di belakang rumah Evan sebagai tempat belajar. Ezra pun belajar setidaknya dia bisa melindungi diri nantinya.


"Saya akan menjelaskan benda-benada apa saja yang dapat membunuh dan melukai Vampir." Mulai Nazira. Dia mengeluarkan barang-barang miliknya agar para pemburu Vampir mengetahuinya.


"Ini adalah pisau, bagi manusia pisau ini hanya pisau biasa tapi pisau ini terbuat dari perak, jika kalian bisa menusukkan pisau ini tepat di jantung Vampir maka itu akan membunuh mereka dan kehidupan abadi yang mereka miliki akan lenyap, terbakar," Nazira memperlihatkan pisau tersebut kepada tujuh muridnya.


Mereka bergantian meliahtanya.


"Apakah hanya di jantungnya saja, bagaimana jika meleset?"


"Jika mengenai angota tubuh lainnya, maka itu hanya akan membuat dia terbakar dibagian yang terkena pisau, tidak membunuhnya. Dan ingatlah Vampir memiliki kemampuan sembuh yang cepat," jawab Nazira.


Mereka semua paham.


"Lalu ini apa?" Seseorang menunjuk senter Nazira.

__ADS_1


"Itu adalah senter dengan cahaya seperti ultra violet. Kalian tahu bukan, bahwa Vampir tidak bisa kena matahari, jadi senter tersebut dapat membakarnya,"


"Bagaimana cara untuk mendapatkan senjata ini?"


"Aku akan mengajarkan kalian cara membuatnya." Nazira memang juga dilatih membuat senjata karena mereka tidak bisa memprediksi kapan para ilmuwan bisa saja menghilang atau terbunuh. Apalagi jika hanya hal-hal kecil.


"Untuk pisau kita bisa meminta tolong pengrajin pisau untuk membuatkannya, sedangkan untuk pistol apakah kita bisa mendapatkan izin untuk membuat peluru yang terbuat dari perak?"


"Aku tahu seseorang yang bisa melakukannya," jawab seornag pria.


"Kalau begitu, itu menjadi tugas anda, Sir," sahut Nazira. Si pria mengangguk.


Setelah memperkenalkan senjata-senjata yang dapat mereka gunakan untuk membunuh Vampir. Nazira mulai mengajarkan mereka cara menggunakan senjata tersebut. Di mana keberadaan jantung para Vampir.


Nazira juga mengajarkan mereka ilmu bela diri. Beruntung semuanya ternyata memiliki ilmu bela diri. Nazira juga mengatakan bahwa rata-rata Vampir bisa membaca pikiran manusia, kecuali beberapa keturunan pemburu Vampir yang memiliki kemampuan istimewa. Vampir tidak akan dapat membaca pikiran mereka.


"Jadi apa yang harus kami lakukan, karena kami tidak tahu, apakah kami memiliki kemampuan itu atau tidak?"


"Alihakan pikiran kalian hanya kepada sesuatu yang tidak penting. Misal, jika seharusnya kalian memikirkan untuk menusuk Vampir di jantungnya. Maka pikirkan saja hal lain seperti makanan, musik atau apa saja yang tidak berhubungan dengan Vampir itu." Nazira menyerahkan sebuah buku catatan.


"Itu adalah catatan cara mengendalikan pikiran para Vampir, beberapa keturunan pemburu Vampir memiliki kemampuan itu. Kalian copy saja buku tersebut dan pelajari. Kita tidak tahu siapa yang memiliki kemampuan tersebut," lanjut Nazira lagi.


Mereka paham, kemudian kembali berlatih.


"Aunt Nazira, aku akan menjadi pemburu Vampir hebat di kemudian hari." Kai menarik baju Nazira.


"Ya, kau akan menjadi pemburu Vampir hebat nantinya." Nazira mengangkat tubuh Kai.


Masih menjadi misteri bagi Nazira, jika para pemburu Vampir tidak megetahui cara berburu Vampir. Lalu bagaimana kakek dan ayahnya membentuk para pemburu Vampir dan mengajarinya cara berburu Vampir?


Apakah karena terdesak akhirnya mereka mencaritahu tentang makhluk dingin itu?


Entahlah, Nazira tidak tahu, apakah ini bisa mengubah masa depan? Jika mereka bisa membuat Vampir lenyap di tahun ini?


🍒🍒🍒


Besties mampir ya ke karya temanku!

__ADS_1


...ISTRI TANGGUH MILIK TUAN AROGAN...



__ADS_2