
Nazira pulang di antar Ryder, dia sedikit kesal karena ternyata makhluk yang membuat mereka menyusuri hutan hanya seekor serigala liar. Tadinya Nazira berharap bahwa itu adalah Vampir, sehingga dia bisa menunjukkan kepada Ryder bahwa makhluk tersebut ada. Dan, Ryder bersedia membantunya.
Sepanjang jalan Nazira hanya diam karena masih kesal. Mobil Ryder menyusuri jalan sepi membelah hutan kemudian keluar ke jalan besar.
"Jangan katakan bahwa kau mengira itu adalah Vampir? Kau tahu itu hanya mitos," pancing Ryder. Dia heran dengan rekan barunya ini. Mengapa wanita ini seperti sangat ingin memasuki hutan terlarang?
Apa yang dicarinya? Kedatangannya saja telah membuat Ryder merasa heran karena sejak dia menjadi polisi belum pernah detektif ditugaskan ke sini. Kecuali para atasan yang memang sering dipindah tugaskan.
"Aku rasa tidak ada salahnya kita menyelidikinya. Siapa tahu pembunuh itu sengaja menyebarkan rumor, agar kita tidak sampai melakukan penyelidikan di sana?" terang Nazira.
Sementara Ryder membenarkan pemikiran Nazira.
"Jadi kau tinggal bersama keluarga Morris? Karena nama keluarga klian sama. Apa kau saudara mereka?" Ryder membelokkan mobil ke arah rumah Evan dan Ezra.
"Ya, seperti itu." Nazira tidak ingin terlalu membahas hubungannya dengan keluarga Morris karena akan membongkar identitasnya.
Ryder menghentikan mobil di pekarangan rumah Evan. Nazira turun dan mengucapkan terima kasih atas tumpangannya.
Nazira memasuki rumah, dia mendengar Evan tengah berbicara dengan seseorang. Sekilas mereka menyebut Vampir. Nazira merapatkan diri ke dinding dan mencoba mendengar pembicaraan mereka.
"Jadi maksudmu, mereka telah melanggar perjanjian? Dan korban pembunuhan itu benar karena Vampir?" Pertanyaan dari Evan.
"Ya, sebaiknya kita mulai memburu mereka lagi. Sejak nenek moyang kita melakukan perjanjian dengan mereka satu abad yang lalu dan sampai sekarang mereka belum pernah melanggarnya." Suara orang yang berbicara dengan Evan.
"Kau benar, Collins seharusnya tidak melanggar janjinya. Setahu yang aku dengar dari kakekku dan dia mendengar cerita dari kakeknya lagi. Sejak raja Vampir Edden Collins menaiki tahta, dia membuat kebijakan untuk tidak membunuh manusia dan mengakhiri pertikaian antara pemburu Vampir dan manusia,"
"Edden Collins?" sela Nazira. Dia tidak tahan untuk bertanya. Nazira keluar dari tempat persembunyiannya.
__ADS_1
"Siapa dia?" tanya pria yang menjadi lawan bicara Evan tadi. Pria tersebut adalah pria tua berumur sekitar 60 tahunan. Pria itu masih kelihatan fit.
"Dia adalah Nazira Morris, anggap saja keluarga kami," terang Evan.
"Ini bukan urusanmu, Young Lady," tegur si pria tua tidak suka.
"Tenanglah, Jacob. Dia hanya wanita muda dengan penasaran tinggi," bela Evan.
"Aku tidak sengaja mendengar pembicaraan kalian tentang korban pembunuhan itu, yang dibunuh oleh Vampir. Aku adalah salah satu detektif yang menangani kasus itu," terang Nazira.
Dia harus mencari alasan yang masuk akal untuk membenarkan perkataannya. Tadi Nazira sempat berpikir untuk memberitahu bahwa dia adalah dari masa depan. Tentu akan membuat mereka tidak percaya dan Nazira belum mengenal pria bersama kakeknya itu.
"Lalu apa hasil penyelidikanmu?" Jacob menatap mata Nazira tajam.
"Aku telah membaca laporan hasil pemeriksaan dokter forensik. Semua korban memiliki kesamaan penyebab kematian, yaitu kehabisan darah. Penyebab kematian karena kehabisan darah dengan hanya luka gigitan di leher belum pernah terjadi. Kecuali, korban mengalami luka yang mengeluarkan darah banyak. Sementara di TKP maupun di tubuh korban tidak terdapat darah yang mengalir? Aneh bukan? Dan juga luka pada korban hanya seperti cakaran, bisa saja itu hanya bentuk perlawanan mereka!" Nazira mengakhiri kalimatnya tentang kesimpulan hasil autopsi kelima korban pembunuhan tersebut.
