The Last Vampir Hunter

The Last Vampir Hunter
Pengkhianat


__ADS_3

Beberapa jam sebelumnya.


Edden tengah berbicara dengan salah satu vampir kepercayaannya selain Emmet.


"Bagaimana, apakah kau telah mendapat info tentang keberadaan Emmet?" tanya Edden. Penguasa vampir tersebut duduk di kursi kerjanya di dalam perpustakaan.


Edden akan berbicara hal penting di perpustakaan, agar tidak diketahui oleh vampir lain. Apalagi menyangkut Blaire maipun Ryder.


"Belum, Yang Mulia. Emmet seperti ditelan bumi. Saya juga tidak dapat menemukannya," jawab vampir itu.


"Apakah dia jatuh cinta dengan manusia?" terka Edden. Dia berdiri dari kursinya dan berjalan ke arah vampir itu. Edden sekarang berada di samping vampir kepercayaannya itu.


"Saya tidak bisa memastikannya, Yang Mulia. Terakhir terlihat adalah beberapa bulan yang lalu," jawab Vampir bernama Milan.


Edden ingat, Emmet menghilang saat dia meminta menyelidiki kasus pembunuhan manusia yang diduga Emmet dilakukan oleh vampir.


Apakah karena itu Emmet di bungkam?Kira-kira siapa kaumnya yang telah melanggar perjanjian?


"Milan aku ingin kau menyelidiki tentang kematian manusia yang disebabkan oleh hewan buas. Terakhir Emmet aku tugaskan untuk mencaritahu hal itu dan sejak itu Emmet tidak pernah melapor lagi padaku," perintah Edden.


"Baik, Yang Mulia. Saya akan langsung menyelidikinya." Milan berdiri dari kursi bersiap untuk keluar dari perpustakaan.


Belum sempat Milan membuka pintu perpustakaan, pintu tersebut telah terbuka secara paksa tanpa mengetuk. Berlari seorang pengawal vampir.


"Maafkan saya, Yang Mulia. Kastil telah di serang dan dibakar oleh Sir Nazareth dan pengikutnya?" ungkap Vampir itu.


"Apa?" pekik Edden.


"Sepertinya Sir Nazareth telah melakukan pemberontakan," jawab Vampir itu.

__ADS_1


"Yang Mulia, sebaiknya anda pergi dan menyelamatkan diri. Saya akan melindungi anda," usul Milan. Dia mengajak Edden untuk melompat dari jendela.


"Tidak, kalian pergilah. Aku akan menyelamatkan kaumku dan juga ada manusia yang aku kurung di penjara bawah tanah. Aku hafus menyelamatkan dia." Edden langsung secepat kilat keluar dari perpustakaan.


Sang penguasa vampir, melihat kastil telah berantakan dan para vampir saling menyerang. Bisa dikatakan bahwa hampir keseluruhan kastil terbakar.


Edden menyesal tidak mempercayai Nazira dan justu memenjarakannya. Pria itu terus berlari ke penjara bawah tanah. Sementara Milan dan pengawal tersebut melindungi raja mereka. Menghalangi setiap vampir yang ingin melukai Edden.


Edden memperhatikan bahwa vampir-vampir pasukan Nazareth bukan lah vampir yang dia kenal. Sepertinya itu vampir baru, tentu saja jiwa membunuh mereka sangat kuat.


Edden memasuki penjara bawah tanah. Di sana Nazira yang terkurung terkejut saat melihat kedatangan Edden. Nazira langsung berdiri. Edden membuka pintu penjara.


"Keluarlah!" perintah Edden.


"Apa yang terjadi?" Nazira memang tidak bisa mendengar maupun melihat yang terjadi karena penjara tersebut benar-benar tertutup.


"Hari ini? Jadi mereka melakukan penyerangan hari ini?" tanya Nazira memastikan.


"Ya, cepat pergi dari sini." Edden menarik tangan Nazira, agar gadis itu segera pergi.


Wanita masa depan itu mengambil ranselnya dan mengeluarkan barang-barang yang dibutuhkqn untuk bertarung.


Saat akan menaiki tangga ke atas, ternyata Nazareth dan Bertrand telah berada di ujung atas tangga dan melayan mendekat ke arah mereka.


"Hallo Yang Mulia dan siapa ini? Gadis pemburu vampir yang malang," ejek Nazareth.


"Kau! Berani sekali kau melakukan pemberontakan!" maki Edden. Penasehat kerajaan telah mengkhianatinya.


"Kau pikir para vampir suka dengan kebijakanmu saat memimpin? Tidak, mereka membencimu. Jadi sebaiknya kau tidak jadi raja lagi," sindir Nazareth. Dia semakin mendekat, membuat Edden dan Nazira mundur kembali ke ruangan penjara.

__ADS_1


"Kau akan dihukum atas pengkhiatanmu!" hardik Edden.


"Itu tidak akan terjadi karena aku akan menggantikanmu memimpin kaum vampir." Nazareth tertawa karena kemenangannya.


"Kau tidak bisa menggantikan aku selama aku masih ada!" teriak Edden.


"Tidak lama lagi kau akan segera lenyap. Orang-orangmu yang setia telah dikalahkan. Sekarang giliranmu." Nazareth langsung menyerang Edden.


Mereka berkelahi. Bertrand pun mencoba menangkap Nazira. Gadis itu melawan dan terjadilah pertarungan sengit diantara mereka.


Edden teris menyerang Nazareth, mencoba mengalahkannya. Dindind-dinding penjara telah retak dan menjadi hancur karena perkelahian mereka. Tengah asik bertarung datang Blaire dan Ryder.


"Edden!" panggil Blaire.


"Blaire! Ryder! Pergi dari sini," usir Edden.


Edden sendiri tidak tahu bagaimana bisa Blaire dan Ryder berada di sini dna di waktu yang tidak tepat.


🍒🍒🍒


Sisa dua atau tiga bab lagi menuju tamat ya besties.


Terima kasih masih setia mengikuti karya ini 🙏🙏


Please Follow akun NT ini sekalian ig dan tik tok author ya!


Ig : lady_mermad


Tiktok : lady_mermad

__ADS_1


__ADS_2