The Last Vampir Hunter

The Last Vampir Hunter
Nekat


__ADS_3

Ryder memeriksa korban yang telah mati, di tubuh korban terdapat luka yang mengenaskan. Sepertinya korban dijatuhkan dari lantai 3 rumahnya. Setelah memeriksa jasad korban, Ryder masuk ke dalam rumah dan mencoba mencari petunjuk, siapa pelakunya.


Pada tubuh korban juga terdapat gigitan di leher, darah korban disedot sampai habis, kemudian dilemparkan. Entah apa maksud dari pembunuh itu. Ryder tahu bahwa pelakunya adalah vampir. Namun, apa yang ingin disampaikan oleh vampir tersebut? Dan kepada siapa tujuannya?


Apakah Vampir semalam yang melakukannya? Lalu, apa maksud mereka?


Ryder tidak menyadari bahwa dia tengah diperhatikan dari atas sebuah rumah. Tingkah laku Ryder diamati sedemikian rupa? Dilihat dari rumah korban, sepertinya korban melakukan perlawanan. Rumah tersebut sangat berantakan.


Ryder keluar dari rumah tersebut, saat dia akan membuka pintu mobil. Ryder dapat merasakan bahwa ada yang memperhatikannya. Ryder yakin bahwa yang memeprhatikannya itu adalah vampir semalam. Ryder mencoba mendengar isi pikiran vampir tersebut, hanya saja hiruk pikuk petugas dan warga yang menyaksikan pembunuhan tersebut membuat Ryder tidak dapat membaca pikiran pria yang tengah menyelidikinya.


*


*


*


Sementara Nazira, setelah kembali ke rumah Evan berpikir bagaimana caranya dia untuk kembali bertemu Edden dan memperingatinya. Nazira harus cepat sebelum pasukan yang dibentuk Nazareth semakin banyak. Meskipun Nazira tidak yakin tentang berapa pasukan yang telah dikumpulkan Nazareth? Namun, yang pasti Nazira harus cepat menyelesaikan semua ini.


Nazira memeriksa perlengkapannya. Evan, Ezra dan Kai tengah berlibur ke luar kota. Mereka kebetulan meninggalkan mobil. Nazira mempersiapkan semuanya, dia harus segera memberitahu Edden, sebelum terlambat. Jika memungkinkan saat ini bagi Nazira untuk merubah masa depan, bukankah itu sesuatu yang bagus?


Setelah bersiap-siap, Nazira ke garasi dan mengambil mobil Evan. Evan telah memberikan izin kepada Nazira untuk memakai mobilnya. Nazira memastikan bahwa mobil tersebut terisi bahan bakar dengan penuh. Sebelum menuju hutan terlarang Nazira mengisi bensin. Kemudian dia mengemudikan mobil menuju hutan terlarang.


Wanita masa depan tersebut menyusuri hutan gelap, meskipun hari masih siang. Nazira tidak ingin membuang waktu dan datang di siang hari lebih baik dan aman baginya kerena makhluk malam tersebut pasti masih beristirahat. Nazira mengabaikan jika dia harus tidak ke kantor. Gadis itu tidak peduli karena nantinya dia harus kembali ke masa depan.


Sore hari Nazira sampai di tempat, dimana dia harus jalan kaki menuju ke kastil raja Collins. Dia terua mencari ke dalam hutan belantara. Nazira lupa arah kastil raja Collins, dia mencoba mengingat-ingat jalan yang dia lalui bersama Evan waktu itu.


Nazira memperhatikan mencoba melihat apakah ada jejak vampir pernah melewati jalan itu. Nazira melihat beberapa jejak telapak kaki di pohon. Gadis itu yakin bahwa itu adalah jejak kaki vampir saat melewati hutan. Nazira mengikuti jejak-jejak kaki tersebut.

__ADS_1


Usaha Nazira tidak sia-sia, dia akhirnya melihat kastil tersebut. Nazira berpikir bagaimana cara dia untuk masuk?


Nazira mengendap-endap mencoba mencari celah untuk masuk. Tentu saja bukan lewat pintu depan. Nazira mencoba melihat ke samping kiri dan kanan kastil. Nazira baru menyadari ternyata di samping kastil terdapat beberapa bangunan lagi. Sepertinya itu tempat tinggal para vampir yang memiliki jabatan.


