
"Alexia!" panggil Ryder, saat melihat gadis itu berdiri di depan meja kasir toko. Alexia tersenyum kepada Ryder. Namun, cemberut saat melihat Nazira juga ada di samping Ryder.
Nazira terkejut saat melihat yang datang adalah Alexia. Apakah wanita itu mendengar pembicaraan mereka? Harusnya dia mendengar karena vampir memiliki pendengaran yang tajam. Jangan sampai wanita itu mendengar.
"Sejak kapan kau datang?" cecar Nazira. Cuaca diluar membuat mereka tidak mendengar siapa yang masuk.
Alexia menatap Nazira tidak suka, dia juga mendengar saat Nazira mengatakan tentang pemburu vampir. Apakah wanita ini pemburu vampir?
Ryder mendengar pikiran Alexia yang menebak Nazira seorang pemburu vampir. Apalagi yang didengar gadis ini?
"Ryder, Bibi, senang bertemu kalian lagi," sapa Alexia ramah, dia mengabaikan pertanyaan dari Nazira.
"Kami baik, apa yang kau lalukan di sini?" Blaire menatap Alexia, dia takut jika Alexia adalah salah satu dari anggota vampir yang tadi melukai putranya dan Nazira.
"Oh i--tu, aku hanya ingin mengajak Ryder untuk menonton film tengah malam." Alexia sedikit gugup. Meskipun gadis itu sudah hidup lama. Namun, dia masih memakai sopan santun abad pertengahan para bangsawan Eropa.
"Memangnya kau ingin menonton film apa?" Ryder dapat mendengar pikiran Alexia, yang mengatakan 'apakah wanita ini pemburu vampir? Tidak mungkin, dilihat dari gayanya tidak mungkin. Lalu, bagaimana dia tahu tentang ayah? Apa maksudnya raja vampir bukan Yang Mulia Collins? Akan tetapi ayah? Mereka tahu tentang vampir?
Alexia sedikit, salah tingkah dengan pemikiran yang menurutnya seperti teka-teki.
__ADS_1
"Terserah yang penting aku hanya ingin menonton bersamamu."
Alexia ingin melakukan hal-hal seperti manusia saat berpacaran. Alexia heran, mengapa dia tidak bisa membaca pikiran Nazira dan Ryder? Alexia mencoba membaca pikiran Blaire.
Ryder sendiri, bingung karena ternyata Alexia cukup banyak mendengar pembicaraan mereka. Apakah Nazareth, ayah Alexia? Ryder yang mengetahu maksud Alexia, langsung menarik tangan Alexia. Hal itu tidak hanya membuat Blaire terkejut, juga membuat Nazira cemburu.
"Mom, kami akan pergi menonton." Ryder membuka pintu sambil masih menarik tangan Alexia.
Gadis muda itu menjadi terkejut. Namun, akhirnya dia merasa senang dan melupakan rasa penasaran terhadap pembicaraan mereka.
"Aku juga ikut dengan kalian." Nazira mengambil ranselnya dan berjalan keluar.
"Kau sebaiknya tunggu saja aku di sini," usul Ryder.
"Mom, kau bisa menemani Nazira, bukan?" mohon Ryder kepada ibunya. Dia harus nenjauhkan Alexia dari ibunya.
Blaire sedikit bingung, tapi dia membiarkan saja. Mungkin Ryder memiliki rencana sendiri.
"Tunggu, aku akan mengambil payung." Tanpa menunggu jawaban Ryder, Alexia mengambil payung yang tadi dibelinya.
__ADS_1
Setelah itu, Ryder dan Alexia berjalan menuju bioskop, beruntung rumah Ryder terletak di lokasi yang strategis.
Hujan telah berhenti, menyisakan gerimis serta udara dingin dan lembab. Alexia mengembangkan payungnya. Mereka berjalan menuju bioskop sepayung berdua.
Nazira yang melihat mereka dibawah payung yang sama menjadi kesal.
"Bibi, aku akan mengikuti mereka." Nazira langsung membuka pintu dan menyusul Ryder dan Alexia.
Blaire hanya pasrah, dia telah diperingatkan oleh suaminya tentang Alexia. Semoga saja Ryder bisa menjaga dirinya.
Nazira mengikuti Ryder dan Alexia, secara diam-diam, dia seperti seorang stalker saja.
🍒🍒🍒
Sambil nunggu aku up, yuks mampir ke karya temanku!
...PERNIKAHAN TAK TERDUGA...
__ADS_1