
Ryder masih memejamkan mata. Namun, pria itu meraba ranjang di sampingnya. Dia ingin memeluk gadis yang telah membuat malam bahagianya. Gadis yang memberikan sesuatu berharga yang telah dia jaga. Ryder tersenyum dengan masih menutup mata. Pria hibrid itu tidak pernah merasa sebahagia dan sesegar ini. Kekuatannya terasa seperti terisi penuh.
Ryder baru menyadari sesuatu, dia segera duduk dari posisi tidurnya. Dia takut menyakiti Nazira, bagaimana jika gadis itu pingsan? Ryder melihat ke sampingnya dan mendapati Nazira tidak berada di sana lagi.
Kemana gadis itu?
Ryder bangkit dari ranjang dan memakai boxernya. Dia memeriksa kamar mandi, kosong. Ryder panik, segera pria itu memakai celana panjang dan baju kaos. Dia turun ke bawah mencari Nazira. Padahal Ryder ingin berkata jujur dan mengaku kepada Nazira bahwa dia hibrid.
"Nazira! Mom!" panggil Ryder. Dia menuju tokonya, hanya ada karyawan Blaire.
"Sir!" sapa gadis pekerja Blaire. Gadis tersebut berusia 21 tahun. Dia menatap Ryder dengan malu-malu. Ya, dia jatuh cinta kepada Ryder. Siapa saja pasti akan menyukai Ryder.
Pria dengan wajah tampan dan membuat setiap wanita terpesona. Daya pikat Edden Collins, mengalir kental ditubuh Ryder.
"Jen, apa kau melihat ibuku dan seorang gadis?" tanya Ryder, dia berjalan dan menyandar di meja kasir dengan tangan bersidekap di dada. Sementara Jenny, gadis penjaga toko tengah menyusun pakaian di rak pajangan.
"Saya terlambat datang, Sir dan sudah memberitahu nyonya. Jadi saya tidak melihat nyonya maupun seorang gadis," jawab Jenny. Dia cemburu saat Ryder bertanya tentang gadis ini, siapa gadis itu?
__ADS_1
Jenny telah bekerja selama satu tahun di toko Blaire. Awal bertemu Ryder dia telah jatuh cinta. Namun, Ryder hanya bersikap biasa. Jenny masih setia dengan perasaannya, dia melihat Ryder tidak pernah dekat dengan gadis manapun. Namun, sekarang, Ryder menanyakan seorang gadis. Apa hubungan mereka?
"Sebaiknya aku menghubungi ibuku." Ryder berjalan keatas dan mencari ponselnya. Dia mencoba menghubungi Nazira terlebih dahulu. Ponsel wanita itu tidak aktif, Ryder mencoba menghubungi Blaire. Namun, tidak diangkat.
Ponsel Ryder berbunyi dan itu dari Ron, atasannya. Ron, meminta Ryder segera ke kantor karena ada situasi yang sangat penting.
***
Ryder memasuki kantor polisi, dia langsung menemui atasannya karena memang instruksi Ron. Begitu sampai di kantor, Ryder harus segera ke ruangnya.
"Masuk!" perintah Ron dari dalam ruangannya.
"Sir!" sapa Ryder, dia berdiri di depab meja Ron.
"Ryder, ada kasus pembunuhan di pemukiman lama, bukankah, kau dan Nazira sedang melakukan penyelidikan di sana kemarin?" cecar Ron, dia telah berdiri dari duduknya dan mengambil foto yang dikirimkan salah satu anak buahnya.
"Kami memang melakukan penyelidikan di sana, tapi kemarin masih baik-baik saja,." Ryder mengambil foto korban pembunuhan tersebut.
__ADS_1
"Selidikilah lagi, ajak Nazira bersamamu, kemana anak itu? Kenapa belum datang juga?" kesal Ron.
"Apa kau lupa, dia dan aku jadwal siang hari ini!" Ryder memberitahu Ron.
"Baiklah, sekarang hubungi dia dan suruh ke lokasi saja langsung!" perintah Ron.
Ryder segera keluar dari ruangan Ron, dia mencoba menghubungi Nazira kembali. Namun, Nazira tidak memgangkatnya. Akhirnya Ryder mengirim pesan dan memberitahu Nazira untuk segera ke pemukiman lama.
Ryder meminta salah satu rekannya untuk memgantarkannya karena mobil telah dia tinggalkan di sana.
Ryder berpikir, semoga saja para vampir kemarin tidak menyelidikinya.
πππ
Maaf dengan sangat karena saya lama up. Pekerjaan di duta sangat menyita waktu dan membuat saya cepat lelah sehingga tidak bisa untuk up.
Semoga kalian masih setiaππ
__ADS_1