"Katakanlah jika pelakunya adalah hewan buas, tapi apa? Dan binatang apa yang bisa menghisap darah manusia sampai kering begitu?" Nazira membalikkan pertanyaan. Dia masih memakai ranselnya.
"Apa kau percaya tentang adanya Vampir, gadis muda?" pancing Jacob.
"Aku percaya. Tadi Saat kami melakukan penyelidikan aku dan Ryder mendapati satu sosok yang bergerak sangat cepat. Dan kalian tahu saat aku menyenternya dia seperti terbakar." Nazira tidak menyadari bahwa nanti para pria tersebut akan bertanya tentang senternya yang aneh.
"Aku ingin mengetahui tentang Eden Collin ini? Apa yang kalian ketahui tentang dia?" Lanjut Nazira lagi. Berharap kakek dan pria ini memberitahunya.
"Apakah dia bisa dipercaya?" bisik Jacob kepada Evan
"Tentu saja. Aku adalah orang yang berada pada tim yang sama dengan kalian." Nazira masih dapat mendengar perkataan Jacob.
__ADS_1
Jacob dan Evan saling melirik. Gadis di depan mereka sangat berani. Sedikit mencurigakan.
"Sebentar kami akan mempertimbangkannya dulu." Evan dan Jacob menyingkir dari Nazira mereka berbicara berbisik-bisik di pojok ruang tamu sambil sesekali melihat kearah Nazira.
"Apakah Gadis itu bisa dipercaya?" tanya Jacob.
"Aku tidak tahu. Setidaknya dia tidak berniat jahat dan aku juga tidak tahu apa tujuannya Dia sangat kelihatan tertarik dengan pembunuhan tersebut dan juga dia adalah detektif yang menangani kasus tersebut. Mungkin dia membutuhkan informasi untuk menyingkap kejadian ini," terang Evan.
"Kau benar.Mungkin kita juga bisa memanfaatkannya untuk mencari tahu korban-korban yang telah di dibunuh oleh makhluk dingin itu," sahut Jacob.
Mereka kembali ke arah Nazira.
"Baiklah saya akan menceritakannya kepada anda. Terserah setelahnya anda percaya atau tidak. Kisah ini dimulai dari berabad-abad yang lalu. Saat itu Vampir masih bersembunyi, sama seperti sekaraang. Namun, dimalam hari mereka sering melakukan pembantaian terhadap manusia. Membuat manusia heran, tapi masih tidak peduli. Seorang manusia, bisa dikatakan dia juga seirang ilmuwan. Dia mulai peduli dengan kematian aneh tersebut. Dia adalah Van Helsing. Sampai dia menyaksikan sendiri keberadaan makhluk dingin itu. Sejak saat itu, Van Helsing mulai memburu Vampir. Kemudian dia mulai merekrut manusia sebagai pemburu Vampir. Perburuan terhadap Vampir terus-terusan terjadi. Setiap bangunan, kastil maupun rumah-rumah yang ditempati para Vampir akan dimusnahkan. Di siang hari mereka akan dikeluarkan dari peti matinya dan dibiarkan terbakar di bawah sinar matahari." Jacob menarik nafas memunggu reaksi Nazira. Ternyata gadis itu masih mendengarkan dengan teliti.
"Lalu?" Nazira tidak sabar untuk mendemgar kelanjutannya.
"Vampir hidup dalam ketakutan selama berabad-abad. Sampai 100 tahun yang lalu. Mereka memiliki Raja baru yaitu Edden Collins. Edden Collins sendiri adalah seorang gubernur di sini saat dia masih manusia. Kau bisa membaca di buku sejarah tentang dia. Hanya saja dalam buku sejarah dia di kabarkan menghilang dan mati. Kastilnya di biarkan terbengkalai begitu saja." Jacob menjeda lagi kalimatnya.
"Kastil? Tadi saat melakukan penyelidikan, seorang pria tua memperingati kami, agar jangan masuk ke dalam hutan terlarang karena di sana ada kastil yang dihuni oleh Vampir." Nazira memberitahu.
"Ya, itu dia. Edden membuat perjanjian dengan ketua pemburu Vampir saat itu dengan catatan biarkan mereka tetap ada dan mereka akan hidup bersembunyi di hutan terlarang. Mereka tidak akan membunuh manusia. Mereka hanya akan makan hewan liar,"
🍒🍒🍒
Jangan lupa mampir juga ya besties ke karya temanku!
...MELAWAN RESTU...
__ADS_1