The Last Vampir Hunter

The Last Vampir Hunter
Rencana Nazareth


__ADS_3

Seorang pria berjalan melewati jalanan yang becek habis hujan di malam hari. Jalan itu hanya diterangi oleh cahaya seadanya. Beberapa lampu penerang jalan tidak hidup. Pria tersebut hanya mengenakan kemeja hitam dan celana bahan hitam. Orang-orang yang melihat akan merasa heran, saat cuaca dingin ini, dia hanya mengenakan pakaian tipis.


Pria itu terus berjalan melewati lorong-lorong bangunan. Bangunan tersebut sudah tua dan sudah mulai ditinggalkan manusia. Tidak banyak manusia yang menempati bangunan tersebut. Itupun adalah manusia yang bisa dikatakan tidak memiliki uang cukup untuk pindah dari sana.


Gedung bangunan tua itu benar-benar tidak terawat. Pemerintahan juga mengabaikannya. Para investor pun lebih suka membuka lahan baru. Selain harga yang murah, juga tidak perlu mengeluarkan uang lebih untuk membongkar bangunan lama. Hemat waktu juga hemat biaya.


Pria tersebut terus memasuki lorong sempit. Bau menyengat keluar dari sekitar tempat. Sampah-sampah berserakan dimana-mana. Benar-benar tempat yang menjijikan. Namun, tempat itu sangat cocok menjadi markas bagi makhluk malam. Manusia tidak akan heran jika salah satu penghuni bangunan tersebut tidak pernah keluar di siang hari.


Si pria membuka pintu, salah satu rumah tingkat tiga. Model bangunannya bergaya rumah-rumah eropa zaman victoria. Rumah tersebut berdempetan dengan rumah-rumah kiri dan kanannya. Berjejer sekitar 15 rumah. Hanya saja yang ditempati tidak lebih dari 10 penghuni.


"Anda telah datang, Sir." Sambut seorang pria muda berusia sekitar 28 tahun. Pria muda itu tinggi dan tampan. Si pria berjalan ke dalam ruangan, diikuti pria yang baru datang.


"Apa mereka telah berkumpul?" tanya si tamu, dia adalah Nazareth Barnabas, pria berusia 56 tahun dalam fisik manusia. Namun, siapa yang tahu umur sebenarnya?


"Tidak banyak yang hadir, beberapa masih ragu," jawab pria muda.


"Setidaknya ada yang hadir, Bertrand." Nazareth menenangkan pria muda yang menjadi pengikutnya tersebut.


Nazareth melihat, setidaknya ada sepuluh orang yang duduk di ruang tamu itu. Dua diantaranya wanita.


"Selamat malam, my lord and my lady," sapa Bertrand.


Semua yang duduk langsung melihat ke arah Bertrand dan Nazareth. Mereka sangat antusias dengan undangan yang mereka dapatkan. Serta penasaran dengan Rencana yang akan dibuat oleh Nazareth.


Nazareth menjanjikan untuk mengizinkan mereka untuk menikmati masa kejayaan seratus tahun yang lalu. Dimana mereka bebas memangsa manusia. Raja sebelumnya entah mengapa menunjuk Edden Collins menjadi raja menggantikannya. Apakah karena kastil milik keluarga Collins yang mereka gunakan sebagai istana serta markas persembunyian para Vampir? Setelah dia menunjuk Edden, dia membakar dirinya di bawah sinar matahari. Tidak tahu apa yang membuat sang Raja melakukan hal itu?


"Terima kasih kalian telah datang." Nazareth berjalan ke depan sofa di mana para tamu yang telah dikumpulkannya duduk.


"Kami tidak sabar dengan apa yang akan kau sampaikan,"


"Ya, tidak perlu berbasa-basi, langsung saja,"

__ADS_1


"Baiklah, jika itu ingin kalian. Seperti dalam surat yang aku kirimkan kepada kalian. Aku sendiri tidak setuju dengan kebijakan Raja Edden. Apalagi saat ini hewan-hewan liar sudah mulai punah dan pasokan darah dari palang merah pun sangat terbatas."


Semua yang ada di sana kemudian berbisik-bisik. Mereka juga merasakan susahnya memburu para hewan liar itu karena memang populasinya yang menipis.


Belum lagi darah-darah manusia dari palang merah hanya diperuntukan bagi bagsawan kelas atas, sedangkan bangsawan kelas bawah seperti mereka hanya kejipratan saat pasokan darah melimpah. Sayangnya itu sangat jarang terjadi.


