
Nazareth masih terpaku melihat Ryder dan Nazira menghilang dari pandangannya secepat kilat. Nazareth kemudian juga keluar dari jendela dan mengikuti Ryder. Namun, dia tidak dapat melihatnya lagi. Mereka benar-benar menghilang bagai ditelan malam.
Bertrand menahan dadanya yang sakit. Dia merasa seperti berkelahi dengan sesama Vampir.
Bagaimana pria itu melakukannya? Siapa dia? Atau lebih tepatnya makhluk apa dia?
Bertrand menyusul Nazareth keluar dan berdiri di samping Nazareth.
"Kemana mereka?" tanya Bertrand.
"Aku juga tidak tahu. Apa kau melihat bagaimana pria itu melakukannya?"
"Sebaiknya anda melihat apa yang dia lakukan kepada saya, Sir." Bertrand mengajak Nazareth untuk melihat jejak dinding yang retak akibat Ryder melemparnya tadi.
Mereka kembali ke dalam rumah. Nazareth melihat dinding yang retak.
"Maksudmu, kau melempar pria itu dan dia baik-baik saja?" Nazaret meraba retakan dinding tersebut.
"Bukan, justru dia melempar saya dan menyebabkan dinding ini retak, kemudian secepat kilat menyambar gadis itu, dan membawanya pergi," terang Bertrand.
"Bagaimana bisa dia memiliki kekuatan seperti kita?" Nazareth sendiri sangat tidak percaya saat Ryder menyingkirkannya dari menghisap leher Nazira dan membawa gadis itu pergi.
__ADS_1
"Saya juga tidak tahu," jawab Bertrand.
"Kau selidiki mereka, bukankah tadi mereka mengatakan bahwa mereka adalah detektif?"
"Ya," Bertrand meregangkan tangannya yang sakit akibat benturan dinding.
"Mulailah ke kantor polisi, katakan bahwa seseorang mencoba membobol rumah kita dan minta bertemu polisi yang menyelidiki kasus orang hilang ke tempat kita," jelas Nazareth.
"Lalu bagaiman dengan rencana pembantaian pengikut setia Raja?"
"Itu tetap akan kita lakukan secara diam-diam dan tidak mencolok. Jika pengikut setia Raja habis baru kita akan menyerang kastil dan membunuh Raja." Senyum Nazaret.
***
Ryder sendiri tidak sadar jika dia melakukannya di depan Nazira. Padahal selama ini dia berusaha menyembunyikan identitas.
Apakah wanita ini akan membunuhnya? Seperti yang pernah dia katakan saat itu?
Nazira menatap Ryder, bertanya-tanya siapa Ryder sebenarnya?
Ryder mulai berjalan normal, bukan melayang dan melompat lagi. Mereka telah berada di pusat keramaian. Mereka berada dekat menuju rumah Ryder. Mobil Ryder ditinggalkan di pemukiman lama. Tidak sempat mereka untuk membawa mobil.
__ADS_1
"Bagaimana kau melakukannya?" tanya Nazira penasaran.
Ryder menurunkan Nazira. Nazira mencoba memijakan kakinya dengan baik. Dia masih terkejut. Nazira mengingat beberapa kejadian saat dihutan dan juga hal-hal lain yang menurut Nazira janggal.
"Kita akan mengobati lukamu dulu." ryder menolak untuk berbicara.
Nazira memang tergores sedikit di lengannya saat Ryder melompati jendela. Dan darah Nazira yang keluar membuat Ryder ingin menghisapnya.
Bagaimana rasa darah gadis ini? Apakah nikmat? Ryder mengenyahkan pikiran itu dari pikirannya. Merek terus berjalan hingga Ryder melihat rumahnya. Daerah perumahan Ryder merupakan pusat kota. Banyak toko-toko dan Restoran di sana.
Ryder membuka pintu dan membiarkan Nazira untuk masuk ke dalam toko ibunya.
Blaire yang sedang menjaga toko heran melihat penampilan Nazira dan Ryder. Mereka mengalami luka lecet dan di lengan Nazira mengeluarkan darah. Blaire takut Ryder terpengaruh dan ingin menghisap darah Nazira.
Blaire ingat saat Ryder berusia 13 tahun dan Blaire mengalami luka gores di jarinya saat memasak. Dan Ryder langsung menghisapnya dan hampor saja Ryder membuat Blaire kehabisan darah.
"Apa yang terjadi?"
🍒🍒🍒
Sambil nunggu author up, boleh donk mampir di karya teman author!
__ADS_1
...MELAWAN RESTU...