
"Apakah serumnya tidak bekerja?"
"Entahlah, aku juga tidak tahu," jawab Robert mengedikan bahu, dia terus memperhatikan layar.
"Apa yang harus kita lakukan? Ini menjadi sia-sia," kesal teman tim yang tidak sengaja membuat Nazira sedih. Dia Margaret, anak itu memang terkenal ceplas-ceplos.
"Bukankah kau salah satu tim yang melakukan uji coba?" sindir Robert kepada Margaret.
"Ya dan saat kami mencobanya itu berhasil, jika tidak kita belum akan melakukan semua ini," kesal Margaret karena dia disalahkan.
Sia-sia usaha mereka selama ini. Jika ini juga tidak berhasil, pengorbanan Nazira pergi ke masa 50 tahun yang lalu juga sia-sia.
Robert membuka pintu mobil dan memanggil Nazira. Sepertinya gadis itu habis bersedih. Nazira dengan cepat mengusap air matanya.
"Nazira, ke sinilah!" panggil Robert.
Nazira menuju mobil.
"Serum belum memberikan reaksi apapun," ucap Robert memberitahu Nazira.
"Apa?" Nazira masuk ke mobil lagi.
Dia melihat para vampir masih bersenang-senang dalam.kemeriahan pesta.
"Coba kita hubungi Kate, dia pasti tahu sesuatu," ujar Nazira. Dia mengeluarkan ponsel dari sakunya.
"Lihat!" ucapan Margaret menghentikan Nazira mengambil ponselnya
Pandangan mereka semua menuju layar. Di sana Nazareth yang tengah berdansa dengan Clara. Tiba-tiba terbakar dan menghilang. Vampir lain terkejut. Namun, kejadian yang sama juga mereka alami.
Anehnya beberapa Vampir terbakar dan menghilang, sedangkan sisanya masih hidup mereka seperti orang linglung. Mereka bingung kenapa ada di lapangan ini. Belum lagi mereka menyaksikan beberapa vampir di sekitar mereka yang tiba-tiba terbakar dan menghilang.
__ADS_1
"Ayo kita lihat," ajak Nazira, dia keluar dari mobil diikuti Robert dan beberapa ornag lainnya. Sisanya masih menunggu di dalam mobil. Berjaga-jaga untuk kejadian diluar perkiraan mereka.
"Dimana kita ini?" sahut salah satu vampir yang telah berubah menjadi manusia kembali. Dia memandang ke sekeliling, dia juga menyaksikan beberapa orang terbakar dan menghilang.
Nazira dan Robert mendekati pemuda itu dan membantunya kembali berdiri. Pemuda tersebut jatuh ketakutan saat orang terbakar dan musnah.
"Apa kau baik-baik saja?" Nazira memegang pundak pemuda itu.
"Apa yang terjadi mengapa aku ada di sini?" wajah pemuda itu menyiratkan kebingungan.
"Apa yang kau ingat?" Nazira mencoba mencaritahu apa yang terjadi setelah para vampir mendapatkan serum.
"Aku ingat pergi dari rumah dan bertengkar dengan ayah, di jalan bertemu seorang pria." pemuda itu memegang lehernya.
"Dia menggigitku, tapi, kenapa tidak ada darah?" pemuda itu melihat tangannya yang tidak berdarah setelah memegang leher.
"Berapa umurmu?" tanya Nazira.
"Tahun berapa kau lahir?" tanya Nazira lagi.
"Mengapa kau tanya tahun lahirnya?" heran Robert.
"Robert, aku baru ingat, kau juga vampir sebelum kami memberikan serum padamu, dan reaksi serum sejam setelah masuk ke tubuhmu, serta kau seperti tidak ingat saat telah menjadi manusia," terang Nazira.
Robert mengerti dengan maksud Nazira. Dia lahir tahun 2035.
"Aku lahir tahun 2053," jawab pemuda itu.
"Jadi maksudmu adalah serum itu hanya menjadikan vampir kembali menjadi manusia untuk mereka yang usianya pantas untuk hidup?" terka Robert.
"Benar, kau lihat Nazareth dan Clara, mereka telah lama hidup dan sekarang mereka terbakar dan musnah," sahut Nazira.
__ADS_1
"Apa kau merasa lemah?" tanya Nazira kepada pemuda itu.
"Tidak, aku hanya merasa shock." Pemuda itu bangkit dan meninggalkan Nazira dan Robert.
"Sepertinya serum itu berhasil," sahut Nazira.
***
Sejak keberhasilan mengembalikan vampir menjadi manusia. Para manusia bahu mebahu mengembalikan tatanan kehidupan. Pemerintahan telah di stabilkan kembali.
Perusahaan-perusahaan yang sempat tidak beroperasional kembali dijalankan. Pekerja lama maupun baru direkrut kembali.
Nazira dan tim Ilmuwan merayakan keberhasilan mereka, waktu bertahun-tahun berperang melawan vampir tidak sia-sia. Kemenangan akhirnya menyertai mereka. Masa yang ditunggu telah datang.
Kate dan tim ilmuwan telah membangun laboratorium baru yang telah dimusnahkan vampir. Mereka juga membangun rumah sakit untuk membantu orang-orang yang trauma pasca perubahan sistem pemerintahan.
"Aku tidak percaya kita berhasil. Kau kunci utama keberhasilan ini." Kate meberikan jus tomat kepada Nazira.
"Kau benar, aku sendiri tidak percaya," jawab Nazira.
Kate meminum wine yang dia ambil. Robert dan yang lainnya bergabung bersama mereka. Mereka kemudian mendekatkan gelas masing-masing.
"Demi kerja keras kita," ucap Robert. Kemudian mereka meminum wine dan tertawa sambil mengenang hari-hari berjuang.
🍒🍒🍒
Bab terakhir ya besties, tujuan Nazira tercapai.
Please Follow akun NT ini sekalian ig dan tik tok author ya!
Ig : lady_mermad
__ADS_1
Tiktok : lady_mermad