
Nazira terus mengikuti Ryder dan Alexia, mereka memasuki sebuah gedung bioskop. Wanita itu melihat Ryder membeli karcis. Tidak banyak penononton yang hadir karena memang film diputar tengah malam.
Nazira heran dengan selera Alexia yang memilih film vampir lawas. Nazira baru ingat, bukankah dia vampir, tentu akan memilih film tentang vampir dan film lama untuk bernostalgia. Mereka menonton film Bram's Stolker Dracula tahun 1992.
Nazira tidak konsentrasi untuk menonton, dia terus mengamati Ryder dan Alexia yang berada di depannya. Alexia memyandarlan kepalanya dibahu Ryder dan itu membuat Nazira jengah.
Alexia juga mulai melingkarkan tangannya ditubuh Ryder. Ryder menyingkirkan tanga Alexia yang menyentuhnya. Saat adegan ciuman di film itu. Alexia menghadapkan wajahnya kepada Ryder berharap Ryder juga menciumnya. Alexia terlihat kesal sendiri karena Ryder tidak peka. Kemudian adegan beralih menjadi sedih, Alexia juga menangis dan memeluk Ryder. Mau tidak mau Ryder membalas pelukan Alexia. Hal itu dimanfaatkan Alexia untuk mencium Ryder. Namun, tiba-tiba seseorang melemparnya dengan berondong jagung. Alexia kesal karena ada yang merusak momentnya.
Nazira yang setelah melempar Alexia langsung bersembunyi di belakang kursi. Dia tidak rela jika Ryder harus berciuman dengan Alexia. Sepanjang film, Nazira tidak memperhatikan alur cerita itu, dia lebih sibuk menonton dua orang di depannya.
Film berakhir, Ryder dan Alexia keluar dari gedung bioskop. Mereka berjalan keluar menuju arah rumah Ryder. Hampir dekat rumah Ryder, Nazira heran apakah Alexia akan menginap?
"Dimana rumahmu, nanti aku bisa mengantarkanmu?" tawar Ryder kepada Alexia.
__ADS_1
Mereka berjalan melewati toko-toko yang berjejer sepanjang jalan. Hujan telah berhenti sepenuhnya, meskipun masih meninggalkan hawa dingin yang menusuk tulang. Anehnya dua orang itu tidak memakai baju hangat.
Nazira sendiri, terus memgusapkan kedua telapak tangannya, agar menghasilkan panas, lalu menempelkannya ke pipinya. Nazira terus mengikuti dua orang tersebut.
"Rumahku berada dekat hutan terlarang." Alexia menjawab dengan benar karena kastil Collins berada dalam hutan terlarang.
Ryder ingin menawarkan diri untuk mengantarkan Alexia, siapa tahu dia bisa mengetahui keberadaan ayahnya maupun pria bernama Nazareth. Bukankah, Alexia menyebut Nazareth ayahnya dalam pikiran gadis itu? Setidaknya Ryder tahu siapa Nazareth dalam dunia vampir? Apakah dia orang yang berpengaruh?
"Tidak usah, aku bisa sendiri, rumahku cukup jauh dan ini sudah sangat malam," tolak Alexia, jika dia bukan vampir, dan hanya manusia biasa. Dia akan menerima niat baik Ryder dan akan sangat merasa bahagia sekali. Namun, Alexia tidak ingin Ryder mengetahu siapa dirinya dan yang paling penting dia tidak ingin ayahnya mengetahui bahwa dia meninggalkan rumah.
Pikiran Alexia dapat diketahui oleh Ryder, sayang Alexia tidak menyebutkan dalam pikirannya bahwa dia tinggal di kastil Collins.
"Aku khawatir jika kau harus pulang sendirian," bujuk Ryder.
__ADS_1
Mereka terus menyusuri jalan yang lembab. Ryder menarik tangan Alexia saat di depan mereka ada genangan air.
"Tidak apa-apa, aku terbiasa pulang sendiri." Alexia masih kekeh untuk tidak diantar.
Meskipun Alexia bisa saja minta diantar di perbatasan jalan menuju hutan terlarang. Namun, dia tidak ingin nanti bertemu atau berselisih jalan dengan vampir lain. Apalagi dia bersama manusia. Bukankah itu sangat berbahaya?
🍒🍒🍒
Hi besties, maafkan karena jarang up. Sambil nunggu bisa mampir dulu ke karya temanku!
...SUAMIKU BURUK RUPA DAN LUMPUH...
__ADS_1