
"Maaf, Sir. Apakah kau tahu rumah tuan Morgan?" Nazira pura-pura bertanya. Dia kemudian menuju arah pria itu. Nazira yakin, pria di depannya adalah Vampir. Kulit pucat dan hawa dingin yang ditimbulkannya.
Sang pria menatap Nazira dengan curiga. Sayang dia tidak bisa membaca pikiran Nazira. Dia kemudian mengalihkan pandangan kepada Evan. Nazira dengan cepat mengendalikan pikiran pria tersebut. Nazira membuat Si pria berpikir bahwa dua orang ini hanya orang biasa.
"Kalian dari mana?" Si pria berpikir, siapa tahu bisa menjadikan dua orang ini korban selanjutnya yang akan dijadikan Vampir.
"Kami dari luar kota, tepatnya Brasov," ujar Nazira. Dia telah terbiasa dengan Vampir pada zamannya karena memang Vampir menguasai wilayah.
Si Vampir semakin yakin untuk menjadikan dua orang ini sebagai pengikutnya.
"Saya akan mengantarkan kalian." Dia berjalan menuju sebuah rumah dengan nomor 56.
Nazira dan Evan mengikuti si pria. Mereka juga berhenti tepat di rumah dengan nomor 56.
"Maaf, Sir. Alamat yang kami dapatkan nomor rumahnya adalah 17. Sepertinya ini salah," pancing Nazira.
Si pria tidak membiarkan kesempatan. Dia menarik tangan Nazira, berusaha memeluknya agar bisa menghisap darah Nazira. Dengan cepat Nazira menghindar, sementar Evan terkejut. Apalagi saat si pria mengeluarkan taringnya.
Nazira bertarung melawan makhluk dingin itu. Dari dalam rumah keluar satu orang lagi. Evan memberanikan diri melawan Vampir yang baru saja keluar.
Evan hampir saja digigit oleh Vampir tersebut. Namun, Nazira langsung melukai Vampir yang dilawan Evan. Nazira menusukkan tepat di jantung pria itu. Seketika si pria terbakar dan lenyap.
Vampir pertama tidak terima, dia mencoba melumpuhkan Nazira. Evan shock melihat Vampir tadi terbakar.
Jacob yang melihat dari mobil juga terkejut saat Vampir terbakar. Dia menghidupkan mesin mobil dan mendekat ke arah Nazira dan Evan.
Beberapa Vampir keluar dari dalam rumah itu lagi. Evan dan Nazira berusaha melawan dengan sekuat tenaga.
Jagob melajukan mobil dengan kencang. Mereka tidak akan bisa melawan para Vampir itu, jika Vampir ada 6 orang. Jika Kekuatan dan kecepatan satu Vampir melebihi manusia. Apalagi 6 Vampir?
"Cepat naik!" teriak Jacob. Tidak memungkinkan bagi mereka mengalahkan makhluk abadi itu. Bisa-bisa mereka akan mati konyol.
Nazira dan evan secepatnya naik ke dalam mobil. Jacob melajukan mobil secepatnya. Salah satu Vampir terbang dan mendarat di atas mobil Jacob, mengeluarkan suara berdebum yang sangat keras.
__ADS_1
Jantung Jacob serasa akan copot. Belum si Vampir mencakarkan kukunya di atap mobil. Nazira mengeluarkan kepalanya mencoba menembak si Vampir dan mengenai betis Vampir karena pelurunya terbuat dari perak. Vampir itu merasa kesakitan dan kulitnya yang terkena tembakan terbakar. Dia turun dari mobil.
Jacob membelokan mobil dan menuju jalan terang. Si Vampir pertama yang mereka jumpai, menahan para Vampit lain, agar tidak mengejar mereka.
***
Di kastil Collins,
Sejak pertemuan terakhir dengan Emmet. Edden tidak mendapat kabar lagi dari Emmet tentang istri dan putranya. Apakah Emmet begitu sibuk sehingga belum melaporkan apapun?
Edden, memutuskan untuk pergi sendiri ke kota untuk bertemu dengan Blaire, ibu Ryder. Mereka telah tidak bertemu selama 20 tahun. Saat itu Clara mulai curiga dengan tingkah Edden.
Demi melindungi putra dan istrinya, Edden memutuskan kontak dengan mereka. Namun, tetap mengutus Emmet untuk mencaritahu tentang mereka dan melindungi mereka. Pria itu tidak percaya untuk memerintahkan Vampir lain.
