The Last Vampir Hunter

The Last Vampir Hunter
Informasi Berharga


__ADS_3

12 Jam yang lalu.


Nazira memasuki kantor kepolisian, dia màsih memikirkan cara untuk kembali ke kastil Collins dan memberitahu Edden bahwa warganya ada yang membunuh manusia. Agar Edden segera mengambil tindakan. Dia juga harus bisa mendekati Edden dan bertemu dengan putra Edden.


"Kau sudah datang, kita dipanggil Ron." Ryder yang keluar dari ruangan mereka dan langsung menarik tangan Nazira. Padahal Nazira baru akan membuka pintu.


Mereka menuju ruangan Ron, atasannya. Ryder mengetuk pintu ruangan dan langsung saja membukanya tanpa menunggu instruksi dari Ron.


"Ada apa, Sir?" tanya Ryder.


"Ada laporan dari warga pemukiman lama, beberapa warga mereka tiba-tiba menghilang. Kalian selidikilah. Ambil berkas ini." Ron menggoyang-goyangkan amplop yang dipeganggnya agar segera diambil Ryder maupun Nazira.


"Baik." Ryder mengambil berkas tersebut dan menarik kembali tangan Nazira keluar dari sana.


Sebenarnya, Nazira tidak fokus lagi menyelidiki kasus orang hilang maupun kasus kematian karena Vampir. Sekarang fokusnya adalah ke Edden Collins, agar segera bisa menemukan putra Edden dan mengambil darahnya, baik secara paksa maupun suka rela.


"Hei girl, apa ada masalah?" selidik Ryder karena dia melihat Nazira hanya bengong. Pikiran gadis itu tidak berada di sini?


Sebenarnya Ryder sendiri penasaran mengapa Nazira sangat tertarik dengan Vampir?


"Apa?" Nazira menatap Ryder yang memandnagnya dengan instens. Mereka telah duduk di kursi masing-masing. Dalam ruangan hanya mereka berdua. Petugas yang lain sepertinya telah ke luar.


"Apa ada masalah?" Ryder menarik kursi Nazira, agar mendekat padanya.


"Ti--tidak ada." Nazira menghindari tatapan mengintimidasi dari Ryder. Nazira tidak bisa menatap Ryder terlalu lama. Tatapan Ryder bisa membuatnya terlena.


Nazira mengambil berkas dari Ron dan mencoba mempelajarinya. Dia menghadap ke meja. Ryder tahu Nazira menghindarinya. Pria itu kembali memutar kursi Nazira agar menghadap kepadanya lagi.


"Katakan apa yang mengganggumu? Aku akan mencoba membantu," bujuk Ryder. Dia sedikit tersiksa karena tidak dapat membaca apa yang dipikirkan oleh Nazira.


"Aku bilang tidak ada." Nazira memalingkan wajah. Ryder memegang wajah Nazira agar menatap kepadanya.


Entah dorongan dari mana, Ryder menyambar bibir Nazira dengan bibirnya. Pria hibrid itu merangkul pinggang Nazira agar semakin dekat dengannya. Dia mencium Nazira dengan menggebu-gebu. Tenaga Ryder hampir tidak terkendali. Dia mengangkat tubuh Nazira. Hampir saja Ryder membawa Nazira melayang. Jika Nazira tidak memukulnya karena kewalahan melayani Ryder.


Ryder melepaskan Nazira, mendudukannya kembali di kursi.


"Maaf, aku--aku sangat menginginkanmu." Akhirnya Ryder mengatakan apa yang diinginkannya.


"Kita masih dalam jam kantor." Nazira memperingati Ryder. Entah bagaimana dia pun menginginkan Ryder.

__ADS_1


Seharusnya dia tidak boleh terlibat dengan pria saat ini. Nazira kembali menyadarkan diri, dia tidak boleh terlena lagi dengan pesona Ryder.


Nazira mencoba menetralkan jantungnya yang berdetak dengan kencang. Dia kembali mengambil berkas dan mempelajarinya.


Kasus itu terjadi di gedung lama. Nazira ingat saat berburu Vampir di sana. Di sana memang banyak Vampir yang berkeliaran. Namun, sayang Nazira dan pemburu Vampir lain belum bisa mendapatkan informasi apapun.


"Catat saja alamat mereka dan kita akan langsung menyelidikinya ke lokasi," usul Ryder.


Nazira melakukan intruksi Ryder. Setelah mencatat di buku kecilnya. Ryder mengajak Nazira ke lokasi.


