The Last Vampir Hunter

The Last Vampir Hunter
Ditangkap


__ADS_3

Nazira melepaskan vampir yang disanderanya dan mengikuti Edden. Vampir yang dilepaskan Nazira geram, Dia ingin menggigit Nazira. Dia mengeluarkan taringnya dan bersiap mencakar Nazira.


Namun, Edden berbalik dan membuat vampir tersebut menghentikan gerakannya.


"Stop!" hardik Edden. Nazira ikut menghentikan langkahnya, dia pikir Edden menyuruhnya berhenti. Saat melihat ke belakang. Nazira baru menyadari bahwa vampir yang baru saja dilepaskannya, ingin mencakar Nazira.


"Maaf, Yang Mulia," ucap vampir itu.


"Pergilah, jaga di luar, pastikan tidak ada penyusup," usir Edden.


Dua pengawal vampir keluar menuju gerbang untuk menjaga gerbang. Dan melihat vampir yang keluar-masuk.


Edden membukakan pintu perpustakaan tanpa menyentuhnya. Pintu besar itu terbuka lebar, Edden masuk diikuti Nazira, begitu Nazira telah berada di dalam, pintu tertutup dengan bunyi yang berdebum kencang, membuat Nazira terkejut.


Gadis itu mengelus dadanya yang terkejut. Edden berhenti di meja kerjanya dan menyandar menatap ke arah Nazira.


"Katakan, apa yang ingin kau sampaikan?" Edden menyilangkan kakinya dan meletakan tangan di perutnya.


Nazira mencoba menenangkan diri, bagaimana pun, dia berada di sarang vampir. Dan vampir di depannya ini bisa saja membununya.


"Salah satu kaum anda mengkhianati anda, Yang Mulia," Mulai Nazira, dia harus membuat Edden percaya.


Edden tertawa.


"Apa kau mencoba memprovokator kami? Kau salah girl. Kami tidak akan segampang itu percaya dengan tipu muslihatmu," ejek Edden.


"Yang melakukan adalah Nazareth, percayalah!" ucap Nazira meyakinkan Edden.


Edden terdiam saat Nazira menyebut nama Nazareth.


Dari mana gadis ini kenal tentang Nazareth? Apakah dia menyelidiki kaumnya? Apa maksud dan tujuan gadis ini? Siapa yang mengutusnya?


"Apa kau percaya! Aku akan percaya dengan yang kau katakan? Siapa yang menyuruhmu melakukan ini?" Edden telah melayang dan berada di depan Nazira, memegang dagunya. Tangan Edden yang dingin membuat Nazira bergidik.


"A--aku tidak berbohong." Nazira menggerakan kepalanya ke kanan, agar lepas dari cengkraman tangan Edden di dagunya. Kuku Edden yang panjang hampir saja menggores kulit wajah Nazira.


"Aku tidak tahu maksud dan tujuanmu, girl dan dari mana kau tahu nama Nazareth?" Edden melepaskan dagu Nazira dan melayang berpindah kembali ke meja kerja.


"Di masa depan, raja vampir bukanlah anda, Yang Mulia! Melainkan Nazareth. Dia akan melakukan pengkhianatan untuk menggulingkan anda," terang Nazira.

__ADS_1


"Di masa depan?" Edden kembali tertawa.


"Ya di masa depan," balas Nazira.


"Apa kau peramal?" ejek Edden.


"Bukan aku datang dari msa depan," lanjut Nazira.


"Hahaha, kau pikir aku akan percaya dengan bualanmu itu? Kau salah, Nona," ejek Edden.


"Saya tidak berbohong, anda harus percaya pada saya," bujuk Nazira. Dia mencoba meyakinkan Edden.


"Jika kau benar dari masa depan? Tentu kau tahu kapan Nazareth akan melakukan pemberontakan, bukan?" tanya Eďden.


"I--itu saya tidak tahu," cicit Nazira karena memang dia tidak tahu kapan Nazareth melakukan pemberontakan, dari pembicaraan Nazareth dengan kaki tangannya pun, dia hanya mengetahui bahwa mereka akan melakukan penyerangan sesegera mungkin.


"Kau benar-benar nekat, entah apa yang ingin kau dapatkan dari memprovokator kami. Tapi usahamu hanya sia-sia. Demi melindingi kaumnya Edden terpaksa harus memenjarakan wanita di depannya ini.


"Pengawal!" teriak Edden memanggil pengawalnya. Dua vampir yang menjaga perpustakaan masuk ke dalam.


"Ya, Yang Mulia," ucap salah satunya.


"Tangkap dan penjarakan wanita ini, tapi ingat! Kalian tidak boleh membunuh maupun mengambil darahnya," perintah Edden. Si pengawal langsung mendekati Nazira untuk menangkapnya.


"Anda tidak bisa memperlakukan saya seperti ini! Jangan sampai anda menyesal, Yang Mulia! Saya tidak berbohong!" teriak Nazira. Dia mencoba melawan vampir pengawal agar melepaskannya. Nazira tidak sempat mengambil pisaunya.


"Tunggu! Ambil tas wanita itu dan tinggalkan di sini!" perintah Edden lagi.


"Baik, Yang Mulia." salah satu pengawal mengambil tas dan memberikannya kepada sang raja.


"Bawa dia, pastikan dia tidak boleh keluar. Namun, tetap beri dia makan," lanjut Edden.


"Ya, Yang Mulia."


Pengawal menyeret Nazira ke penjara bawah tanah. Saat melewati lorong, mereka bertemu dengan salah satu anak buah Nazareth, dia adalah Leo. Vampir yang pertama kali bertemu Nazira dan Ryder di hutan terlarang. Dia terkena senter Nazira.


Leo memandang wanita yang diseret pengawal. Leo sangat yakin bahwa wanita itulah yang membuat bahunya terbakar.


Bagaimana wanita itu ada di sini? Mengapa dia ditangkap?

__ADS_1


Leo harus mencari tahu dan memberikan informasi kepada Nazareth. Leo menunggu pengawal di atas tangga menuju penjara bawah tanah.


Pengawal tersebut keluar dan Leo langsung bertanya.


"Bukankah wanita itu manusia?" tanya Leo kepada pengawal.


"Ya,"


"Kenapa dia di penjara? Apa kesalahannya?" sudah bertahun-tahun mereka tidak menangkap manusia. Bahkan di penjara itu saja tidak ada vampir yang menghuninya. Itu artinya Nazira satu-satunya yang menghuni penjara.


"Kami juga tidak tahu, raja hanya menyuruh membawa dia ke penjara dan tidak boleh membunuhnya, tetap memberikannya makan,"


"Jika kau ingin tahu, tanya kepada pengawal depan," ucap pengawal satunya lagi.


Leo meninggalkan mereka dan keluar dari kastil. Dia bertanya kepada pengawal area luar kastil.


"Apa kalian tahu manusia yang di penjarakan Raja?" tanya Leo tidak sabar.


"Dia adalah pemburu Vampir?" jawab pengawal.


"Darimana kau tahu bahwa dia adalah pemburu vampir?" tanya Leo.


"Dari barang bawaannya,"


Leo meninggaĺkan kastil, dia harus segera memberitahu Nazareth.


🍒🍒🍒


Kemarin ada yang minta Visual Ryder dan Nazira. Berikut ya !


Nazira Morris, pemburu Vampir dari masa depan.



Ryder Collins/Ryder Morgan, hibrid yang dicari Nazira.



Please Follow akun NT ini sekalian ig dan tik tok author ya!

__ADS_1


Ig : lady_mermad


Tiktok : lady_mermad


__ADS_2