
"Apa kau bisa membaca pikiran?" Makhluk apa kau sebenarnya?"
Nazira memandang Ryder, pria itu mengenakan baju kaos putih dan celana jeans berwarna navy. Ryder sangat tampan dengan pakaian itu. Ralat pria itu selalu tampan dengan apapun yang dikenakannya.
Nazira kemudian beralih kepada Blaire. Wanita itu menatap Nazira dengan perasaan aneh dan sedikit takut.
Nazira berpikir, bagaimana manusia biasa bisa membaca pikiran? Apakah Ryder manusia istimewa?
Nazira mengerutkan keningnya, apa yang disembunyikan oleh dua orang di depannya ini?
"Katakan siapa kau sebenarnya?" ulang Nazira.
"Bukan urusanmu!" hardik Ryder, pria itu menjauh dari Nazira.
"Kau benar pemburu vampir?" Blaire mencoba berdamai. Wanita paruh baya itu dilain sisi tidak ingin putranya dibunuh, baik oleh pemburu vampir maupun vampir sendiri. Ryder seorang hibrid, pasti ingin dibasmi oleh pemburu vampir dan diburu oleh vampir karena darahnya yang langka.
Blaire mendekat ke arah Nazira. Sekarang dia yang berhadapan dengan gadis masa depan itu. Sementara Ryder mengambil tas Nazira dan mengeluarkannya di depan Nazira dan Blaire.
Blaire terkejut dengan isi tas Nazira yang aneh, tidak hanya pistol, pisau dan juga beberapa benda yang dia bawa dari masa depan. Ryder mengambil salah satu pisau itu.
__ADS_1
"Jika kau benar pemburu vampir, apakah benda-benda ini terbuat khusus untuk melukai vampir?" Ryder memperlihhatkan pisau di depan wajah Nazira. Blaire menyingkir ke samping agar Ryder bisa berbicara dengan Nazira.
"Ya!"
Ryder menggores bagian atas pergelangan tangannya dengan pisau tersebut. Dia ingin melihat reaksi dari Nazira. Blaire refleks memutar kepala agar tidak melihat apa yang dilakukan oleh putranya. Blaire sendiri heran dengan tujuan Ryder.
Nazira heran dengan tingkah Ryder, pergelangan tangan pria itu terluka, hanya itu, jika vampir maka akan terluka seperti terbakar. Sedangkan Ryder hanya mengeluarkan darah biasa.
Tunggu, bagaiamana luka itu bisa sembuh dengan cepat? Nazira dibuat sangat penasaran. Tidak ada manusia yang bisa sembub secepat itu?
"Apa kau hibrid?" terka Nazira. Dia hanya asal menerka, mungkin karena putus asa belum menemukan putra Edden Collins.
"Apa yang kau ketahui tentang hibrid?" Ryder melempar pisau tersebut.
Blaire mengambil isi ransel Nazira dan memasukannya kembali ke dalam ransel. Blaire memeluk erat ransel tersebut, agar Nazira tidak bisa mengambilnya.
Nazira mencoba menatap Ryder, fokus Nazira justru teralihkan saat Blaire membawa ranselnya keluar, seperti akan membuang ransel itu.
"Bibi! Apa yang kau lakukan kepada ranselku?" teriak Nazira, dia menyingkirkan Ryder yang berada di depannya.
__ADS_1
Ryder memegang pergelangan tangan Nazira dan menarik gadis itu kembali, membuat Nazira menahan memuntir tangangannya dan mencoba melepaskan diri dari cengkraman Ryder.
Mereka berkelahi, Ryder sengaja tidak mengeluarkan tenaga dengan kuat. Dia hanya memakai sepuluh persen tenaganya. Nazira mencoba melayangkan tinjunya dan Ryder menghindarinya. Nazira berkelahi dengan kesal dan pria hibrid itu selalu bisa menghindar, tanpa membalas.
Nazira melewati Ryder karena dia ingin mengejar Blaire. Jangan sampai Blaire membuang ranselnya karena di dalamnya ada perlengkapan untuk mengambil darah Ryder Collins dan juga remote control kapsul waktu. Nazira menyesal membawa remote tersebut, seharusnya dia meninggalkannya di rumah kakek dan neneknya.
Ryder menarik tangan Nazira kembali dan memuntirnya ke belakang. Nazira merasakan kesakitan.
"Lepaskan aku!" teriak Nazira.
"Bibi, saya mohon jangan buang ransel itu,"
🍒🍒🍒
Sambil nunggu aku up silahkan mampir ya besties ke karya temanku!
...HOT DUDA VS JANDA PERAWAN...
__ADS_1