Ryder memarkirkan mobil di rumah salah satu warga yang hilang. Mereka turun dari mobil, Ryder mengetuk pintu rumah di samping korban hilang itu.


Seorang wanita berusia sekitar 45 tahun keluar dari dalam rumah.


"Ya!" Si pemilik rumah berdiri di pintu, tanpa mempersilahkan Ryder dan Nazira untuk masuk.


"Saya Ryder Morgan dan ini rekan saya Nazira Morris. Kami sedang menyelidiki tentang beberapa warga kalian yang tiba-tiba pindah maupun hilang," terang Ryder.


"Ya, aku tahu, aku hanya merasa sedikit aneh. Biasanya Mr. Owen meskipun tidak bergaul dan memang jarang keluar, setidaknya dia akan keluar untuk membeli makanan maupun pergi bekerja," jelas wanita itu.


Setelah bertanya-tanya dengan wanita itu. Ryder dan Nazira lanjut ke warga lain. Mereka mengumpulkan informasi. Dari para tetangganya.


Setelah mengumpulkan keterangan dari tetangga. Nazira dan Ryder juga mencoba ke tempat orang itu bekerja. Dari yang pemilik restoran dan toko. Mengatakan bahwa mereka tidak menghilang melainkan mengundurkan diri.


"Tidak, dia mengundurkan diri. Saya masih menyimpan surat pengunduran dirinya di laci saya. Sebentar akan saya ambilkan." Pemilik Restoran menuju mejanya dan mengambil sebuah amplop berisi surat pengunduran diri karyawannya itu.


Pemilik memberikan surat dengan tulisan tangan karyawannya itu kepada Nazira.


"Terima kasih, kami akan membawa ini sebagai bahan penyelidikan," ujar Nazira.


Mereka pamit kepada pemilik Restoran. Ryder dan Nazira kembali ke rumah korban hilang untuk mencocokan tulisan tangannya.


"Apa pikiran kita sama?" tanya Ryder begitu menjalankan mobil.


"Ya, kita harus kembali ke rumah mereka," jawab Nazira.


Mereka sampai di sana hari sudah gelap. Ryder mencoba membuka rumah salah satunya. Mereka saling berpandangan mendapati rumah masih terawat untuk ukuran rumah yang telah ditinggalkan?


Nazira memeriksa laci, dan menemukan sebuah catatan.

__ADS_1


"Lihat!"


Ryder menuju arah Nazira. Nazira memperlihatkan buku dan surat pengunduran diri.


"Tulisannya beda," heran Ryder.


"Apakah mereka diculik?" tanya Nazira.


"Entahlah, kasus ini semakin aneh saja. Sebaiknya kita keluar dari sini," ajak Ryder.


Nazira dan Ryder keluar dari rumah. Nazira melihat Bertrand yang memasuki rumah di samping rumah korban hilang. Nazira dapat merasakan hawa dingin pria itu. Nazira memperhatikan nomor rumah 56. Membuat Nazira semakin yakin bahwa rumah itu adalah markas Vampir.


Nazira pun memasuki rumah tersebut diam-diam dan Ryder mengikutinya. Beruntung Bertrand tidak menyadari bahwa dua orang mengikutinya.


Nazira memberi kode kepada Ryder untuk diam. Mereka bersembunyi di belakang meja. Nazira melihat seorang pria yang tengah duduk di sofa menunggu Bertrand.


Mereka mendengar pembicaraan Nazareth dan Bertrand.


"Kau dengar, mereka adalah Vampir dan Vampir itu ada," bisik Nazira kepada Ryder.


"Apa yang akan kau lakukan?" Ryder sendiri akhirnya tahu bahwa ayahnya akan digulingkan. Namun, bagaimana dia untuk memperingati ayahnya? Ryder tidak pernah tahu keberadaan ayahnya lagi.


Apakah ibunya tahu dimana ayahnya?


"Apa kau mau membantuku?" Siapa tahu Ryder bisa membantu dan Nazira akan mengajarkan pria itu untuk menjadi pemburu Vampir.


"Bantuan apa yang kau butuhkan?"


"Aku ingin kita memburu mereka," tunjuk Nazira.


Ryder mengabaikan perkataan Nazira. Dia melihat ke arah Nazareth dan Bertrand. Dua orang tersebut tiba-tiba diam.


Ternyata Nazareth akhirnya merasakan keberadaan Nazira.


"Ada manusia di sini," Nazareth memberitahu Bertrand melalui telepaty.


🍒🍒🍒


Jangan lupa mampir ya Gaes!

__ADS_1


...CINTA TAK PEPERNAH SALAH...



__ADS_2