"Jadi apa rencanamu?"


Kembali bisik-bisik terjadi, mereka mengeluarkan pradigma masing-masing.


"Saya harap kalian diam. Biarkan Sir Nazareth yang menjelaskan," sela Bertrand.


Nazarerh bukanlah seorang bangsawan. Namun, dia bisa dikatakan orang kaya baru yang tidak terlahir sebagai bangsawan. Dia adalah pebisnis pada zamannya, sampai perang utara dan selatan tercetus, semua keluarga Nazareth mati, kecuali putrinya yang sekarat. Raja sebelum Edden, menjadikan Nazareth dan putrinya seorang Vampir karena membutuhkan kekayaan dan kepiawaian Nazareth dalam berbisnis. Raja itu sedang mengumpulkan pasukannya.


"Aku tahu bahwa pasti ada di antara kalian yang membunuh manusia, bukan?"


Kembali para tamu berbisik-bisik dan saling curiga. Mereka takut jika Nazareth akan melaporkannya kepada Raja.


"Tenang saja, aku tidak akan memberitahukan kepada Raja. Raja memintaku untuk mencaritahu kasus ini. Tapi aku akan mencoba mengulur waktu atau akan mencari kambing hitam. Tentu saja yang akan menjadi kambing hitamnya bukan di antara kalian yang memihak padaku?" jeda Nazareth. Dia memberi kode kepada Bertrand untuk menyuguhi para tamu dengan darah manusia.


Bertrand menepukkan tangan, keluar dua Vampir dengan menyeret dua orang manusia. Manusia tersebut laki-laki dan wanita. Si pria berusia sekitar 48 tahun dan wanita berusia sekitar 38 tahun.


Melihat manusia, para tamu langsung mengeluarkan taringnya. Mereka melayang menghampiri manusia. Manusia semakin ketakutan, mereka merasa ini tidak nyata. Para Vampir di depan mereka.


"Sebagai sambutan, aku persilahkan kalian meminum darah mereka dan mendapatkan kekuatan yang besar." Semua langsung menyerbu manusia tersebut menghisapnya dengan lapar. Awalnya semua berebut menghisap leher. Namun, Vampir senior lebih dulu mendapatkan dua sisi leher dari dua manusia tersebut. Sisanya menghisap dari pergelangan tangan dan paha.


Mereka terus menghisap darah manusia tersebut hingga kering dan melepaskan manusia tersebut tergeletak di lantai. Para Vampir melap sisa darah dari bibir mereka.


"Sangat nikmat,"


"Setelah kalian menikmati hidangan aku akan kembali menjelaskan rencanaku," lanjut Nazareth.

__ADS_1


"Kami akan mendukung, apapun rencanamu, Sir,"


"Aku akan membentuk Vampir pemberontak, tentu saja kita akan memerlukan anggota untuk menyingkirkan Raja Collins dan melengserkannya jika perlu kita akan menggantungnya hingga matahari terbit." Nazareth berbicara dengan lantang.


"Setuju!" teriak semua.


"Bagaimana caranya?"


"Kita akan mulai menjadikan manusia sebagai Vampir. Jadi kalian bisa menikmati darahnya, tapi jangan sampai habis, sehingga mereka bisa menjadi Vampir seperti kita. Kemudian mereka akan kita latih, untuk awal kita yang menyajikan manusia untuk mereka minum. Begitu seterusnya?"


"Bagaimana dengan Raja?" timpal salah satunya.


"Kalian tenang saja, seperti yang aku katakan tadi, aku akan mencari kambing hitam untuk kasus pembunuhan manusia karena Vampir. Sehingga para Vampir yang tidak bersedia bergabung, akhirnya akan bergabung. Atau aku akan memberitahu Raja itu karena hewan buas," terang Nazareth.


Tiba-tiba seorang Vampir masuk.


"Maaf aku terlambat," ucap Vampir itu.


"Kenapa kau terlambat Leo?" tanya Nazareth, dia melihat bahu kiri Leo jejak terbakar.


"Apa yang terjadi?"


"Aku bertemu polisi di hutan, mereka sedang menyelidiki kasus manusia itu? Salah satunya, gadis baru yang memiliki senter yang bisa membakar kita,"


🍒🍒🍒


Sambil nunggu, cus mampir besties ke karya temanku!


...THE BODYGUARD...


__ADS_1


__ADS_2