Nazira tidak menemukan pintu lainnya. Apakah dia harus melewati pintu depan? Nazira melihat ke langit yang sinar matahari mulai tenggelam.


"Sial," umpat Nazira. Dia membuka ransel dan mengambil senter. Nazira mengambil senter yang biasa tanpa ultra violet. Sedangkan senter ultra violet masih di dalam tas. Nazira tidak ingin membunuh vampir iti seperti kejadian lalu. Jika itu terjadi, tentu raja Collins akan murka dan tidak mempercayainya. Namun, pisau yang terbuat dari perak telah stand by di pinggang.


Saat Nazira memakai kembali tas ranselnya, pintu terbuka dan dua orang pengawal keluar. Nazira mencoba untuk bersembunyi. Akan tetapi dia baru saja mengingat sesuatu bahwa dia harus bertemu dengan raja Edden.


"Hei, manusia!" panggil vampir pengawal tersebut, saat merasakan kehadiran Nazira. Bahkan salah satu vampir telah berada di hadapan Nazira.


Nazira menghentikan gerakannya.


"Saya hanya ingin bertemu raja Collins," ucap Nazira. Tangannya telah siap mengambil pisau di pinggang.


"Ada hal penting yang harus aku beritahukan kepada Yang Mulia, aku mohon biarkan aku bertemu yang mulia," lanjut Nazira.


"Lancang sekali kau ingin bertemu Yang Mulia?" ejek vampir pengawal lainnya.


Nazira tidak bisa berlama-lama berdebat dengan pengawal ini. Dia takut jika Nazareth maupun anak buahnya berada di sini. Karena kemungkinan Nazareth juga tinggal di sini dan Nazira tidak ingin mengambil resiko.


Nazira dengan terpaksa berkelahi dengan vampir pengawal tersebut dan menyanderanya. Pisau perak diberada di leher salah satu vampir pengawal.


"Biarkan aku bertemu raja Collins, atau aku akan membunuh pria ini!" ancam Nazira. Tangan vampir tersebut dipelintirnya.


Vampir satu lagi menahan amarah, bisa saja dia membiarkan temannya terbunuh dan membunuh Nazira. Namun, dia tidak ingin Raja menjadi murka.

__ADS_1


Raja Collins yang memang memliki indra pendengaran yang tajam dan dapat merasakan kehadiran manusia. Telah tiba di depan Nazira dengan melayang.


"Kau lagi!" hardik Edden, dia semakin tidak menyukai Nazira. Apalagi Nazira yang tengah menyandera anak buahnya.


"Yang Mulia, saya akan melepaskan pengawal anda, tapi izinkan saya berbicara dengan anda, berdua," pinta Nazira. Berharap Edden mempercayainya.


Edden mencoba membaca pikiran Nazira. Namun, tidak bisa. Apakah wanita ini bisa dipercaya, mengingat terakhir kali dia ke sini dan menyebabkan salah satu pengawalnya terbunuh. Apalagi Edden tahu bahwa Nazira adalah pemburu vampir.


"Apakah kau sudah mendapatkan bukti-bukti bahwa vampir telah membunuh manusia?" tanya Edden. Pria itu mengelilingi Nazira, sebenarnya bisa saja Edden dengan cepat melumpuhkan Nazira. Namun, dia sangat penasaran mengapa wanita ini sangat terobsesi untuk membuktikan bahwa vampir telah membunuh manusia. Padahal dia tahu tentang perjanjian vampir dan pemburu vampir 100 tahun yang lalu.


"I--tu, aku belum mendapatkannya. Namun, aku memliki informasi yang lebih penting. Nazareth," ucap Nazira cepat.


Edden mulai tertarik, bagaimana wanita ini bisa tahu dengan penasehatnya?


"Baiklah, lepaskan dia dan kita akan berbicara di perpustakaan." Edden berjalan.


Nazira melepaskan vampir yang disanderanya dan mengikuti Edden. Vampir yang dilepaskan Nazira geram, dia ingin menggigit Nazira. Dia mengeluarkan taringnya dan bersiap mencakar Nazira.


🍒🍒🍒


Mohon maaf, aku lama ga up, ada kesibukan duta. Harap sabar, ya. Pasti aku tamatkan cerita ini. Semoga aku bisa up setiap hari sampai selesai ya🙏🙏


Please Follow akun NT ini sekalian ig dan tik tok author ya!


Ig : lady_mermad


Tiktok : lady_mermad

__ADS_1


__ADS_2