
Ryder terus mencoba membujuk Alexia, agar mengizinkannya untuk mengantarkan Alexia pulang. Namun, Alexia masih tetap dengan pendiriannya. Ryder bisa tahu jika Alexia takut diantar Ryder karena tidak ingin ayahnya tahu. Untuk kesini saja dia harus bersembunyi-sembunyi, agar ayahnya tidak menyadari bahwa putrinya menghilang. Jangan sampai ayahnya mendapat hukuman dari raja Collins karena ketidakpatuhannya.
Jadi Alexia juga mengenal raja Collins? Tentu saja, Raja Collins memang raja mereka. Apakah Alexia tinggal di kastil Raja Collins?
"Aku rasa sangat tidak bijak, jika aku harus membiarkan wanita cantik sepertimu pergi sendirian. Apalagi sudah tengah malam ini," rayu Ryder. Dia tahu bahwa Alexia menyukainya dan hal itu dimanfaatkan oleh Ryder.
Alexia tersipu malu dengan pujian Ryder, saat Alexia akan menjawab bahwa dia mengizinkan Ryder untuk mengantarnya.
"Ryder, aku ada perlu denganmu, ini masalah pekerjaan." Nazira datang dari persembunyiannya. Dia tidak tahan Ryder merayu Alexia, Nazira cemburu. Selain itu dia tidak ingin Ryder membahayakan dirinya.
Ryder tidak tahu apa yang akan terjadi jika dia mengikuti Alexia. Bisa saja Alexia menjebak Ryder dan membunuhnya?
Ryder dan Alexia, membalikan tubuh saat mendengar suara Nazira dari belakang mereka.
"Kau, sejak kapan kau berada di belakang kami?" Wajah tidak suka terlihat jelas di muka Alexia.
Andai Nazira bisa membaca pikiran seperti Ryder, mungkin dia telah mendengar makian dari Alexia kepadanya.
__ADS_1
"Nazira! Aku rasa ini bukan waktu yang tepat untuk membahas pekerjaan," tegur Ryder, dia memang tahu jika Nazira mengikuti mereka dari tadi.
"Tapi ini sangat penting dan tidak bisa ditunda." Nazira menarik tangan Ryder untuk mengikutinya.
"Kau pulanglah sendiri!" teriak Nazira kepada Alexia.
Alexia dengan kesal pergi, dia harus mengalah, toh, dia juga tidak ingin mengajak Ryder dan mendapatkan amukan marah dari ayahnya.
Ryder yang tadi membiarkan Nazira untuk menarik tangannya, akhirnya menghentikan langkah. Saat dia melihat ke arah Alexia, gadis itu telah pergi dan menghilang.
Ryder menghentakan tangannya dan membuat pegangan tangan Nazira terlepas.
Warna mata Ryder sendiri berwarna hazel. Lalu bagaimana warna mata itu bisa berubah? Setahu Nazira yang bisa merubah warna matanya, hanya kaum vampir.
"Makhluk apa kau sebenarnya?" Nazira mengabaikan pertanyaan Ryder, dia sangat penasaran dengan pria di depannya ini.
Ryder mengalihkan pandangan ke sekeliling, jalanan benar-benar sangat sepi. Ryder memastikan tidak ada yang memperhatikan mereka, siapa tahu anak buah Nazareth tadi mengikuti mereka. Tiba-tiba hujan turun krmbali dengan lebat. Baik Ryder maupun Nazira tidak ingin bergerak dari tempat mereka berdiri. Mereka membiarkan diri dibasahi oleh hujan.
__ADS_1
Karena melihat Nazira tidak bergerak, Ryder berinisiatif menarik tangan Nazira dan membawanya menuju rumah. Ternyata toko telah ditutup oleh Blaire. Ryder mengambil kunci dari saku celananya dan membuka pintu.
Mereka masuk ke dalam rumah, secepat kilat Ryder menggendong Nazira menuju kamarnya. Dia tahu Nazira mulai kedinginan dan menggigil. Ryder mengambil handuk dan memberikannya kepada Nazira.
"Ambillah, kita harus mengeringkanmu terlebih dahulu."
Nazira menerima handuk tersebut.
"Kau belum menjawab pertanyaanku, makhluk apa kau sebenarnya?" Nazira hanya memegang handuk tanpa menggunakannya. Baginya pertanyaan itu lebih penting dari dirinya yang kedinginan.
🍒🍒🍒
Maaf lama up 🙏
Sambil nunggu aku up, silahkan mampir ke karya temanku ya besties!
...ISTRI TANGGUH MILIK TUAN AROGAN...
__ADS_1