
"Lepaskan aku!" teriak Nazira.
"Bibi, saya mohon jangan buang ransel itu!" Nazira putus asa, jika ibu Ryder membuang ranselnya, maka gadis itu tidak akan bisa untuk kembali ke masa depan dan bagaimana keadaan masa depan nantinya?
Meskipun, ada perasaan Nazira untuk tinggal dizaman ini saja, karena keluarganya masih utuh di sini. Namun, dia tidak bisa mengabaikan tanggung jawabnya di masa depan. Lagian, Nazira tidak tahu apa yang akan terjadi jika dia tidak kembali?
Blaire menghentikan langkah kakinya, kemudian dia membalikkan tubuh dan kembali menghadap Nazira.
"Katakan sebuah alasan yang masuk akal, mengapa aku tidak boleh membuang ransel ini?" Blaire menunjukan ransel kepada Nazira. Nazira mencoba mengambil ransel itu. Namun, secepatnya Blaire menjauhkan ransel dari Nazira.
Nazira menimbang, apakah jika dia jujur tidak akan menjadi masalah? Apakah Ryder dan Blaire dapat dipercaya? Apakah mereka tidak akan berbuat jahat kepadanya? Jika dipikir-pikir mereka adalah orang-orang baik.
"Seperti yang aku katakan tadi, aku datang dari masa depan tepatnya tahun 2073. Aku dalam misi mencari seorang hibrid bernama Ryder Collins--." Nazira menarik nafas.
Sementara Blaire refleks menatap putranya dan Ryder bergeming menatap Nazira. Dia penasaran apa tujuan Nazira mencarinya?
"Untuk apa kalian mencarinya?" Ryder memberi kode ibunya agar tidak mencolok.
__ADS_1
"Di masa depan, raja vampir bukanlah Edden Collins, melainkan Nazareth, dia pria yang tadi kita temui,"
Nazira berjalan ke arah Blaire dia ingin mengambil ranselnya. Namun, pinggang Nazira ditarik oleh Ryder.
"Kau belum selesai bercerita." Ryder mengingatkan Nazira.
"Nazareth membuat manusia seperti hewan peliharaan, hanya beberapa manusia yang hidup bersembunyi karena jika tertangkap kami hanya akan menjadi bank darah dan seperti hewan ternak menghasilkan keturunan untuk menjadi santapan mereka. Beberapa manusia menjadi budak, anggota keluarga mereka di sandra dan mereka dipaksa melakukan tugas di siang hari saat para makhluk malam itu tidak bisa melakukannya di siang hari. Sistem pemerintahan dipegang oleh Nazareth."
Blaire tidak percaya, lalu apa yang terjadi dengan suaminya dan dia? Blaire merasa penasaran. Bagaimana caranya untuk bertanya kepada Nazira, tanpa mengungkapkan identitas mereka?
"Informasi yang aku dapatkan, dia digulingkan dan mungkin saja dia telah musnah," lanjut Nazira. Karena dia tidak tahu tentang Edden Collins, yang dia tahu hanya Nazareth raja vampir. Mungkin kakek dan neneknya tahu raja sebelum Nazareth. Pemburu vampir mengetahui tentang Ryder Collins adalah saat seorang vampir memberikan sebuah agenda berserta sample darah Ryder.
"Jadi maksudmu, raja vampir bukan lagi Edden Collins di masa yang akan datang? Melainkan Nazareth?" Blaire mencoba mengingat siapa Nazareth ini? Apakah Edden pernah membicarakan tentang dia?
"Ya!"
"Kau sendiri, mengapa bisa ke sini?" tanya Blaire.
__ADS_1
"Kami--para pemburu vampir dan ilmuwan, membuat kapsul waktu, agar aku bisa kembali ke tahun ini untuk bertemu Ryder Collins." Pinggang Nazira masih dicengkram oleh Ryder. Dia menatap ranselnya, berharap Blaire tidak akan membuangnya.
"Apa yang kau inginkan dari pria itu?" Ryder telah melepaskan tangannya dari mencengkram pinggang Nazira. Nazira merasa sedikit lega.
"Darah pria itu menjadi kunci bagi keselamatan manusia," terang Nazira.
Ryder membayangkan jika, mungkin saja dia akan dijadikan kelinci percobaan. Maka, dia harus merahasiakan siapa dirinya dari gadis ini?
"Ada yang datang," ujar Blaire.
🍒🍒🍒
Sambil nunggu aku up, boleh donk mampir ke karya temanku!
...SUAMIKU BUKAN MIĹIKKU...
__ADS_1