Edden keluar dari kastil dan menuju ke kota. Raja kaum dingin itu menuju tempat tinggal istri dan anaknya. Tiba di depan rumah Blaire dan Ryder. Edden memasuki toko pakaian Blaire.
"Selamat datang!" teriak Blaire yang sibuk menyusun pakaian. Dia kemudian membalikan tubuhnya untuk melihat pelanggan yang masuk.
Blaire terdiam masih sambil memegang salah satu pakaian koleksi tokonya. Wanita paruh baya itu tidak percaya dengan apa yang dilihatnya. Suaminya datang dan dengan keadaan masih sama?
Blaire merasa insecure dengan penampilan Edden yang masih saja seperti berusia 38 tahun. Sememtara Blaire 51 tahun, meakipun dia masih awet muda dan cantik tetap saja rasanya tidak bisa menyaingi pria Vampir di depannya ini.
"Ba--baik!" Blaire masih menatap Edden dengan tidak percaya.
Apakah dia sedang bermimpi? Blaire menepuk pipinya. Melihat tingkah konyol Blaire Edden tersenyum, wanita itu masih sama seperti saat berusia 31 tahun maupun saat mereka pertama kali bertemu. Blaire masih berusia sangat muda, 18 tahun.
Bagi Edden, Blaire masih sama cantiknya dengan yang dia ingat. Raja Vampir tersebut, sedikit melayang dan telah berada di depan wanitanya. Dia meraih pinggang Blaire dan menciumnya. Blaire kehabisan nafas. Edden melepaskan Blaire. Dia kemudian menatap Blaire dengan bahagia.
"Aku sangat bahagi bertemu denganmu lagi," ujar Edden, mengusap bibir Blaire.
"Bagaimana kau tidak tua dan aku telah menjadi tua?" Blaire tetap saja melontarkan pertanyaan itu meskipun dia tahu jawabannya.
"Bagiku kau masih sama," gombal Edden. Dia masih menatap Blaire, seolah-olah mengingat moment ini.
__ADS_1
"Seharusnya kau menjadikanku sepertimu 20 tahun yang lalu," rajuk Blaire. Dari dulu dia meminta Edden untuk merubahnya. Namun, Edden tidak mau melakukannya.
"Aku tidak ingin kau hidup sepertiku dan Ryder butuh beradaptasi dengan keadaannya yang berbeda. Harus ada yang mendampingi dia siang maupun malam." Edden mengingatkan kembali kepada Blaire alasan mengapa dia tidak merubah Blaire menjadi sepertinya.
Jika bukan Blaire yang bisa menahan keinginan Ryder untuk mengisap darah manusia. Mungkin putranya akan menjadi monster yang bisa membantai manusia baik di malam hari ataupun siang. Makanya Ryder masih tinggal bersama ibunya.
Seorang hibrid, memliki nafsu membunuh lebih besar dibandingkan Vampir sendiri.
Selain itu Edden telah berjanji tidak akan menghisap darah manusia lagi.
"Kau benar, putra kita adalah segalanya." Blaire kembali menerima keputusan yang telah mereka tetapkan selama ini.
"Ayo kita keluar, aku sudah lama ingin berjalan denganmu," ajak Edden.
Blaire dengan senang hati menerimanya. Dia menggandeng tangan Edden dan menuju luar. Saat membuka pintu, Edden melihat Ryder bersama Alexia yang sedang berjalan ke arah rumah. Edden membawa masuk Blaire secepat kilat dan sedikit melayang menuju lantai dua.
"Apa yang terjadi?" todong Blaire saat mereka di kamar Blaire.
"Wanita yang bersama Ryder, apakah namanya Alexia?"
"Ya!" Meskipun Blaire memiliki suami Vampir. Namun, dia telah kehilangan kemampuan untuk mengenali Vampir. Mungkin karena tidak pernah lagi dia bertemu makhluk dingin itu.
"Dia adalah Vampir, jangan biarkan dia mengetahui bahwa Ryder adalah hibrid. Aku lupa memberitahumu, beredar kisah di kalangan para Vampir. Mereka mempercayai bahwa darah hibrid dapat membuat kekuatan mereka berkali-kali lipat dan membuat mereka kebal terhadap matahari," terang Edden.
🍒🍒🍒
Sambil nunggu yuks kepoin karya teman author ya!
...DIJUAL AYAHKU...
...DIBELI BOSKU...
__ADS_1